Wanita Kedua Suamiku

Wanita Kedua Suamiku
Memeluknya


__ADS_3

Dengan segera Anastasya berhambur memeluknya, menghirup dalam-dalam aroma parfum yang menjadi candu baginya. Air matanya seketika keluar seolah ingin mengadu. Dirinya sekarang sebatang kara tanpa keluarga. hanya keluarga Austin lah yang sekarang menjadi keluarganya.


"Hei, kenapa kamu nangis?" Austin merasakan tubuh Anastasya bergerak, suara isakan semakin tajam di telinganya hingga membuatnya tersadar jika Anastasya sedang menangis dalam pelukannya.


Austin ingin melepaskan pelukannya namun Anastasya memeluknya lebih erat.


"Jika kalian berpelukan lebih lama lagi. Besok Mommy akan nikahkan kalian bersamaan dengan anak Tante Gres." Sela Mayang.


Mayang masuk lebih dulu ke dalam rumah sedangkan Anastasya masih tidak ingin melepas pelukannya.


"Kamu kenapa? Jika kamu rindu, pelukannya di dalam aja, malu di sini banyak orang, ada Jack juga yang liatin kita." Tanya Austin membelai rambut Anastasya.


"Hikss, hikss.." Bukannya menghentikan tangisnya, Anastasya malah mengencangkan suaranya.


"Kamu jahat..! pergi nggak bilang-bilang." Lirih Anastasya dalam tangisnya.


"Aku hanya sebentar kan? sudah, jangan nangis lagi, kamu makin cengeng seperti anak kecil, jelek tau! ayo kita masuk, aku membawakan sesuatu untuk kamu." Bujuk Austin mengelus pundak Anastasya.


Mendengar Austin mengatakan membawa sesuatu untuknya, Anastasya langsung mengurai pelukannya. Austin merangkul pundaknya masuk kedalam rumah di ikuti Jack yang ada di belakangnya.


"Dasar si bos! enak-enakan pekuk-pelukan di depan mata gw, membuat jiwa kelaki-lakianku meronta aja!" Kesal Jack.


"Lo cemburu Jack." Sindir Austin sengaja membuat Jack kesal.


"Aku bisa melakukan lebih diatas ranjang bos!" Gumam Jack kesal.


"Tetap saja kamu iri kan?" Balas Austin kembali.


"Aku sampai di sini aja bos! Aku masih ada kerjaan." Ujar Jack menyerah koper milik Austin pada bi Imah.


"Hati-hati Jack, jangan kemana-mana selain ke kantor."


Jack mendelik kesal meninggalkan Austin yang terus mengusiknya.


Austin dan Anastasya duduk di sofa. Austin tidak melepaskan rangkulannya di pundak Anastasya sedangkan Anastasya bersandar di dada bidangnya.


"Kenapa kamu menangis? apa kamu sedang menangisi perceraian mu dengan pria brengsek itu?" Tanya Austin.


"Mas tau dari mana aku sudah bercerai dengan Mas Damian?" tanya Anastasya balik.


"Itu nggak penting, sekarang berhenti menangisi pria brengsek itu." Kesal Austin, ia berhadapan Anastasya lalu menghapus air matanya kemudian kembali memeluknya.


Setelah merasa tenang, Anastasya melepaskan pelukannya. "Aku akan kembali ke Jakarta untuk membalas sakit hatiku." Lirih Anastasya


"Apa kamu butuh bantuan ku?" Tanya Austin.


"Tidak Austin! biarkan aku menyelesaikan urusanku dengan keluarga Damian. Setelah itu aku akan ikut Mommy ke Jerman." Tolak Anastasya.


"Kamu akan ikut Mommy? kenapa nggak ikut aku Sya.. aku bisa menjagamu melebihi Mommy." Tawar Austin.


"Mana bisa begitu?"

__ADS_1


"Kenapa nggak? Setelah urusanmu selesai kita akan menikah." Tegas Austin tak terbantahkan.


"Tapi aku..."


"Kenapa..? kamu masih ingin menolak lagi?"


"Bukan itu, maksud aku, tunggu setelah masa iddah ku selesai dulu." Ujar Anastasya dengan wajah memerah.


"Oke, tidak masalah. Itu artinya kamu setuju kan?" Tanya Austin memastikan.


Anastasya mengangguk. Tidak ada alasan lain lagi untuk menolak. Meskipun hatinya belum sepenuhnya siap, tapi dia juga butuh seseorang untuk menjaganya dari Damian.


...


Keesokan harinya Mayang, Austin dan Anastasya menghadiri pesta pernikahan anak saudara Mayang. Mereka di sambut dengan sangat ramah oleh keluarga besar Mayang. Mayang ikut bergabung dengan saudara-saudaranya sedangkan Austin dan anastasya lebih memilih duduk berdua di sisi ruangan ballroom.


Sebenarnya Austin tidak suka terlalu berlama-lama di tempat seperti ini. Menurutnya sangat membosankan jika tinggal berbasa-basi dengan keluarga.


Jika Austin menghadiri acara pernikahan seperti ini, biasa ia langsung menyapa pengantin kemudian keluar dari ballroom tanpa harus menyapa yang lain.


"Sya.. aku sudah sangat bosan. Kita keluar aja yuk! mumpung Mommy lagi sibuk." Ajak Austin.


Anastasya menoleh ke arah Mayang. Wanita paruh baya itu benar-benar sibuk bercengkrama dengan keluarga besarnya.


Saat mereka akan keluar dari ballroom, tiba-tiba seseorang menghampirinya.


"Austin, ini siapa nak? cantik sekali?" Tanya Tante Austin.


"Kenalin Tante, calon istri Austin, namanya Tasya." Jawab Austin.


Anastasya mengulurkan tangannya kemudian di sambut oleh Tante Austin.


"Ternyata kamu sudah punya calon. Padahal Tante baru saja ingin mengenalkan mu dengan Bianca. Kapan rencana kalian untuk menikah?"


"Secepatnya Tante, doain aja biar semuanya dimudahkan."


"Ia nak, Tante doain semoga kalian segera menikah. Kamu sudah cukup umur untuk berkeluarga. Nggak baik jika lama-lama pacarannya."


"Kalian sudah mau pulang?" Tanya Tante Austin.


"Belum Tante, kami hanya ingin cari udara segar diluar, Permisi Tante." Pamit Austin.


Mereka segera keluar sebelum tantenya kembali bertanya yang aneh-aneh tentang dirinya dan Anastasya.


....


Dua hari setelah pesta. Mayang kembali ke Jerman seorang diri. Sedangkan Anastasya dan Austin kembali ke Jakarta. Jika bukan Austin yang membujuk ibunya agar tidak membawa Anastasya, pasti Mayang sudah membawanya ikut.


Setelah menempuh jarak waktu 3 jam, Anastasya dan Austin tiba di Jakarta. Anastasya mampir ke rumah orang tuanya untuk mengambil surat kepemilikan rumah yang selama ia tinggali bersama Damian. Untung saja selama ini ia memang tidak pernah menyimpan barang berharga di rumah Damian mengingat sifat Weni boros. Ia takut jika suatu saat Weni butuh uang, ia memanfaatkan surat rumahnya sebagai jaminan.


Dulu Weni pernah menggadaikan mobil Anastasya dengan alasan harus membayar utang-utangnya di rentenir hingga Anastasya harus mengeluarkan tanggungannya untuk menebus mobilnya kembali.

__ADS_1


"Kenapa kamu lama sekali?" Tanya Austin setelah Anastasya kembali masuk ke dalam mobil.


"Aku bertemu dengan Ibu Ratih tetangga Ibu. Aku menitipkan rumah padanya selama aku pergi." Jawab Anastasya.


"Apa semuanya sudah kamu ambil?" Tanya Austin kembali.


"Sudah." Singkat Anastasya.


"Jack Jalan." Perintah Austin.


Jack melajukan kendaraan menuju Apartemen Austin. Setelah beberapa menit, mereka sampai di basement. Austin dan Anastasya turun dari mobil berjalan menuju Lift, sedangkan Jack sibuk dengan kedua koper mereka.


Sampai di depan pintu apartemen, Anastasya mengernyitkan keningnya. "Tunggu! Ini apartemen siapa? bukannya apartemen kamu yang di sebelahnya?" Tanya Anastasya menunjuk nomor unit di sebelahnya.


"Untuk sementara kamu tinggal di sini sampai kita menikah. Aku di sebelahnya, agar aku bisa mengawasi mu dari Damian Brengsek itu."


Jika menyebut nama Damian pasti Austin menyambungnya dengan kata 'brengsek' karena saking kesalnya dengan mantan suami Anastasya.


Setelah memasukkan password, pintu apartemen terbuka tidak lupa Austin memberitahu password-nya pada Anastasya.


Anastasya mengedarkan pandangannya. Isi apartemen tidak jauh berbeda dengan yang Austin tempati, hanya berbeda warna cat dan beberapa pigura di dinding.


"Bagiamana, apa kamu suka?" Tanya Austin.


"Suka, ini sangat nyaman untukku seorang diri. Makasih." Jawab Anastasya tersenyum.


"Sekarang istirahatlah! hari ini kamu nggak boleh kemana-mana. Aku akan ke kantor menyelesaikan beberapa pekerjaan ku. Jika kamu lapar, semua sudah aku sediakan di kulkas." Jelas Austin kemudian berbalik untuk pergi.


"Bos! koper Bu Tasya." Jack tiba-tiba masuk karena pintu memang tidak terkunci.


"Simpan di situ aja Jack, makasih!" Ujar Anastasya tersenyum manis menampilkan gigi putihnya.


"Nggak usah senyum-senyum padanya Sya.. ntar dia baper lagi." Ketus Austin.


"Ihh... yang baperan itu bos! suka main hati. Kalo aku main di ranjang." Elak Jack. Nggak terima jika Austin melarang Anastasya tersenyum padanya.


"Ayo pergi." Ajak Austin.


"Bye-bye Bu Tasya...." Goda Jack sengaja membuat Austin kesal.


Anastasya hanya tersenyum geleng-geleng kepala melihat Austin menarik kerah bajunya keluar dari pintu.


Hari ini Anastasya tidak keluar dari apartemen sesuai permintaan Austin. Ia memilih istirahat sejenak kemudian ke dapur membuat beberapa makan untuk makan malamnya bersama Austin.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


Sahabat Author yang baik ❤️


Jika kalian suka dengan cerita ini, Jangan lupa, Like, Komen, Hadiah, Dukungan dan Votenya ya! 🙏🙏🙏


__ADS_2