Tulusku Deritaku

Tulusku Deritaku
Episode 59 # gulat


__ADS_3

Aku dan rena segera duduk di kursi kamar yang aku tempati.


" mas perasaan kamu ke aku sebenarnya gimana mas?"


" aku takut aku bertepuk sebelah tangan" ucap rena sambil memegang kedua tanganku"


" aku tak perlu menjawabnya Ren"


" kamu juga pasti merasakannya" ucapku bingung "


" aku butuh pengajuan dari mulutmu mas, kalau tidandakna tidak usah diragukan lagi"


" Tapi masih ada satu hal yang membuatku penasaran"


" aku mau kamu jujur statusmu mas"


" ohh... Kamu menganggap aku gimana?? Udah punya pacar?? Istri?? Atau anak gitu maksudny??"


" kamu tanya aja Ayahmu"


" dia tau!! Dia pernah bicara sama ibuku"


" kenapa kamu gak tanya langsung beliau??"


Rena tersenyum ketika mendengar perkataanku. Padahal aku sendiri bingung! Apakah ayahnya Rena tak tau kebenaran aku atau bagaimana?? Jelas jelas waktu itu beliau ada bersama ibu dan dan kedua istriku!!


Aku ingin sekali menelpon ibu. Aku tidak tau dan tidak pernah menanyakan ini sebelumnya ke ibu.


Di sela aku sedang bergumam, tiba tiba


Rena memainkan indera perasanya di indera perasa ku. Dia memeluku memeluku dengan erat.


" hei hei hei "


" kamu kenaap Ren"


" maafkan aku mas"


Tiba tiba dia mendorong tubuhku, sehingga aku terbaring di kursi. Aku segera bangkit dan berlari, Rena mengejarku.


Aku dan Rena main kejar kejaran seperti anak kecil. Aku dan Rena saling melempar bantal dan guling.


" kamu kenapa Ren??" ucapku sambil duduk ditempat tidur dengan nafas terengah engah"


" disini ada bibi tau?"


" entar di bilangin ke ayahmu!!"


" biarin aja"


" kita kan mau nikah"


" kamu tunggu dulu ya!! Aku mau mandi dulu"


" bau keringat tuhh abis dari pesawat"


Rena lalu menarik kemeja yang ku pakai hingga sobek dan terlihat tubuh sixpacku. Kemudian dia mendorongku hingga terbaring, dia menjulurkan dan memainkan Indera perasanya di area telinga dan leherku.


Kemudian kepalanya meliak liuk sampai dada bidangku. Juluran indera perasanya memainkan salah satu put...ing yang ada di dada bidangku.

__ADS_1


" Ren apa yang kamu lakuin??" ucapku sambil mendorong Rena"


" maafin aku mas" aku gak bisa menahan hasratku"


" aku mohon puasin aku mas "


Tak ku pungkiri aku memang manusia biasa, aku juga baru di tinggal meninggal isteri pertamaku dan isteri keduaku dalam masa nifas.


Keadaan pikiranku sedang tidak baik baik saja, mentalku pun down. Aku bangkit dan duduk di kursi, aku menyalakan sebatang rokok.


Terlihat Rena salah tingkah karena tidak aku ladeni. Ini adalah waktu yang tepat untuk aku mengakui semuanya. Mau Rena dan ayahnya terima atau tidak, aku tidak peduli.


" kamu serius mau aku nikah Ren??" ucapku dengan nada serius"


" ia mas" ucap Rena dengan senang"


" misalkan kamu mau jadi yang ke dua, kamu mau??"


" kamu jangan bercanda mas!" ucapnya masih dengan senang"


Aku menceritakan semuanya ke Rena. Bahwa aku sudah mempunyai istri, bahkan isteriku dua. Aku menceritakan soal cuti kemarin, sebenarnya aku menemani istri pertamaku yang melahirkan dan nyawanya tidak tertolong.


Aku juga mengakui bahwa aku mempunyai anak! Gihhar yang baru saja masuk SMP, dan dua lagi baru hair. Sekarang aku berumah tangga dengan isteri ke dua ku.


" kamu serius mas??" dengan nada melemas"


Aku perlihatkan kan foto foto bersama kedua isteriku. Rena baru percaya! Aku menyuruhnya untuk mencari lelaki lain. Namun tiba tiba.


" aku tak akan mundur mas! Aku sudah terlanjur mencintai dan menyayangimu"


" tak mengapa aku menjadi isteri keduamu, aku juga akan berusaha menjadi ibu yang baik dari ke dua anak mas dari isteri yang pertama"


" memang aku kelihatan bercanda mas?"


" aku juga akan bicara sama papah! Resiko apapun akan aku terima, asal aku bisa nikah sama mas"


" biar Kata orang bodoh atau tolol"


" aku tak peduli!! Aku buka orang munafik seperti wanita kebanyakan"


Aku hanya bisa mengusap dada, jawaban Rena mengingatkanku pada Lingga! Dengan tiadanya Tresha, otomatis Lingga menggeser posisi Tresha sebagai isteri pertama. Dan Rena bakal menggantikan posisi Lingga menjadi isteri kedua. Dan Lingga pun akan merasakan apa yang dirasakan Tresha.


" baik kalo ini sudah final keputusanmu! Kamu silahkan bicara kepada ayahmu Ren!!"


" aku akan Bicara ke ibu dan isteriku"


Mendengar jawaban dariku Rena terlihat senang! Sedangkan aku dalam dilema sangat besar.


" Makasih yaa mas " ucap Rena sambil memeluku"


Aku hanya terdiam, aku seolah tak percaya dengan apa yang aku alami.


" aku mau ke Bandung menemui keluarga mas"


" Yang paling penting aku mau bicara sama Lingga isteri mas "


Aku hanya menganggukan kepala.


" ko kamu malah diem mas??"

__ADS_1


Aku segera menggendong Rena ke tempat tidur dengan k erroranku. Rena ku baringkan di tempat tidur, jari jemariku membuka satu persatu kancing kemejanya.


Terlihat belahan ke dua gunung kembar yang tertekan tali penyangga yang melingkar di dadanya.


Segera kubuka segel tali penyangganya, aku mainkan indera perasaku di salah satu pu....ting buah da....danya.


Jari jemariku memainkan kacaang ajaibnya. Rena bergerak gerak dan menengadahkan kepalanya ke atas di iringi suara merdu karena rasa enak yang di pertunjukan indera perasaku.


Jari jemariku membuang rok hitam pendeknya.


Rena membuka kerang ajaib dengan jari jemarinya, ku mainkan indera perasaku di kacang ajaibnya! Jari jemariku memegang kedua gunung kembarnya, sesekali memainkan putaran di area pu..ting gunung kembarnya.


Terlihat Rena sangat menikmati dengan memejamkan matanya sesekali menggigit gigit bibirnya.


" ia mas seperti itu"


" emhhhhh emmmh emmmmh"


" ahhhh ahhhhhhhh ahhhhhhhh "


" ahhhhhhhhhhhhhhh ahhhhhhhhhhh"


" ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh"


Terdengar suara Rena yang sudah berhasil menuju puncak kenikmatannya. Aku segera bangkit dan duduk.


Terlihat Rena masih bergerak gerak, sambil memejamkan kedua matanya.


Segera aku masukan burung peliaaraanku ke dalam rumah kerang ajaib milik Rena.


Aku gerakan dengan perlahan sembil bergoyang.


Rena memeluku sesekali memijat dan mencakar bagian belakangku. Rena menaruh dagunya di bahuku dengan nada yang sangat mumukau.


Aku gerakan dengan sangat cepat, sehingga menimbulkan suara yang tidak beraturan dari mulut Rena.


" ahhhh ahhhh ahhhhh"


" emmmm emmmm mmh ehsmmmm"


" ahhhh ahhhhhhhh ahhh"


" ahhhhhhhhhhh ahhhhhhhh"


" ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhz"


Burung peliaraanku memuntahkan muntahan di dalam rumah kerang ajaib rena. Aku Segara mencabut dan melepaskan burung peliaraanku. Telihat saus kacang keluar dari lubang kerang ajaibnya.


Aku segera mengelap dengan cd milik rena.


Kemudian rena bangkit dan jongkok untuk mengeluarkan sisa muntahan dengan menggerakkan gerakan badannya.


" Makasih yaa mas " ucap Rena sambil membersihkan kerang ajaibnya. Dia terlihat senang"


Aku hanya menganggukkan kepalaku. Aku bingung dengan apa yang barusan terjadi, perasaanku campur aduk. Aku seolah kehilangan jati diri.


" mas besok kita ke butik yaa?? Kita cari baju buat ke undangan rekan kerja ayah"


" baik"

__ADS_1


Aku dan Rena segera ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh.


__ADS_2