Wanita Kedua Suamiku

Wanita Kedua Suamiku
Kejutan di Mall


__ADS_3

"Kamu salah, aku sangat mencintainya, bahkan aku bersyukur tidak jadi menikah denganmu. Entah kehidupan macam apa yang aku jalani jika itu terjadi. Dasar perempuan murahan! aku tau semua yang kau lakukan dengan Dirly di belakang ku, dan apa saja yang kau rencanakan saat ini. Sekarang lebih baik kamu pergi dari hadapanku atau aku akan menghancurkan mu bersama Dirly. " Ancam Austin kemudian segera meninggalkan Andrea yang masih berdiri mematung.


"Austin" Terian Andrea membuat tamu hotel yang sedang menikmati makanannya menoleh ke arah Andrea.


Andrea duduk di kursi menahan rasa malu. Ia sangat yakin jika Austin masih mencintainya dan akan memaafkannya.


"Sabar Andrea, gw yakin, gw akan mendapatkan lo kembali Austin, ini hanya masalah waktu dan aku harus menyingkirkan wanita sialan itu." Monolog Andrea sambil memikirkan cara untuk menyingkirkan Anastasya.


............


Austin mendekati Anastasya yang sedang duduk membelakanginya di atas tempat tidur. Matanya sembab dan penuh dengan air mata. Suara tangis pilu yang Austin dengar ikut menyakiti hatinya.


Austin mencoba membalikkan tubuh Anastasya tapi Anastasya menolak. Dengan perlahan Austin duduk berjongkok di depannya sambil menggenggam tangan Anastasya.


"Sayang..! Hei.. jangan menangis, kamu nggak perlu dengar kata-kata Andrea. Dia itu berbohong. Dulu memang kami pernah pacaran, tapi kami sudah lama putus. Kamu tahu kenapa? Karena dia selingkuh dengan Dirly mantan pacarnya saat di SMA. Jadi kami sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Hubungan kami sudah berakhir. "Jelas Austin.


Anastasya masih saja menangis. Ia takut kehilangan Austin dan akan kembali pada Andrea.


"Sayang..! dengar kan aku, apapun yang terjadi di masa lalu kita, kita tinggalkan dan lupakan semuanya. Kita mulai hidup baru kita bersama keluarga kecil kita. Aku hanya ingin kamu di masa depan aku begitupun sebaliknya, tidak ada yang lain apalagi yang namanya mantan-mantan. Kamu mengerti?" Bujuk Austin kembali.


Anastasya mengangguk lalu memeluk Austin dengan erat.


"Hikss, hikss, aku takut kehilangan kamu, aku tidak akan sanggup jika kamu pergi meninggalkan aku. Aku mencintaimu, sangat." Lirih Anastasya mengeratkan pelukannya.


"Husstt.. jangan menangis lagi sayang, aku tidak akan pernah meninggalkanmu, Aku janji akan menjadi suami yang bertanggung jawab dan setia. Kamu belahan jiwa ku dan semangat hidupku. Aku juga tidak bisa hidup tanpa kamu sayang, I love you too..." Ujar Austin mengelus puncak kepala Anastasya lalu mencium keningnya.


"Sekarang masih mau tinggal di sini nangis, atau mau ketemu Shintia?" Tanya Austin.


"Ketemu Shintia." Jawab Anastasya.


"Ya sudah, senyum dulu dong?" Bujuk Austin menarik ujung pipi Anastasya dengan gemas.


Anastasya menghapus air matanya lalu tersenyum memperlihatkan gigi putihnya.


"Nah, gitu dong, kamu makin cantik saat tersenyum. Ayo kita berangkat Nyonya Austin." Ajak Austin menawarkan lengannya untuk di gandeng.


Anastasya mengambil ponsel dan sling bagnya, lalu menggandeng lengan Austin keluar dari apartemen.

__ADS_1


"Sayang, aku turun di Mall aja ya? aku sudah janjian denga Shintia di sana. Melas Anastasya saat mereka berada di dalam mobil.


"Oke sayang. Kalo sudah selesai, hubungi aku, aku akan menjemput mu jika pekerjaanku sudah selesai." Ujar


Beberapa menit kemudian, mereka tiba di Mall. Austin menurunkan Anastasya di depan lobi Mall kemudian melajukan kendaraannya menuju Royal grup.


Anastasya masuk ke dalam mall, sebelum Shintia datang, Ia jalan-jalan memasuki toko sepatu. Ia mencoba sepatu yang satu dengan yang lain lalu membeli 2 pasang, satu untuk Shintia dan satu lagi untuknya. Lelah berkeliling, ia menuju salah satu restoran menunggu kedatangan Shintia.


Anasta duduk di kursi kemudian memanggil pelayan. Setelah memesan makanan dan minuman, ia mengambil ponselnya lalu menghubungi Mayang.


"Halo sayang." Jawab Mayang saat melihat wajah Anastasya di layar ponselnya.


"Apa kabar Mom? Mommy dan Daddy sehat-sehat kan?"


"Ia nak, kami baik-baik aja, kamu dan Austin gimana? kapan kalian pulang?"


"Belum tau Mom, Tasya kangen Mommy."


"Mommy juga kangen sayang, di sini Mommy kesepian nggak ada kamu. Makanya suruh Austin selesaikan pekerjaannya secepatnya ya? biar kita kumpul bareng lagi. Gimana calon cucu Mommy, Apa sudah ada tanda-tanda?" Tanya Mayang.


"Belum Mom, doain ya, mudah-mudahan Tasya dikasih secepatnya."


"Di kantor, aku lagi nungguin temen di Mall, nanti juga Austin nyusul ke sini. Udah dulu ya Mom, jaga kesehatan Mommy dan Daddy. Bye-bye."


"Ia sayang, kalian juga jaga kesehatan, Bye-bye." Jawab Mayang menutup sambungan telepon.


Setelah Anastasya menutup telpon ia meminum jus dan memakan kentang goreng di depannya. Tanpa ia sadari Damian datang menghampirinya.


Damian menutup mata Anastasya dari belakang untuk memberinya kejutan.


"Lepasin, gw tau ini Lo Shin." Ujar Anastasya.


"Shin, jangan becanda, cepat lepasin tangan Lo." Anastasya meraba kedua tangan yang menutup matanya. Ia merasa tangan itu seperti tangan laki karena ukurannya lebih besar dari tangan wanita. Sekuat tenaga ia menarik tangan itu agar bisa melihat siapa yang sedang mempermainkannya.


"Damian!" Seru Anastasya terkejut.


"Halo Tasya ku sayang." Sapa Damian langsung duduk di kursi samping Anastasya.

__ADS_1


"Dasar kurang ajar kamu!" Kesal Anastasya.


"Wetss.. nggak usah marah dong sayang..! kamu lagi makan sendirian? bagaimana kalo kita makan berdua, makanan kamu kan banyak, itung-itung mengenang masa indah kita." Ujar Damian tersenyum menatap Anastasya dengan jarak yang sangat dekat.


Anastasya mendorong dada Damian sekuat tenaga. Dia tau anak buah Austin pasti sedang mengawasinya sekarang. Ia mengambil ponselnya untuk menghubungi Austin, namun Damian segera merampas dari tangannya.


"Nggak usah telpon Austin, lebih baik kita makan berdua, aku juga sangat lapar."


"Tapi aku tidak mau makan dengan mu." Tolak Anastasya.


"Sya.. berikan aku kesempatan untuk memperbaiki kesalahan ku, aku mohon sayang, maafkan aku dan kembalilah padaku." Melas Damian sambil mencicipi makanan yang ada di atas meja.


"Eh.. itu makanan Shintia, kenapa kamu yang makan?" Kesal Anastasya.


"Dari pada mubazzir lebih baik aku yang makan. Shintia nggak akan datang, karena dia harus membuatkan materi bahan meeting." Jelas Damian.


"Kamu sengaja membuat dia sibuk?" Geram Anastasya.


"Tentu saja, Sya.. aku merindukan mu. Kita rujuk ya? kamu ceraikan Austin dan kita bangun kembali rumah tangga kita. Aku janji akan membahagiakan mu." Melas Damian berusaha memegang tangan Anastasya, namun Anastasya selalu menepisnya.


"Kamu gila ya? Apa kamu pikir pernikahan itu main-main? sudah cukup aku gagal satu kali. Untuk yang kedua kalinya aku nggak mau, aku akan mempertahankan rumah tanggaku denga Austin. Lebih baik kamu pergi dari sini dan tinggalkan aku sendiri, sebelum Austin datang dan menghajarmu habis-habisan." Tegas Anastasya.


Sementara di tempat lain Austin segera meninggalkan meetingnya karena mendapat laporan dari Jack, bahwa anak buahnya baru saja mengirim foto kebersamaan Damian dan Anastasya di Mall. Austin meminta Dodi dan Jack melanjutkan meetingnya, sedangkan dia segera pergi menyusul Anastasya dengan kecepatan penuh.


Austin mengambil ponselnya lalu segera menghubungi Anastasya namun ponselnya tidak aktif.


"Brengsel Lo Damian! Jika terjadi sesuatu dengan Tasya gw habisin Lo." Geram Austin memukul stir mobilnya.


.


.


.


Bersambung...


Sahabat Author yang baik ❤️

__ADS_1


Jika kalian suka dengan cerita ini, Jangan lupa, Like, Komen, Hadiah, Dukungan dan Votenya ya! 🙏🙏🙏


__ADS_2