Tulusku Deritaku

Tulusku Deritaku
Episode 42 # ingatan kembali pulih


__ADS_3

Aku segera melaksanakan. Ketika di rakaat yang kedua ingatan demi ingatan kebersamaanku dengan Tresha mulai kembali, namun wajah Tresha masih samar. Kepalaku terasa sangat sakit, sehingga membuatku tak sadarkan diri.


Aku tersadar sudah berada di Rumah Sakit, dengan selang di kedua hidungku dan jarum infus di tangan kiriku. Terlihat dengan samar seorang perawat dan suster mondar mandir di hadapanku.


Lingga duduk dikursi dengan keadaan tidur memegang tangan kananku. Telihat matanya sembab mungkin karena menangisi keadaanku. Aku lepaskan tangan kananku dan mengelus ngelus kepala Lingga sehingga membuatnya terbangun.


" Alhamdulillaah aa, kamu udah sadar yaaa??"


" kenapa aku berada disini sayang??"


" yaa Allaah kamu bener benar gak ingat apa apa a??"


" sewaktu di hotel sedang sholat, kamu tiba tiba pingsan a"


" pingsan?? Astaghfirullaah..."


" aku disini sudah berapa lama sayang??"


" satu bulan a!!."


" semua orang menghawatirkan keadaan kamu"


" ghiffar dan ibu juga bolak balik gantian jagain kamu, tadi mereka baru pulang, karna besok Ghiffar semester.


" satu bulan"kamu gak bercanda kan sayang?? "


Aku tak percaya sudah berada di Rumah Sakit selama ini, sebenarnya separah apakah luka di kepala ku ini. Terdengar Lingga sedang menelepon ibu, dia memberi kabar tentang keadaanku.


Tak lama setelah menutup telepon, Lingga batuk dan muntah muntah. Dia memegang perutnya dengan wajah pucat pasi, dia juga sesekali menengadahkan kepalanya ke atas serta mengambil nafas yang panjang.


" kamu kenapa sayang??"


" gak tau a, tiba tiba mual dan pusing!!


Lingga kembali duduk dan memegang tanganku, tangannya terasa dingin dan basah, kemudian aku menyentuh kening dan mengelus elus kepalanya, terasa dingin namun berkeringat.


" sayang kamu coba minta tolong ke suster untuk cek keadaan kamu gih!! Aku khawatir, tiba tiba kamu begini. Aku takut kamu kenapa napa."


Akhirnya Lingga pergi keluar ruangan menghampiri suster. Tak lama setelah Lingga pergi, tiba tiba rasa sakit itu datang kembali, aku berteriak teriak minta tolong dan memencet tombol darurat yang ada di sebelahku.


Terdengar suara langkah kaki dan membukakan pintu, dua suster masuk menghampiriku, yang satu memeriksa keadaanku dan yang satunya lagi sibuk memasang peralatan untuk menanganiku.


Keduanya sibuk dengan tugasnya masing masing, terlihat suster memasukan cairan yang disuntikan ke dalam infusanku, tak lama berselang aku pun tak sadarkan diri lagi.


*******


Mataku terbuka dengan berat, ruangan di sekitarku terlihat kurang jelas, seperti kaca mobil yang berembun. Terdengar suara ibu dengan suara seorang pria sedang membicarakan keadaanku.


Penglihatanku mulai jelas dari yang tadinya samar, ibu terlihat menangis namun terpancar sinar bahagia di raut mukanya. Ternyata ibu sedang bicara dengan dokter, dan dokter itu pun berlalu pergi. Kemudian ibu menghampiri dan mencium keningku.


" bu...... Mengapa aku berada disini??


" Tresha dan Ghiffar dimana bu??

__ADS_1


Mendengar pertanyaanku ibu terperanjat.


" 10 hari lalu aa tak sadarkan diri lagi a!!"


" aa jangan banyak bergerak dan mikir, daya tahan tubuh dan daya tahan ingat aa akan mempengaruhi kesehatan aa.


" aa harus tanang yaa.. Tresha dan Ghiffarnada diluar"


" syukurlah bu"


" ohh ia, ibu tadi bilang aku disini udah 10 hari bu?? Berarti total aku disini udah 40 hari.


" ia a"


"Hari dan Lingga dimana bu???


Mendengar itu ibu terperanjat kembali, ibu seperti tak percaya ingatanku sudah kembali.


" aku kangen sama Akbar dan Hadi bu, bagaimana keadaan mereka sekarang "


" mereka semua baik a, nanti kalo kita udah pindah keruangan, aa bisa bertemu mereka nanti. Sekarang aa istirahat dulu yaa.


*******


Lima hari berselang.


Ibu sedang menyuapi aku, terlihat Tresha dan Ghiffar datang dan menutup pintu. Ghiffar menghampiri dan mencium kedua tanganku, Sedangkan Tresha duduk dan menurunkan barang bawaan dikursi.


" kemari jangan duduk disana!!


Tresha terperanjat mendengar aku bilang begitu, dia menghampiri dan memeluku. Terasa hangat air mata yang menetes dar mata Tresha membasahi bahuku. Dia tak henti henti mengucap syukur dan berterima kasih kepada Allaah atas pulihnya ingatanku kembali.


" aku merindukan saat saat seperti ini a"


Tresha dan Ghiffar memeluku di sertai tangisan bahagia, terlihat ibu seperti sedang kebingungan menyaksikan apa yang terjadi di depan matanya.


" sayang aku punya kabar baik untukmu!!"


" kabar baik apa??"


" kamu coba tanya ke Ghiffar"


" ayah... Ibu sekarang sedang hamil, Ghiffar akan segera punya adik horeeeeeer"


" apa?? Kamu serius sayang?? Alhamdulillaah, bu Tresha Hamil bu, Ghiffar akaan jadi kakak"


" terima kasih yaa Allaah"


" berapa bulan usia kandungannya sayang??"


" 3 bulan jalan a"


Kami semua sangat senang mendengarnya, kecuali ibu yang sedari tadi diam.

__ADS_1


" bu,, ibu kenapa?? Ibu seperti menyembunyikan sesuatu!! Ayo cerita sama aa, barangkali kali aa bisa bantu, ibu jangan memendamnya sendiri. Aa gak mau ibu sakit."


"ibu gak kenapa kenapa a, ibu hanya cape"


" ibu jangan bohong, aku itu anak ibu"


" aku tau kalau ibu sedang menyembunyikan sesuatu"


" ibu keluar dulu ya a, ibu lapar belum makan daritadi"


Aku heran dengan keadaan ibu, ibu sepertinya mau mencertikan sesuatu, namun dia gak enak karena ada Tresha dan Ghiffar.


Tresha meneruskan ibu menyuapiku, Tresha dan Ghiffar menghiburku dan mencertikan semua yang mereka lalui selama aku sakit tidak sadarkan diri.


Tresha terlihat cantik hari ini, sekarang dia sudah berpakaian Syar'i, aku senang dengan perubahan Tresha sekarang ini. Dia sudah tidak kaku lagi di hadapanku, tidak seperti dulu.


Ibu kembali ke ruangan untuk meminta Ghiffar menemaninya membeli makanan, Ghiffar pun ikut dengan ibu.


" ohh ia a, ibu akan lama, ibu mau belanja dulu ke mall deket sini,, mau traktir cucu ibu"


Ibu kemudian pergi, tinggal aku dan Tresha di dalam ruangan.


" yaa Allaah a,, sekarang kamu terlihat beda semenjak sakit"


" beda gimana??"


Tresha membantuku bangun dan membawaku kedepan cermin.


" dulu aa gak ada bewoknya a"


" bulu bulu di badan aa juga tak selebat ini"


" kata dokter yang mengoprasi aa, aa itu golongan darahnya susah, sehingga di PMI gak ada, dokter bilang aa di oprasi dengan menggunakan cairan pengganti darah, yang menyebabkan hormon aa naik dan tulang tulang aa membesar."


" bagus gini ya, terlihat lebih macho dan sexy " hahhaha


Tresha membungkam mulutku yang sedang tertawa, kemudian dia mencium bibirku dengan penuh hasrat. Mungkin dia kurang kasih sayang selama aku dirawat, hingga membuatnya agresif seperti ini.


Tiba tiba Lingga masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, aku dan tresha terperanjat dengan kemunculan Lingga ynag tiba tiba.


" maaf....aku tak mengutuk pintu dulu, aaa aaa aas Aku menganggu waktu kalian"


Dia berbicara dengan terbata bata..


" gak apa apa Lingga"


" dari kemarin kamu disini juga??


" emhhh ia Sand, dari kemarin aku nemenin ibu kamu "


Aku aneh dengan keadaan ini, semua seperti ada yang di sembunyikan.


Ibu, Tresha, Lingga semua terlihat aneh.

__ADS_1


__ADS_2