
" jadi sekarang kamu mau aku gimana?
" tega ya kamu, kamu tuh seperti menyuruhku untuk mundur perlahan sha!
" kamu tuh egois!! Coba kamu pikir, sekarang keadaannya kita balik!! Klo seandainya posisimu ada didiriku, apa yang akan kamu lakukan??
" ingat sha, aku tak kan pernah menceraikanmu, kecuali kamu yang menggugat aku.
" aku juga bingung dengan diriku sendiri a!
" aku juga gak tau bagaimana kalau aku hidup tanpa aa!
" aku juga gak mau bebanin mamah, kalau seandainya aku berpisah dengan aa!
" sekarang keputusan ada dikamu sha, ingat yaa
" aku tak akan pernah, mengakhiri apa yang aku mulai
" kecuali kamu yang mengakhirinya. Paham sampai sini kan?
" aku tunggu jawabanmu besok
Akupun beranjak dari tempat tidur dengan keadaan masih setengah telanjang, lalu bergegas mandi, wudhu dan melaksanakan sholat kewajibanku.
Perutku terasa lapar, mau makan dirumah keadaan panas kaya gini gak bakalan enak! Lalu kuputuskan untuk makan nasi padang diluar.
Aku berjalan kaki melewati pertokoan malam itu, sesekali aku menendang nendang benda yang ada dihadapanku. Dirumah makan nasi padang, aku memesan kikil dengan minta tambahan satu nasi. Emosiku terkuras karena kelakuan Tresha, sehingga aku lampiaskan amarahku makan nasi padang.
Sepulang makan nasi padang, aku ingin mendinginkan kepala dan perasaanku, aku putuskan untuk pergi ke Mesjid Agung yang tak jauh dari rumah makan nasi padang.
Setibanya di mesjid agung, aku berwudhu dan melakukan sholat Isya. Kemudian aku melanjutkan dengan berdzikir, Aku berdzikir dengan istighfarnya nabi Yunus " laa illaaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin " aku lantunkan dzikir ini, karna aku yakin samua masalah yang terjadi menimpaku adalah akibat dari kesalahan dan dosaku.
Laa illaaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin, aku baca berulang ulang sambil ku resapi arti dan makna dzikir ini, tak terasa air mataku jatuh membasahi bumi, terasa badanku bergetar, aliran darahku terasa panas, namun hati dan pikiranku terasa tenang dan damai. Entah apa arti dari semua ini. Yaa rabb aku serahkan semuanya padamu.
Tiba tiba Tresha menelepon aku, dia menanyakan keberadaaku. Dia khawatir dengan keadaanku, lalu dia memintaku untuk segera pulang. Namun aku menolaknya, aku lebih memilih pulang kerumah ibuku.
Setibanya dirumah ibu, aku langsung mengadukannyanpada ibu.
" jadi maunya aa sekarang gimana a??
" ibu sakit mendengarnya a
" apa yang membuat aa mempertahankan semuanya?? Semuanya udah jelas, dia itu dari awal tidak mencintai aa, sampai sekarang pun dia masih tidak mencintai aa"
" aa sadar a, aa harus sadar!
" aa jangan merusak diri aa sendiri,
__ADS_1
" ibarat kata, aa yang meminum racun, tapi berharap Tresha yang mati.. Itu semua takan terjadi a
Mendengar ibu bicara seperti itu, tak membuat bekurang rasa cinta dan sayangku untuk Tresha. Yaa Allaah harus dengan cara apalagi, agar aku bisa sadar dari semua mimpi buruk ini. Sudah jelas semua rasa sakit ini, namun apa dayaku yaa Allaah, apa yang kuharapkan dari Tresha sebenarnya.
" sekarang ibu mau tanya sekali lagi!!
" maunya aa gimana sekarang??
" bu,, aa tau ibu kesal, ibu sakit, ibu kecewa,, sama bu aa juga merasakan hal yang sama"
" aa sudah bilang ke Tresha supaya dia menggugat aa ke pengadilan
" apa bedanya a, aa yang mentalak dan aa yang digugat, toh kedepannya pun sama.
" mungkin bagi sebagian orang ia, termasuk ibu
" tapi aa bukan tanpa alasan berbuat demikian
" Hal yang paling dibenci oleh Allaah adalah Perceraian
" Kalau aa yang mentalak, aa tak mau terlihat salah di persepsi orang
" intinya begini bu! Aa bersedia pisah, kalau tresha yang menggugat, aa udah bilang, aa tak akan mengakhiri apa yang aa mulai, ibarat gini ,, aa tak akan pulang dari bertamu, sebelum orang rumah menyuruh atau mengusir aa untuk pergi.
Mendengar aku berkata seperti itu, ibu lalu memeluku. Ingin rasanya berteriak sekeras mungkin, biar semua beban yang ada di hati dan pikiran ini plong.
" tak seharusnya aa seperti ini, semua ini terjadi karena dulu aa tak mengamini keinginan ibu
" aku teringat dengan hadits Rosul, ibumu, ibumu, ibumu
" aku menyesal bu, tapi tidak menyesalinya
" semua yang terjadi sudah kehendak Tuhan, dan ini semua pasti baik bagi aa.
" yaudah besok ibu akan menemui mertuamu untuk membicarakan ini.
" ibu harap mertuamu mengerti, begitupun isterimu!
" kamu istirahat dulu. Gihh, jangan lupa makan.
Lalu aku pergi kekamarku. Aku berbaring menatap langit langit kamarku, sesekali aku tertawa dan tersenyum seperti orang gila. Aku tak menyangka balasan TULUSKU menjadi DERITAKU.
Kuambil gitar, aku duduk lalu kulantunkan lagu dari Naff yang bejudul " ketika semuanya harus berakhir ", aku menyanyikan dengan menjiwai sepenuh hati, aku bernyanyi seperti ikut audisi X-Factor Indonesia, tak terasa air mataku menetes
" cie cie ada yang lagi galau nih
" yaaah cemen kakaku ini
__ADS_1
" masa nyanyi sambil Mewek
" diam kau SILUMAN TUTUP TERMOS
" tiba tiba nongol ngagetin, gue lempar jadi makanan kodok loe.
" Kalau Aku siluman tutup termos, berarti aa juga sama dong siluman tutup termos, kita itukan adik kakak
Mendengar adik bungsuku seperti itu, akupun lumayan terhibur. Lalu kusimpan gitar tuaku, keselimuti seluruh tubuh dan akupun bersiap untuk tidur, aku harus benar benar fit besok, karena aku akan menempuh perjalanan yang cukup jauh di hari pertamaku bekerja sebagai kurir biro jasa.
Suara adzan subuh berkumandang, aku bangun dan pergi ke kamar mandi, wudhu dan bersegera sholat berjamaah di Mesjid dekat rumah ibu, aku berjalan dikegelapan subuh dengan perasaan yang tak menentu seperti permen nano nano. Terlihat hari sedang berwudhu di kolam deket Mesjid, aku berjalan menghampirinya.
" tumben loe sholat di mesjdi ri!! Biasanya juga di rumah
" heheheh... Ia sand, baru dapat hidayah
" wissss omongan loe salahh tuh, bukan baru dapat hidayah ri!! Hidayah itu di jemput,. Sama seperti kita bekerja.
" ia ia ia... Maaf aku gak tau Pak. Ngustad ahahahaba
" ayo cepet masuk sand, itu udah mulai
Kami berdua segera masuk ke Mesjid dan sholat berjamaah. Aku perhatikan semua makmum kebanyakan orang yang sudah sepuh, hanya ada satu anak kecil seumuran Ghiffar anaku, anak remajanya entah pada kemana. Beda dengan zamanku, setiap hari Mesjid itu rame tial lima waktu.
Sepulangnya dari mesjid, aku bersegera mandi dan siap siap pergi bekerja dihari pertamaku sebagai kurir Biro Jasa kendaraan baru.
" bu aku berangkat dulu yaaa!
" ooh ia aku nitip uang untuk Ghiffar yaa bu
" aku gak ada saldo di ATM,
" ia a, nanti ibu kasihin sekalian ibu pergi kepasar
" bentar bentar.. emang istrimu gak akan buka warung a??
" gak tau bu.
" coba ibu chat dia
" aku berangkat dulu yaa buuu
" Assalamualaikum...
" waalaikum salam.. Hati hati a
Kucium tangan ibuku, akupun berangkat dengan motor matic ku...
__ADS_1