Tulusku Deritaku

Tulusku Deritaku
Episode 35 # ibu vs Tresa


__ADS_3

"ibu tak merasakan apa yang aku rasa bu"


"coba kalau ibu berada di posisiku!!"


"ibu melihat dengan mata kepala sendiri, suami ibu ingat dan bermesraan dengan orang lain, sementara aku istrinya harus diam saja begitu??"


" selama 10 tahun ini kamu kemana aja Tresha"


" ibu tau selama 10 tahun ini, anak ibu menutupi semua kebusukanmu"


" dari awal pernikahan kamu sudah menyakiti dan mengkhiatinya"


" kamu dengan sadar dan sengaja melakukan semuanya itu Tresha"


" kalo ibu jadi kamu, ibu akan jujur dari awal. Ibu tak akan membiarkan pernikahan itu terjadi."


" kejujuran itu modal utama manusia Tresha.. Sekali kamu melakukan kesalahan, semua berakhir."


" tapi apa yang di lakukakn Achsand?? Dia mati matian membela dan menutupi keborokanmu, karena apa?? Karena dia tulus mencintaimu, dia terus memaafkanmu setiap kamu mengecewakannya."


" dia tak akan pernah meninggalkanmu, kecuali kamu yang akan meninggalkannya.*


" sekarang ibu balik tanya, jika kamu di posisi anak ibu, kamu gimana??"


" ibu sudah tau semua kebusukanmu Tresha, ibu hanya puura pura tidak tau,, ibu merasakan sakit yang luar biasa, ketika Achsand mengadukan semuanya. Namun achsand melarang ibu berbuat apa apa tanpa sepengetahuaannya.


" kali ini ibu sudah tidak kuat, kamu terlalu keras kepala dan egois Tresha."


Mendengar semua perkataan ibu, Tresha terdiam 1000 bahasa. Lingga yang menyaksikannya hanya geleng geleng kepala, Ghiffar menangis, kedua tangannya menggenggam tanganku dan tangan Lingga.


" jadi kita sekarang kemana?? Kata supir"


" apakah lanjut ke Vila atau gimana yaa?"


" kita pergi sesuai rujukan doker aja yaa bu?? Ucap Lingga"


" ia nak.. Kita lanjut ke Vila aja."


Kamipun meneruskan perjalanan ke Vila, terlihat Tresha sangat kesal dengan semua ini. Selama di perjalanan keadaan didalam mobil seketika hening, sesekali terdengaar suara dari chat yang masuk dari handphone masing masing.


Ghiffar anaku asyik dengan hp nya, dengan main game mobile legend bang bang. Dia sesekali menatapku dan tersenyum. Sebenarnya dia sudah tau kalau aku dan Tresha sering bertengkar, dan aku yang selalu mengalah, namun dia tak beda jauh dariku. Dia tak seperti anak yang lain.


Akhirnya setelah melewati kota, pedesaan dan perkebunan, kamipun sampai di Vila dengan selamat. Terlihat ibunya Lingga dan asistennya sudah menunggu kedatangan kami. Meraka menyapa dan memperkenalkan diri dengan hangat.


" Assalamualaikum jeng.. Maaf ya kami jadi merepotkan!!"


" kenalkan yaa jeng, aku Nuri mamanya Achsand temen baru Lingga!!"

__ADS_1


" waalaikum salam.. Ahh biasa aja Bu. Nur,, panggil saja aku Lani."


" maaf yaa keadaan Vilanya agak berantakan, soalnya gak ke urus sama ayahnya Lingga.*


" gak apa apa ko jeng.. Makasih yaa bantuannya"


Terlihat Vilanya sangat luas seperti di film film horor indonesia, dengan bangunan mirip zaman kolonial dipadukan dengan gazebo khas jawa barat yang berada di area masuk gerbang vila. terlihat kolam ikan dibawah pohon pohon yang lumayan besar membuat suasana horor makin terasa.


Ghiffar berlari mendekati kolam, dia memang suka sekali memancing ikan, dia punya bakat memancing dari almarhum ayahku.


" nenek, tante..... Boleh mancing ikan gak??


" boleh banget nak, entar nenek suruh bibi untuk siapin pancingannya yaa, sekarang kita kedalam dulu"


" terima kasih nenek"


Kamipun masuk kedalam rumah. terlihat kursi, lemari, meja terbuat dari kayu jati dengan ukiran khas jepara, terlihat juga lukisan lukisan alam yang menempel di dinding dengan rapih.


Ibunya Lingga membawaku ke meja makan yang tak jauh dari ruang tamu. Terlihat asisten rumah tangganya sedang mempersiapkan makanan untuk kami makan.


" ayo jeng sini, kita makan dulu" pasti kalian cape dan lapar yaaa "


" nanti sesudah ini kalian istirahat yaa."


" ia jeng makasih banyak, maaf sudah merepotkan lagi.


Terlihat dimeja makan ada Pindang ikan mas, lalap. Serta sambal didekat ibu, disisi lain ada sop buntut sapi, kerupuk dan asinan.


Ibu dan ibunya Lingga asyik berbincang, mereka tidak makan, hanya sesekali memakan kerupuk dan lalap yang dicoel ke sambal.


" sayang aku mau nambah lagi nasi sedikit dong"


Mendengar itu, Lingga dan Tresha kompak berbarengan mengambil centong nasi bersamaaan, ibu dan ibunya Lingga yang memeperhatikan sontak tertawa.


" kamu mau panggil aku sayang juga yaa Tresha??


Tresha terdiam dan menghela nafas panjang dan memberikan centong kepada Lingga.


" mau segimana sand nasinya??


" hmmmm tumben bilang achsand sayang, biasanya juga panggil aa!!"


" ohh ia maaf a.


Tresha pergi ke dapur di ikuri Ghiffar yang sudah selesai makan, sedangkan ibu dan ibunya Lingga masih asyik berbincang santai.


" sayang aku mau istirahat, mataku mulai terasa berat efek dari lindang ikan"

__ADS_1


" bentar yaa a..


" kamari untuk kalian diatas yaa Lingaa"..


Mendengar itu Tresha segera menghampiri kami.


" di atas asa berapa kamar yaa bu" maaf Tresha lancang


" diatas cuman ada satu nak Tresha, hanga ruang tamundan ruang kerja jadi terlihat seperti banyak kamar.


" sedangkan di bawah ada 3 kamar.


" yang agak kecil itu kamar untuk ibunya Achsand sedangkan yang didepannya untuk kamu"


" emangnga kenapa nak Tresha??"


" kamu mau menginap disini juga Tresha?? Kenapa kamu gak pulang?? Nanti kekuargamu khawatir loch.!!ucapku"


Mendengar itu Tresha langsung pucat pasi, air matanya terlihat keluar tak bisa ia bendung, namun apa daya. Dengan berat hati.


" maaf sand, kayanya aku izin mau nginep disini untuk beberapa hari, aku sudah bilang kemarin sama Lingga. Benarkan Lingga??"


"ia a gak apa apa kan.


" lagian dari sini rumah Tresha jauh, apalagi ini sudah mau malam, dan supir ayah sudah pergi lagi.


" ia terserah kamu aja sayang, yang penting dia jangan berbuat onar lagi dengan ibu.


" satu lagi, ingat Tresaha, kamu jangan bicara apa yang aku dan ibuku tidak ketahui,, kepalaku sakit setiap kamu bicara. "


Disini Tresha sangat tertekan dan bimbang, pikiranya sudah traveling kemana mana, malam ini Tresha khawatir apa yang akan terjadi denganku yang akan tidur bersama Lingga.


Disisi lain ibu dan ibunya Lingga sudah membicarakan keadaan ini semua, dan mereka sudah merencanakan sesuatu yang belum aku ketahui.


Aku dan Linngga segera beranjak dari meja makan untuk segera ke lantai atas, terlihat hancurnya perasaan Tresha yang tercermin di raut wajahnya menyaksikan Lingga memapahku menuju ke kamar.


" kamu jalannya hati hati a"


" kamu istirahat total, jangan banyak mikir yang enggak enggak yaa"


" baik bu.. Aa ke atas dulu yaa bu..


" jeng aku izin pamit yaa.. Ucap ibu


" ia sama sama.. Kalo ada apa apa telepon aja yaa jeng, selamat beristirahat.


Ibu pergi dan Ghiffar pergi ke kamar diantar asisten rumah tangga, di ikuti Tresha yang berjalan seperti sudah tidak ada tenaga.

__ADS_1


Aku dan Lingga sudah sampai di kamar.


Lalu....


__ADS_2