Tulusku Deritaku

Tulusku Deritaku
Episode 7 # Khianat


__ADS_3

Aku terkejut dan terkaget tenyata orang yang menelpon itu mantanya Tresha. dalam isi pesan yang kubaca, dia tersiksa dan sakit hati untuk yang kedua kalinya setelah tau kami menikah. Aku jadi tau, orang ini adalah yang orang yang waktu itu menggenggam tangan Tresha diapantai sewaktu belum menikah.


Akhirnya kuhapus pesan dan daftar panggilan yang masuk agar Tresha tak mengetahuinya. Setelah itu akupun lanjut untuk tidur. Didalam tidur, aku bermimpi Tresha mengkhianatiku dengan orang itu. Akupun terbangun dari tidurku dengan rasa kesal.


Untuk menghilangkan kesal, kuhisap sebatang rokok lalu kuseduh segelas kopi hitam, lalu kubawa kebalkon hotel. Dibawah sinar bulan dan bintang, aku duduk menghadap arah pantai sesekali aku memikirkan jalan hidup kedepannya.


Diumurku yg baru menginjak 18 tahun, dan belum mempunyai pekerjaan, aku sangat khawatir dengan pernikahan ini. Belum lagi aku baru masuk kuliah tahun pertamaku.


" aa aa aa,, kamu dimana "


Terdengar suara tresha mencari keberadaanku, ku lihat tangan kiriku, waktu menunjukan puku 03.30. Lalu aku menghampiri Tresha dan melanjutkan untuk sholat tahajud. Disujud rakaat terakhir aku membisikan proposal langit.


" terima kasih yaa Allaah, aku masih diidzinkan bernafas, masih diidzinkan untuk memperbaiki diri sebelum malaikat mencabut nyawaku.


" yaa Allaah engkau yang rahman engkau rahim, dengan kasih sayang dan cintamu aku berharap pernikahan ini menjadi yang pertama dan terakhir"


"yaa Allaah dengan ke Ghafur'anmu, aku berharap engkau mengampuni dan memamafkan kesalahanku, dan orang orang yang aku sayang "


" yaa Allaah sembuhkanlah penyakit ayahku, mampukan aku untuk bisa membalas dan membahagikan mereka selama masih hidup aamiin "


Asholatu khoirum minannaum.........


Terdengar suara adzan, lalu aku lanjutkan dengan menunaikan sholat subuh.


" hari ini kita check out apa gimana a "


" aku sich terserah kamu, mau pulang ayo, mau lanjut liburan juga ayo "


" kayanya kita pulang aja yaa " kalo bisa pulangnya naik umum aja yaa, aku capek banget soalnya !!


" gilaaa, terus motor mau dikemanain cantik "


Aku bersegera membereskan barang barang untuk pulang., sedangkan tresha pergi untuk mandi. Terdengar getaran dari handphone tresha, setelah ku cek ternyata ada nomer baru lagi. Aku heran mengapa Tresha tak menyalakan nada deringnya.


Aku berusaha tenang, agar tak terbawa suasana. Lalu kuhapus daftar panggilan, dan memblokir nomer tersebut. Terlihat tresha keluar dari kamar mandi, akupun berusaha seperti biasannya.


Waktu menunjukan pukul 10.00 wib, kamipun check out


" sayang,,, sekarang kita ngebut yaa "


" ia a, terserah aa.. Yang penting kita selamat sampai tujuaan "


Letsssssss goooooo

__ADS_1


***********


Setibanya dirumah, terlihat isi rumah sepi. Aku pergi kebelakang rumah, ternyata mereka lagi pada makan diarea kolam.


" cie cie.......... Yg udah bulan madu "


" mana oleh oleh nya a " ucap adik bungsuku


" noh ambil saja di bagasi jok motor "


Kucium tangan kedua orang tuaku, disertai adik adiku mencium tangan dan memeluku. Terlihat ikan asin dan petai dimeja makan, akupun segera mengambil piring lalu ikut makan bersama mereka.


" kak tresha mana a?? Tanya adik pertamaku


" coba kamu tengok kedalam rumah, suruh kak tresha kesini "


Lalu adik bungsuku pergi memanggil tresha, tak lama kemdudian adik bungsuku datang kembali.


" kak tresha lagi menelpon kak, dia titip pesan nanti dia kesini "


Perasaanku tak enak, hatiku bertanya tanya siap yg sedang ia telpon. Aku teringat kejadian dihotel pangandaran mantannya yg menelpon. Kutaruh piring lalu pergi kedalam rumah, aku diam diam masuk dan mendengarkan isi percakapan tresha yang berada dikursi pojok ruang tamu. Ternyata dugaanku benar. Panas, sakit, kecewa ketika mendengar jawaban tresha dengan mantannya.


Dengan keadaan yang tidak baik, akupun pergi kekamar lalu kuselimuti seluruh badanku. Sambil menahan sakit tak terasa air mataku keluar. Aku tak percaya dengan apa yang terucap dari mulut tresha kemantannya.


Terdengar suara pintu kamar terbuka, akupun pura pura tidur, dengan suara dengkuran yang kubuat buat. Tresha lalu rebahan disampingku, lalu memeluku. Replek, aku merubah posisi tidurku jadi membelakanginya.


" kamu kenapa a???"


" kamu nangis kenapa, coba cerita ke aku ada apa??"


Kesal, sakit, yang kurasa. Ingin rasanya aku memarahinya, namun apa dayaku waktu itu. Ingin rasanya aku menceraikannya, namun besarnya rasa cintaku kepadanya mengalahkan rasa sakit itu. Padahal sudah jelas rasa sakitnya, betapa tololnya aku.


" gak kenapa napa ko sha "


" tadi aku ngobrol sama ayah tentang penyakitnya, jadinya aku terbawa suasana "


" ohh kirain apa, semoga Allaah segera mengangkat penyakitnya, dsn ayah lekas sembuh ya a."


Mendengar tresha seperti itu, hatiku makain sakit.. Ayah adalah orang yang sangat menyayangi tresha, seandainya dia tau apa yang baru saja tresha omongin ke mantannya, ayah pasti sangat kecewa dan sakitnya makin parah pikirku. Aku tak mau semua itu terjadi, dan aku berjanji pada diri sendiri, tak akan pernah membuka ini kekeluargaku.


**********


Keesokan harinya aku mendapat kabar bahwa rumah adik bungsu ibuku sudah beres direnovasi, akupun disuruh ibu untuk mengisi rumah terssebut, karena adik ibuku ikut suaminya yang bekerja diluar negri.

__ADS_1


Dengan senang hati akupun mengiyakan ucapan ibu, aku berpikir aku lebih leluasa untuk menutupi kesalahan Tresha.


Akupun segera bergegas untuk pindah, tanpa menanyakan dulu setuju apa tidaknya kepads Tresha. Disamping itu akupun gak mau dirumah ada dua rumah tangga, ditambah lagi ada kedua adiku.


" ayo sha, kamu beresin barang barang yang akan kamu bawa! Yang penting pentingnya aja ya "


" baik "


*********


Setibanya dirumah bibiku, tercium aroma cat dan banyak debu. Akupun membereskan dengan menyapu dan mengepel, dibantu kedua adikku. Aku keluarkan semua barang yang ada digudang, lalu kutata semuanya supaya enak untuk ditinggali.


Malampun tiba.


" aa malam ini mau ML lagi gak?? "


" enggak sha, aku capek banget "


" ko tiba tiba panggil namaku lagi a, kemarin kemarin mannggil sayang??


Mendengar tresha menjawab seperti itu, amarahku meledak seperti bom waktu, lalu.


" dari kemarin aku nahan nahan ini sha, aku gak mau ayah dan ibuku tau "


" maksudnya apa a, aku gak ngerti?? "


Kulemparakan gelas dan piring yang ada dimeja, tresha pun kaget dengan reaksiku.


" istighfar a, istighfar... Aa ini kenapa, coba jelaskan pelan pelan biar aku ngeti "


" yang harus menjelaskan itu kamu bukan aku sha "


" aku mendengar pembicaaranmu ditelpon dengan mantanmu kemarin sha "


" aku kemarin mengis dikamar bukan karena penyakitnayah, tapi aku mendengar dan menyaksikan apa sedang kamu bicarakan dengan mantanmu."


Terlihat wajah tresha pucat pasi, lidahnya seperti kelu untuk menjelaskan, dengan nada tersendad dia berusaha untuk memeluk dan menenangkanku, kuhempaskan kedua tangannya yang berusaha meraihku.


" sekarang kamu jelaskan sha, mau kamu gimana sekarang, mumpung pernikahan kita belum terlalu jauh "


" ingat sha, aku tak akan mengakhiri apa yang aku mulai "


" yang kamu lakuin itu telah menyakiti dan menghancurkan percayaku kepadamu"

__ADS_1


" dan kalau orang tuaku tau, terkhusus ayahku, kamu mau bertanggung jawab dengan semuanya???


Tresha pun..................


__ADS_2