Tulusku Deritaku

Tulusku Deritaku
Eposode 39 # malam ke dua milik lingga


__ADS_3

Dan tiba tiba terdengar suara adzan maghrib. Aku meneruskan wudhu di aliran air dari pegunungan yang mengalir ke Vila. Aku segera keluar dan menghamparkan sajadah untuk sholat.


Aku sholat dengan duduk, aku belum bisa sholat seperti biasa karena luka oprasi di keneningku belum sembuh. Disetiap rakaat sholat ke khusuanku terganggu karena teringat pertengkaran Lingga dan Tresha.


Setalah salam terakhir, aku meneruskan dengan beristighfar dan berdzikir. Lagi dan lagi petengkaran Lingga dan Tresha mengganggu ke khusanku.


" aa maaf ganggu dzikirnya sebentar,, sekarang kamu makan apa??


" kayanya aku gak mau makan nasi sayang!! Aku mau makan roti dan minum susu saja"


" baik a, nanti aku suruh bibi untuk mempersiapkannya.


Aku melanjutkan berdzikir sampai tiba waktu solat isya. Banyak yang ingin ku tanyakan kepada Lingga, namun aku belum siap dengan rasa sakit yang datang ketika menerima penjelasan.


Tok tok tok


" neng.. Ieu roti sareng susu na entos siap


" kela bi antosan,,


Terlihat susu dan roti sudah diantarkan. Aku segera membereskan tempat solatku. Ketika aku makan roti, Ingin sekali aku bertanya tentang yang aku dengar tadi. Namun aku tak menghiraukannya karena di saat bersamaan Lingga baru selesai mandi dan menganti pakaian dihadapanku.


Lingga mencoba merayu dan menggodaku dengan hanya memakai kimono. Dia memberi kabar, ternyata yang kemarin itu bukan datang bulan, melainkan darah kotor akibat stress. Sontak akupun bahagia mendengarnya.


Lingga pun langsung menariku ke arah tempat tidur hingga membuatku terbaring, dia naik keatas tubuh dan melancarkan serangannya. Lingga menjulurkan dan memainkan lidah diantara kedua telinga dan leher sehingga membuat merinding dari ujung kaki sampai ujung kepala.


Lidahnya meliak liuk berjalan menuju area dada bidangku, meliak liuk kembali diatas pusar dan berhenti dan berjalan di tempat di area vitalku.


Aku serang balik, dengan cara membalikan keadaan hingga Lingga berada dibawah tubuhku, aku melakukan hal yang sama, seperti yang Lingga lakukakan kepadaku. Sampai akhirnya aku melakukan finishing dengan mempenetrasi.


Terdengar suara manja yang keluar dari mulut lingga, aku juga sedikit aneh, karena ini tak seperti biasanya, kali ini untuk masuk begitu susah. Aku mencoba merubah posisiku dengan menaikan kedua kaki Lingga ke bahuku, terlihat sskilas ada bercak dan noda darah di sprai tempat lingga terbaring, namun aku menghiraukannya.


Aku mencoba lagi untuk masuk, hingga Lingga mengeluarkan suara manja di iringi ekspresi kaget, kali ini aku berhasil masuk. Aku peluk dia dengan sangat erat, lingga pun membalas pelukanku di sertai cakaran di punggungku. Aku melakukannya dengan sangat cepat sehingga membuat Lingga bersuara tak tentu nada, sampai akhirnya air kasih sayang keluar. Bersamaan dengan itu akupun berhenti dan berbaring diatas Lingga sejenak dengan keadaan capek dan lemas.

__ADS_1


Kemudian aku berbaring, disusul Lingga yang menyadarkan kepalanya diatas tangan kanan sambil membelakangiku. Aku merenung sejenak, apa ada hubungannya darah yang menempel di sprai dangan pertengkaran Lingga dan Tresha tadi siang?? Bukan hanya itu, ketika aku mencoba untuk masuk, biasanya tidak sesulit seperti biasanya.


Mau aku tanyakan kepada Lingga tentang semuanya, namun aku belum siap. Mungkin hanya waktu dan keadaan yang akan menjelaskan semuanya ini kepadaku,


" sayang.. Kamu gak kasian sama Ghiffar??


" kasian?? Emang Ghiffar kenapa a??


" dia kan udah ampir 10 tahun, dia belum mempunai teman dirumah sayang!!


" ohh dasar modus,,, bilang aja mau bikin adik buat Ghiffar a " ini juga kan lagi on proses heheh


Aku dan Lingga kemudian bangun, aku beranjak pergi ke kamar mandi, sedangkan Lingga membersihkan sisa pergulatan barusan. Aku intip dari celah pintu, ternyata benar saja Lingga terlihat terkejut dan mengganti sprai.


Aku keluar dari kamar mandi menuju tempat tidur, aku meneruskan memakan roti yang belum habis tadi. Lingga berjalan menuju kamar mandi. Ternyata penasaranku makin bertambah, Lingga berjalan seperti abis kehilangan keperawanannya. Namun aku tak menghiraukannya, mana mungkin istriku sendiri berbohong, aku sudah bersuudzon kepada lingga.


Aku menghabiskan susu yang tersisa setengah gelas, bersamaan itu Lingga keluar dari kamar mandi, ia terlihat sudah mandi besar. Ia membersihkan muka dan tangannya dengan handuk, kemudian dia duduk di tempat tidur dan mengelap kakinya.


Aku berjalan dan menghampirinya. Aku dekatkan mulutku ke telinganya, sesekali memainkan bibir dan lidah di area lehernya. Lingga terlihat mengepalkan jari jemari tangan yang berada di atas sprai, dia mengeluarkan suara dengan menengadahkan kepalanya ke atas.


" ssssssststt diam sayang, kita coba dengan mode dogstyle"


" baik a"


Lingga terlihat menikmati gaya ini, aku coba tarik kedua tangannya kebelakang, suara Lingga semakin keras. Semua ini membuatku menjadi semakin semangat.


" aku boleh pindah ke atas gak a


Aku segera melepaskan, pindah posisi dengan berbaring. kemudian Lingga duduk dengan diatas dengan mengatur posisi, kemudian di memegang sambil memasukannya. Dia bergerak keatas kebawah sesekali menggesek gesekan dengan penuh hasrat.


Lingga menjepitkan kedua kakinya dibawah pahaku, kedua tanganya kebelakang memegang lutut atasku, sambil menegadahkan kepalanya keatas, ku pegang sesekali ku remas bagian kedua MILK nya.


Akhirnya terdengar suara finis Lingga, nafasnya terengah engah, sejenak dia diam menyandarkan pipinya di area rambut dadaku. Aku elus elus rambut pendeknya

__ADS_1


" sayang kamu coba berbaring ya, kamu letakan kedua kakimu di kedua bahuku, persis kaya tadi"


" jangan dulu di keluarin dong a,, gerakannya santai aja ya, pake goyangan dikit enak kali a hehehe


Akupun menuruti apa yang dia mau, kemudian aku peluk dengan sangat erat, Lingga menyilangkan kakinya di bekang pinggangku, kugerekan dengan kecepatan yang sangat tinggi sehingga menimbulkan suara seperti lato lato. Akhinya aku pun keluar.


Tok tok tok


"Neng... Neng... Neng bibi ada perlu sebentar"


" bentar bi, tunggu aja di bawah, nanti aku turun kesana.


" baik neng.. Maaf bibi mengganggu.


" untung kitavsudah selesai ya a hihihi.. Hampir saja


Lingga segera berjalan menuju kamar mandi, sedangkan aku masih berbaring dan membersihkan dengan handuk kecil.


" Aku kebawah dulu ya a.


" baik sayang..


Linggapun trun kebawah menghampiri bibi, yang entah ada keperluan apa. Aku menuju kamar mandi untuk segera mandi junub.


Dikamar mandi aku bercermin, aku mencoba membuka perban di kepalaku, tiba tiba darah keluar, akibat perban yang menempel di kulit yang kering aku buka paksa. Aku pun kaget karna darah tak berhenti.


Aku keluar dari kamar mandi, dan membawa kotak P3k di dekat meja sebelah tempat tidur. Aku ambil kapas dan alkohol untuk membendung dan memberhentikan darah yang keluar. Tiba tiba.


" astaghfirullaah aa.. Kamu kenapa?? kamu ada ada aja a.


" tadi aku coba buka perban pelan pelan sayang


" namun tadi ada darah kering yang menutupi luka menempel di perban, terus aku coba lepas. Ehh malah keluar darah"

__ADS_1


Kemudian.


__ADS_2