Tulusku Deritaku

Tulusku Deritaku
Episode 12 # Ketemu Mantan


__ADS_3

Melly bilang sekolah ini keadaanya memprihatinkan. Ada seorang pengedar narkoba berkeliaran dan memasoknya dan menjualnya ke murid murid disini. Awalnya dia memberikannya gratis, barangnya itun seperti permen katanya.


Ada juga kasus guru yang melecehkan murid, dan melecehkan sesama guru lainnya. Aku terdiam dan kaget setelah melly bercerita seperti itu


Muthi juga mengatakan, dibelakang sekolah belum lama ini ada yang meninggal bunuh diri, dikarenakan anaknya salah satu murid disini menjadi pecandu narkoba.


Sejenak aku berpikir, apa maksud dari semua ini,, Allaah menempatkan aku bekerja dilingkungan seperti ini, pasti bukan tanpa sebab dan alasan. Aku ingat perkataan guruku " Allaah tidak akan membebani seseorang diluar batas kemampuan orang tersebut "


Terdengar suara lonceng sekolah.


" sekarang jadwal pelajaranmu achsand, kamu masuk kelas 7b, waktumu 45 menit" ucap Melly


Lalu akupun pergi menuju kelas 7b.


" Assalamualaikum anak anak.. Perkenalkan bapak guru baru disini, nama bapak Achsand Raksa Wijaya


" wah namanya mirip yang dipelajaran IPS sejaran" sahut salah seorang murid


" mata pelajaran yang akan bapak ajarakan kekalian adalah Aqidah Akhlak. Kalian harus semangat belajarnya yaa!! Kita mulai sekarang.


" ohh ia lupa. Akan bapak absen satu persatu ya, supaya bapak tau nama dan wajah kalian.


Ku absen murid satu persatu, dan kusuruh mereka juga memperkenalkan diri mereka juga. Banyak momen yang membuatku tersenyum dan tertawa terbahak bahak metika kuabsen dan meraka langsung berdiri meperkanalkan diri sendiri.


Kubaca Absen dengan nama nama yang unik dulu,, lalu aku tertawa geli, tertera nama siswa "Kaisin", setelah kusebut namnaya, dia mengacungkan jari telunjuknya keatas lalu


" hallo bapak Raksa Wijaya perkenalkan nama saya KAISIN, bapak jangan tertawa memanggil namaku, memang namaku terdengar aneh, tapi itu nama pemberian kakekku keturunan Jepang. Makanya namaku Kaisin.


Mendengar Kaisin begitu aku dan semua murid yang berjumlah 40 orang tertawa terbahak bahak, dia bicara menirukan gaya Spongebob Squarpant. Kami tertawa sampai mengeluarkan air mata karena kelakuan Kaisin. Dan banyak lagi kejadian yang membuat kami senang dihari pertamaku sebagai guru.


Sepulang darin sekolah, kucertikan semua dirumah kepada Tresha dan ibuku yang kebetulan ada diwarung waktu itu, merekapun tertawa. Tak lupa kuceritakan pula yang diceritakan Melly dan Muthi, Tresha dan ibu menggeleng gelengkan kepalanya.


********


Terlihat cahaya kilat, disertai gemuruh angin dan suara petir, akhirnya hujan turun dihari itu. Banyak pengendara motornyang berhenti diwarungku karena kehujanan, warungku seketika rame dengan yang belanja. Mereka kebanyakan memesan susu dan kopi untuk menghangatak tubuh dan menunggu hujan reda.


Lalu terlihat diseberang jalan, dengan jarak pandang yang kurang jelas ditambah mataku yang selinder,samar samar aku melihat Rika sedang berteduh dibawah pohon, sedangkan tukang ojegnya berlari kewarungku untuk berteduh. Akupun memanggil ibu


" bu, apa aku gak salah lihat?? Itu yang disebrang jalan Rika kan

__ADS_1


" mana a!! Ooh ia itu Rika a


"ambil payung dan jemput dia a!! Ibu takutnya kenapa nala, apalagi ini hujannya deras disertai petir.


Lalu aku berlari menghampiri rika dangan payung yang kubawa.


" Rika, kenapa kamu berteduh disini??. Ayo ikut aku kerumah


"engakkk a, aku gak bisa berteduh dirumah bibi, lebih baik aku berteduh disini saja."


"nanti kamu sakit loch ka, liat tuh pakaianmu udah basah kuyup begini.. Hayu hayu ikut aku"


Dengan nada lemah dan memalingkan wajahnya, dia berkata. Rumah itu saksi kita a, banyak kenang kenangan aku dan kamu dirumah itu. Sementara sekarang aa sudah menikah dengan Tresha dan tinggal dirumah itu. Bagiku terasa sangat sakit a.


" nanti ibuku marah ka ayo ikut aku!!.


Terlihat dari warung Tresha memperhatikan kami berdua, dari raut wajahnya terlihat dia cemburu.


Duar......cahaya kilat disertai petir terdengar sangat keras, hingga rika secara replek memeluku karena kaget, rambutnya yang basah, membuat pakaianku ikut basah.


Lalu ibu menghampiri kami, ibu memaksa Rika untuk berteduh dirumah, sedangkan Rika tetap tidak mau! Rikapun menjelasakan keibu alasanya, ibupun mengerti. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, akhirnya ibu memutuskan membawa Rika kerumah tetangga diseberang warung.


Lalu akupun kembali kewarung, terlihat Tresha sangat kesal melihat kejadian tadi. Wajahnya memerah sesekali menggeleng gelengkan kepalanya, seolah ia tak percaya apa yang baru ia saksikan.


" kamu kenapa sayang, ko cemberut begitu??


Mukamu kaya celelngan plered tau, cantiknya hilang loch"


"enggak a, aku gak apa apa"


" kalo gak kenapa napa, jadi BIMOLI


" bimoli?? Apa bimoli a??


" bibir monyong lima mili wkwkwkwkkwkw


Treshapun ikut tertawa. Namun setelahnya.


" Jadi ini ya a yang kamu rasakan waktu itu?? Dulu kamu mendengar percakapanku ditelpon dengan mantanku, sebegitu marahnya kamu."

__ADS_1


"Barusan aku melihat aa sama Rika, betapa panas sakitnya aku. Panas hati ini a."


Lalu akulu tersenyum dan memeluk tresha.


" Alhamdulillah alaa kulli hal. Aku senang mendengarnya sayang. Berarti kamu sudah berubah, prosesmu melupaknnya berhasil, buktinya kamu cemburu melihat kejadian barusan."


" meskipun kamu tau, cinta dan sayangku hanya untukmu, tapi kamu meresponnya begitu. Aku bahagia sangat sayang.


"meskipun aku belum tau sepenuhnya, apakah perasaanmu sudah benar benar untuku sekarang"


Terdengar suara dari yang pembeli yang menanyakan jumlah yang dimakannya, pertanda hujan telah reda. Kamipun senang mendapat uang yang lumayan dari orang yang berteduh.


Lalu aku pamit untuk menunaikan sholat ashar berjamaah dimushola sebrang rumah bibiku, sambil mengecek keadaan Rika yang sedang bersama ibu.


" a, bia antrin rika kerumahnya gak


" biar nanti ibu yang jelasin ke isterimu


" gak perlu, biar rika pulang sendiri


" rika gak mau terjadi kesalah fahaman dirumah tangga aa, rika bisa pukang sendiri naik ojeg bu.


" yaudah kalau itu kemauanmu,


" jaga dirimu baik baik yaa sayang


" kamu harus tetap sehat, semangat menjalani hidupmu yang masih panjang.


Rikapun pulang dengan ojeg yang ibu pesan. Akupun melanjutkan sholat asar ke mushola. Selesai solat aku termenung memikirkan perbadaan sikap ibu ke Tresha dengan sikap ibu ke Rika sungguh beda. Aku membayangkan kalau saja aku menikah dengan Rika, ibu pasti sangat bahagia. namun takdir tuhan berbicara lain!!


Benar kata guru ngajiku " boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu amat buruk bagimu,, dan boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu baik bagimu,, Tuhan mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui"


Hujanpun kembali turun dengan sangat deras, namun kali ini tidak disertai kilat dan petir. terdengar suara pintu mushola terbuka


" aa hayuk pulang


Tresha menjemputku. Kamipun pulang dengan berpayung bersama.


Sesampainya dirumah betapa kagetnya aku melihat...........................

__ADS_1


__ADS_2