
Sebenarnya dia juga telah hilang keperawanannya semenjak kuliah, namun ia tidak tau siapa yang melakukannya. Sebab saat itu Rena dan teman temanya sedang berkemah, dia di cekoki minuman beralkohol sehingga ia hilang kesadaran.
" untungnya sih waktu itu kepergok temanku"
" jadi gak sampai ******* dia, cuman pas aku cek dara ku pecah mengeluarkan darah"
" kamu gak lagi bercanda kan Ren?? Tanyaku kaget"
" kamu bisa tanya ayahku kok!" ucap dia untuk meyakinkanku"
" kenapa kamu dan ayah kamu gak melanjutkan ke jalur hukum untuk mendapat keadilan??"
" ayah melarangku!! Gak tau sebabnya apa! Aku juga bingung saat itu mas"
" aku sakit hati, marah kecewa karena di perkosa teman sendiri!yang lebih kecewa lagi ayah melarang aku melaporkan ke pihak ke polisian"
" gak tau alasannya apa!"
Aku terkejut ternyata Rena pernah mengalami pengalaman sepahit itu. Aku juga tak mengerti ayahnya sendiri tak melakukan tindakan apapun.
Di sela sela kami berbincang bincang, hujan turun dengan sangat deras.
" Apa ini alasan kamu belum mempunyai pacar dan belum menikah Ren??"
" hujan ini saksinya mas!!"
" kamu benar mas!! Ini sudah menjadi konsumsi publik"
" sekarang mana ada yang mau sama orang yang sudah ternodai!"
Ucapnya dengan sedih.
Rena berjalan ke kolam renang, dia sengaja membiarkan air hujan membasahi tubuhnya untuk menghilangkan kesedihannya. Terlihat dia berlutut dan menundukkan kepalanya sambil menangis tersedu sedu.
Aku mendekat dan menghampirinya.
" ayo bangun Ren! ucapku sambil memegang bahunya"
" semua akan baik baik saja"
" semua masalah ada solusinya! Termasuk masalah kamu"
" kamu benar mas! Hanya saja aku malu, semua temanku sudah berumah tangga! Sedangkan aku masih trauma"
" aku berpura pura senang dan menganggap semua itu tidak pernah terjadi mas"
" padahal hatiku sakit dan hancur sampai saat ini"
" teman temanku memandangku sebelah mata! Mereka ada di saat mereka butuh, tapi "
" kenapa kamu memperdulikan omongan mereka??"
" Yang salah itu bukan masalah, tapi cara kamu menyikapi masalah"
" tak ada yang bisa menolong dirimu, selain dirimu sendiri Ren!
" jadi kesakitan itu kekuatanmu, bukan kelemahanmu"
" jangan hidup di masalalu Ren"
" fokus kedepa!! Masa lalu jadikan sebagai pelecut bukan penghalang"
" sama ketika kamu mengendarai mobil, fokus kedepan! Melihat spion sesekali kan?"
Tiba tiba da bangkit berdiri dan memeluku.
__ADS_1
" baru kali ini ada orang yang mengerti aku mas"
" ayah, saudara sera sahabatku tidak pernah memperlakukan aku seperti ini"
" kamu tiba tiba datang menyirami hatiku yang kering dan layu"
" terima kasih mas!! Ucap Rena tak melepaskan pelukannya.
Aku memegang dan menuntunnya ke gazebo. Aku memberikan handuku bekas tadi siang untuk mengeringkan tubuhnya. Aku berjalan ke arah dapur untuk mengambil air hangat.
" yaaahhh... di kunci Ren!!
" aslinya mas??" ucap Rena tekejut
" asli, masa aku bercanda!!"
" gawat.. Mana hp ku di dalam lagi"
" bibi tidurnya kaya beruang! Klo bangun nanti subuh, susah di bangunin"
" jadi??"
" yaaa .. Mau gak mau kita disini sampai besok "
" hahahaha,, ada ada aja yaa"
" mana baju kiat basah lagi"
" coba minta bantuan security aja Ren!!"
" ini pake hp ku, kamu minta nomer hp security ke ayahmu"
**********
" maaf non, kirain bibi gak ada orang di sini! Makanya bibi kunci, takut ada maling atau penjahat non!"
"ia gak apa apa bi! Sok lanjut bibi tidur lagi "
" baik non.. Sekali maaf yaa "
Aku dan Rena segera masuk ke rumah untuk mengganti baju, aku berjalan menaiki anak tangga.
" mas....." kalo sudah berpakaian ke gazebo lagi ya! Teriak Rena dari bawah "
Aku segera mengganti pakaianmu.
Aku menuju ke dapur, aku membuka penutup makanan yang ada di meja makan. Perutku terasa lapar karena habis kehujanan.
Tak lama berselang Rena datang dengan memakai Kimono ping sepaha, di kepalanya melingkar handuk putih untuk mengeringkan rambutnya yang basah.
" Ada apa aja itu mas? Tanya Rena "
Aku terdiam terpana melihat Rena. Badanku kedinginan! perutku lapar! Disuguhi pemandangan Rena seperti ini.
" ko malah diem sih mas?? Ucap Rena menertawakanku "
" ehhhh.. Ini Ada sayur sop sama tempe bacem Ren" ucapku sambil melihat belahan gunung kembarnya."
Terlihat Rena duduk menumpangkan kakinya, sehingga terlihat bayangan sekilas rumah kerang ajaibnya. Burung peliaraanku tiba tiba bangun dari menengadahkan kepalanya ke atas sambil bergerak gerak.
" Kita makan di Gazebi yaa mas" ucap Rena sambil membawa dua piring ke gazebo"
Aku mengikutinya dari belakang sambil membawa dua gelas air minum. Terlihat body Rena seperti toge pasar, membuat pikiran dan burung peliaraanku kalang kabut. Aku tak bisa menahan gejolak ini. Rena seperti sengaja memancingku dengan pakaian seperti itu. Kalau ada kesempatan, aku tak akan menyita nyiakannya. Gumamku di dalam hati"..
Sesampainya di gazebo, Rena langsung menaruh piring. Kemudian dia duduk bersila. Dia senyum menggoda ke arahku. Makin terlihat jelas di balik kimono yang ia kenakan. Aku tak sanggup membendung burung peliaraanku yang dahaga.
__ADS_1
Rena mamasukan sendok demi sendok ke mulutnya yang berisi nasi dan sop sampai habis. Kemudian ia minum untuk menyudahi makannya. Terlihat sisa nasi di pojok bibirnya, aku replek mengambil nasi tersebut.
Rena memegang tanganku, kemudian dia mendaratkan ciuman di bibirku. Akhirnya kesempatan yang ku tunggu datang.
Aku segera membaringkan Rena. Aku dan Rena saling berbalas indera perasa. Jari jemariku membuka tali kimono yang melingkar di pinggangnya.
Aku pegang salah satu gunung kembar, dan memainkan penutupnya dengan jari jemariku sambil berbalas indera perasa.
Aku dan Rena menikmati moment ini. Jari jemariku berpindah dari salah gunung ke kacang ajaib Rena! Aku mengira Rena bakal marah, namun dia terdiam dan menikmati pertunjukan jari jemariku kacang ajaib miliknya.
Dia bersuara merdu akibat permainan jari jemariku.
Tak lama setelah itu, Rena memegang burung peliaaraanku! Aku tak percaya sedikitpun Rena akan memberi respon secepat ini.
Aku mencoba membuka tali penyangga rumah kerang ajaibnya. Kemudian aku mainkan lidah persaku di kacang ajaibny, Rena segera merespon, dia membuka dan menahan dengan kedua jari telunjuk dan jari tengahnya. Memudahkan indera persaku mempermainkan kacang ajaibnya.
Jari jemariku memegang dan memainkan pentutup kedua gunung kembar miliknya.
Mulai terdengar suara kenikmatan dari Rena, dia bergerak gerak sambil memejamkan matanya.
" emhhhhh emmmm emmmm emmmm"
" ahhhhhhhh ahhhhhhhh ahhhhh ahhhhhhhh"
" ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh"
Terdengar Suara Rena yang sudah menuju puncak. Aku bingung harus bagaimana, aku dan Rena tidak mempersiapkan keamanan sebelumnya.
Terlihat Rena masih menikmati sensasi dari pertunjukan indera perasaku.
Karena suasana yang mendukung, aku tak berfikir panjang.
Aku segera masukan burung peliaraanku ke dalam kerang ajaib Rena. Terasa susah dan kesat, karena memang sebenarnya Rena masih dara. Terlihat dia merenyit kesakitan, dia tak hanya diam dan berusaha membantu burung peliaraanku masuk kedalam.
Terlihat dia mangambil air liur, kemudian mengolesi burung peliaraanku. Sedikit demi sedikit burung peliaraanku perlahan masuk, dan akhirnya semua bagian burung peliaraanku masuk.
Aku segera menggerakannya sambil memeluknya. Rena balik memeluku sambil menggigit gigit bahuku ku. Aku gerakan dengan sangat cepat.
Terdengar Rena menahan teriaknya karena takut ketahuan bibi dan security.
" emmmm mmh emmmm emmmm mmg"
" omaygad mass" ucap dia keenakan"
" emhhhhhhh emmmmmmmmmh emmmm mH"
" emmmhb emhhhhhhh"
" EMMMMMMMMMMMM.
Akhirnya burung peliaraanku muntah di dalam rumah kerang ajaib Rena.
Segera aku tarik dan mengeluarkan burung peliaraanku.
Aku bangunkan Rena juga untuk jongkok dan bergerak gerak.
" kamu kenapa mas?? Ucap Rena sambil memakai kimono"
" aku takut kamu hamil Ren" jawabku dengan panik"
" hahahah.. Santai aja kali mas"
" aku udah siapin dari kemarin untuk kita jaga jaga" sambil mengeluarkan pil KB.
Aku kaget
__ADS_1