Tulusku Deritaku

Tulusku Deritaku
Episode 8 # Memaafkan


__ADS_3

Tresha berusaha memotong pembicaraku


" dengerin dulu penjelasanku a,"


" ini tak seperti yang kamu bayangkan "


" aku akui, memang aku yang salah," aku yang mengangkat telpon dan menyembunyikannya dari aa "


" itu kamu tau, kenapa kamu lakukan "


" seandainya kamu tau pengorbananku untuk semua ini sha!! "


" kamu tau kan gimana sayangnya aku dan ayahku sha "


" kamu tega yaa sha "


" kamu taruh otakmu dimana?? Kamu tuh egois tau ga?? Kamu hanya memikirkan diri sendiri, tanpa memikirkan perasaan orang lain "


" kalau hatimu masih untuk yang lain, kenapa kamu bersedia menikah denganku sha?? "


" seharusnya kamu jujur dari awal, biar tidak ada yang tersakiti seperti ini. "


" maafin aku a "


" aku akui yang salah "


" tapi aa juga jangan melihat dari sudut pandang aa sendiri."


" coba aa pikir, kalau aku tidak cinta dan sayang sama aa, kenapa aku mau menikah dengan aa? "


" semua orang punya masalalu a, semua orang pasti melakukan kesalahan, apalagi aku a "


" kemarin aku bilang aku masih menyayanginya bukan berarti aku cinta padanya a "


" aku hanya berusaha menenangkan dia, dia sudah dua kali aku tinggal nikah, kemarin waktu ditelpon dia bilang mau mengakhiri hidupnya, replek aku menjawab masih menyayanginya. "


Kepalaku terasa mau meledak, ingin menampar dan memukul Tresha waktu itu, namun aku tak bisa. Memarahinya malah membuatku semakin terluka, aku tak bisa munafik, meskipun marah semeledak ini aku tetap mencintai dan menyayanginya.


" Sekarang jawab dengan jujur sha"


" ingat Allaah maha tau segala isi hati, mulut dan lidahmu bisa berbohong, tapi tidak dengan sorot matamu "


" tatap mataku dalam dalam, sekali lagi aku bertanya"


" APAKAH KAMU MASIH MENCINTAI DAN MENYAYANGINYA SHA????????


Dengan menundukan pandangan dan berusaha menahan malu, diiring isak tangis dia menjawab.


" IA A, AKU MASIH MENCINTAI DAN MENYAYANGINYA "


" maafin aku a "


" kasih aku kesempatan untuk memperbaikinya, aku akan berusaha melupakan dia, aku sayang aa "

__ADS_1


"bantu aku melupakannya a"


Akupun tersenyum dan memeluk dia, dia menangis dipelukanku dengan penyesalannya. Akupun tak mau seperti orang kebanyakan, aku lebih memilih memaafkan dan memberi kesempatan kepadanya untuk memperbaikinya.


Aku kesampingkan rasa sakitku, sesesakali aku memikirkan kalau ayahku tau, mau sesakit dan sekecewa apa dia, apalagi dengan ibu, orang yang kurang setuju dengan pernikahanku. Aku berjanji pada diriku sendiri, kan kukubur dan kurahasikan semua ini.


*******


Waktu malampun tiba, kami berdua menjadi canggung. Tak ada yang mau menyapa satu sama lain, ditempat tidur kami sibuk dengan hp masing masing. Sesekali bernyanyi mengikuti alunan music MP3 untuk mencairkan suasana, tak lama kamipun tertidur.


Keesokan harinya aku siap siap untuk kuliah, aku pulang kerumah untuk membawa buku yang belum sempat aku bawa sewaktu pindah.


" mau kemana pagi pagi gini a " tanya ibu


" aku mau kuliah bu!! Ayah sudah berangkat kerja belum bu??" "


" ayahmu dari subuh sudah berangkat a " emang kenapa a??"


"ya tadinya aku mau ikut pergi bareng bu, kepalaku pusing dan badanku gak enak."


Akupun kembali kerumah bibi, dengan membawa nasi kuning dan bubur yang aku beli untuk sarapan pagi bersama Tresha.


Terlihat Tresha sedang menyapu halaman rumah dengan daster batik yang ia kenakan, rambut lurusnya ia ikat seperti potongan rambut sumo. Dia terlihat cantik meskipun belum mandi pagi itu.


" kamu mau kemana a"


"aku mau kuliah sayang" masih dengan nada canggung


"yu masuk, kita sarapan dulu"


"udah sayang kamu, kamu jangan banyak pikiran, yang lalu biarkan berlalu, anggap aja kejadian kemarin seolah olah gak ada, lagian aku juga sudah tidak apa apa"


"aku malu a, aku gak enak sama aa"


"udah udah, cepet makan gih keburu dingin"


Akupun beranjak untuk mencuci motor yang belum sempat kubersihkan sepulang dari pangandaran, sedangkan tresha pergi mandi. Selepas itu aku mau pamit untuk berangkat kuliah


" tunggu tunggu tunggu a, aku ikut"


Dengan kemeja putih dan celana jeans hitam senada dengan sapatu conversnya, tresha langsung naik memelukku dari belakang.


" aku ikut ya a"


" aku mau kuliah dodol, bukan mau pacaran "


"ihh aa, aku gak ada temen dirumah"


" terus kamu nanti mau tunggu dimana?? Malu tau ahh!!


" ko malu bawa istri sendiri a "


" Yaudah kamu ikut, tapi kamu tunggu d rumah paman ya, pulangnya kuliah kita main "

__ADS_1


Letsssssss goo


Ku gas kuda besiku, dengan perasaan aneh, senang bercampur sakit masih kurasakan saat itu, jujur kejadian kemarin membuat aku trauma. Terlihat amper bensin digaris merah, aku berhenti disebuah pom. Kumengantri agak panjang waktu itu, langkah demi langkah mendekati giliranku, sampai akhirnya bensin motorku full, akupun melanjutkan perjalanan kuliahku.


Ditengah berkendara hp terus berbunyi sampai beberapa kali, namun tak ku angkat karena atakit kesiangam jadwal mata kuliah. Teelihat lampu merah dikejauhan akupun berhenti, dengan kemacetan dan bisingnya suara kendaraan, belum lagi asapnya yg membuat hidungku tak enak. Terdengar laginsuara telpon dari hp, lalu ku angkat


" aa km dimana?? Kenapa aa tinggalin aku d pom?? ".


" tadi aku panggil panggil aa malah pergi" Dengan nada panik dan kesal


Astaghfirullaah, karna masih terbawa suasana, dan takut kesiangan, aku sampai terlupa berangkat bersama tresha, tresha pun tertinggal d pom bensin akibat ketidak fokusanku.


" yaa Allaah,, maafkan aku sayang"


" km sekarang dimana??


" aku malu tau, tadi aku diketawain banyak orang"


" aku mau naik, aa langsung maju"


" aku sekarang di mushola deket toiler pom yang tadi"


Setelah menutup telpon, akupun putar arah, kutarik gas motorku dengan kencang, berharap tidak terlambat masuk kuliah. terlihat dari kejauhan gestur tubuh tresha kesal, lalu kudeketati dia dan meminta maaf. Dengan tangannya dia memukul punggung dan mengomeliku.


Tadinya aku mau menitipkan tresha dirumah paman, namun dengan keadaan seperti ini, akupun memutuskan membawa tresha ketempat kuliahku.


Setiba diparkiran universitasku


" kamu mau tunggu dimana sayang??"


" aku tunggu kamu dikantin aja ya!!"


" jangan yang, dikantin sini banyak orang jahat loh, mendingan kamu tunggu di warnet aja ya!!"


"warnet disini aman, cowo sama cewe dipisahin tempatnya"


"aku anter kamu sekarang ke sebrang jalan yaa, tuh warnetnya kelihatan"


Akupun mengantarkan tresha kewarnet, lalu beranjak melanjutkan jam kuliahku. Suasana kelas seketika rame dengan kedatanganku, beberapa teman mengucapkan selamat atas pernikahanku. tiba tiba kelaspun hening dengan kedatangan dosen mata kuliah yang akan segera memeberikan pelajaran, tak lupa ia pun mengucapkan selamat dan memberikan amplop sebagai kado karena tak sempat datang keresepsi pernikahanku.


Terdengar suara bell tanda waktu istirahat, akupun pergi kekantin untuk mengisi perutku. Tak lupa aku telpon bagaimana keadaan Tresha diwarnet.


" cie cie pengantin baru nie yech" pak, kusnadi beserta istrinya menghampiriku, mereka yang punya kantin langgananku


" gimana lancar bulan madunya sand??"


" ehh pak, bu,, alhamdulillaah lancar jos gandos teros pa ahahaha"


" hari ini kamu mau makan apa??"


" ohh ia, spesial untuk hari ini, km makan gratis sand." "


" anggap saja ini hadiah, karena bapak dan ibu tak bisa datang kepernikanmu. "

__ADS_1


" asyikkk... Okee, aku mau lumpia basah, ditambah bakso, sama minumnya jus Alpukat pakai cappucino ya pa!! Lalu kubisikan ketelinga pak kusnadi " Sama nasinya juga ya pa ahahahaha


Ketika aku sedang lahap makan, tiba tiba istrinya pak kusnadi menghampiriku, lalu bertanya tentang keadaan Rika, akupun syok, ternyata.........


__ADS_2