Tulusku Deritaku

Tulusku Deritaku
Episode 62 # pulang


__ADS_3

Setibanya di rumah..


" Assalamualaikum "


" waalaikum Salam " jawab ibu sambil menggendong Alea "


" ehhh nak kamu pulang!! Kenapa gak bilang bilang ibu kalau kamu mau pulang"


" ia bu.. Sengaja surprise buat ibu dan Ghiffar" ucapku masuk kedalam rumah sambil menenteng koper"


" Kamu udah nemeuin isterimu a?? Ucap ibu sambil menutup pintu"


" kenyanyaa besok bu!!"


" ada hal yang penting yang aku mau bicarakan ke ibu" ucapku sambil membawa Alea dari gendongan ibu "


" Adal apalagi nak?? Tanya ibu sambil menuangkan kopi dari air dispenser "


Tok tok tok.. Assalamualaikum .


Tiba tiba pintu di ketuk Rena!! Aku sengaja tak mengenalkan Rena langsung ke ibu. Aku menyuruh Rena untuk masuk setelah aku memberi kode .


" waalaikum Salam " ucap ibu !"


Setelah ibu menjawab salam dan membuka pintu. Ibu terdiam mematung sejenak, dia memperhatikan rena dari atas hingga ke bawah.


" astaghfirullaah " Apa aku tidak salah lihat!" ucap ibu sambil menepuk nepuk pipinya "


" maaf ada perlu apa ya? Tanya ibu ke Rena"


" perkenalkan bu saya Rena!! Ucap Rena sambil mencium tangan ibu"


" aku Rena, aku anaknya Pa.Dahlan yang waktu itu menabrak mas Achsand " ucap Rena.


" nak" ucap ibu ke arahku sambil masih memegang tangan Rena"


" Apa ibu tidak mimpi nak??" ucap ibu bertanya keoadaku"


" ayaaaaaaaaahh" terdengar suara Ghiffar memanggilku dari lantai dua, dia berlari dan menghampiri dan memeluk tubuhku yang sedang menggendong Alea" tiba tiba.


" ibu??" ucap Ghiffar menatap ke arah Rena"


" ibu hidup lagi ?? Ucap Ghiffar sembari mencium tangan Rena"


Ibu dan Ghiffar terlihat bingung dan aneh dengan kedatangan Rena. Mereka seolah tak percaya, apa yang mereka saksikan di hadapannya.


" ibu, Ghiffar sini " ucapku sambil berjalan ke ruang tamu"


" maju juga ke sini rena"


Ibu menutup pintu dan menuntun Ghiffar ke ruang tamu.


" sayang beliin jus buat tante Rena gih!" ucapku menyuruh Ghiffar "


Ghiffar beranjak pergi ke kedai sebelah rumah, dia mengambil uang dari Rena sambil memperhatikan Rena.


" nak " ucap ibu sambil menoleh ke arah Rena"


" ia bu" Rena mirip banget dengan Almarhum isteriku Tresha " ucapku sambil membawa album foto dan memberikannya kepada Rena"


" gini bu! Aku mau menikah dengan Rena"


" Apaaaaaaa? Ucap ibu terperanjat kaget mendengar perkataanku mau menikah lagi"


" ibu gak salah dengar nak??"


" bagaimana dengan Lingga??"


Aku menceritakan semua maksud dan tujuanku datang bersama Rena. Sejak aku bertemu dengan Rena, aku langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Begitupun dengan Ren.

__ADS_1


Aku juga memberitahu keadaan aku sebenarnya, dan Rena pun tidak mempermasalahkannya.


Pa.dahlan juga sudah melarang Rena untuk mencari penggantiku, namun Rena keukeuh tidak mau! Dia hanya mau menikah denganku.


" untuk ibu pribadi, ibu tak ka melarang apalagi keberatan nak"


" cuman kalo Lingga tau, apakah dia akan menerimanya "


" kamu sudah Memikirkannya Mateng mateng nak??"


" aku sudah memikirkan mateng bu"


" aku tak mau munafik, aku sudah mencintai dan menyayangi Rena"


" apakah karena Rena mirip Tresha??" Tanya ibu"


" bisa di bilang begitu juga bu"


" jadi ibu sekarang harus gimana a??"


" ibu bantu aku menjelaskan maksud dan tujuanku sama Lingga bu"


" sumpah... Aku bingung"


Ibu menyruhku untuk berpikir ulang, apalagi Lingga belum lama melahirkan anaku! Ibu takut kejadian yang tidak di inginkan terjadi.


Namun aku keukeuh dengan kemauanku!


" Kalau ibu tidak bisa membantu, biar aku saja yang bicara langsung ke Lingga bu!"


" Cuman aku mau nanya ke ibu! Apa ibu merestui hubungan kami bu??"


" aku gak mau menikah tanpa izin dan ridho ibu "


" lebih baik kamu bicara, dan menjelaskan langsung ke Lingga nak"


" ini urusan kalian"


" cuman ibu gak bisa bantu membicarakan ini semua kepada Lingga"


Ibu menatap Rena kemudian memeluknya. Ibu memeluknya dengan sangat lama! Ibu menceritakan kepada Rena, semenjak kepergian Tresha ibu kewalahan menghadapi sikap Ghiffar! Apalagi ibu sambil mengurus Alea.


" Kamu sudah memikirkan dengan matang Nak" Tanya ibu ke Rena "


" sudah bu"


" Maafin say yaa bu! Bukan maksud hati untuk menjadi benalu dalam rumah tangga mas Achsand dan Lingga"


" Tapi entah kenapa hati saya sulit untuk jauh dari mas Achsand"


" sebenarnya saya sudah memutuskan untuk tidak menikah bu, tapi entah kenapa setelah ketemu mas Achsand saya seolah lupa"


" yaudah.. Ibu mengerti"


" Tapi kamu tidak keberatan dengan kehadiran kedua anak dari almarhum Tresha??" tanya ibu ke Rena"


" gak apa apa bu"


" kalo mbak Lingga menyetujui pernikahan kami, aku dan mas Achsand akan membawa Ghiffar dan Alea bu"


" kalo perlu, Lingga juga bisa ikut sama anaknya"


" biar kita ngumpul bareng"


Terdengar suara pintu. Terlihat Ghiffar membawa Jus dan makanan lain yang dia bawa.


" ini tante ucap Ghiffar sambil memberikan jus dan makanan"


" Makasih anak ganteng" ucap Rena

__ADS_1


" ini apa??" Tanya Rena sambil menunjuk ke kantung platina yang Ghiffar berikan"


" ini pisang keju sama lumpia basah tante"


" tadinya aku mau beli jus doang, tp setelah ingat tanteu mirip ibu! Ghiffar langsung ingat makanan cemilan kesukaan ibu. Makanya Ghiffar beli lumpia sama pisang keju"


Ucap ghiffar sambul berkaca kaca mau menangis"


" ohh gitu ya! Makasih anak ganteng! Ucap Rena sambil memeluk Ghiffar ".


Ghiffar menangis tersedu sedu, terlihat dia sangat kehilangan kepergian Tresha!


" tante ko bisa mirip sama ibu??"


Terlihat Rena pun menangis!!


" Ghiffar bisa panggil tanteu ibu atau mamah sayang"


" anggap saja tanteu ibu kamu sendiri! Kalau ghiffar mau apa apa bilang ya"


" ia bunda " ucap Ghiffar"


" nah boleh juga bilang bunda!! Sekarang ghiffar mau apa?? Coba bilang sama bunda"


" ghiffar mau main di time zone bunda"


" sudah lama ghiffar belum main lagi semenjak ibu meninggal"


" mau kapan?? Sekarang?? Hayuuu"


Rena mengajak Ghiffar dan ibu ke mall. Terlihat Ghiffar sangat senang, begitupun ibu! Ibu seolah terlepas beban setelah kepergian Tresha.


Ghiffar dan Rena langsung klop, Rena berhasil menggantikan peran Tresha. Aku yang tadinya bingung mau menyampaikan apa, sekarang aku berbesar hati untuk menjelaskan kepada Lingga.


" kami berangkat dulu yaa mas" ucap Rena " sambil masuk kedalam Grab car, di susul ibu menggendong Alea"


" dadah ayahhh! Ucap Ghiffar sambil melambaikan tangan nya"


" ia hati hati yaa "


" aku sekarang mau menemui Lingga "


" nanti aku kasih kabar"


" untuk sementara, nanti kamu pakai kamarku untuk tidur "


" baik mas"


*******'***


" Tok tok tok.. Assalamualaikum ! Ucapku


" waalaikum salam " aa kamu pulang?? Ucap Lingga sambil membukan pintu??"


" kenapa gak bilang bilang " ucap Lingga sambil menutup pintu"


Lingga memeluk dan menciumku dengan sangat lama!.


" surprise dong" ucapku sambil memberikan oleh oleh ".


" ohh iaa.... Anak kita mana??"


" dede di bawa ibu arisan mas!!"


" gimana nanti kalo nangis?"


" dede minum susu formula juga mas"


" asi aku belum normal "

__ADS_1


Lingga memegang tanganku dan membawaku ke kamar. Dia terlihat sangat bahagia dengan kepulanganku, apalagi aku dan Lingga sudah tak bertemu hampir 3 bulan


Setibanya dikamar, seperti biasa dengan ke agresifannya Lingga mendorong tubuhku ke tempat tidur.


__ADS_2