
Aku terbangun dari tidur karena ingin kencing, kulihat jam baru jam 02.00 wib. Aku melirik kesebelahku Tresha tidak ada, Lalu aku pergi kekamar mandi, terlihat tresha sedang tidur bersama ghiffar diruang tamu. Dengan masih terkantuk kantuk aku berjalan kekamar mandi seperti zombie di film resident evil yang sedang kelaparan.
Akupun kencing dengan posisi jongkok, karna masih terkantuk kantuk malam itu aku tak seperti biasanya, aku balik kekamar tanpa wudhu dan sholat tahajud.
" hatiku bicara, yaa Allaah maafkan aku, aku ngantuk banget aku tak bisa melaksanakan sholat tahajud dan berdzikir seperti biasa,
Akupun kembali untuk tidur, dan membangunkan Tresha untuk pindah kekamar tidur bersamaku. Treshapun bangun dengan lucu, dia berdiri dan berjalan sempoyongan dengan mata yang masih merem karena kantuk. Akupun tertawa melihat jalanya seperti orang mabuk.
Suara adzan subuh terdengar, akupun bersegera kekamar mandi untuk berwudhu, dan bersegera berangkat kemesjid agung untuk sholat berjamaah. Setibanya dimesjid, imam sholat yang bertugas seperti biasanya tidak ada, jadi marbot masjid menyuruhku untuk menggantikanya. Dan akupun sholat untuk pertama kali sebagai imam dimesjid agung, ada rasa gugup karna ini pertama kalinya aku mengimami dengan makmum yang banyak.
Sepulang dari mesjid perutku terasa lapar, lalu memutuskan untuk membeli makanan diara sekitaran masjid, terlihat ada tukang nasi kuning, tukang gorengan, dan tukang dagang lainnya, namun aku memelih untuk membeli bubur ayam kesukaan Tresha dan Ghiffar.
Sesamapainya dirumah, aku melihat hp tresha yang sedang d charge menyala, terlihat ada panggilan tak terjawab masuk, dan ada notifikasi dari aplikasi Path. Lalu aku buka, nomer panggilan yang masuk ternyata nomer baru tidak ada daftar nama, lalu kubuka aplikasi path Tresha.
" astaghfirullaah yaa Allaah
Untuk yang kedua kalinya aku sakit dan kecewa lagi, kali ini tresha berbalas chat dengan mantanya yang sama. Lalu aku bangunkan Trehsa dan Ghiffar untuk sholat. aku memutuskan untuk menahan sejenak kesal dan kecewaku, karena aku tak mau ribut didepan anak dan mertuaku.
Lalu kusiapkan bubur yang aku beli tadi, aku bertingkah seperti tidak ada apa apa didepan mereka.
" terima kasih ya yah, kebetulan aku sedang lapar banget" ucap anaku
" ohh ia ayah, itu ada surat undangan rapat dari sekolah, ayah harus datang yaa
" ia ayah ntar kesana, ayo makan dulu buburnya nanti keburu dingin, gak enak lohh
Aku melihat jam, waktu itu pukul 07.45, aku mengantarkan mertuaku ketempat usaha salonnya dipasar, bersama dengan Ghiffar berangkat sekolah. Pikiranku campur aduk waktu itu.
Sesudah mengantarkan mertua dan ghiffar, aku besergera pulang kerumah mertuaku, sudah gatal lidahku ini ingin segera meminta penjelasan dan pengakuan Tresha. Sesampainya dirumah tresha sedang mencuci piring, lalu aku memanggilnya.
" bentar dulu a, ini tanggung diki lagi
" aa tadi subuh gak langsung mandi a??
Tresaha mengira aku memanggilnya, aku mau mandi dan berangkat kesekolah untuk bekerja. Lalu
" sha aku mau bertanya, kamu jawab dengan jujur ya
__ADS_1
" mau bertanya apa a?? Keliatanya serius banget a, biasanya panggil sayang, ko sekarang panggil nama a??
" gini ya sha,,, tadi aku sepulang dari mesjid, aku melihat dan membaca isi pesan Path kamu dengan mantanmu
Terlihat muka tresha langsung pucat pasi, dia mendunduk, tangannya dan tubuhnya bergetar.
"kamu dulu pernah bilang, dan berjanji untuk tidak mengulanginya
" tapi sekarang buktinya apa sha??
" maaf aku khilap" ucap tresha, dengan nada terbata bata karena malu
" gini ya sha.. Aku cuma mau bilang, kalau kamu sudah bosan, bilang!! Jangan kaya gini, ada apa apa bisa dibicarain, kita selesaikan bersama, bukan cari tempat yang lain sha!!
" ingat, kita ini udah 8 tahun menikah sha, bukan waktu sebentar
Entah bodoh atau tolol, niat hati mau berontak memarahi, namun faktanya aku malah lemes dan loyo. Tak kupungkiri rasa sakit dan kecewa ini, masih kalah dengan rasa cinta dan sayangku untuknya.
" aku cuman mau jawab, sebelum kamu bilang sha
" mau berapa kalipun kamu berbuat salah, aku akan selalu memaafkan mu.
" sakit loch sha diginiin
" ohh ia satu lagi sha, prinsip aku aku tak akan mengakhiri apa yang aku mulai.
Lalu tresha memeluku dengan erat, meminta maaf, dan tak ada kata lagi yang keluar dari mulutnya. Akupun pergi kekamar mandi dan bersegera untuk berangkat keseskolah untuk mengajar.
" ohh ia aku lupa sayang, nanti ada rapat jam 9 disekolah Ghiffar, kamu datang yaa?? Hari ini jadwalku full, jd aku gak bisa datang.
Lalu akupun berangkat, setibanya disekolah terlihat Melly sedang berada diruang pramuka, dia melambaikan tangan dan memanggilku untuk kesana, terlihat dari raut wajahnya dia sedang gembira. Lalu akupun menghampirinya.
" selamat pagi Bapak Achsand yang terhormat!!
" apa pagi ini bapak sibuk??
" saya harap bapak sedang tidak sibuk"
__ADS_1
" karna aku lagi butuh bantuan untuk curhat,
Mendengar melly bercanda seperti itu akupun tertawa, tanpa sengaja aku merangkulnya, terlihat mukanya memerah.
" cie cie kayanya ada sedang bahagia nich
" dari bau baunya, seperti sedang dimabuk cinta
" apaan sich pa" dengan nada malu
" gini yaa pa, sebentar lagi akan segera diselenggarkan kemah akbar di Malingping, aku harap bapak mengusulkan aku yang menjadi pembantu pembina yaa paa?? Pelissssssss
" wani piro?? Ahahahaha
" ihh bapak, jangan gtu dong.. Dari dulu aku sd sampai sekarang, aku belum pernah merasakan suasana pramuka pa. Ini akan menjadi sejarah dalam hidupku
" bapak bilangin ke Pak. Yusup yaa pa
Lalu aku mengiyakan keinginan melly, dan melly pun senang.
Akupun pamit dan bersegera keruang kerjaku. Diruang kerjaku, aku merenung mengingat kejadian tadi subuh, aku masih tak percaya Tresha berbuat demikian, dan yang paling aku kesal, mengapa akun selalu memaafkannya. Padahal jelas sakitnya terasa menghujam jantung hatiku.
Tresha sudah menancapkan paku luka untuk yang kedua kalinya. Semua itu membuat aku trauma, dan hilang kepercayaan pada tresha, namun yang lebih aneh kenapa aku diam dan bertahan, padahal aku tau di hatinya bukan miliku. Aku seperti hidup dinyanyian lagu dewa 19 milik ahmad dani "cintaku bertepuk sebelah tangan".
Suara lonceng terdengar, terlihat guru dan rekan yang lain memasuki kelas untuk mengajar, sedangkan aku dan melly tidak. Melly karna jadwal piket, sedangkan aku berbohong ke Tresha jadwal full, karena untuk menghindari pertengakaran karena kejadian chat Path subuh tadi.
Pak. Yusup. Menghampiri kami.
"achsan kamu sudah susun rencana untuk kegiatan Pramuka?
" sudah pa!! Ohh ia pa, boleh gak aku usul, aku butuh satu orang pembina lagi untuk membatuku, dan kebetulan bu. Mell bersedia membantu pa!
" bapak percayakan, dan serahkan semuanya kepada sand
" ohb ia, dan yang paling penting tidak menggangu belajar mengajar siswa yang lain.
" semoga kalian sehat, dan bisa membawa prestasi bagi sekolah ini ya sand,
__ADS_1
Melly pun terlihat bahagia mendengarnya, dan kamipun segera menyusun strategi dan akan segera merapatkannya dengan pihak pihak yang terkait.