Tulusku Deritaku

Tulusku Deritaku
Episode 21 # Resign


__ADS_3

Belum selesai masalah di sekolah, di tambah lagi dengan urusan rumah tangga, semua membuatku muak.


" wihhhhh ada Pa. Haji!


" hallooooooo Ghiffar, ibumu kemana?


" tunggu tunggu.. Dari ekspesi muka aku bisa tebak, kamu lagi ada masalah dengan Tresha ya sand??


" ahhh kamu ri


" aku boleh nginep gak? malam ini saja ri"


" yo.. Wisss aku ngerti.. Ayo ghiffar kita masuk kerumah om


Aku, Ghiffar akhirnya tidur di rumah Hari, kebetulan waktu itu di rumah Hari gak ada orang. Perutku sangat lapar waktu itu.


" mass broo lapar uuyy


" nasi ada gak hihihi


" aduh maaf sand, kebetulan belum masak nasi


" ohhh aku ada edi,,, ehh ide,, kite bikin liwet aja ya


" kita ajak ali, biar dia sekalian belanja, rumahnya ali kan deket pasar


" km disini yang masak.. Udah lama kita gak nge'liwet sama sama lagi sand.


" guuuuuud,, ok ok


Tak lama berselang ali datang bersama adik perempuannya, alhamdulillah Ghiffar jadi ada teman. Kedua tangan ali terlihat membawa bahan untuk masak nasi liwet,


" wihhhhhhhh juragan


" gimana kabarmu sand??


" loch, istrimu gak ikut??? Ghiffar mamamu kemana??


" udah udah broo, nanti aku cerita


" sekarang kita masak dulu yaa, laparr banget uuy


Aku, hari dan alipun berbagi tugas, setelah kubuka belanjaam yang dibeli ali, terlihat ada jengkol, cabe, bawang bawangan, tahu, tempe, telur, tomat, ikan asin, kerupuk, kangkung, kopi, dan yang terakhir rokok Djarum Coklat.


Kamipun berbagi tugas, hari sebagai tuang rumah membersihkan semua yang akan dimasak, ali memotong dan mengiris bawang dan bahan yang lain, dan aku yang akan memasaknya.


Sambil mengerjakan tugas masing masing, kami bercerita kenakalan sewaktu masih kecil, dimana waktu itu kalo gak salah semenjak kami sekolah SD. kami bertiga sengaja pulang lewat sawah dan kebun orang lain, kami bertiga diam diam suka mencuri tomat, jambu atau jeruk, dan pernah juga ali ketangkap, bukanya menolong aku dan hari malah pergi meninggalkannya.


Pernah juga waktu SMP aku dan hari menyuruh ali untuk mencuri rokok dari warung ibunya, setelah ali berhasil mencuri rokok. kami bersembunyi merokok disungai. Untuk tiba disungai tersebut, kami harus berjala kaki melewati pesawahan. Setiba di sungai tersebut kita buang air besar bersama, dengan aku posisi yang paling depan, ali berada di urutan paling belakang. Ketika sedang merokok, kotoran aku dan hari mendarat di kakinya ali, aku dan hari tertawa lepas menertwakan kejadian itu. Dan sampai kapanpun semua itu takan terlupa.


Tak terasa nasi liwetpun sudah matang.


" ghiffar, salma sini nak, kita makan bareng" ucap hari


" ayo kita makan bareng,


" awas looo yah klo bahaas TAI lagi,. Gua pulang" ucap ali


" ebhh.. Tuh elu yang bahas, kita udah pada diem kali ahahahah" sahut hari

__ADS_1


" yang gak bakalan gue lupa itu, ketika TAI mendarat di kaki lo, kenapa loe ambil ali, kenapa gak loe kibas kibasin aja di air kaki loo" ucap ku


" ihh anjrit udah udah.. Kita tuh mau makan, bukan mau bahas TAI.


" jorol tau, pamali kalo orang tuaku bilang


Dan akhirnya kamipun makan dengan khidmat, sesekali aku dan hari saling pandang, dan ketawa kecil mengingat kejadian ali waktu itu. Terlihat Ghiffar dan Salma adik ali makan sambil nonton kartun di TV.


" sand... Maaf ya, gue mau nanya!! Sebenarnya kalian ada masalah apa sich??


" gau lihat tiap hari loe adem ayem,, klo d ibaratkan Tresha tuh kaya perangko sama loe" tanya hari


" bentar bentar.. Jadi loe disini tuuh, loe lagi ada masalah sand?? Berat nich kayanya, sampe nginep disini loh ri"


" coba loe ceritain ke kita kita, barang kali kita bisa bantu sand" kata ali


" gue malah jadi takut nikah li, klo liat achsand kaya gini!! Ucap hari


Kepalaku terasa berat dan pusing, ingin rasanya berbagi cerita dengan kedua sahabatku. Namun di lain sisi aku tak mau ada orang tau boroknya Tresha, selain ibuku. Aku bingung dengan semua ini. Lalu kualihkan pembicaraan ke pekerjaanku.


Kuceritakan semua masalah yang ada disekolahku, kemudian hari dan ali menyarankan agar aku keluar dari Sekolah. Bukan tanpa alasan mereka menyarankanku seperti itu. Kalau dibandingkan dengan warungku memang beda, tapi aku berpikir ini prosesku untuk menjadi PNS seperti almarhum ayahku.


Hari dan ali juga tak keberatan kalau aku ikut kerja bareng bersama mereka dikota, klo seandainya aku keluar dari sekolah.


" oke kalau begitu, gue mau bilang k ibu dulu


" kalo ada apa apa kalian tanggung jawab yaa


" jujur gue kemarin bingung sendiri, kini mulai ada pencerahan,, makasih yaa, kalian memang benar2 sahabatku


" tanang aja sand, kita kan sahabat!! Kita harus selalu ada, kalo diantara kita sedang ada masalah seperti ini


" orang tua kita tuh harus disenangin jangan dibebanin


" kecuali elu sand, ibumu udah terlanjur tau


" gue harap masalah masalah elu segera kelar yaa sand" ucap hari


Malam sudah semakin larut, ali dan adiknya pulang. Terlihat ghiffar sudah nyenyak tidur di kursi ruang tamu hari.


" sand loe pindahan ghiffar kekamar gue aja


" sekalian loe tidur disana juga


" gue disini aja,,, gue mau Vc sampai pagi ama bebeb wkwkwkkw


Akupun beranjak kekamar hari sambil menggendong Ghiffar. Dikamar hari aku menyusun skenario untuk kedua masalahku, ditemani suara siaran radio dan sebatang rokok yang ku isap.


Kessokan harinya aku pulang kerumah ibu, lalu aku menceritakan niatku untuk resign dari sekolah, ibu awalnya melarang, namun setelah kujelaskan alasan yang diberikan hari dan ali, ibupun mengiyakannya.


" tapi aa juga harus bilang sama isterimu tentang ini a, ibu gak mau ada salah faham diantara kalian, apalagi suasana rumah tangga kalian kaya gini!


" ohh ia a,, kemarin ibu udah bicara dengan isterimu,, ibu pura pura gak tau dengan apa yang kalian hadapi, padahal perasaan ibu sakit banget a


" seandainya kalau ayahmu masih ada, dan dia tau kelakuan isterimu yang sebenarnya, dia pasti sangat kecewa a


" ibu juga kecewa sama aa, kenapa sejak awal aa gak bilang kalau ceritanya kaya gini, ibu gak ngerti dengan czra berfikir aa.


" semua harus logis a

__ADS_1


" jangan karna cinta, aa jadi bodoh!! Ngerti kan a maksud ibu??


" ia bu aa ngerti, ini semua salah aa


" namun nasi udah jadi bubur bu


" aa juga merasa aa bodoh dan tolol ketika berhadapan dengan Tresha


" sudah terasa sakitnya, sudah jelas kesahannya


" tapi entah kenapa aa selalu mempertahanknyaa


" aa juga bingung dengan diri aa bu


" apa sekarang aa resign sekalian cerai aja yaa bu??


Ibupun menyarankan agar aku fokus dulu satu satu. Akhirnya aku pulang kerumah untuk sekedar mengganti baju dan pergi ke sekolah.


" kamu udah pulang a!! Ghiffar mana, kenapa gak bawa dia sekalian, di juga sekolah kan a


" ghiffar dirumah ibu, tadi waktu aku mau bawa dia masih tidur!


" ohh ia, aku juga ke sekolah gak akan lama


" aku mau resgin sha


" apa?? Mau resign!! Terus kamu mau kerja apa kalo resign, kamu mau fokus jaga warung disini a??


" gak bakalan cukup kalau ngandelin dari warung doang a, aa harus punya kerjaan lain"


" tanpa kamu bilang begitu, aku sudah memikirkannya


" ingat sha, aku sudah berada lima langkah didepan sebelum kamu menghawatirkannya


" lebih baik kamu berfikir, mau dibawa kemana rumah tangga kita.


Mendengar aku bicara seperti itu, tresha pun terdiam, lalu aku beranjak pergi.


Setiba disekolah aku langsung pergi keruang kepala sekolah, disana terlihat Pa. Yusup sedang sibuk dengan laptopnya, entah apa yang sedang ia kerjakan.


" pagi pa, maaf saya mengganggu!! Boleh minta waktunya pa, aku ada perlu"


" ehh achsand,, silahkan duduk


" gimana sand, ada yang bisa saya bantu


Lalu keceritakan semua keluh kesahku selama disekolah, terutama yang paling memebuatku kesal adalah kejadian kemarin.


" kamu sudah final dengan keputusanmu sand?? ibu dan isterimu gimana dengan keputusanmu ini??


" klo mereka udah tau yaa bagus


" bapak gak bisa maksa kamu sand


" semoga kamu dapat kerjaan yang lebih baik lagi yaa


Akupun pamit ke semua rekanku, terlihat Melly yang terpukul dengan keputusanku ini, sedangkan guru yang berselisih denganku terlihat mereka malu.


Dan akhirnyaaa.....

__ADS_1


__ADS_2