Wanita Kedua Suamiku

Wanita Kedua Suamiku
Extra Part


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu, Jack dan Shintia kembali dari bulan madu. Mereka langsung menempati rumah baru yang telah Austin berikan.


Dodi masuk ke dalam rumah baru Jack karena ingin curhat masalah Dodi dan Tirani. Mereka berbicara di ruang tamu sambil menunggu waktu makan malam


"Jack, Gw harus gimana ya? gw bingung." Dido menekan pelipisnya duduk di sofa ruang tamu.


"Lo bingung kenapa?" Tanya Jack.


"Heru ingin menikah dengan Tirani, sementara gw.." Jawab Dodi.


"Heru siapa?" Tanya Jack penasaran.


"Heru yang membantu perekonomian keluarga Tirani saat di kampung setelah Ayahnya meninggal. Dan ternyata Heru tidak ikhlas membantunya. Dia sengaja membuat Tirani memiliki utang budi padanya, agar dapat memaksa Tirani menikah dengannya. Beberapa hari yang lalu Dia juga datang menjemput Tira. Tapi Tira dan Ibunya menolak. Tidak menutup kemungkinan Heru akan kembali lagi dan memaksanya ikut." Jelas Dodi.


"Jika seperti itu, biarkan saja mereka menikah, yang penting Tirani juga mau. Kenapa lo jadi repot? apa lo beneran cinta dengan Tirani?" Selidik Jack.


Dodi hanya mengangguk.


"Hehehe, Gw pikir Lo membawanya ke pesta Gw karena tidak mau jadi OB, ternyata Lo serius?" Semangat Jack.


"Tentu saja, bahkan kami pacaran beneran." Ungkap Dodi.


"Kalo begitu, Lo nikah aja dengan Tirani." Gampang kan?" Usul Jack.


"Nggak semudah itu Jack. Gw belum siap menikah. Masih banyak impian gw yang belum tercapai." Ujar Dodi.


"Apa lagi yang Lo tunggu? Lo mau nunggu sampai Lo tua? dan Tirani menikah dengan Heru?" Tanya Jack.


"Nggak gitu juga Jack." Jawab Dodi.


"Trus, Lo mau nunggu sampai Lo siap itu kapan?" Tanya Jack.


"Entahlah Jack." Jawab Dodi bingung.


"Gw saranin, Lo menikah dengan Tirani secepatnya. Jika Lo nggak mau, maka Lo harus siap-siap kehilangan Tirani. Karena orang licik seperti Heru tidak akan tinggal diam, dia akan melakukan apa saja untuk mendapatkan Tirani." Saran Jack.


"Itu sudah gw pikirin. Tapi Gw masih ragu." Ujar Dodi.


"Mantapkan dulu pilihan Lo! jika kamu bersedia menikah dengan Tirani. Bawa Tirani menjauh dari Heru. Tempat tinggalnya sudah Heru tau bukan? Bawa aja Tirani dan keluarganya tinggal di apartemen gw untuk sementara waktu sampai kalian menikah. Bagaimana?" Tanya Jack.


Gw akan putuskan besok. Gw juga harus bicara dengan keluarga gw.


"Mas Jack, makanan sudah siap, ajak Dodi sekalian makan." Panggil Shintia dari arah dapur.

__ADS_1


"Tuh, enak kan punya istri? Ada yang masakin, ada yang urus semua keperluan kita, dan yang paling penting nih Dod! ada temen bermain diatas ranjang kapanpun kita mau." Bisik Jack, membuat Dodi seketika kesal dan memukul lengan Jack karena ucapan terakhirnya. "Hehehe... ayo kita makan!" Ajak Jack.


Mereka menikmati makan malam bersama. Setelah makan Dodi berpamitan pulang karena harus kembali ke kantor untuk mengambil berkas yang tertinggal.


....


Dodi tidak bisa tidur satu malam memikirkan hubungannya dengan Tirani. Ia menghubungi ibunya di kota lain untuk meminta pendapatnya. Awalnya Dodi ragu, tapi diluar dugaan ternyata Ibunya sangat senang jika Dodi segera menikah.


Ibu mana yang tidak senang jika anaknya akan menikah, apalagi umur Dodi sudah dibilang matang bahkan seharusnya telah memiliki anak. Ibunya juga sudah lama menginginkan cucu dari Dodi. Meskipun sudah ada cucu dari adik Dodi yang perempuan tapi tetap beda rasanya.


"Menikahlah nak, Ibu sangat bahagia mendengarnya. Kapanpun kamu butuhkan Ibu, Ibu akan datang." Ujar Mona, ibu Dodi lewat saluran telepon selulernya.


"Apa ibu tidak keberatan jika aku menikah dengan Tirani tiga hari lagi? karena keluarga bos Dodi harus kembali ke Jerman pekan ini. Jika acaranya tidak secepatnya, kemungkinan besar beliau tidak dapat menghadiri pesta pernikahan Dodi. Bagaimana bu?" Tanya Dodi.


"Ibu tidak masalah nak. Ibu akan ke sana besok. Seandainya Ayah kamu masih ada nak, dia pasti sangat senang seperti Ibu. Apa ada yang kamu inginkan untuk Ibu bawa?" Tanya Mona balik.


"Tidak usah Bu, Aku tidak mau merepotkan ibu apalagi membuat ibu lelah. Cukup bawa diri Ibu saja, Dodi sudah sangat senang." Jawab Dodi.


"Baiklah nak, Assalamualaikum." Ibu Mona menutup teleponnya begitupun dengan Dodi.


Setelah menelpon Ibunya Dodi menghubungi Austin. Austin juga senang mendengar Dodi akan menikah.


Austin membatalkan jadwal keberangkatannya ke Jerman agar dapat menghadiri pesta pernikahan Dodi.


.....


Hari pernikahan Dodi dan Tirani di selenggarakan di ballroom hotel milik Austin. Tirani meminta acara yang sederhana namun sederhana bagi Dodi sangat berbeda dengan sederhana yang di inginkan Tirani, bahkan acara yang dibuat Dodi sangat mewah. Tirani kagum dengan Dodi, karena Dodi mengurus semuanya dengan cepat tanpa ada yang kurang.


Keluarga Dodi dan Tirani sudah berkumpul di ballroom. Acara pernikahan berlangsung dengan sakral. Setelah mengucapkan ijab qobul dengan lancar, kini mereka sah menjadi pasangan suami istri. Mereka duduk di pelaminan menerima tamu hingga acara berakhir.


Austin memberikan hadiah pernikahan pada Dodi sama dengan yang Ia berikan pada Jack. Rainart dan Mayang juga memberinya mobil tapi dengan merek dan tipe yang berbeda meskipun harganya hampir sama.


Setelah pesta berakhir dan semua tamu undangan juga pulang. Kini mereka masuk ke dalam kamar pengantin di hotel. Malam pertama gagal dilakukan Dodi karena Tirani sedang datang bulan.


Jack dan Shintia tertawa sampai sakit perut saat Dodi menelponnya lewat Video call dengan wajah kesal dan frustasi.


.....


Keesokan harinya Dodi, Tirani, Jack dan Shintia menuju apartemen Anastasya. Hari ini mereka akan kembali ke Jerman.


Karena kedua sahabatnya telah menikah dan memiliki keluarga masing-masing. Maka dari itu Austin memutuskan kembali ke Jerman. Mayang sudah tidak mau diajak kompromi lagi. Tiga hari menunda keberangkatan baginya sudah cukup. Austin harus segera membawa istri dan anaknya ke sana agar Mayang bisa tenang.


Sebelum pergi Austin menyerahkan pekerjaannya pada Dodi dan Jack. Ia sangat percaya akan kemampuan kedua sahabatnya.

__ADS_1


Jack dan Dodi memasukkan barang-barang mereka ke dalam mobil. Mereka sangat berat berpisah dengan Giandra. Giandra yang lucu sudah mulai terbiasa dengan mereka.


Mereka kebandara mengendarai dua mobil dengan kecepatan rata-rata. Giandra tidak pernah berhenti bicara dan menjahili Jack. Sifat Jack yang juga suka jahil sangat cocok dengan Giandra. Tirani, Austin dan Anastasya hanya tertawa melihat kejahilan keduanya, sama-sama tidak mau kalah dan mau menang sendiri.


Tak terasa mereka telah tiba di bandara. Pramugara membawa koper Austin kedalam pesawat. Mereka berpamitan, saling berpelukan dan di iringi tangis Anastasya dan Shintia bahkan Tirani juga ikut sedih.


"Aku akan merindukan kalian." Lirih Anastasya memeluk Shintia.


"Kami juga, jangan lupakan kami, jika ada waktu ikutlah dengan Austin ke sini jenguk sahabatmu ini." Lirih Shintia membalas pelukan Anastasya.


"Kalian ini seperti anak kecil yang ingin berpisah saja. Kami memang akan tinggal di sana, tapi pasti akan kembali. Ayo sayang." Ujar Austin.


"Ayo." Anastasya melepaskan pelukannya lalu mengikuti Austin naik ke pesawat bersama Giandra.


Sebelum pintu tertutup, mereka melambaikan tangan sambil tersenyum sebagai tanda perpisahan.


.


.


.


..... TAMAT.....


Pengumuman:


Hai para readers, Terima kasih sudah setia membaca novel Author yang berjudul "WANITA KEDUA SUAMIKU" Jika ada kesalahan kata dan beda pandangan tentang ceritanya, harap di maafkan ya..?


Semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT.


Dukung terus karya Author yang lainnya ya?


#Terpaksa Menikahimu#


#Maduku Tak Berhati#


#Calon Istri Milyader#




__ADS_1



__ADS_2