
" diumurku yang sudah 30 tahun lebih, aku tak seberuntung kamu. Aku gagal nikah tiga kali." alasannya sepele, hanya karena dandananku yang tomboi seperti sekarang ini, ketiga calon mertuaku tak merestui.
" sedih, kecewa sih ia, tapi aku sadar semua ini kesalahanku!! Sebagai seorang muslim, seharusnya aku berdandan sebagaimana yang Allah dalilkan di alquran, dan dicantumkan oleh Rasulallaah dalam haditsnya.
" Yang aku bikin aku salut lagi!! dari ketiga laki laki tersebut, mereka semua menuruti apa yang ibunya katakan,, meski kalau dengan nafsu dan logika merka bisa melawan, namun mereka lebih memilih taat.. Karena perkataan dan naluri sebagai seorang ibu itu sangat sensitive dan kuat.
" bentar.. Bentar.. Maaf yaa.. Apa selama ini kamu gak kepelikiran untuk merubah dandanan cara berpakaian kamu Lingga??
" hmmmmm.. Sudah sich, malah pernah aku memekai jilbab dan berdandan syar'i. Mungkin ini pembenaran aku,, karena niat aku bukan karena Allaah dan Rasulnya, selama memakai itu aku gak nyaman! Malah aku terlihat seperti munafik. Aku sudah berusaha semaksimal mungkin menurut aku, prosesnya waww.
" dan aku berharap allaah menurunkan keajaiban dibalik semua usahaku untuk menjadi lebih baik lagi, berupa mengirimkan seseorang yang akan menjadi wasilahku."
Mendengar jawaban Lingga.. Tresha terdiam, di balik dandanannya yang tomboi seperti penyanyi luar negri PINK, Lingga mempunyai hati bersih.
" rencana kamu kedepannya gimana Lingga??.
" rencana?? Gak tau sich.. Tapi kayanya aku akan membantu suami kamu untuk memulihkan ingatannnya, seperti yang mamah bilang, dan ini usulan dari dokter juga! Kamu keberatan gak sha??
" ohh gtu yaa.. Keberataan sich engga! Tapi ada hal yang aku takuti!!"
" takut?? Takut apa??"
" aku takut kedekatan kamu dengan suamiku selama pemulihan, membuat posisiku terancam." kamu ngerti kan maksudku Lingga "
" hmmmmmm. Ia sich,, ketakutanmu itu masuk akal juga!!
Tapi maaf yaa,, klo aku ada di posisi kamu, aku akan melakukan semuanya demi kesembuhan Achsand,, karna aku yakin yang sudah menjadi miliku, tak akan Allaah rubah menjadi milik orang lain, semua sudah tertakar dan tak akan tertukar.
Tresha merenung dengan waktu yang sangat lama.
" ohh ia, kalau kamu memutuskan begitu, kedua orang tuamu gimana?? Pekerjaanmu juga!!
" orang tuaku sudah berpisah Sha!! Aku juga korban dari keegoisan mereka. Kalau kerjaan, aku hanya jualan online di medsos. Jadi aku bebas melakukan apa pun yang aku mau, tidak terikat seperti mereka yang di bawah telunjuk orang lain. Tinggal pintar pintarnya kita mengatur waktu.
Tiba tiba ibu menelpo Tresha, ibu menyuruh Tresha untuk membeli makan untuk Ghifaar. Ibu juga menyuruh Lingga agar cepet kembali menemaniku.
" kamu darimana Lingga??
" kamu habis pergi darimana dengan wanita itu??
" maaf sand, aku barusan dari Restoran dengan sahabatku ini."
__ADS_1
Mendengar aku bertanya begitu terlihat Tresha sangat sedih, dia saling bertatapan dengan ibu. Dia seolah tak percaya aku akan seperti ini.
" Tok... Tok.. Tok..
" Permisi, salamat siang".
Keluarganya pak alwin ditunggu diruangan dokter,"
" baik terima kasih Suster "
Ibu dan Tresha segera menemui dokter.
" tante... Kenapa ayah jadi seperti ini?
" aku kangen ayah yang dulu tante, apakah ayah akan ingat lagin sama semuanya tante??"
" dengerin tante anak ganteng, Ghiffar harus meminta kepada Allaah setiap sudah melakukan sholat, Ghiffar minta sama Allaah agar ayah Ghiffar cepet sehat"
" ia tante bismillaah.. Tapi tolong bilangin sama ayah, Ghiffar mau menunggu ayah disini dengan tante, Ghiffar gak mau ninggalin ayah, Ghiffar mau disini sampai ayah sehat.
" baik anak ganteng.. Nanti tante akan bicara sama ayahmu yaaa,, tante akan laksa ayah kamu,. Supaya ghiffar bisa jagain ayah Ghiffar.
Kebersamaan Ghiffar dan Lingga membuatku tersentuh saat itu.
" sand boleh gak anak sahabatku disini menemani kita??
" jadi kita disini ada temen"
" terserah kamu Lingga, yang penting kamu senang"
" asyiiiiiik jadi Ghiffar boleh disini ya tante!!
Aku bingung dengan keadaanku sekarang, aku berharap, semoga ingatanku kembali pulih.
********
Lingga meminta izin kepadaku untuk pergi sebentar, Ghiffar disuruh Lingga untuk menemaniku.
Lingga, Tresha dan ibu membicarakan hasil obrolan bersama dokter. Dokter menyarankan agar aku didampingi Lingga dalam masa penyembuhan.
Awalnya Tresha dan Lingga menolak. Khusus bagi Lingga dia tak ingin ada salah faham dengan Tresha, sedangkan Tresha mau aku pulih dengan cara usaha dia, ibu serta Ghiffar. Namun ibu meyakinkan keduanya, dengan alasan mengikuti anjuran dokter, sebab Lingga salah satu orang yang membuat ingatanku ada kemajuan.
__ADS_1
Akhirnya mereka mengerti. Dan dokter juga menyarankan agar aku berada di tempat yang tenang sementara waktu.
" kalau ibu dan Tresha tak keberatan, Achsand bisa tinggal di Vila punya ayahku di Bandung, tepatnya di daerah Perkebunan Rancabali.
" ide yang bagus nak, tapi gimana dengan ayah dan ibumu nanti. "
" tenang saja mah, nanti Lingga akan menjelaskan kepada mereka."
" yang paling penting, Achsand bisa kembali sehat seperti sediakala".
" mamah, Tresha juga Ghiffar bisa tinggal disana juga."
" apa ini tak akan merepotkanmu Lingga??" ucap Tresha
" aku tak meresa direpotkan atau terbabani, sebab Rasul pernah beraabda dalam haditsnya, sebaik baiknya orang adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain.
" yaa Allaah nak.. Terima kasih ya semoga Allaah membalas kebaikanmu nak, dan semoga Allah segera mengembalikan ingatan anak ibu seperti sediakala aamiin.
*******
Akhinya setelah dirawat hampir dua minggu, aku di izinkan untuk pulang. Dokter menekankan kepada siapa saja yang membantu memulihkan ingatanku, jangan terlalu dipaksa apalagi memaksakan.
Kamipun pulang ke Bandung dengan biaya sepenuhnya ditanggung pihak penabrak dengan menggunakan pesawat terbang.
" saya Dahlan, mewakil anak saya yang menyebabkan kecelakaan sehingga membuat Pa. Achsand hilang ingatan. Kami minta maaf sebesar besarnya kepada Ibu, istri beserta anak Pa. Achsand, dan seandainya dikemudian hari ada apa apa kesehatan Pa. Achsand, segera hubungi kami. Ingsya allaah kami akan bertanggung jawab.
" dan satu lagi,, untuk mengganti kerugian yang lain, saya juga akan memberikan santunan setiap satu bulan sekali kepada pihak keluarga, untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga Pa. Achsand sebagai kepala rumah tangga.
" maaf pak apakah semua itu tidak berlebihan?? Ucap ibu
" ini tak akan sebanding dengan apa yang di alami anak ibu. "
" apabila ibu punya anak, atau saudara yang membutuhkan pekerjaan. Ibu bisa hubungi saya, saya dengan senang hati bisa membantu dengan memberikan mereka pekerjaan."
" yaaa Allaah terimakasih banyak yaa pa.
" sama sama bu.. Sekali lagi terimakasih dan mohon maaf yaa bu.
" saya pamit dulu..Assalamualaikum
Kamipun diantarkan ke Bandara oleh supir Pa. Dahlan. Supirnya bilang Pa. Dahlan adalah pengusaha sukses dan orang berpengaruh di Surabaya. Pak Dahlan belum mempungai Istri lagi, dia sekarang hidup bersama 2 anaknya.
__ADS_1