
Ke esokan harinya.
Aku dan Lingga menunggu Rena di Vila milik ayahnya Lingga.
Pada hari sebelumnya aku sudah mengirim Rena sharelok.
" a... Apa kamu udah yakin dengan keputusanmu" Ucap Lingga sambil menyandarkan kepalanya di bahuku.
" Aku yang seharusnya nanya sama kamu sayang. Apa kamu sudah benar benar yakin mengizinkan aku untuk menikahi Rena?" jawabku sambil mencium ubun ubun Lingga.
" ingsya Allaah a. Kalau ini yang terbaik untuk kita semua. Aku terima"
Terdengar suara mobil di depan rumah.
Tok.. Tok... Tok " Assalamualaikum" ... ucap Rena sambil mengetuk pintu.
Lingga berjalan membuka pintu. Lingga terkejut ketika melihat Rena yang berada di balik pintu.
" Tresha " Ucap Lingga sambil menoleh ke arahku.
" kamu? "
" aku Rena mbak" ucap rena sambil menjabat tangan Lingga.
" aku yang waktu itu menabrak mas Achsand sampai hilang ingatan mbak"
" a " Ucap Rena seperti masih belum percaya yang di hadapannya itu Rena yang mirip banget dengan Tresha.
" ia sayang. Kamu pasti mengira dia Tresha kan?"
Kemudian Lingga menuntun Rena menghampiriku yang duduk di ruang tamu.
Lingga duduk bersebelahan dengan Rena.
Matanya terus memperhatikan Rena. Mungkin di dalam hatinya bertanya tanya!Apakah Rena titisan dari Tresha yang terlahir kembali.
" maaf mbak aku sudah lancang datang kemari dengan kenyataan seperti ini " ucap Rena sambil menundukkan kepala sambil memegang tangan Lingga.
" I I I ia gak apa apa " Jawab Lingga terbata bata karena bingung harus menjawab apa.
" a "
" Apa ini alasan kamu ingin menikah lagi?"
" Apa Karena Rena mirip Tresha " Tanya Lingga sambil menatap Rena.
Aku tak bisa menjelaskan secara lebih detail. Namun faktanya memang dari awal aku bertemu dengan Rena, aku jatuh cinta pada pandangan pertama karena mirip Tresha.
" Kamu betul sayang " ucap Achsand dengan berat hati.
" Aku tak perlu menjelaskan dari awal lagi. Aku sudah bilang sama kamu sebelumnya"
********
" Mbak Lingga sebelumnya saya minta maaf "
" Apa boleh aku menjadi istri mas Achsand? " ucap Rena to the poin dengan menundukan kepalanya.
" boleh Ren. Aku tak bisa mencegah niatan kalian "
" aku juga pernah berada di posisi kamu. Namun dengan cerita yang berbeda "
__ADS_1
" dan kini aku merasakan apa yang di rasakan Tresha waktu itu " ucap Lingga sambil mengelap air matanya.
Rena kemudian memegang dan mencium kedua tangan Lingga. Tak lupa di mengucapkan terima kasih sudah memberikan izin menjadi istri ke duaku.
" Kamu sama Rena mau nikah kapan a? " ucap Lingga.
" aku belum tau sayang. Mungkin nanti ibu dan ayahnya Rena akan bertemu dulu dan membicarakannya. "
" Aku harap semua berjalan dengan baik a "
" besok aku mau ke rumah mamah untuk membicarakan.semua ini. " ucap Rena dengan nada lesu.
*********
Malam hari pun tiba.
Aku dan Rena berdua di Vila. Sedangkan Rena menginap di rumah ibu dengan kedua anak dari Tresha.
Aku menjadi salah tingkah di depan Lingga. Sebenarnya tak ada yang beda dari sikap dan tingkahlaku Lingga. Hanya saja dia jadi pendiam tak banyak bicara seperti biasanya.
Untuk mencairkan suasana aku mencoba merayu Lingga untuk melakukan hubungan layaknya suami istri.
Terlihat Lingga sedang bercermin. Dia memakai kimono hitam dan mengikat rambut pendeknya yang mirip Lisa black ping.
" Kamu belum ngantuk sayang?" ucap Lingga sambil membersihkan muka dengan kapas.
" Belum. Aku lagi nunggu kamu sayang "
" aku melakukan itu " ucapku yang menjadi sungkan.
Lingga kemudian membereskan perlengkapan kecantikannya.
Dia menghampiriku yang sedang berbaring di atas tempat tidur. Lingga membuka kimono putih yang aku pakai. Kemudian dia melepaskan juga kimono yang ia kenakan.
Lingga memainkan indera perasanya di bagian le...herku. Dia menggigit gigit sampai menyisakan noda merah.
Kemudian aku dani Lingga saling berbalas ci..uman den berbalas ji...latan lidah.
Setelah agak lama. Lingga memainkan indera perasa di salah satu bagian puti...ngku. Salah satu tangannya memainkan burung peliaraanku dengan jari jemarinya.
Kemudian kepala Lingga sampai dia area burung peliaraanku. Dia memainkan dagu burung peliaraanku dengan indera perasanya. Salah satu tangan Lingga memainkan ke dua telur burung peliaraanku.
Aku merasakan geli. Dari ujung jari jari kaki sampai ujung kepala sampai terasa kemerindingannya.
Setelah merasa puas melakukan pemanasannya. Lingga kemudian berbaring sambil membukakan kerang ajaib dengan jari jemarinya.
Aku re..mas re..mas kedua payu..dara Lingga dengan jari jemariku. Kemudia aku memainkan lidahku di area kacang ajaib Lingga.
Baru saja aku mere..mas dan memainkan lidahku. Lingga langsung bergerak dan bersuara sambil menengadahkan kepala ke atas sambil menggigit-gigit bibirnya.
" ia seperti itu a "
" emhhhhh emmmm emmmm "
" mi...minya re..mas agak keras a "
" put...ingnya juga puter a "
Aku melakukan apa yang Lingga pinta.
" ia seperti itu a "
__ADS_1
" emhhhhh eemmmmh emmh "
" ahhhh ahhhhhhhhhhh ahhhhhhh "
Tak kupingkiri ini style yang di sukai hampir seluruh wanita.
Terlihat Lingga sangat menikmati gaya ini. meski hatinya sedang gundah gulana
" ahhhhhhh ahhhhh ahhhhh"
" ahhhhhhhhhhh ahhhhhhhhhhhh "
" ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh"
Terdengar suara jeritan kenikmatan yang sudah Lingga rasakan.
Aku segera menarik lidahku dari kacang ajaib Lingga.
Dia bergerak gerak sambil mengelap kerang ajaibnya.
Matanya terpejam sambil menggigit-gigit bibirnya.
Aku masukan burung peliaraanku kedalam kerang ajaibnya. Aku gerakan dengan sangat cepat sambil beradu indera perasa.
Lingga memeluk sambil menyilangkan kedua kakinya di atas bo..kongku.
Kemudian aku tambah kecepatan sambil menggigit-gigit leh...er Lingga sampai menyisakan noda merah.
Terdengar suara jeritan keenakan dari Lingga ketika aku menambah kecepatan burung peliaraanku. Dia memijat mijat sesekali mencakar pungg..ungku dengan penuh hasrat dan penghayatan.
" ahhhhhhhh ahhhhhhhh ahhhh " ucap Lingga sambil menekan nekan kerang ajaibnya.
" emmmm emmmm emmmmh "
" ahhhhhhhhhhh ahhhhhhhhhhhhh "
" ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh "
Terdengar teriakan Lingga yang sudah mencapai puncak kenikmatan. Aku segera mempercepat laju burung peliaraanku.
Sudah mulai terasa burung peliaaraanku akan segera mencapai kenikmatan. Ujung jari jemari kaki sampai ubun ubun terasa seperti banyak semut yang sedang berdemo.
" emhhhhh emmmm emmmm " ucapku dengan suara serak sambil memeluk erat Lingga.
" lebih cepat lagi a " ucap Lingga.
" ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh " ucapku sambil menekan nekan burung peliaraanku kedalam kerang ajaib Lingga.
Terasa keluar muntahan burung peliaraanku yang memuntahkan muntahannya di dalam kerang ajaib Lingga.
Aku berhenti sejenak dengan nafas terengah engah di atas tu..buh Lingga.
Setelah terasa mulai tenang. Aku mencabut dan mengeluarkan burung peliaaraanku yang sudah kembali ke bentuk semula.
Terlihat lendir keluar dari lubang kerang ajaib Lingga. Kemudian Lingga mengelap lendir kasih sayang burung peliaraanku dengan handuk kecil yang sudah ia persiapkan.
Aku memeras meras burung peliaraanku untuk mengeluarkan sisa lendir muntahan burung peliaraanku.
" Makasih untuk semuanya sayang " ucapku sambil mengelus ngelus pipi dan kening Lingga.
" ia a " ucap Lingga sambil memegang tanganku yang sedang mengelus ngelus pipinya "
__ADS_1
Kemudian kami berdua tidur.