
13 desember 2017
Disekolah aku mendapat kejadiaan yang tidak terduga, aku difitnah telah melakukan kesalahan perubahan data, yang membuat pencairan uang 1 guru PNS dan dua guru honorer tertunda selama tiga bulan.
"ini semua gara gara kesalahan entri data yang dibuat achsand pa
" kami bertiga jadi telat membayar cicilan bank selama tiga bulan berturut turut" ucap salah satu guru honorer bernama ayi mengadu kepada kepala sekolah
"loh kok jadi aku yang disalahkan!! Yang entri data kan kita bersama
"tentu bapak masih mengingatnya pa!
"waktu itu aku yang membimbing didepan aula menggunakan infokis diikuti rekan rekan sekalian
"kalo kesalah ada pada diriku, mengapa tiga yang tertunda, kenapa tidak semua
" Sudah sudah jangan ribut. Kita cari solusi bersama bukan fokus pada titik masalahnya" ucap Pa. Yusup
"pokoknya sebelum aku mati, aku mau melihat sengsara" ucap asep rekan kerjaku sendiri
Lalu Pa. Yusup membawa kami berempat keruang kepala sekolah untuk membicarakan solusinya. Lalu aku mengusulkan kepayusup untuk menelusuri mulai dari tingkatan entri data tersebut dimulai dari Kabupaten, kemenag dan Propinsi. Pa. Yusup pun menyetujuinya, dan memerintahkan besok.
Lalu akupun pulang dengan suasana hati yang kacau. Setibanya diruma, aku melihat Tresa sedang telponan entah dengan siapa, ketika melihatku Treshapun langsung menutupnya.
"aa udah pulang, ko mukanya cemberut kaya celengan plered a, ada apa??
"coba cerita ada apa a, barangkali aku bisa bantu"
Lalu aku ceritakan semua pada istriku. Dan diapun merasa kesal setelah mendengarnya. Lalu dia menenangkan aku dengan mengajak adegan 17+.
Malamnya aku tidak bisa tidur memikirkan hari esok, terdengar suara dengkuran Tresha, akupun pindah keruang tamu. Lalu akupun merokok dan minum kopi sambil menonton pertandingan badminton indonesia vs China.
Keseokan harinya aku berangkat kesekolah membawa mobil peninggalan almarhum ayahku, lalu aku menjemput Pa. Yusuo dan ketiga rekanku yang bermalasah.
Setibanya dikabupaten aku menghadap kebagian entri data pendidikan, mereka menanyakan berkas yang bermasalah untuk mereak cek. Akhirnya kesalahannya berhasil terdata. Kesalahannya ada dipenulisan nama doang.
Lalu akupun lega mendengarnya.
__ADS_1
" aku sudah bilang kesalahannya bukan ada pada diriku kan
" kalian pasti ingat, kalian sendiri yang yang mengisinya
Terlihat merekapun malu dan meminta maaf, lalu Pa. Yusupun mengajaku untuk pulang dan menyuruh mereka sendiri untuk mengurus selebihnya. Diperjalanan aku teringat kata kata dari seorang Pa. Ayi dengan sumpah serapahnya waktu itu.
Setibanya dirumah aku mendapati Tresha tidak ada dirumah, tak lama berselang tresha mengechat dari what's app bahwa dia lagi menjemput Ghiffar dirumah temannya. Akupun memutuskan untuk tidur.
Terdengar suara adzan, lalu kulihat jam menunjukan pukul 15.30. Lalu akupun pergi kekamar mandi, mengambil wudhu dan sholat dirumah.
" ehh sayang kamu sudah pulang?? Ghiffar dimana??"
" ghiffar tadi dijemput sama ibumu a, emang aa gak baca pesan what's app ku?"
" aku baru bangun, mandi terus sholat.
Treshalun berlalu pergi kekamar mandi untuk mengambil wudhu dan sholat. Terdengar suara getaran hp ditas tresha, lalu akupun menghampiri dan melihatnya.
Astaghfirullaah.. Lagi dan lagi aku dikejutkan dengan kelakuan tresha, orang yang menelpon adalah mantannya. Lalu aku mau buka isi chat what's app tersebut, namun hp nyan dipola. Akupun menunggu Tresha selesai menunaikan sholat ashar.
" bisa.. Coba kamu kesini" lalu aku berbaring ditempat tidurku diikuti tresha. Aku tatap matanya dalam dalam, lalu kusandarkan keningku dikeningnya. Lalu
" sayang... Apa kamu tak cape menyakiti aku terus kaya gini?? Apa kamu bosan dan sengaja membiarkan aku tau ada yang menelpon atau menge chat supaya aku mundur perlahan??
" kalau aku selama ini ada salah, maafkan aku!!
" jangan siksa aku dengan mencari kebahagiaan dari lelaki lain, apalagi itu mantanmu, hati ini sakit sha."
" jangan paksa aku untuk melepaskanmu,, lebih baik kamu yang menggugat dan melepaskan aku.
" bukan dengan cara seperti ini
" aku gak selingkuh sperti yang ada dipikiranmu a"
" aku tiga kali melakukan kesalahan, hanya karena aku membalas sapaan dari mantanku a, itupun gak mesra, gombal, apalagi bertemu a.
" aku hanya bertegur sapa
__ADS_1
" kalau memang kenyataanya begitu, kenapa kamu gak bilang?? Kenapa kamu pola hp mu?? Kalau tidak ada apa apa kenapa mesti harus begitu??
" bukanynya kamu pernah bilang, kamu tak akan mengulanginya lagi, ini sudah tiga kali loh sha!! "
Lalu akupun pergi kerumah orang tuaku untuk mendinginkan pikiran dan hatiku. Lalu aku minta izin keibu mertuaku, dan menitipkan Tresha, akupun beranjak pergi dengan membawa Ghiffar anaku. Terlihat Tresha pun menangis melihat kepergian aku dan ghiffar.
Setibanya dirumah aku mencertikan semua perlakuan Tresha dari awal waktu pertama menikah sampai hari ini, dan ibukupun menangis.
" ibu kira kamu itu bahagia a!! Sumpah ibu gak ridho aa diperlakukan seperti ini.
" ibu tau semua pengorbanan aa untuk Tresha
" ibu juga tak habis pikir, aa selalau menomer satukan Tresha dibanding Ghiffar sendiri
" ibu memperhatikan a, udah enam kali idul fitri aa memakai baju yang sama, sedangkan Tresha tiap bulan pergi shopping ke mall, apa membeli untuk aa, untuk ghiffar, enggak kan a
Lalu ibukupun berlalu pergi dengan luka dihatinya. Akupun tersadar kenapa aku mengorbanankan segalanya untuk wanita yang tidak benar benar mencintai, menyayangi, menghormati, bahkan menghargaikupun tidak.
Lalu kutatap Ghiffar, yang tertidur dipangkuanku, aku berbicara keoada Ghiffar yang sedang tertidur " maafin ayah Ghiffar, ayah selalu memntingkan kebahagiaan ibumu daripada kebahagiaan kamu nak ". Seperti mengerti dan mendengar, Ghiffarpun menangis sambil tertidur.
Terdengar suara pesan chat what's app bertubi tubi, sesekali suara panggilan, lalu ku cek hp ku, terlihat di notif semua pesan chat dan panggilan berasal dari Tresha dan akupun tak menghiraukannya.
Waktu maghrib pun tiba, aku dan Ghiffar pergi kemushola dekat rumah ibu, lalu aku wudhu dan sholat berjamaah berdua dengam Ghiffar. Disujud terakhirku aku tumpahkan semua doa dan harapanku, tak terasa air matapun menetes menahan rasa sakit.
Seusai sholat, Ghiffar bertanya
" kenapa sujudnya lama ayah??"
" ayah ko menangis?? Lalu kupeluk Ghiffar dan diapun ikut menangis.
Akupun tak sempat menjawab, kugendong Ghiffar dan berlalu pergi pulang kerumah.
Terlihat dari sebrang jalan, Tresha baru masuk kedalam rumah ibu. Akupun membatalkan untuk pulang, lalu aku putuskan untuk pergi kerumah Hari.
Ditengah perjalanan menuju rumah hari, aku mendapat pesan chat dari ibu, ibu menyuruh aku untuk menginap dirumah hari bersama Ghiffar. Aku paham dengan maksud ibu, ibu mungkin mau bicara dari hati kehati empat mata bersama Ttesha. Akupun mengiyakanya.
Setibanya dirumah hari, aku merenung, masalah dipekerjaan belum usai, ditambah masalah rumah tangga, ini semua membuatku muak dan aku ingin......
__ADS_1