
" aku tadi sampai gemetaran dan ingin Loncat ke bawah loh a" ucap Tresha
" ko bisa gitu yaa ??"
" bener banget sha, aku juga pernah ngalamin kaya gitu!waktu itu aku sedang memegang pisau, tiba tiba seperti ingin menyayat tangan sendiri " ucap Lingga
" udah ahh jangan bicara begitu! Horor tau ihh "
Kami bertiga berjalan kaki kembali meninggalkan Kawah Rengganis dan menuju Situ patengan dan Glamping. Kami kesana dengan menaiki angkot, hanya berjarak kurang lebih 2Km kami mebyar angkot cukup dengan 10.000.
Peatengan dan Glamping sebenarnya tempatnya sama, yang membedakannya adalah Perahu besar yang berada di bukit perkebunan teh. Orang Ciwidey menyebut perahu itu dengan sebutan Bahtera Nabi Nuh, ada ada aja yaa!! Perahu itu sendiri sebenarnya Restaurant.
Aku, Tresha dan Lingga memasuki situ patengan terlebih dahulu, seperti biasa kami berfoto Berganti sesekali berselfie ria. Udaranya sangat dingin, karena memang hari ini gerimis di tambah lagi kabut.
Kami bertiga menaiki perahu untuk menyerang dari Patengan ke Glamping. Jaraknya kurang lebih 200 meter.
Berhubung penumpang nya hanya kami bertiga, kami meminta untuk keliling danau Situ Patengan.
" aa.. coba aa sama Lingga bergaya sperti Jack dan Rose di film titanic, yang adegan romantis itu loh!!""
" Yang mana sayang?? Yang didalam mobilnya, yang Rosenya di gitu sama si Jack ?? "
" ihh aa, mentang mentang udah punya dua kerang ajaib mikirnya kesana mulu ihh " dengan muka kesal
" itu lohh, yang Jack nya memeluk Rose dari belakang di dapan Perahu "
" ohh yang itu "
Lingga tersenyum ketika mendengar Tresha menyuruh kami berfose seper Jacn dan Rose. Kemudian Lingga berjalan ke depan di ikuti aku. Lingga membentangkan kedua tangannya sambil menengadahkan kepalanya keatas dengan mata yang terpejam, kemudian aku memeluk Lingga dengan kedua tangan berada di atas area sensitif Lingga, dan menaruh daguku di bahunya Lingga, kemudian Tresha memoto dan merekam vidio adegan Aku dan Lingga.
" nah sekarang giliran kamu sha "
" lakuin seperti barusan yaa, tapi fosenya kian berhadapan saling berpelukan dan merapatkan kedua kening kalian ya "
Lingga pun turun dari depan bagian atas dan menyuruh tresaha naik ke bagian depan atas perahu. Lingga melakukan apa yang Tresha tadi lakukan, dia memoto dan merakam vidio.
Aku sangat bahagia dengan kekompakan Tresha dan Lingga, dia saling mengerti dan saling menjaga perasaan mereka. Mereka bisa berproses dengan singkat dengan keadaan kami sekarang. Terimakasih yaa Allaah.
" aa aku lapar banget nih,, cacing di dalam perut udah pada demo " ucap Tresha
" iaa sama aku juga " ucap Lingga
" Pak.. Langsung ke Glamping aja yaa " ucap ku ke supir perahu.
__ADS_1
Akhirnya kami tiba di Glamping. Aku, Tresha dan Lingga turun dari perahu dan menjajaki anak tangga yang mengarah langsung ke Bahtera Nabi Nuh.
" waaww , ternyata gede yaa perahunya "
" cuman aneh aja, kenapa gak di atas air ya membangunnya supaya terlihat nyata, nah ini dibangun diatas kebun teh " ucapku
" nah ini indonesia, apa apa di komen, apa apa di Ghibahin xixixi " ucap Lingga
" bener banget, aku setuju Lingga "
" kebiasaan masyarakat kita itu gtu, senang melihat orang lain susah. Susah melihat orang lain senang "
" membahas apa sih kalian ahahahah "
" hayukkk cepet kita naik, udah laper banget nich "
" ngoceh mulu.. Dasar ibu ibu yang punya dua mulut "
" dua mulut gimana?? Ucap tresha
" Yang satu, tempat kamu mengemut burung peliaraanku dengan mulut!! yang satunya lagi rumah singgah untuk burung peliaaraanku muntah muntah. Hahahah "
" dasar kamu yaaa "
Tresha dan Lingga saling tatap sambil menaikkan alisnya keatas dengan muka jutek, kemudian tertawa terbahak bahak.
Kami bertiga memilih tempat duduk di pojok dan memesan makanan langsung.
" kamu mau apa a?? Tanya Lingga"
" aku mau sate sama soto yaa "
" air minumnya teh hangat dan Bandrek."
" kamu sha?? Aku ayam bakar pahanya yaa"
" minumnya teh manis hangat sama air bening aja "
" oke. Kalo aku mau apa yahh,, samain sama aa aja ahh "
" ditambah pisang keju bakar, dan sop buah banjur.
Sambil menunggu makanan datang, kami bertiga lagi lagi berfoto dan merekam visi sebagai kenang kenangan. Lagi lagi Lingga memnutuh kami beradegan seperti Jack & Rose.
__ADS_1
Kami berjalan melewati para wisatawan yang sedang makan, dan langsung naik keatas bagian perahu. Aku dan Tresha berfose, benar benar beda yang aku rasa saat ini, beda dengan tadi di perahu diatas air.
Terlihat dengan jelas hamparan hijau daun teh, sejauh mata memandang di keliling gunung gunung, dan dibawah di suguhi pemandangan danau yang airnya terlihat hitam dari kejauhan. Maha besar Allaah dengan segela ciptaannya.
" indah banget yaa a "
" aku senang banget meski cintamu terbagi a "
" untung saja Lingga dan ibunya baik "
" semoga kedepannya aku, aa dan Lingga tetap akur yaa a, sampai mau memisahkan salah satu dari kita "
" aamiinn yaa Rabb"
" heyyyy kalian udah dong..."
" hehehehe sha sekarang gantian yaa sama seperti tadi "
" maaf yaa " ucap Lingga dengan cengengesan"
Lingga naik dan Tresha turun dari perahu.. Aku dan Lingga berfose seperti tadi, terlihat pengunjung disana melihat dan menatap kami dengan aneh.
Ohh ia aku lupa, tadi aku beradegan mesra dengan Tresha, dan sekarang aku dengan Lingga. Mungkin di pikiran mereka, aku bermain dengan para wanita bayaran atau mungkin di pikiran mereka aku sedang berselingkuh dengan hahaha. Asudahlah.
Terlihat dari kejauhan makanan yang kami pesan sudah di simpan di atas meja yang kami tinggalkan tadi. Kami segera turun menuju meja yang kami pesan.
Aku, Tresha dan Lingga langsung menyantap makanan kami masing masing. Terasa sangat ini makanan yang kami pesan, dengan suasana gerimis kami makan makanan pedas dan panas, kami makan dengan sangat lahap.
" emmm ini enak banget sumpah a "
" dagunyanya lembut dan tulangnya bisa dimakan!! Mungkin ini d presto dulu yaa "
" kamu jangan serakah sayang, itu tulang jatahnya Jin kata guru ngajiku "
" kamu kan manusia, masa makan makanan jin "
" biarin,,, aku nanti berubah jadi manusia jin "
" dan akan mengganggu kalian haemmmmm haemm"
" hahahaha"
" kamu tuhh yaa ada ada aja "
__ADS_1
Lingga terlihat sangat anteng dengan sate dan soto sampai sampai dia berkeringat di kening dan diatas mulutnya karena sambal pedasnya hot jeletot banget. Berbeda dengan Tresha, dia telihat biasa dengan sambal dia santap, karena dia emang seperti merak. Gak ada cabai gak makan dia.
Akhirnya healing kami selesai. Aku, Tresha dan Lingga kembali ke Vila.