
Setelah beres memuaskan istri ke duaku, aku segera turun kebawah menuju kamar istri pertamaku. Terasa aneh bagiku, aku memeliki dua istri dan tinggal serumah dengan rukun tanpa ada ketegangan.
" sayang udah tidur belum " ucapku sambil mengetuk pintu"
Tresha membukakan pintu. Terlihat dia sudah siap untuk bertempur dengan hanya memakai kimono di tubuhnya, rambutnya yang panjang ia ikat di belakang kepalanya! Di tersenyum dan menarik tanganku, kemudian dia membaringkan aku dengan penuh hasrat menggoda.
" Bentar sayang, aku belum mandi " ucapku
" idihh aaa. Kirain udah siap"
" mandi dulu gih"
" gak kebayang bekas Lingga " ucap Tresha dengan bercanda"
Aku berjalan ke kamar mandi. Terasa sangat dingin malam ini, biasanya aku sesudah memuaskan isteriku langsung tidur! Kali ini enggak, aku harus memuaskan kedua isteriku karena besok adalah keberangkatanku bekerja ke Surabaya.
Aku keluar dari kamar mandi. Terlihat Tresha sedang duduk di hadapan cermin menyisir nyisir rambut panjangnya. Dia tersenyum dan berjalan ke arahku yang hanya memakai handuk.
Dia menarik dan menuntunku ke arah tempat tidur, kemudian membaringkan aku.
Lidah panjangnya langsung bermain di area telinga dan leherku, terasa angin dari hembusan nafas Tresha membuat bulu kuduk merinding dan geli. Jari jemarinya yang lentik bermain main di area dada bidangku.
Kepalanya meliak liuk dari area leher ke area dada bidangku! lidahnya kembali bermain main di area dada bidangku.
Tak lama setelah itu, kepalanya meliak liuk kembali sampai ke di area burung peliaraanku.
Dia memegang dengan tangan kanannya, kemudian dimasukan kedalam mulutnya. Dia mengemut ngemut kepala burung peliaraanku.
Lidahnya bergerak gerak di dagu burung peliaraanku. Hingga membuatku geli dan merinding.
Kemudian ku pegang kepalanya dengan kedua tanganku, ku gerak gerakan ke luar dan kedalam.
Kemudian Tresha beralih posisi, dia bangkit dan membelakngiku.
Kumasukan burung peliaraanku ke rumah kerang ajaib miliknya, kemudian ke gerakan luar dan kedalam sambil memegang bokongnya.
Terdengar suara rintihan merdu di kesunyian malam dari mulut Tresha.
Setelah lumayan lama, pinggang dan lututku terasa pegal. Akhirnya ku cabut mengeluarkan burung peliaraanku. Terdengar kembali suara kentut yang lucu dari lubang kerang ajaib ya setelah aku mengeluarkan burung peliaraanku. Lagi lagi aku dan Tresha tertawa sejenak karena suara tersebut.
Kemudian Tresha berbaring dan mengelap kerang ajaib dengan handuk kecil yang sudah ia persiapkan.
Kemudian ke dua tangan Tresha membuka rumah kerang ajaibnya! aku memainkan lidahmh di area kacang ajaibnya, kemudian jari jemariku ******* ***** sesekali mamainkan kedua penutup gunung kembar miliknya.
Terdengar suara merdu dari mulutnya.
Matanya merem melek.
Giginya menggigit gigit bibirnya.
Dia menggoyang goyangakan tubuhnya sambil bersuara.
" ia seperti itu a"
" emhhhhh emhhhhh emhhhhhhh"
" kencengin lagi lidahnya a"
" emmmm mmm emmmm mmh ia seperti itu a"
" emh emhhhhh emhhhhh emhhh"
" Remasnya kerassin lagi a"
" emhhhhh emmmm emhhhhhhh"
" ahhhhhhhhhhhhhhh ahhhhhhhh ahhhhhhhh"
" ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh"
Tresha sudah ******* pertama.
Tubuhnya bergerak gerak, matanya masih merem melek.
Giginy masih menggigit gigit bibir bawahnya yang tipis.
__ADS_1
Aku masukan kembali burung peliaraanku.
Aku peluk sambil berbalas silatan lidah.
Tresha menyilangkan kakinya di belakang pinggangku.
Ku gerakan burung peliaraanku dengan sangat cepat.
Terdengar suara benturan burung menabrak kerang ajaib " plok plok plok plok "
" emhhhhh emmmm mmh emmmm"
" kencengin lagi a"
" ahhhhh iaaaahhh iahhhhhhh iahhhb "
" makin kenceng a "
" iahhhh iaaaaaaah iaaaaaaah"
" ahhhhhhhh ahhhhhhhh ahhhhhhhhhhh"
" ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh"
Burung peliaraanku tiba di puncak kenikmatannya.
Dia bergerak gerak mengeluarkan muntahannya.
Aku berhenti sejenak diatas tubuhnya.
Nafasku terengah tengah.
Terasa burung peliaraanku mulai tidur.
Dia kembali ke bentuk semula dan mengecil.
Aku cabut dan mengeluarkannya.
Terlihat dari lubang kerang ajaib milik Tresha muntahan burung peliaraanku.
Kemudia Tresha bangkit dan jongkok.
Dia bergerak gerak untuk mengeluarkan sisa muntahan burung peliaraanku.
*************
Ke esokan harinya
Waktu menunjukan pukul 07.00 wib .
Terlihat ibu, ibunya Tresha dan mamanya Lingga sudah berada di Vila, mereka sedang berbincang bincang di gazebo.
Ghiffar dan kedua adiku sedang memancing ikan di kolam dekat gazebo.
Lingga dan Tresha sedang mempersiapkan makanan di meja makan.
" mobilnya masih belum datang juga a?" Tanya Lingga
" belum sayang mungkin terkena macet, ini kan hari Minggu"
" kamu tau kan gimana bandung kalo weekend"
Kemudian aku, Tresha dan Lingga menghampiri ibu, ibuku dan mamahnya Lingga dengan membawa makanan ke gazebo.
" akbar , jadi, Ghiffar ayo kesini, kita makan bersama"
Akhirnya semua sudah berkumpul di gazebo! Kami semua makan bersama.
Terlihat Ghiffar paling sibuk dengan gurame bakarnya
Abbaa dan hadi tidak kalah, mereka makan lahap dengan je kol dan ikan asinya.
" Pelan pelan sayang, nanti keselek loh " ucap ibu kepada anak anak dan cucunya "
Terlkhat kedua isteriku makan saling berdamlingan dengan orang tuaku dan orang tua mereka. Ini adalah pemandangan yang jarang terjadi.
__ADS_1
Aku sangat senang dan bahagia melihat pemandangan ini.
" ayo a. Tambah lagi nasinya"
" di Surabaya gak akan ada nasi liwet kaya gini " ucap mamahnya lingaa.
Lingga dan Tresha menyuapiku bergeliran. Hingga semua orang tuaku kita menyoraki kami.
" ibu senang melihat kalian akur" ucap ibunya Tresha"
" ibu harap kalian saling jaga ketika aa tidak ada"
" apalagi perut kalian nanti semakin membesar.
" selama aa pergi aku tinggal di rumah ibu" ucap Tresha
" kami semua sudah bicara dan sepakat"
" Lingga juga bakal tinggal sama mamanya"
" ia kan Lingga "
" ia mah .. Bener yang di katakan Tresha "
Akhirnya mobil yang d tunggu tunggu datang. Aku pamitan kepada ke tiga orang tuaku, dan meminta doa agar pekerjaanku di lancarakan.
Aku sedih akan meninggalkan dari kedua isteriku dengan kandungan yang makin membesar.
Terlihat kedua adiku dan Ghiffar juga berkaca kaca mau menangis.
" Tresha, Lingga jaga diri kalian baik baik yaa"
" ibu kau titip kedua istriku yaaa"
" titip juga Ghiffar"
" iaa a.. Aa jangan khawatir"
" kami disini pasti saling jaga"
" aa fokus aja bekerja"
" ingat a, kita dan calon bayi kita menunggu disini" ucap Tresha
Aku memeluk satu persatu orang tuaku sambil mencium tangan mereka.
Aku juga meluk dan mencium kedua isteriku bergantian.
Ghiffar dan kedua adiku memeluku berbarengan.
Aku segera naik mobil.
Kudua adiku memasukan barang barangku ke dalam mobil.
Terlihat mereka berjajar dan melambaikan tangan mereka.
" aku pergi dulu yaaaaaa"
" jaga diri kalian"
" Assalamualaikum semuanya"
" dadahhhhhhhhhh "
Tak terasa air mataku menetes karena harus berpisah dengan mereka sementara.
**********
Akhirnya aku sampai di Surabaya dengan selamat.
Aku mengecek chat whatapp ku. Kubuka pesan dari Pa.Dahlan, dan mengklik sharelok yang sudah dikirim Pa.Dahlan.
Aku segera naik Taxi ke alamat yang di berikan Pa. Dahlan.
Pa.Dahlan menyuruhku untuk datang Kerumahnya, dia sudah menitipkan pesan ke Anaknya bahwa aku akan tinggal sementara di rumah mereka.
__ADS_1
Sesampai di lokasi yang di kirim.Pa.dalan aku terkejut