
Ternyata istrinya pak. Kusnadi adalah saudaranya. Dia bercerita, sewaktu Rika kecil dia sempat mengurusnya, Rika adalah korban perceraian, kemudian ketika masuk SMP dia diambil dan diasuh oleh kakeknya sampai sekarang.
Ia menambahkan, Rika sering bercerita tentang aku keanaknya pak kusnadi yang seumuran dengannya. Dia bercerita bahwa dia sangat menyayangiku, selalu merasa tak nyaman ketika melihat ada wanita lain disampingku, meskipun itu temanku. Dia menambahkan seperti punya kehidupan baru, setelah aku berhasil menaklukan kakeknya.
Ketika sedang mendengar istri pak kusnadi bercerita, lalu.
" Assalamualaikum bibi"
" ehh ada aa, gimana kabarnya a?? Gimana kabar Tresha a??"
Aku kaget dengan kedatangan Rika yang tiba tiba, dia datang bersama anak pak Kusnadi.
" alhamdulillaah baik ka"
" Tresha juga baik, sekarang dia juga ikut, aa suruh dia tunggu di warnet disebrang jalan"
Tanpa banyak basa basi lagi, akupun pamit ke Rika dan istri pak Kusnadi. Aku tak mau ada kesalah pahaman dengan ketidak sengajaan pertemuan ini.
Lalu aku pergi dan masuk kejam kedua mata kuliahku, didalam kelas aku termenung teringat dengan cerita istri pak kusnadi tentang Rika. Sampai sampai aku ditegur oleh dosen karena lamunanku.
Terdengar suara bell kedua berbunyi. Akupun segera berlari keluar u menghampiri Tresha diwarnet.
" ayo sayang kita pulang"
" maaf yaa membuatmu menunggu lama!!"
" hahhh pulang???"
" gak main dulu a?? Mumpung kita masih dikota!! "
Ok.... Lets gooooooo
Kamipun pergi ke BIP, salah satu mall yang terkenal di Bandung. Banyak pengunjung yang datang kesana, tercium beraneka ragam bau makanan ketika kami berjalan menuju Bioskop untuk menonton. Suasana dingin dan romantis terasa saat kami memasuki lobby bioskop. Aku dan tresha saling bertanya mau menonton film bergenre apa, kamipun sepakat untuk menonton Film bergenre horor yang bejudul " beranak dalam kubur".
Treshapun mengantri untuk membeli tiket, sedangkan aku pergi ke toilet. Keluar dari tolilet akupun menghampiri tresha yg kebetulan sudah mendapatkan tiket.
" kira kira 15 menit lagi dimulainya"
__ADS_1
"yaudah kita beli makanan dulu buat ntar didalam"
Aku dan tresha lalu membeli popcorn, dan makanan ringan lainnya, tak lupa membeli coca cola dingin kesukaanku waktu itu.
Setelah 15 menit berlalu, akhirnya kami memasuk ruang bioskop beserta pengunjung lain, akupun melihat lihat nomer tempat duduk yang sesuai dengan tiket kami. Akhirnya ketemu, kami berada paling atas sebelah tengah pas berhadapan dengan anak tangga.
Suasana bising dari iklan dilayar kaca bioskop membuat percakapan aku dan tresha kurang jelas. Kanan, kiri dan arah depanku semua terlihat berpasang pasangan, dari yang muda sampai yang tua.
Film pun dimulai, belum apa apa tresha langsung memegang tanganku.
" apa apaan kamu sayang?? Baru juga dimulai udah parno duluan"
"gak apa apa a, cuman nervous aja"
Ketika sedang adegan yang menegangkan, tresha memeluk dan besembunyi dengan memasukan kepalanya kebagian ketiaku. Pengunjung disampingku sampai salah memeluk, malah memeluk dan bersembunyi dibawa ketikan orang lain.
Bermacam rasa terpancar dariku, mulai ketawa, seram, sedih, dan sesekali terbahak bahak melihat tingkah lucu adegan film, dan suara reaksi pengunjung yang menonton.
Lalu kumakan popcorn yang kebeli tadi, kusuapi tresha yang sedang menyender didada bidangku. Lalu kuminum coca cola untuk memabasahi kerongkonganku yang kering.
" dasaarr kont............ L, jurig siah aing reuwas koplok " teriak salah seorang penonton yang kaget dengan penampakan yang tiba tiba muncul dilyar bioskop.
Ahh siah it...........
Dan terus menurus aku mendengar bahasa aneh dan suara lucu dari teriakan penonton. Terasa ada yang aneh, tak ada ekpresi kejut atau teriakan dari tresha, lalu kulirik ternyata tresha tidur, dan sengaja dia memakai handsfree ditelinganya.
Akupun kesal dengan tingkahnya lalu, kucabut handsfree yang ada ditelinganha, lalu aku sengaja teriak keras dengan sengaja untuk mengagetkannya. Betapa malunya aku, waktu itu pas momennya sedang tidak ada suara dari film, karena teriakanku yang keras, semua penonton melihat kearahku. Treshapun ikut menertawakanku.
Film pun selesai. Terlihat orang orang mengantri menuju pintu keluar. Terlihat sampah berserakan dimana mana. Terlihat pula orang yang berfoto foto, mungkin untuk kenanga kenangan.
" a perutku lapar banget"
" makan dulu yuu a"
Tresha pun menggandeng dan berjalan kearah food court, matanya mencari cari dan memilih apa yang akan dia makan. Akhirnya dia berhenti di makanan italia, yaa dia memesan pizza.
" pesan pizza yang spesial ukuran jumbo ya a, biar kenyang"
__ADS_1
Sejenak aku terdiam, aku sebenarnya tak suka pizza, bukan karena rasanya, namun lebih ke harganya. Lebih baik aku makan ditenda tenda pinggir jalan dengan orang kurang mampu, daripada harus makan pizza harga segitu untuk dua atau tiga orang.
Namun aku tak mau menyakiti perasaan Tresha, akupun mengiyakannya.
Sepotong pizza pun masuk kedalam mulut Tresha, terlihat keju mozarela meleleh ditangan dan mulutnya, terdengar krek krek suara dari sosis bakar yang dikunyahnyah, semua itu tak membuatku ngiler.
Lalu kuambil dan kumakan sepotong pizza untuk menghormati tresha!! Namun waktu itu rasanya pizzanya terasa sangat enak, hingga aku memesan dua lagi, yang satu untuk dirumah.
Yaa tuhan maafkan hambamu ini tuhan,,
*******
Setibanya dirumah, aku langsung pergi untuk mandi. Lalu
" bentar a bentar "
"kita mandi bareng yang a??"
Aku paham apa yang dimaksud Tresha, setelah kejadian dua hari kemarin yang menegangkan, akhirnya kamipun melakukannya lagi dikamar mandi.
" maafin tingkah dan sikap aku yang kemarin yaa a??"
Kuhiraukan omongan tresha, aku fokus pada moment dimana dia membelakangiku, dengan kucuran air shower yang membuatku seperti mabuk kepayang.
Memang benar perkataan sebagian orang, momen itu akan terasa lebih nikmat, ketika kita bertangkar lalu berdamai.
Akupun melanjutkan dengan berwudhu untuk melakukan sholat. Terdengar suara telpon dari hp tresha ketika rakaat kedua sholat isyaku, sedikit hilang konsentrasi bacaan sholatku. aku berfikir suara telpon itu berasal dari mantanya. Terlihat bayangan tresha mengecek dan mengambil hp nya.
Setelah salam terakhirku tresha menghampiriku.
" tak usah hawatir lagi a, aku kemarin diwarnet beli kartu hp yang baru" dan maaf waktu aa tidur, aku sudah menganti nomerku yang di hp aa dengan nomerku yang baru. Dan aku juga sudah ngasih tau orang tua aa dan mamahku "
Mendengar itu, akupun merasa lega. Lalu kugendong tresha ketempat tidur.
" jangan a jangan, aku baru selesai mandi, aku belum sholat "
" tunggu sebentar untuk aku melakukan sholat isya a"
__ADS_1
Lalu kutunggangi tresha dengan paksa, yang tadinya bawel diiringi dengan gestur badan yang menolak, akhirnya diapun diam. kamipun melakukanya dengan khidmat dan selamat.
Setelah itu kamipun tidur