
Mendengar itu, Tresha langsung berdiri dan beranjak pergi ke kamar dengan muka lusuh.
" aa kamu jangan bilang gitu di depan Tresha"
" aku jadi malu tau"
" lagian itu tak baik, sama saja dengan mengumbar aib sendiri a, lain kali jangan ya."
" aku berbuat gitu sengaja sayang*
" aku ingin dia cepet pulang, aku gak mau ada yang mengganggu kita"
" ia aku ngerti a. Tujuanya baik, tapi caranya yang salah"
Aku dan Lingga melanjutkan makan siang tanpa kehadiran Tresha. Makan siang kali ini terasa sepi tanpa kehadiran ibu dan Ghiffar, kalau dengan Tresha bodo amat pikirku. Menu makan yang siang hari ini terasa nikmat meski hanya sop iga dan sambal hijau, itu karena kami hanya makan berdua setelah aku baru tersadar dari amnesia.
" ohh ia sayang, handphone ku dimana yaa??"
" handphone kamu rusak waktu kecelakaan a, terus Hari temen aa itu inisiatip membawa untuk memperbaikinya.*
" Hari??? Temenku!!"
" ia a.. Nanti juga kamu bakal ketemu, dia sekarang masih bekerja di Surabaya."
" ohh ia,, 5 hari lagi kita kontrol ke Rs a
" kita ke Surabaya lagi??"
" enggak a, kita kontrol di Rs yang d bandung, kebetulan dokter yang menangani aa dulu, dia juga sama dokter di RS di bandung, jadi kita taknusah repot jauh jauh ke Surabaya."
Aku dan Lingga bersegera ke atas untuk tidur siang, ketika aku dan Lingga berjalan, terlihat sekilas Tresha sedang mengintip dan memantau keadaaan kami, namun aku tak menghiraukannya dan berlalu pergi ke kamar.
" sayang kamu tadi lihat gak??"
" lihat apaan a??"
" tadi Tresha terlihat mengintip dan mau membuntuti kita.*
" ahh tak mungkin, jangan bahas dia mulu a.. Udah yah bahas yang lain aja!! Ehh mendingan kita tidur siang aja yaa a"
" bentar.. Kamu bisa pijitin aku gak?? Badan aku pegal pegal semua."
__ADS_1
Lingga pun mengambil minyak urut dari laci lemarinya. Lingga memijatku di awali dari kaki, sambil memijat dia bercerita tingkah konyolnya sewaktu masih kecil.
Dia bilang ketika waktu pengajian di Mesjid deket Vila ini, dia duduk dan berkumpul bersama santri lelaki. Dia memakai peci, tak ada yang tau bahwa dia perempuan karena ketomboyannya. Kamipun tertawa terbahak bahak.
Pernah juga waktu itu ada piala dunia, Lingga dan teman teman pengajiannya merubah arah antena TV satu RT dan membuat kegaduhan satu Rt karena semua tayangan TV menjadi penuh dengan semut. Ini ke konyolan yang paling aku suka.
Ada lagi ke konyolan yang lain, waktu itu Lingga di suruh ayahnya untuk ikut lomba tarik tambang, lingga yang sudah terkenal kejahilanya mememberi arahan kepada teman satu team nya, kalo mereka terlihat sudah mau kalah, dengan aba aba dari lingga semua harus melepaskanya. Dan benar saja, waktu itu team Lingga kewalahan dan sudah mau kalah, lalu dalam hitungan ketiga, semua kompam melepaskan tambang, dan menyebabkan team lawan terjatuh kebelakang saling tindih. Semua penonton yang menyaksikan tak ada yang bisa berhenti tertawa.
Tok.. Tok... Tok
" Lingga.. Aku ada perlu sama kamu"
" bisakah aku minta waktu untuk bicara"
" ia.. Tunggu sebentar yaa Sha, aku mijit suamiku dulu"
" kamu tunggu aja diruang tamu, nanti kalo udah selesai, aku langsung kesana"
" baik, aku tunggu yaa
Lagi dan lagi, Tresha membuatku kesal. Kali ini aku putuskan untuk mengintip dan mencari tau apa yang akan mereka bicarakan.
" a.. Aku kebawah dulu yaa,
Lingga bersegera pergi menemui Tresha, aku pun mengikutinya secara diam diam.
Terlihat Tresha membawa Lingga ke kamar tempat dia selama ini menginap. Terdengar disana Tresha memarahi Lingga, karena sejak awal aku sudah merasa aneh dan ada yang janggal aku memutuskan untuk mendengarkan sampai mereka keluar.
" Lingga dari awal kita semua sudah sepakat, kamu sementara bisa menggantikan aku tanpa melakukan hubungan intim suami isteri.
" aku tau, kamu sejak awal sudah jatuh cinta kepada suamiku, jadi kamu jangan mengambil kesempatan dengan keadaan ini Lingga.
" aku rela berganti posisi sementara demi kesembuhan Achsand dan anaku Ghiffar Lingga. Aku mohon kamu jangan mengambil kesempatan dari semua ini.
" dengar Tresha, aku sudah muak dengan ini semua,, kamu tahu ala yang sudah kamu lakukan terhadap Achsand selama 10 tahun ini?? Kamu tentu masih ingat dengan perkataan ibunya Achsansd waktu di mobil kemarin.
" kalau sekiranya kamu tidak bisa membalas dan membahagiakan Achsand dalam pernikahan kalian kedepannya, biarkan aku yang membahagiakan Achsand.
" silahkan kamu gugat Achsand seperti yang ibu mertuamu bilang, lalu kamu pergi dengan mantan pacarmu yang selalu bikin achsand sakit dan kecewa.
" cukup Lingga, jangan kau teruskan omonganmu"
__ADS_1
" kamu yang harus diam,, dengarkan aku Tresha.. Baru kali ini aku mendapati wanita licik dan picik sepertimu, kamu tidak tau malu Tresha, kamu itu egois,, kamu masih mencintai mantan pacarmu, sedangkan kamu takut kehilangan Achsand.
" dimana rasa malu mu Tresha."
" kamu tau gak, yang sakit itu bukan hanya achsand, ibunya achsand,, dan yang lebih bodoh itu, mantan pacarmu,, dia sama bodoh dan tololnya seperti dirimu."
" cukup Lingga cukup, sudah diam!!
" apaa?? Kamu baru. Sadar dengan ke bodohanmu Tresha, seharusnya kamu malu."
" asal kamu tau, ibuku dan ibunya achsand sudah sepakat kalau ada apa apa selama aku berada disisi Achsand, mereka akan menikahkan kita, dan aku bakal jadi istri mudanya!!"
" tak mengapa aku di poligami, kalau kamu tetap tak mau melepaskannya"
" sekarang keputusan ada di tanganmu."
Mendengar semua itu aku terkejut, sebenarnya ada apa dengan semua ini. Kepalaku tiba tiba terasa sakit, aku bersegera menuju kamar sebelum ketahuan Lingga dan Tresha.
Didalam kamar aku berbaring, dan memikirkan apa yang dikatakan Lingga dan Tresha. Semakin aku penasaran semakin sakit kepalaku ini.
Aku putuskan untuk meminum obat alpazolam agar aku tenang. Tak berapa lama Lingga datang.
" kamu sedang apa a??
" kepalaku sakit banget sayang,, aku abis minum obat penenang.
" kamu jangan sembarangan minum obat itu a, dokter bilang obat itu diminum dalam keadaan darurat.
" aku tau sayang.. Aku hanya mau tenang aja
Karena efek dari obat yang aku minum, akhinya akupun tertidur.
Aku bermimpi, aku bermimpi bermain dengan keluarga kecilku. Namun yang aneh isteriku itu wajahnya samar, aku tak tau siapa yang wajahnya samar dan menjadi isteriku itu. Namun yang jelas dari postur tubuhnya seperti Tresha, namun suaranya Lingga.
Di mimpi itu Ghiffar memanggil wanita itu dengan sebutan umi. Dan wanita itu memanggil Ghiffar dengan sebutan bocil. Mimpi itu terasa aneh, seperti teka teki yang harus di pecahkan.
" aa.. Aa bangun aa, ini sudah mau maghrib
" astaghfirullaah.. Kenapa kamu gak bangunkan aku waktu ashar sayang??
" dari tadi akun udah berusaha bangunin aa, tapi aa nyenyak banget, kayanya efek dari obat yang aa minum
__ADS_1
Akupun segera ke kamar mandi untuk wudhu dan menunaikan sholat ashar.
Dan tiba tiba