Tulusku Deritaku

Tulusku Deritaku
Episode # healing


__ADS_3

Ke esokan paginya.


" sekarang keadaan loe gimana broo?? Tanya Hari


" gue dengar dari ibu loe, loe kawinin Lingaa yaa??"


" alhamdulillaah menuju 100 % ingatan gue kembali normal."


" waduhhh.. Dasar ibu yaaa! Gue udah bilang jangan di publikasi, gue mau jaga privasi gue! Ehh tau nya bocor ke loe. Ibu ibu ada ada aja,"


" yaa bagus dong broo, berarti ibu loe udah nganggap gue anaknya kali yaa, sampe sampe privasi loe dia bocorin ke gue a hahahaha "


" baydeway.. Loe masih minat ke Surabaya kerja bareng gue gak??"


" emhhh gue gak tau uyy, gue belum bilang kepada ke dua istri gue bro!! Gue juga memenuhi kebutuhan nafkah sehari hari gue dari Pa. Dahlan!! "


" salut gue sama Pa. Dahlan, dia bertanggung jawab total setelah loe kecelakaan itu."


" ia.. Gue sebenarnya udah bilang berhenti, tapi dia bilang gak apa apa sebagai bentuk tanggung jawabnya."


" dia juga nawarin gue kerja di perusahaannya sebagai pengawas lapangan, sama kaya loe!! Dan dia juga nawarin gue gajih yang woow kalo gue terima tawarannya."


********


Aku memanggil ke dian istriku untuk berkumpul di ruang tamu, merekapun menuruti perkataanku! Terlihat Tresha istri pertamaku sedang mempersiapkan sarapan pagi di dapur, sedangkan istri ke duaku Lingga sedang menyapu mengepel lantai.


Mereka kemudian menghampiriku yang sedang menelepon Pa. Dahlan. Telihat Tresha membereskan makanan yang akan kita santap di bantu Lingga yang menuangkan air teh melati khas Pegunungan Rancabali.


Dan kami sarapan bersama memakan roti tumpuk panggang with cheese kesukaanku dan Tresha dengan pisang cheesecak bean kesukaan Lingga.


" Tresha, Lingga aku sengaja manggil kalian berdua ini Ada hal yang harus kita bicarakan"


" jadi begini, tadi Hari nelpon! Dia menawari aku untuk meneruskan kerja di Surabaya yang waktu itu sempat tertunda karena aku mengalami kecelakaan. Pa. Dahlan juga menawari aku bekerja di perusahaannya sebagai pengawas lapangan, dan dia menyodorkan gaji yang jauh lebih besar dari Hari kalo aku menerima tawarannya. Menurut kalian aku harus bagaimana??"


" emh, coba menurut Tresha gimana?? Tanya Lingga"


" yaa Klo aku terserah aa sih!! Aa juga Tau keadaan kita sekarang, aku dan Lingga menghadapi kandungan yang makin membesar, pasti membutuhkan biaya yang tak sedikit kedepannya".


" jadi menurut aku aa lebih tau, dan biasanya lelaki itu pikirannya udah 5 langkah di depan daripada perempuan."


" aa juga pasti gak enak kan sama Pa. Dahlan?? Dia udah memenuhi kebutuhan aa selama aa sakit."


" dan ini kesempatan besar buat aa."


" ia a..bener apa yg dikatakan Tresha!"

__ADS_1


" sekarang aa fokus kerja aja, aku dan Tresha akan saling menjaga di sini! Yaa kan sha??"


" ia a,, aa jangan khawatir kita!!


" oke kalo begitu!! Makasih yaa kalian udah ngertiin keadaan kita sekarang."


" ohh ia satu lagi, kalian gak Taku aku ketemu cewe lagi dan kejadiannya aku bertemu Lingga terulang kembali "


" hahahahahhah


" apa sih a xixixxi " ucap Lingaa


" ada kawin Tiga dong, kaya lagu Dewa 19 Ahmad Dhani " tambah Tresha


Kamipun tertawa terbahak bahak! aku memeluk dan mencium mereka berdua, merekapun berbalik memeluk dan mencium di kedua pipiku.


" ohh ia kalian selesaikan kembali pekerjaan keahlian, nanti kalo udah beres kita jalan jalan! Kita keliling tempat wisata sekitar sini yaa!!


" baik " ucap Tresha dan Lingga


Lingga kembali meneruskan mengepel lantai, sedangkan Tresha mencuci piring dan gelas bekas sarapan! Aku kembali ke kamar, namun aku bingung ke kamar yang mana hehehehe! Oh ia lupa, semua pakaian ku ada dikamar Lingga.


********


Terlihat Tresha berdandan seperti Inneke Khoes Herwari artis papan atas zaman dulu dengan pakai Syar'inya, sedangkan Lingga berpakaian SEPERTI Chua basis Kotak dengan pakaian tank top hitam dibalut kemeja besar putih tanpa di kancing dengan celana hotpant hitam senada dengan sepatu ketsnya.


" lucu yaa kalian heheheh "


" apa sih aa.. Biarin nanti juga aku bakal berpakaian sama kaya Tresha " ucap Lingaa"


" bener.. Dulu juga aku gitu, yaa kan a??"


" manusia itu tak ada yang ahli!! Semua belajar dan berproses" ucap Tresha


" ia ia aku tau.. Siang siang gini udah di ceramahin mamah Dedeh dan Ummi Qurata ayun hahahah "


Kami bertiga tertawa terbahak bahak.


Aku menggandeng kedua tangan bidadari syurgaku, kami berjalan seperti pasukan pramuka. Tresha dan Lingga me nyandak kepalanya di lenganku. Tresha dan Lingga bernyanyi lagu dewa 19 madu tiga menyindirku.


" senangnya dalam hati, kala beristri dua, seperti dunia tiada yang punya" hey hey"


" kepada istri tua, karena sayang padamu"


" kepada istri Tiga I see, I love u "

__ADS_1


" istri tua mengamuk, balik kerumah istri muda"


" kalau dua duanya mengamuk, ada kawin tiga " Kita potong Burung dan Pecahin kedua telur ya ( teriak Tresha dan Lingga di kedua telingaku )


Akupun tertawa terbahak bahak mendengar mereka bernyanyi, lalu aku berlari ke arah kebun teh, dan mereka berdua mengejarku. Alangkah bahagianya aku.


Tak terasa kamipun sampai di Kawah Rengganis Ciwidey, karena memang jarak dari Vila itu hanya1Km. Kami berjalan menuju tempat karcis, berhubung lagi promo kami membayar karcis 100.000 untuk tiga oraang dan tiga tempat. Yaitu tiket masuk ke Rengganis, Situ Patengan, dan Glamping Lake side.


Pertama kami bertiga masuk ke Kawah Rengganis yang saat ini sedang viral karena Jembatan Gantungnya. Jembatan Rengganis ini terpanjang di Asia Tenggara yang memiliki panjang hampir 1Km. Disana aku, Tresha dan Lingga berfoto bergantian, sesekali berselfie sebelum giliran kami menyeberangi jembatan.


Tiba giliran kami menyeberang bersama puluhan orang lainnya, ia kapasitas jembatan itu di sebrangi maximal 75 orang. Kami di beri seat belt untuk keamanan dan keselamatan. Dan kami bertiga pun mulai menyerang dengan Tresha yang berada di depanku, da Lingga di belakangku.


Awalnya kami berjalan biasa saja, kami masih bisa bercanda, cengengesan berpapasan dengan orang sudah sampai ujung dan balik lagi. Sampai tiba saatnya.


" kon....to...L siah maneh, aing rek labuh "


" emmaaaaaaa, bapaaaaaaaaak tulung "


" ahh siahh heun...ceut coplokk "


Teriak salah satu ibu ibu saat jembatan mulai bergoyang seperti di terpa badai.


" ini baru jembatan segini yaa , Curam banget, melihat kebawah seperti mau muntah, apalagi entar di jembatan Sirotol Mustaqim yaa " ucap Tresha "


" jangan bicara begitu aahh, "


" huhh dasar penakut " ucap Lingga sambil merekam video dengan Hp nya "


Kami berjalan seperti robot gedek. Terlihat dari kejauhan kabut datang menghampiri kami, sehingga membuat jarak pandang terganggu dan semakin menambah kepanikanku.


Benar kata Tresha, ini jembatan baru 1 Km horornya sudah begini, apalagi nanti kalau di akhirat! Yang menurut guru ngaji ku kita bakal berjalan diatas rambut di belah tujuh Wallaahu alam bishowab.


Dan akhir kami sampai di garis finish. Aku, Tresha dan Lingga melanjutkan jalan kaki menuju kawah Rengganis. Kawah ini terkenal mistisnya, menurut sebagian orang tempat ini untuk pemujaan kekayaan.


Dari kejauhan terlihat banyak keluarga kecil yang berendam dan berenang di kolam yang airnya langsung dari sumbernya. Tercium bau belerang, kami disana sebentar karena takut akan kesehatan janin bila terlalu lama berada disana.


" aku gak kuat bau belerangnya sayang " ucap Tresha


" ia a, kita balik lagi ke awal aja"


" kita lanjut ke situ Patengan dan Glamping aja "


" oke " tapi kita berfoto dulu yaa "


Siap 86 komandan sahut Lingga dan Tresha.

__ADS_1


*********


__ADS_2