Wanita Kedua Suamiku

Wanita Kedua Suamiku
Mabuk


__ADS_3

Jack mengikuti langkah Austin keluar dari perusahaan. Setiap karyawan yang bertemu dengan mereka langsung menunduk karena takut. Bagaimana tidak, sekarang semua karyawan tahu jika suasana hati bos mereka sedang tidak baik, sehingga mereka memutuskan lebih baik mereka menghindar lebih awal dari pada bertemu dengan Austin dan ikut dalam amukannya.


Jack membukakan pintu mobil untuk Austin kemudian melajukan mobilnya menuju Koslic restoran and Cafe.


Diperjalanan Austin hanya diam berusaha menenangkan pikirannya sambil menekan pelipisnya.


Setelah beberapa menit, mereka sampai di Koslic restoran and Cafe. Jack turun dari mobil kemudian membuka pintu mobil untuk Austin.


Restoran yang mereka datangi adalah restoran yang di dalamnya terdapat Bar yang sangat private. Tidak semua pengunjung Restoran yang mengetahui tempat ini kecuali mereka dari kalangan atas. Meskipun mereka tahu, tapi belum tentu juga dapat masuk karena memasuki tempat itu butuh card khusus VVIP.


Jack mengikuti langkah Austin masuk ke dalam. Mereka langsung menuju bar. Austin ingin melupakan Anastasya dengan meminum Wine. Jack menuangkan Wine ke dalam gelas kemudian menyodorkan ke depan Austin.


Dengan sekali tegukan Austin meminumnya. Ia meminta Jack menambahnya lagi dan lagi hingga Austin mabuk dan mulai merancau.


"Tasya..! aku sangat mencintaimu. Kenapa tidak tinggalkan saja laki-laki brengsek itu." Austin merancau.


Jack mendelik malas, Saat di kantor Austin mengelak jika kemarahannya karena Anastasya, sekarang ia merancau menyebut namanya.


"Dasar bos gila! Sudah di bilang jangan jatuh cinta pada istri orang, tapi tidak mau dengar juga. Ujung-ujungnya gw juga yang repot." Gerutu Jack.


"Lo sudah bosan hidup Jack! Lo nggak tau aja rasanya. Gw sangat tersiksa melihatnya bersama Damian brengsek itu. Laki-laki bajingan yang tega melukai hatinya. Hatiku sangat sakit melihat dahinya yang terluka." Kesal Austin.


Jack menghela napas kasar. "Ternyata masalahnya adalah luka di dahi Anastasya." Lirih Jack.


"Jack, Bawa Tasya ke sini sekarang! Gw butuh dia." Gumam Austin.


"Maaf bos! minta yang lain saja. Aku tidak -'''mau bawa kabur istri orang. Damian bisa ngamuk ke gw." Tolak Jack.


"Lo lebih takut Damian yang ngamuk atau gw yang ngamuk?" Austin mendelik menatap tajam menatap Jack.


Jack kembali menuangkan Wine ke gelas Austin. Austin langsung mengambil dan segera meneguknya. Tidak lama kemudian ponsel Austin berdering.


"Halo." Jawab Austin dengan suara mabuk.

__ADS_1


"Austin! kamu minum lagi?" Teriak Mayang di balik telepon.


"Tidak Mom, tanya aja pada Jack. Aku hanya minum sedikit." Jawab Austin dengan santai.


"Austin, beberapa Minggu lagi Mommy akan ke Bandung. Mommy hubungin Syasya tapi nggak bisa. Kenapa ponselnya nggak aktif ya?" Tanya Mayang.


"Aku juga nggak tau Mom, mungkin dia lagi sibuk atau ponselnya lagi mati." Jawab Austin.


"Kamu hubungin Tasya, minta dia menghubungi Mommy." Perintah Mayang.


"Ia Mom, nanti Syasya hubungin Mommy." Ujar Austin kemudian memutuskan sambungan teleponnya.


Setelah menutup telpon, Jack mengajak Austin untuk kembali ke apartemen. Mereka keluar melewati restoran dan ternyata di sana ada Andrea.


Andrea adalah mantan pacar Austin. Wajahnya cantik, hidung mancung, tinggi, putih, rambut agak kecoklatan dan juga kaya. Kedua orang tuanya tinggal di Jerman. Ibunya orang Jerman dan ayahnya berasal dari Jakarta. Mereka pacaran saat mereka sama-sama kuliah di Jerman. Mereka pasangan yang sangat ideal bahkan tidak ada yang tidak mengetahui hubungan mereka kareamna keduanya anak dari pebisnis terhebat di Jerman. Hubungan keduanya hampir saja tunangan jika Andrea tidak memutuskannya. Padahal sebenarnya ia juga menjalin hubungan dengan teman kampusnya bernama Dirly.


Saat itu Andrea memutuskan Austin dengan alasan Austin tidak bisa diajak tidur di ranjang. Austin sangat menjaga hubungan sek* di luar nikah. Tidak sama dengan teman-temannya yang lain yang sudah terbiasa dengan pergaulan bebas. Jika mereka sedang bersenang-senang di Club, Austin hanya minum tapi tidak pernah berakhir dengan perempuan.


"Austin." Panggil Andrea setengah berteriak.


"Syasya..." Austin merancau.


"Bukan Syasya bos! tapi Andrea." Bisik Jack dengan kesal.


Jack paling benci dengan Andrea. Karena Andrea meninggalkan Austin. Saat itu Jack lah yang berada di sampingnya untuk membangkitkan semangat sahabatku. Austin jadi tak terkendali. Ia sering mabuk-mabukan, obat-obatan hingga pernah masuk tempat rehabilitasi. Butuh waktu satu tahun untuk membuatnya kembali move on dari Andrea. Austin juga hampir tidak lulus kuliah jika saja IQ nya tidak tinggi karena jarang mengikuti kuliah.


"Andrea?" Lirih Austin menatap Andrea yang sedang berjalan ke arahnya dengan tatapan mata yang tajam. Ia menyunggingkan senyum tipis kemudian mengumpat.


"Dasar wanita sialan!" Lirih Austin mengumpat.


"Austin..? apa yang kamu lakukan di sini?" Tanya Andrea.


Austin hanya tersenyum mengejek.

__ADS_1


"Maksudku, sejak kapan ada di Jakarta?" Tanya Andrea.


"Jack apa perlu aku menjawabnya?" Kesal Austin meluapkan pada Jack.


'Tambah lagi masalah dalam hidup gw. Tadi Syasya, sekarang Andre. Kalo gw nggak bawa pulang nih bos! bisa jadi Renata juga ikut muncul. Siapa suruh jadi orang kaya dan tampan.' Batin Jack.


"Jack! jawab..!" Sentak Austin.


"Nggak usah di jawab bos! wanita ini juga nggak penting. Sudah di museum kan masih juga nongol! Mending Lo kembali ke habitat Lo." Ejek Jack.


"Austin, maafin aku. Aku masih mencintaimu, Ternyata Dirly cuma ingin memanfaatkan aku. Dia pergi setelah membawa kabur uangku." Andrea menarik tangan Austin untuk ia genggam namun Austin segera menepisnya.


"Lepaskan! Wanita sialan! pergi dari hadapanku, kita sudah tidak ada hubungan!" Kesal Austin menepis tangan Andrea.


"Austin..! Dengerin aku, aku masih mencintaimu, mari kita memulai semuanya kembali seperti dulu. Aku janji nggak akan meninggalkan mu lagi. Aku sudah sadar jika ternyata cintaku padamu sangatlah besar. Selama ini, Aku sudah berusaha mencarimu." Melas Andrea.


"Hehehe... makasih sudah mencari ku, tapi maaf aku tidak butuh. Lebih baik kamu cari laki-laki yang lain yang bisa nerima Lo. Tapi itu bukan Aku." Kekeh Austin.


"Austin..! aku nggak ingin laki-laki lain, aku hanya ingin kamu. Ayolah maafkan aku. Kita mulai dari awal lagi. Aku akan jadi gadis yang baik dan penurut seperti yang kamu inginkan." Melas Andrea.


"Hehehe... Jack! Lo dengar..? dia bilang dia masih gadis..?" Tanya Austin pada Jack, sedangkan Jack hanya menggeleng.


"Lalu apa yang kamu dan Dirly lakukan di dalam kamar hotel saat pulang dari party? Apa kamu pikir aku sudah pulang? Aku hanya ke toilet sebentar, dan kamu langsung menghilang bersamanya. Dan sialnya Dirly mengirimkan video kalian ke ponselku." Kesal Austin mengingat kejadian yang sempat membuatnya hampir gila. Wanita yang sangat ia cintainya tidur dengan musuhnya di kampus.


.


.


.


Bersambung...


Sahabat Author yang baik ❤️

__ADS_1


Jika kalian suka dengan cerita ini, Jangan lupa, Like, Komen, Hadiah, Dukungan dan Votenya ya! 🙏🙏🙏


__ADS_2