
Lingga meminta izin untuk kebawah sebentar. Sambil menunggu Lingga aku berbaring di atas tempat tidur. Terasa sangat sejuk dan dingin disini, aku pakai selimut untuk menghangatkan tubuhku. Tak lama berselang aku tertidur.
Terdengar suara adzan waktu itu, aku lihat jam menunjukan pukul 19.15. Lingga belum kembali ke kamar,. Aku memutuskan untuk sholat Isya dan maghrib dengan menjamanya.
" sayang kamu dimana?? Sayang,, sayang,
Lingga tidak mendengar panggilanku, aku memutuskan untuk kebawah menghampiri Lingga. Di ruang tamu lingga tidak ada, aku berjalah ke kamar ibu dan Tresha, barangkali dia ada disana. Setelah aku cek ternyata tidak ada juga.
Suasana di Vila sepi dan hening malam itu, aku coba pergi keluar. Tubuhku kedinginan, karena berada di bawah pegunungan, terlihat dari kejauhan dengan jarak pandang yang terganggu kabut, aku melihat orang rumah berada d gazebo.
Lalu aku berjalan dan menghampiri mereka, tercium aroma jagung bakar dan ayam bakar waktu itu, dan benar saja, Lingga dan yang lainnya sedang makan makan.
" pantesan di Vila sepi, ternyata pada ngumpul disini"
" ehh.. Aa udah bangun.. Gimana tidurny nyenyak??
" alhamdulillaah bu.. Aku tadi kebangun mendengar suara adzan, aku panggil panggil Lingga gak ada, aku leriksa seluruh ruangan gak ada. Kirain aku di tinggalin disini"
" ayah... Sini makan jagung bareng Ghiffar,, enak loch yaa"
" ini Ghiffar tambahin parudan keju sama susu yaah"
" enak bangrt, seperti jajanan jasuke yang biasa aku beli di Sekolah yaa"
Aku dan Ghiffar makan jagung dan memanggang ayam juga, anaku bercerita tentang keadaanya di Sekolah semenjak aku gak ada. Ghiffar juga mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari teman temanya di Sekolah, namun dia tidak memberitahu masalahnya.
Malam semakin larut, cuaca pun makin dingin, aku mengajak yang lain untuk sgera tidur dan beristirahat, mereka pun mengiyakannya. aku berjalan dengan menggandeng Lingga kedalam rumah, di ikuti yang lainnya.
" ayah aku tidur sama nenek yaa.."
__ADS_1
" ia sayang.. Tidur yang nyenyak yaa.. Besok kita mancing"
" asyikkkkkk, ia ayah"
Akupun berjalan keatas bersama linngga dengan menysuri anak tangga, terlihat Lingga waktu itu sangat cantik dengan jaket Wolf putih yang ia kenakan. Sesampainya di kamar, aku baringkan Lingga di tempat tidur. Lingga hanya terdiam dan memejamkan matanya.
Aku belai rambut pendeknya, sesekali aku kecup lehernya. Tanganku meliak liuk diantara kedua gunungnya, terasa dari gestur dan reaksi Lingga seperti orang yang baru melakukan hubungan pertama. Ku liukan kembali tanganku ke bagian pembuagan, terdengar suara manja dari Lingga.
Aku dan Lingga saling menatap, sekarang giliran Lingga yang menyerangku. Dibaringkanya aku dengan terlentang, Lingga membuka jaket Wolf dan pakaian piyamanya, sehingga terlihat memakai tank top hitam senada dengan short pendeknya. Dia berbaring diatas tubuhku.
" aku tak bisa melakukannya malam ini"
" kenapa sayang??*
" hari ini aku baru datang bulan, aa tunggu seminggu lagi yaa. Aku akan pakai cara lain untuk memenuhi hasrat aa. "
" masa.. Kamu bcanda kan?? Coba aku lihat"
" oke.. Aku percaya.. Kita lakukan dengan cara yang lain aja yaa sayang."
Lingga mengangguk, kamipun duduk saling berhadapan, dengan Lingga berada diatas kedua pahaku, kamipun saling berbalas transferan kasih sayang lewat bibir. Lingga terlihat agresif malam itu, di menjambak kepalaku sesekali mencakar punggungku.
Lingga mendorongku sehingga aku terbaring, lalu dia menggerayami aku dari leher meliak liuk kedada bidangku, perlahan meliak liuk ke pusar, dan terhenti di bagian sarang burung. Disana dia memainkan burung dengan kedua tangannya, sesekali ddia mencium dan mengemut seperti permen loli.
Terasa cengkramannya makin kuat, akhirnya Linga menjepit burung dengan kedua gunungnya. Aku pun kaget dan senang dengan semua ini. Tadinya aku mau menyerang balik namun apa apa dayaku, Lingga sedang kedatangan tamu.
Dan permainan malam ini pun selesai, setelah siburung terkulai lemah akibat himpitan dari dua gunung. Lingga pun kemudian membersihkan sisa cairan yang yang keluar dari mulut burung tersebut yang ber aroma sanggat aneh.
" makasih yaa sayang.. Maaf sudah membuatmu kotor malam ini"
__ADS_1
" gak apa apa a. Mungkin minggu depan kita bisa mulai perang yang sesungguhnya."
Aku dan lingga pergi ke kamar mandi untuk membersihkan noda noda yang tersisa. Dikamari mandi aku teringat kenangan dulu, ketika melakukan itu semua dibawah shower dengan air hangatnya. Namun sudahlah, itu. Semua harus menunggu sampai minggu depan.
Aku dan Lingga segera tidur, aku yang hanya memakai celana boxer membuat Lingga geleng geleng kepala. Lingga pun tidur dengan membelakangiku hanya memakai kimono, aku peluk dari belakang dan mencium bahunya, kamipun akhirnya tidur.
Suara adzan subuh terdengar, aku segera pergi ke kamar mandi untuk menghilangkan hadas besar, setibanya dikamar mandi, aku duduk diatas kloset. Dengan keadaan yang masih ngantuk, aku teringat dengan kejadian semalam.
Ada hal yang janggal. Aku baru ingat, dulu Lingga tidak seagresif itu, dan itu membuatku senang. Aku jhga merasakan hal yang aneh lain, dulu kedua gunung Lingga teelihat sangat kecil, mungkin hanga seuukuran kepalan tangan anak kecil, namun kali ini terlihat besar dan itu makin membuat aku sangat senang. Aku juga berfikir berapa lama aku berada di rumah sakit, sehingga semua itu bisa terjadi.
Aku pun mandi dan berwudhu untuk segera melaksanakan sholat. Setelah keluar dari kamar mandi, aku tergoda dengan pemandangan ditempat tidur. Aku melihat kimono yang dipakai Lingga tersingkap sehingga membuat satu gunungnya kelihatan, selimut yang Lingga pakai tak menutupi badannya, sehingga terlihat satu kaki bagian pahanya yang menjepit selimut. Aku bersegera menutupi semuanya, agar sholatku tidak terganggu.
Setelah selesai melaksanakan dua raakat sholat subuh, aku melnjutkan istghfar dan berdzikir, tak lupa aku mengucap syukur masih diberikan kesempatan untuk hidup, aku memohon ampun dari segala dosa yanv pernah aku buat. Tak lupa juga aku panjatkan doa untuk masa depanku, dibalik keterbatasan ingatanku.
" selamat pagi sayang" aku peluk dan cium ke ning Lingga"
" ayo cepet bangun, ini sudah jam 06.00, perutku terasa lapar nich"
Mendengar itu, lingga langsung berlari sambil membawa handuk ke kamar mandi dengan terburu buru seperti anak sekolah yang kesiangan. Tak lama setelah itu, dia keluar dari kamar mandi dan melaksanakan sholat subuh.
Aku pun tertawa melihat kelakuan Lingga, entah lupa atau gimana dia melakukan sholat pasahal dia lagi datang bulan. Aku sengaja tak memberi tau dia, aku menunggu sampai dia selesai sholatnya.
Lingga pun selesai melaksanakan sholat.
" sayang... Kamu barusan sholat yaaa??
" ia a, aku kesiangan!! Kenapa tak bangunin aku dari tadi a??
" hahahah.. Kamu tuh yaa ada ada aja,. Aku sengaja gak bangunin kamu tasi subuh, karena kamu sedang datang bulan sayang, masa kamu lupa??
__ADS_1
Mendengar itu, Lingga...