Tulusku Deritaku

Tulusku Deritaku
Episode 26 # Surabaya with Lingga


__ADS_3

Setibanya di mushola, aku sholat berjamaah bersamal ali. Sholat kali ini terasa berbeda bagiku, karna aku akan segera berangkat ke Surabaya. Sesudah menunaikan sholat berjamaah, aku berdzkir dan bermunadzat. " yaa Allaah terima kasih atas segala nikmat yang telah engkau berikan kepada hamba, maafkan hamba dari segala dosa dan khilaf hamba yaa rabb. Tenangkanlah hati dan pikiran hamba yaa Rabb, bantu hamba untuk ikhlas menerima atas segala pemberianmu. Yaa rabb utuhkanlah rumah tangga kami, solehkanlah anak kami, izinkan hamba membahagiakan ibu yang masih ada yaa rabb. Lancarkanlah pekerjaaan yang akan hamba jalani sekarang ini ya rabb, rabbana atiina fidunya hasanah wafil akhiroti hasanah wakiina adza bannar aamiin ".


Aku bersegara pulang kerumah, terlihat tresha dan ibu sudah menunggu kedatanganku dimeja makan.


" a... Ayo kita sarapan bareng sebelum kamu berangkat, ibu udah siapkan makanan kesukaan aa dan almarhum ayahmu"


Terlihat ada gorengan Ulen ( ketan goreng), dengan sambal kacangnya, tak lupa ibu menyediakan pula teh manis jeruk lemon sebagai penetral kolestrol dari gorengan ulen tersebut.


" kamu ganti dulu baju gih a, sekalian bangunin Ghiffar "


Akupun berlalu ke kamar, aku ganti gamis dengan kemeja panjangmu, kupakai celana jeans yang robek robek andalanku. Sekejap aku berdiri didepan cermin, aku memandang wajahku, terekam memory pertama aku bertemu dengan Tresha. Bahagia, senang dan sakit datang silih berganti. Luka yang tresha tanamkan, kan kubawa bersama harapan. Aku sudah memaafkan segala kesalahannya, namun aku tak akan melupakannya. Kali ini, Surabaya akan menjadi kisah baru dalam hidupku, Surabaya akan menjadi saksi kesempatan dan ujian terakhir bagi Tresha, apakah ia benar benar berubah dan t setia, ataukah dia akan mengkhinati diketiadaanku untuk yang terakhir kalinya ".


Akupun turun kebawah, tak lupa kubangunkan Ghiffar disebelah kamarku. Kugendong dia yang masih berada di alam mimpi.


" Ibu, Tresha, Ghiffar kalian jaga diri kalian baik baik ya"


" khusus untuk ibu, doain aku bisa bahagiain ibu, semoga aku bisa jadi tulang punggung pengganti ayah, bagi ibu dan ke dua adiku."


" untuk kamu Sha,, doain aku agar selalu jadi suami yang baik, baik terus, terus baik"


" Ghiffar.. Ingat pesen ayah, Ngaji dan sekolah yang bener ya" ingat "


" hati hati aa, doa ibu menyertaimu"


" semoga segela niat dan citamu d kabulkan Allaah yaa a, kerjaannya dilancarkan, barokah yang terpenting"


" semoga kerjaan ayah yang sekarang menjadikan Rumah, Hellikopter, Kapal Fery, Mobil, Motor dan kemekah yaa Ayah"


"Aamiinnnnnnnnn" kami semua tertawa mendengar Ghiffar. Kami berpelukan, dan akupun berangkat "


********


Aku diantar ali dengan mobil temannya ke terminal Cicaheum. Diperjalanan ali mengutarakan keinginannya untuk segera menikah, akupun senang mendengarnya. Dia adalah sahabat yang selalu ada dikala aku terpuruk sama seperti Hari.


Setibanya di terminal Cicaheum, ali dan temannya turun dan membawakan barangku berjalan menuju Bis.


" sand maaf yaa gue hanya bisa mengantar sampai sini"


" semoga loe aama hari baik baik disana"

__ADS_1


" jaga kesehatan Brother" ohh ia ini tiketnya


" gak usah repot repot bro, gua kemarin udh di transfer ama hary"


" gue ganti yaa tiketnya"


" gak usah brroo.. Gue balik yaaa"


" Bilangin salam gue ke hari ya"


Akupun segera naik bis yang akan segera berangkat tak lama lagi, aku duduk dikursi bagian tengah. Terlihat keluar masuk pedagang asongan yang sedang menjemput rezeki, penumpang lain datang satu persatu memenuhi kursi bis. Tiba tiba seorang wanita berpakaian sexy duduk disebelahku, dia memakai celana jeans pendek dengan tank top hitam sehingga anting di pusarnya terlihat.


" maaf om, bisa bantuin taro tas keatas gak??"


Akupun membantunya menaruh tas diatas, terlihat dia sangat cantik dan tomboy, rambut pendek dengan kemeja besar menutupi bagian pinggir tank topnya, terlihat juga sepatu nike putih dipakainya, membuat dia semakin terlihat elegan.


" terima kasih yaa om"


" ohh iaa,, tujuan om mau kemana?"


Dia terlihat gampang akrab, tanpa banyak basa basi.


" jangan panggil om, panggil saja achsand"


" aku kelahiran 1988


Sontak aku terkejut, ternyata dia lebih tua dariku satu tahun.


" emang kamu berapa??


" aku kelahiran 1989


Kulanjukan perbincangan, dia bertanya apakah aku sudah menikah??, akupun hanya membalas dengan senyuman


" ohh berarti kita sama sama belum menikah yaa"


Akupun tertawa dengan kepolosannya,, dia mengatakan di usianya yang menginjak hampir 28 Tahun, sudah gagal menikah 3 kali, dan alasannya pun sepele. Dia bilang gagal menikah karena calon mertuanya tidak suka dia tomboy.


Lingga balik bertanya, dia menanyakan apakah aku punya pacar?? Sontak akupun tertawa. Lingga terlihat mulai nyaman dengan perbincangan ini, dia mengeluarkan C1000 dari tas selendang yang ia bawa, Lingga memberikan satu untuku.

__ADS_1


" kamu ngatuk gak achsand?"


Seketika aku teringat dengan pengkhianatan Tresha, aku memutuskan untuk mengenal Lingga lebih jauh. Tiba tiba terbersit dihatiku untuk menggombali gadis Tomboy, untuk menghilangkan penat dan selama di dalam perjalanan. Namun ada ketakutan juga, aku takut Lingga menjadi korban seperti halnya mantan mantanku yang dulu. Namun tak menghiraukannya.


" mau ngantuk gimana?? Sedangkan gadis cantik berada disampingku!!"


Linggapun sontak memukul bahuku, terlihat pipinya memerah.


" apaan sich kamu sand"


" aku serius Lingga, masa aku bohong!!


" kamu kan cantik, kalo ganten itu aku " hahahaha


Tak terasa sudah hampir 3 jam perjalanan yang ditempuh, terlihat penumpang lain banyak yang tertidur.


" aku mau kedepan dulu ya Lingga"


" mau ngapain??"


" aku mau merokok didepan bersma kernet dan supir"


" oke.. Silahkan


Segera aku berjala menghampiri kernet dan supir. Akupun berbincang bincang bersama mereka berdua. Dengan rokok yang aku hisap, aku menikmati perjalanan pertamaku sebagai seorang perantau. Terlihat bus melewati kendaraan yang lebih keciil lambat dari mereka dengan kecepatan tinggi.


Aku baru pertama kali menaiki bus secepat ini, pantas saja berita di TV banyak kecelakaan bis rem blong. Kecepatannya secepat ini. Bis yang aku naiki tak mau kalah dengan bis yang berada didepannya, mereak salaing mendahului dengan keceptan tinggi hingga membuatku takut.


Akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke kursi penumpang bersama Lingga.


" aku kedalam lagi ya pa, terima kasih udah waktu merokokya hehehehe"


" padahal rokoknya masih panjang loch mas, takutuuut yaa??"


Lingga tertidur dengan handsfree ditelinganya, terlihat belahan dada besarnya terjepit tank top dan bra yang dikenakannya,


"Astaghfirullaah.. Apa apaan aku ini"


aku segera duduk melangkahi Lingga yang sedang tidur. Terlihat paha putih mulusnya terdapat tato bunga mawar disebelah dalam lutut kanannya. Membuat dia terlihat rock n rool.

__ADS_1


Bus pun berhenti di rest area Banjar, aku dan Lingga turun untuk mengisi perut yang sudah terasa lapar. Aku dan Lingga secara tidak sengaja memesan mie indomie dengan bakso, kami saling menatap.


Lalu.


__ADS_2