
Kami semua terpukul dengan meninggalnya Tresha dengan begitu cepat.
**********
Satu bulan kemudian.
Eaaaa Eaaaa. Eaaaa suara tangisan bayi usia satu bulan " Alea Putri Tresha ", anak keduaku hasil buah cinta aku dan Tresha.
" ghiffar coba lihat Alea " ucapku sedang membereskan kerjaan di hadapan laptop di ruang tamu di Vila "
" baik yah " ucah Ghiffar meletka stik PS nya"
Istri keduaku Lingga terlihat baru datang dari jalan jalan Paginya. Kurang lebih satu atau dua bulan Lingga akan melahirkan anak, hasil buah cinta denganku.
" itu Alea sama siapa diatas a?? Nangisya sampe menjerit jerit gitu! Ucap Lingga sambil membuka sepatunya"
" sama Ghiffar sayang! Kamu urus dlu gih! Aku beresin dulu data, lagi di tunggu sama Pa.Dahlan"
Lingga berjalan menghampiri Alea dan Ghiffar. Terlihat perutnya semakin membesar, dan nafasnya terdengar terengah tengah.
Tiba tiba pikiranku terbawa ke ingatan Tresha melahirkan. Aku trauma dan takut kejadian lagi terhadap Lingga.
" sayang..kamu hati hati berjalannya" ucapku sambil meneteskan air mata"
" kamu kenapa sayang??" ucap Lingga berdiri di anak tangga"
Aku segera menyusul Lingga, dan menghampiri Alea dan Ghiffar. Aku memegang dan menuntun Lingga ke kamar.
Terlihat Ghiffar sedang menenangkan Alea yang menangis dengan menyanyikan nina bobo.
" aduh kasian anak mamah" ucap Lingga sambil memberikan susu di dot.
" ayah.. Ghiffar kebawah lagi main Ps yaa"
" jangan lama lama main Ps nya. Nanti siang, kamu ngaji yaa!"
" baik yaahh "
*************
Satu setengah bulan kemudian..
" ayo semuanya baca doa dulu sebelum berangkat " ucapku sebelum mengendarai mobil"
Aku, Alea, Ghiffar dan Lingga segera berangkat menuju rumah sakit. Besok adalah jadwal bersalin Lingga.
Aku memutuskan untuk melakukan oprasi sesar, karena aku trauma dan takut kejadian seperti Tresha terulang lagi.
" Kita jemput Ibu, sama mamah dulu gak a?"
" lebih baik mereka menyusul aja yaa?? Aku takut ada apa apa sama kamu sayang"
" ok a. Aku chat ibu dan mamah yaa "
Selama di perjalanan! Hujan di sertai kilat membuatku semakin hati hati dalam mengemudikan mobil.
********
Setibanya di rumah sakit! terlihat mamahnya Lingga sudah berada di Lobby menunggu kedatangan kami, karena jarak dari rumah mamah ke RS sangat dekat.
" mamah! Ucap Lingga sambil memeluk mamahnya"
" ehhh Alea ! Ucap mamah sambil membawa alea dari pangkuan Lingga, kemudian menggendongnya"
Lingga menuju ruang pendaftaran untuk memberitahu bahwa kami sudah melakukan janji.
__ADS_1
Terlihat seorang suster menghampiri kami di tengah banyak pasien yang lain, suster itu membawa kami ke ruang oprasi sesar Lingga.
Di tengah banyaknya manusia yang hadir di rumah sakit, pikiranmu tak karuan mengingat kematian Tresha. Baru saja sebulan lebih kami disini, dengan keadaan yang sama mau melahirkan.
" aa " teriak ibu yang baru datang".
Aku mencium tangan Ibuku, di ikuti Lingga. Ibu mengambil Alea dari pangkuan mamah ya Lingga dan menunggu di luar bersama Ghiffar.
Aku, dan mamanya Lingga berjalan menuju ruang oprasi, Lingga di dorong perawat memakai kursi roda.
Setibanya di ruang oprasi, aku dan mamahnya Lingga menunggu di luar.
" kamu kenapa sih a??"
" jangan cemberut!! Gantengnya hilang, kelihatan jelek tau " ucap Lingga menghiburku"
" aku masih trauma sayang"
" ia aku ngerti!! Tapi mau sampai kapan?? Lawan terus yaaa!!"
Lingga kemudian di bawa masuk ke dalam bersama mamahnya, sedangkan aku menunggu!
Didalam kesendirian menunggu Lingga di sesar. Aku terdiam dan melamun! Bawah sadarku mengenang kebersamaan bersama Tresha, disisi lain aku memikirkan kebodohan yang aku lakukan bersama Rena.
Aku sekarang harus membesarkan ke dua anaku dari Tresha bersama Lingga. Aku tak mau membebani Lingga! Disisi lain ibu sudah tua.
Pikiranku merayap kemana mana, belum lagi masalah pekerjaanku yang makin sibuk.
" Pa.Achsand".. Ucap suster sambil membukakan pintu ruang operasi"
" selamat yaa pa! Bayinya perempuan"
" alhamdulillaah " ucapku
Terlihat bayi mungil di dalam inkubator, tertulis nama ibunya Lingga dengan berat badan 3KG dan panjang 50Cm. Bersanding dengan bayi bayi lain.
" sehat dan besar bayinya a!! Mirip Lingga banget ya!" ucap mamanya Lingga"
" ini cucu pertama mamah"
" mamah bahagia banget a"
" selamat jadi nenek ya mah!!"
" ohh iaa...ayah udah di kasih tau belum mah?"
" udah..." tapi yaa gitu deh, nunggu istrinya pulang kerja dulu"
" palingan dua atau seminggu lagi katanya" dengan muka ketus"
*********
Seminggu kemudian.
" aku harus ke Surabaya lagi dalam waktu dekat sayang"
" kamu mau dimana?? Mau tinggal di rumah ibuku apa bersama mamahmu??
" kau mau d rumah mamah aja a"
" aku juga masih belum pandai mengurus bayi, gak seperti Tresha"
" kalo aku bareng ibu, aku malu a!!"
" ia itu terserah baiknya kamu sayang"
__ADS_1
" alea gimana a??"
" alea sama ibu dan Ghiffar aja!!"
" kata ibu, ibu mau nyari baby sister"
Sungguh aku bingung dengan keadaan ini! Aku punya keinginan untuk kembali kerja di Bandung lagi, kumpul bersama ketiga anaku dan Lingga.
Kring kring Kring..... Suara telpon berdering.
Rena menelponku!! Dia menanyakan keberadaanku yang sedang cuti bekerja! Dia mengatakan kerjaanku gak ke handle Rena, dia berharap aku segara terbang ke Surabaya lagi.
Aku berjalan ke kamar bawah menghampiri ibu yang sedang mengurus alea.
" bu aku mau bicara boleh" ucapku dengan suara lirih"
" sok aja a!! Aa mau Bicara apa??"
" aku harus secepatnya ke Surabaya lagi bu!!"
" ibu gak apa apa aku titipin Alea dan Ghiffar??"
" aa jangan khawatir a"
" ibu ngurus anak udah 3 kali loh"
" aa fokus kerja aja"
" semangat kerjanya"
" Ada anak aa tiga tuh"
" ia bu!!" andai saja Tresha masih ada bu!! Ibu gak akan terbebani anak anaku bu"
" udah udah"
" aa jangan bicara lagi yaa"
" ibu paham.. Kamu belum terbiasa dengan tidak adanya Tresha" ucap ibu sambil memberikan alea kepadaku"
Aku berjalan menuju kamar dengan membawa Alea. Alea sudah mulai aktip dan bawel.
" aduh sayang mamah" ucap Lingga ke alea"
" siniin a" ucap Lingga sambil membawa Alea dari pangkuanku"
Aku sangat senang Lingga tak membeda bedakan Alea denga Aasira. Terlihat dia sangat gemas dengan Alea, apalagi Alea sekarang lagi lucu lucunya. Alea sekarang beratnya hampir 6kg lebih, dia sudah bisa tertawa ngakak dan bawel.
" a boleh aku susun gak Aasira?"
" ya coba aja, mau kagak dia "
Alea di susui Lingga, terlihat dia tidak terbiasa dengan asi.
" awwwwwwww" teriak lingga "
" kamu kenapa sayang??
" Alea menggigit mimiku aa"
" padahal belum ada giginya"
" Tapi kok sakit yaaa" hahahahajsh
Aku dan Lingga tertawa bersama karena kelakuan Alea.
__ADS_1