Tulusku Deritaku

Tulusku Deritaku
Episode 53 # rumah Rena


__ADS_3

"Ini udah malam mas!! Kita pulang Yu?? Ucap Rena"


" baru aja jam 20.00 Ren."


" kalo kamu mau pulang, duluan aja"


" aku masih betah menikmati suasana baru, berapa bulan aku terpenjara sepi di rumah"


" ahh gak enak"


" biar aku temenin!! Mas sekarang mau kemana??"


" mau jalan jalan kemana aja, siapa tau dapat jodoh cewe Surabaya" ucapku memberi kode!!"


" mas serius??" dengan menunduka kepala, sambil menyelipkan rambut panjang ke telinganya"


" emang aku keliatan becanda??" sambil ku tatap matanya"


Rena terlihat nyaman berada di dekatku, segala macam hal dia sampaikan kepadaku, termasuk ayahnya! Rena bilang ayahnya adalah sosok yang sempurna, dia selalu menuruti kemauannya semenjak ibunya meninggal.


" Kita sambil jalan Yu??"


Aku dan Rena segera beranjak dari hotel, terlihat banyak pengunjung Hotel yang hanya sekedar makan dan menikmati pemandangan! Sama seperti kami.


" sinar bulannya terang banget yaa Mas? Ucap Rena sambil menunjuk bulan"


" ia sayang!! ehhh Ren" maaf ucapku memberi kode"


Rena pipinya memerah ketika aku sengaja memanggil sayang!


" ia...gak apa apa mas"


" mas bisa bawa mobil??"


" bisa dong"


" tapi aku masih mau jalan jalan Ren"


Aku memegang tangan rena kemudian berjalan! Rena tak risih ketika aku memegang tangannya, kami berjalan menelusuri malam tanpa tujuan. Kami berbincang bincang sepanjang jalan mirip di film Korea.


Karena terbawa suasana, Rena menyandarkan kepalanya di bahuku. Dia sudah mulai terlihat nyaman dan tidak kaku lagi. Kami duduk di halte bis sambil bercerita dan berselfie, terlihat dari sinar mata dan ekspresinya Rena sangat senang.


" ohh ia.. Usia mas berapa sih?? Tanya Rena"


" "coba kamu tebak!!


" emhhhhh 30 yaaa??


" wawwwww... Darimana kamu tau?? "padahal Usiaku 33 gumam ku"


" cuma nembak aja ko hehehe"


" terakhir pacaran kapan mas?? Dengan kepo"


" kau gak tau"


" aku lupa... Semenjak kecelakaan itu, banyak ingatan yang belum pulih "


" maafin aku ya mas?"


Tak terasa malam semakin larut! Waktu menunjukan pukul 10.00.


Aku dan Rena kembali ke parkiran Hotel untuk membawa mobil sekaligus pulang ke rumah Rena.


****'**'****


" Akhirnya sampai juga"


Aku menyalakan sebatang rokok dan menghisapnya, kami duduk di kursi yang menghadap ke taman bunga! Terasa bulu kuduku merinding ketika melihat rumah Rena, mengingatkanku kepada rumah pengabdi setan.


" kamu sama ayahmu tinggal disini dari dulu??" tanyaku terheran heran"


" yaa enggak lah,,"

__ADS_1


" aku juga baru menginjakkan kaki lagi disini, "


" semacam rumah keramat gitu!!"


" rumah yang biasa kita tinggal masih jauh dari sini."


" ohhh gitu yaa"


" kirain kalian tinggal disini"


" mas takut yaaa "


" emhhhhh engaaak" jawabku"


" ini rumah bekas penjajahan Belanda loh mas!!"


" kata ayah disini banyak tentara dan none Belanda yang meninggal "


" udah aah jangan bahas lagi" ucapku dengan takut"


" kenapa ayahmu nyuruh kita tinggal disini sih??


" bukan nyuruh tinggal disini!!"


" tapi kebetulan aja lewat sini, jadi aku putusin untuk mengenang masa Kecilku dlu!!"


" ayah sih nyuruhnya bawa kamu ke rumah atau Hotel"


" kemarin ayah sharelok kamu kesini agar kamu bisa istirahat sebentar, karena dekat bandara"


" maaf yaaa.. Ini kesalahanku xixixiixx"


" waduhhhhh"


" jadian sekarang kita kemana??"


" mau disini bareng aku??


" terserah kamu sih, asal jangan di sini" ucapku sambil tertawa


**********


Aku meresa jadi bujangan lagi, kesana kemari menemani Rena yang baru berusia 26 tahun.


Terlihat pintu gerbang yang lumayan tinggi di buka oleh security! Terlihat rumah besar nan mewah seperti di film film indosiar. Pantas saja ungkapku Rena banyak yang memanfaatkan. Terlihat mobil dan motor klasik menghuni garasi rumahnya.


Rena menuntunku masuk ke dalam rumah, terlihat lampu besar bergelantungan dari seperti es di kutub utara. Aquarium berisi ikan arwana hampir sebesar balita menghiasi ruang tamu, televisi seukuran setengah dari layar bioskop menempel di dinding bersama foto presiden dan wakil presiden. Kursi kursi, meja dan terbuat dari jati bermotif batik dan naga, membuat rumah ini berasa di film film kolosal.


" ayo mas ke atas, kamar kamu sudah aku siapin "


Aku berjalan menyusuri anak tangga, pegangan anak tangga terbuat dari besi tralis seperti di lapis emas!


Aku tiba di kamar yang Rena sediakan! Terlihat tempat tidur seperti di Hotel bintang lima, di dinding menempel beberapa foto Rena dan lukisan gunung fuji.


" maaf yaa mas, mas pake kamar aku "


" kamar tamu sedang d renovasi "


" kamu tidur dimana Ren??"


" kamarku ada dua hehehehe"


" ini kamarku gak kepake, soalnya gak muat dengan barang barangku"


Rena bilang kamarnya gak kepake kecil, ini kamar luasnya sama dengan ruang tamuku di tambah kamar ibu dan adik masih besar kamar ini.


" ohh ia.. Disini ada siapa aja??


" aku, Bibi dan security!! Ayah jarang pulang!! Kadang dia pulang ke apartemennya"


" silahkan tidur dan istirahat ya mas"


" ini udah mau jam 01.00 loh.

__ADS_1


********'*'


Ke esokan harinya.


Aku berjalan menyusuri anak tangga, terlihat di meja makan Rena berdiri memakai kimono hitam sepaha dengan handuk putih berada di kepalanya.


" ehh mas Achsand udah bangun?tanya Rena memegang piring yang ada cake nya"


" sini duduk mas "


Terlihat belahan gunung kembar miliknya, membuat otaku traveling kemana mana.


" ayah udah ngasih kabar belum ??


" belum Ren"


Rena mengabarkan bahwa ayahnya mau keluar negeri menemui kliennya. Dia bilang aku jangan khawatir, karena semua kebutuhan akan ia tanggung.


Rena mengatakan, ayahnya menyuruh aku dan Rena untuk mengecek proyek yang ada di Krikilan. Ayahnya sudah menyuruh ajudannya untuk menemani kami.


" aku gak enak Ren"


" aku merasa merepotkan ayahmu"


" biasa aja kali mas"


" ayah emang orangnya sibuk "


" nanti juga kamu akan sibuk, sama seperti ayah"


" maksudnya??"


" ayah bilang, nanti aku dan kamu akan di beri kesempatan untuk mengelola salah satu perusahaannya"


" aku sebagai Direktur utama, dan mas sebagai wakil atau Managernya"


" kamu serius??"


" bohong mas !! Yaa serius lah masa ayah bohong "


" Ayo abisin makanannya mas! Abis itu kita renang di halaman belakang.


" baik "


*****************


Aku terkaget melihat Rena membuka kimona yang ia pakai, dia tak malu di depan orang yang baru ia kenal memakai bikini.


Terlibat kedua gunung kembar miliknya membuatku gagal fokus


Kejebur............ Dia loncat seperti atlit renang, aku hanya bisa terpana melihat Rena berenang dengan gaya seperti berbaring, aku masih berada di gazebo membuka pakaianku.


" ayo mas sini" ucap Rena sambil membetulkan tali penyangga yang menahan kedua gunung kembar miliknya.


Rena terlihat terpana melihatku yang hanya memakai boxer, terlihat dia menelan ludah ketika melihat dada bidangku yang berbulu lebat dan atletis.


" kamu suka nge Gym mas?" sambil melihat perutku"


" perut sixpacknya bikin aku gagal fokus " ucap Rena


" enggak juga! Cuman rutin di rumah tiap mau tidur dan bangun tidur"


Aku segera masuk kedalam air. Kemudian Rena mendekatiku.


" mas .. Apa kamu merasakan hal yang sama denganku gak??"


" maksud kamu??"


" aku jatuh hati ke kamu mas!!"


" apakah aku salah??"


Aku bingung harus bilang apa

__ADS_1


__ADS_2