
Ke esokan harinya..
Tok...tok...tok suara pintu kamar di ketuk
" mas kamu di panggil papah di ruang tamu" ucap rena sambil memperhatikan penampilanku yang hanya memakai handuk"
" baik... Bentar lagi kau ke bawah "
Aku bergegas memakai pakaian, aku yakin ayahnya Rena akan membahas pernikahan kami.
Aku berjalan menyusuri anak tangga! Terlihat ayahnya Rena sedang berbincang bincang dengan Reba sambil makan roti panggang dan susu.
" pagi pa!! ucapku menyapa sambil berjabat tangan"
" ehh Achsand !! Silahkan duduk" ucap ayah Rena"
" kamu mau minum apa?"
" lemon tea hangat aja pa"
Ayahnya Rena menyuruh asisten rempah tangganya untuk membuat lemon tea. Terlihat Rena sangat bahagia di wajahnya! Di tersenyum sesekali mengibaskan rambut panjangnya.
" Gini sand! Rena sudah bilang sama saya tentang pernikahan kalian!"
" rena juga menceritakan bahwa kamu baru mempunyai dua bayi, dan isteri pertamamu meninggal "
" kenapa kamu jujur sedari awal keadaan kamu sand??" ucap ayahnya Rena menginterogasiku"
" maaf sebelumnya pa!"
" semenjak kecelakaan itu, ingatan saya belum sepenuhnya normal pa"
" saya kadang jadi pelupa! Tak mudah bagi saya untuk menjalani semua"
" bahkan aku berpoligami juga aku tidak tau pa"
" semua yang terjadi pada saya, bukan atas kemauan saya!"
" santai aja sand"
" saya juga paham dengan ke adaan kamu"
" jadi gimana menurut kamu sand??
" gimana apanya pa??" ucapku bingung"
Ayahnya Rena menanyakan kesiapan aku menikahi Rena. Dia juga sudah melarang Rena untuk mencari lelaki lain, agar tidak menjadi bumerang buat rena, dan tidak mengganggu ke utuhan rumah tanggaku bersama Lingga.
Namun apa daya, Rena tetap memaksakan kehendaknya untuk menikah denganku. Rena ingin berjuang meyakinkan Lingga dan keluargaku. Apabila Lingga dan keluargaku tidak mengijinkannya, selama itu pula Rena tidak akan pernah menikah.
" sulit bagi saya untuk melarang Rena, saya juga pernah muda seperti kalian"
" sekarang keputusan ada di tanganmu sand!!"
" kamu juga tau Rena bagaimana "
" gini aja pa!! Supaya tidak berlarut larut, besok aku mau pulang ke Bandung"
__ADS_1
" aku akan menceritakan semuanya "
" baik kalau begitu"
" Maafin saya dan rena yaa Sand!"
**********'
Setibanya di Bandung.
Aku dan rena memesan Hotel untuk istirahat, aku juga perlu berfikir bagaimana cara menyampaikan yang baik tentang niatku dan Rena.
Aku tak bisa berandai andai jawaban ibu dan Lingga, karena ini situasinya berbeda. Namun aku tidak bisa membohongi diriku sendiri!
Aku setuju menikahi Rena, karena Rena sangat mirip dengan almarhum Tresha isteri pertamaku. Buka n dari wajahnya saja, bahkan sikap dan sifatnya pun tak jauh berbeda.
Aku tak tau gimana ekspresi Ghiffar anaku ketika melihat Rena. Bukan hanya Ghiffar, tapi semuanya. Pasti mereka semua bakal kaget.
" Kamu kenapa mas " Tanya rena sambil menunggu antrian Hotel "
" aku perhatikan kamu banyak melamun"
" hehehe ia Ren!" ucapku sambil menggaruk garuk kepala"
" aku bingung menyampaikan niatan kita ke ibu dan isteriku Ren "
" Maafin aku yaa mas"
" ini gara gara aku "
Rena bangkit dan berjalan menuju resepsionis.
Setibanya di kamar hotel aku segera ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku. Terlihat Rena sedang membereskan barang bawaannya.
Aku duduk diatas closet sambil memikirkan cara mengajdap ibu dan Lingga. Jujur saja aku sangat bingung dan tertekan, hingga membuat kepalaku pusing.
Aku segera keluar dari kamar mandi, terlihat Rena sedang tengkurap memainkan kedua kakinya di atas tempat tidur.
Aku duduk dan menyalakan TV untuk menghilangkan keteganganku.
Aku memainkan permainan di HandPhoneku, semua terasa percuma untuk menghilangkan keteganganku.
Akhirnya aku menghampiri Rena di tempat tidur.
Aku membaringkan Rena yang sedang tengkurap memainkan hp nya.
Aku dan Rena langsung saling berbalas silat lidah! Salah satu tanganku membuka hotpant yang di kenakan Rena dengan jari jemari.
Sambil berbalas silat lidah, jari jemariku memainkan kacang ajaib Rena. Kedua kaki Rena bergerak gerak menutup dan terbuka karena ke enakan dengan aktraks jari jemariku.
Kemudian rena bangkit dan duduk, dia membuka kemeja yang ia keneka beserta tali penyangga yang melilit di kedua gunung miliknya.
Aku berbaring seperti bayi yang baru lahir. Kemudian rena memain lidah dan mulutnya di kepala burung peliaraanku. Dia menggerakkan kepalanya ke luar dan kedalam sambil menahan rambut panjang dengan sebelah tangannya.
Setelah agak lama, Rena bakit dan memasukan burung peliaraanku ke dalam kerang ajaibnya.
Dia bergerak ke atas dan ke dalam, sesekali menggesek gesekan kacang ajaibnya! Dia memejamkan kan mata sambil menengadahkan kepalanya ke atas dengan suara merdu.
__ADS_1
Terlihat kedua payu...dara kembar Rena bergerak gerak seperti ayunan. Kemudian aku mere..mas re...mas payu....dara dan memainkan ke dua pu....tingnya.
" emhhhhh eemmmmh emmh " ucap Rena sambil menggigit-gigit bibir bawahnya"
" ia seperti itu mas " ucap rena sambil menggoyangkan tubuhnya"
" iam so happy mas "
Rena mere..mas rem..as payu..darahku. Rambutnya yang panjang membuat wajahku geli.
Rena kemudian mencabut kerang ajaibnya, dia berbaring dan mengelap elap kerang ajaibnya dengan handuk kecil yang sudah ia siapkan.
Rena membuka kerang ajaib dengan jari jemarinya. Aku segera memainkan lidahku di kacang ajaib miliknya, jari jemariku mere..mas re..mas payu...dara sesekali memutar mutar kedua pu..tingnya.
" ahhhh aaaaahh ahhhh mas Achsand, ucap Rena bergerak gerak memejamkan mata.dan mengadakan kepalanya ke atas "
" ahhhhh ahhhhhhhh ahhhhhhhh"
" pu..tiangnya agak kerasan mas "
" ia seperti itu mas "
" ahhhhh ahhhhhhhh ahhhhhhhh"
" ahhhhh ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhh"
" ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh"
Terdengar suara rena yang sudah berada di puncak kenikmatan, dia bergerak gerak memejamkan mata sambil menggigit-gigit bibir bawahnya.
Aku segera memasukan burung peliaraanku ke dalam kerang ajaibnya. Rena meme..luk dan menilang...kan ke dua ka...kinya di atas bo...kongku. Aku gerakan dengan kecepatan yang sangat kencang, sehingga Rena menjerit jerit ke enakan.
" ahhhhhhhh ahhhhh ahhhhh "
Aku menahan badanku dengan ke dua tangan, terlihat ekspresi Rena sangat menggoda.. Kedua payu..daranya bergerak gerak seperti agar agar.
Aku melainkan lidahku di salah satu pu...Ring payu....daranya. Sambil Aku gerakan burung peliaraanku dengan sangat cepat.
" ia seperti itu mas"
" ahhhhh ahhhhhhhh ahhhhhhhh"
" ahhhhhhhhhhh ahhhhhhhhhhhhhhh"
" tambah cepat lagi mas "
" ahhhh ahhh ahhhhhhhhhhh "
" ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh ".
Terdengar Rena sudah berada di puncak kenikmatan untuk yang kedua kalinya.
Aku segera memeluk Rena kembali, aku gerakan burung peliaraanku dengan sangat cepat. Terdengar suara merdu tak beraturan dari rena.
Rena menggigit-gigit ba...huku sesekali mencengkeram dan mencakar punggungku. Aku menambah kecepatan burung peliaraanku. Terasa dari ujung jari jemari kaki sampai ujung kepala seperti semut yang berdemo dan.
Akhirnya Burung peliaraanku memuntahkan muntahan kasih sayang di dalam kerang ajaib rena.
__ADS_1
Aku berhenti sejenak di atas tu..buh Rena dengan nafas terengah engah.