
" kok kita bisa memesan makanan yang sama sich sand" "?
" gak ada yang kebetulan Lingga, kalo jodo gak kan kemana"
" apaan sich sand" pipinya memerah kembali
" aku ke toilet dulu yaa"
Aku berjalan ke toilet dengan penuh pertanyaan "apa arti dari semu ini tuhan" aku itu seorang suami, tak sepantasnya aku menggoda wanita lain ", namun rasa kecewa yang ditanamkan Treshalah yang membuatku begini". Terbersit dihatiku untuk membalas apa yang Tresha perbuat selama 10 Tahun ini.
Aku buang air kencing di toilet berdiri, lalu aku mencuci muka. Kutatap wajahku dalam dalam dicermin toilet, benar kata Bang Napi, kejahatan bukan terjadi karena ada niat dari pelakunya, melainkan ada kesempatan. Inilah yang sedang aku alami sekarang.
Aku berjalan kembali menghampiri Lingga yang sedan makan Bakso.
" ehh kenapa baksonya belum dimakan Lingga, keburu dingin gak enak loch."
" sengaja,... nungguin makan bareng,"
" makan bareng orang ganteng yang baru aku kenal" ahaha
Lingga sudah mulai berani bercanda dan menggombal, akupun tak mau kalah dan tak akan melewatkan kesempatan ini.
" aku merasa aneh dengan semua calon mertuamu, apalagi mantan mantanmu itu Lingga"
" aneh gimana maksudnya"
" yaa aneh, kaya mereka suci aja gtu" semua manusia tidak ada yang sempurna. Semua manusia berhak berubah. Apa mereka tak mengerti itu? "
" kalo aku jadi pacarmu, aku akan ngeyakinin ibu dan calon mertuaku untuk menikahimu Lingga" karena menurutku cinta itu pejuangan dan pengorbanan.
Terlihat Lingga mengerutkan jidatnya.
" emang kamu mau punya pacar atau istri tomboy seperti aku??.
" hanya orang bodoh yang menolak wanita seperti kamu Lingga"
" gombalnya receh tau "
" emang aku terlihat ngegombal?? Jangan samakan aku dengan cowo yang pernah kamu kenal Lingga, aku itu berbeda."
Terlihat Lingga sudah masuk kedalam perangkapku, aku berjanji pada diriku sendiri, aku tak akan mengecewakannya sebagaimana aku mengecewakan mantan mantanku dulu.
" ayo abisin baksonya, bentar lagi bis mau berangkat.
Aku dan Lingga kembali menaiki bis, diikuti penumpang yang lain. Lingga memintaku untuk bertukar tempat duduk, dia ingin dekat jendela menikmati pemandangan, akupun mengiyakannya.
Perjalan Bandung Surabaya yang sangat jauh membuat pinggang dan punggungku terasa sakit dan pegal pegal, namun itu terobati dengan hadirnya Lingga disampingku.
__ADS_1
Tak lama Linggapun tertidur, mungkin karena perutnya sudah kenyang dengan bakso yang tadi. Tiba tiba kepala Lingga jatuh dibahuku, terdengar suara dengkuran yang lemah pertanda dia nyenyak. Aku lalu mengabadikan moment ini dengan mengambil foto selfie.
Sejenak aku merenung apa apaan ini. Aku terbawa suasana pertemuan ini. Andai Tresha tau, dia akan bagaimana??
Apakah dia akan merasakan cemburu, sakit dan kecewa sepertiku??.
Aku merasakan perubahan pada diriku setelah bertemu Lingga, namun aku juga tak mau terlalu percaya diri dengan sikap Lingga terhadapku. Namun satu hal yang pasti, Lingga bisa membuatku sedikit terobati atas luka yang Tresha beri.
" ehh Achsand maaf yaa aku tertidur dibahumu"
" gak apa apa,, terusin aja tidurnya Lingga, akupun mau tidur.
Akupun tertidur dan bermimpi
" ayah jangan tingalin ibu dan Ghiffar yaah "
" aku terserah kamu a, kalau sudah tak cinta dan menyayangiku, aku tak mengapa kau tinggalkan, mungkin ini juga akibat kesalahanku yang sering menyakitimu a, jadi membuatmu berpaling kelain hati".
" ibu lebih setuju kamu bercerai dengan tresha a, aa tak akan kecewa dan sakit hati lagi". Ibu akan sangat senang kalau Lingga atau Rika menjadi pengganti Tresha. Dari dulu ibu memang tidak pernah setuju, itu semua karena ayahmu dan bibinya Tresha yang merencanakan pernikahanmu.
" achsand,,, achsand, achsand bangun
" bangun achsand
" astaghfirullaah astaghfirullaah astaghfirullaah
" kamu mimpi apa?? Siapa itu Tresha, Rika, ??
" bentar... Air.. Air mana air...
" maaf Lingga, aku tadi mimpi horro"
" yang kamu sebutin tadi siapa, apa ada hubungannya dengan kehidupanmu??"
Akupun menjelaskan, bahwa Rika itu mantan pacarku, aku juga menyebutkan Tresha mantanku juga ( ia mantan pacar yang kini sudah menjadi istri ), tp aku tak bilang itu kepada Lingga.
" aku tadi kaget loch sand, aku sedang tidur tiba tiba kamu teriak nama Rika, dan Tresah. Tuh liat penumpang yang disebelah menatap dan menertawakanmu"
" aku kira kamu mimpi dikejar setan atau debt collector, ternyata mimpi dikejar mantan ahaahahah"
" tau aja yaa mereka, kamu udah punya gebetan baru hihihi"
" gebetan baru?? Siapa Lingga??
" aku tidur lagi yaaa..
" ehh bentar bentar, siapa gebetan baru??
__ADS_1
Linggapun tertawa, memalingkan wajah dan meneruska tidurnya. Semua mimpi ini terasa nyata, seketika aku ingat dengam Rika. Bagaimana keadaanya sekarang, sekarang dia ada dimana??. Sekejap aku teringat kembali dan merindukanya.
Bis pun berhenti kembali di rest area jawa tengah. Malam sudah terlihat gelap, aku memutuskan untuk turun dan menunaikan sholat maghrib.
" Lingga bangun"
" kamu mau ke toilet atau makan lagi gak??" aku turn duluan ya!!.
" bentar bentar.. Tunggu, aku ikut.
" aku sholat dulu yaa, kamu mau sholat juga??
" aku lagi datang bulan, aku tungu sambil pesan makanan aja yaa?? Kamu mau apa?"
" oke kalau begitu.. Pesanin aja kopi creamy latte sama roti "
Akupun pergi untuk melaksanakan sholat.. Aku berjalan melewati pusat oleh oleh, terlihat banyak penumpang dan pengunjung membeli buah tangan sebagai oleh oleh buat keluarganya. Segera aku mengambil wudhu lalu menunaikan sholat jama takdim magrib dengan isya.
Sesudah selesai, akupun segera kembali menghampiri Lingga yang berada di Restaurant. Terdengar bunyi telepon dari hp ku, lalu ku angkat.
" hallo.. Assalamualaikum"
" kamu sudah sampe mana a??
" waalaikum salam, aku baru sampe jawa tengah bu
" Tresha dan Ghiffar gimana??
" ohh baru sampe jawa tengah ya" yaudah hati hati yaa a
" emang isterimu gak ngasih kabar?? Dia sama anakmu tadi pergi kerumah ibunya."
Mendengar jawaban ibu, tak habis pikir aku dengan Tresha. Mengapa dia tak bilang dan meminta izin dulu dariku, setidaknga dia chat aku. Akupun berfikir, apa dia mengambil kesempatan dengan tiadanya keberadaanku untuk kembali selingkuh dengan mantanya. Entahlah, kali ini aku mulai capek, tak seperi reaksi yang dulu. Apalagi dengan keberadaan Lingga didekatku. Yaa Tuhan apa arti dari semua ini.
" kamu dari mana aja, udah dingin creamy lattenya sand"
" tadi amu sholat jama takdim, jadi lama, terus ada telpon dari ibu"
" ohhh gtu yaa.. Ngomong ngomong tujuamu itu Surabayanya kemana?? Kalau aku nanti turun di terminal Bungur, terus naik angkot ke Krikilan."
" ko tujuan kita sama Lingga!! Tujuanku juga kesana, aku diajak kerja temanku, tepatnya di Surya TOTO yang deket pabrik Ajinomoto".
" ko sama yaa. Klo aku mau kerumah ayahku"
" ayah dan ibu udah lama bercerai, ibu asli dan tinggal di Bandung, sedangkan ayah dari Bandung pindah kesini.
" ohh begitu yaa,, nanti temanku akan menjemputku, sekalian aku akan minta untuk mengantarkanmu juga, dia baik ko orangnga".
__ADS_1
Terlihat penumpang yang lain sudah memasuki bis, aku dan Linggapun segera naik bis kembali. Didalam bis aku mengabari hari, aku menjelaskan semua pertemuanku dengan Lingga, dan menjelaskan Tresha sebagaimana yang ibu bilang. Aku meminta hari untuk merahasiakannya, dan haripun mengiyakannya.
Lalu.