Wanita Kedua Suamiku

Wanita Kedua Suamiku
Asisten jadi OB


__ADS_3

2 tahun kemudian....


Selama dua tahun Anastasya dan Austin tinggal di Jerman. Kini anak mereka yang bernama Giandra William Austin berumur 1 tahun lebih. Giandra anak laki-laki yang ceria dan sangat lucu. Ia sudah mulai berbicara dan ingin tahu segalanya.


Hari ini mereka akan kembali ke tanah air. Jack dan Shintia akan menikah 3 hari kedepan setelah 2 tahun pacaran.


Jangan di tanya bagaimana bisa Jack menikahi Shintia. Tentu saja Jack sedikit memaksanya karena hubungan mereka bukan hanya sebagai sepasang kekasih namun Jack sudah menjadi bucin semenjak mendapatkan kegadisan Shintia.


Austin, Anastasya dan Giandra turun dari pesawat. Di bandara Jack dan Dodi sudah menunggu kedatangan mereka.


"Selamat datang bos!" Sapa Dodi dan Jack.


Austin mengangguk dan Anastasya tersenyum.


"Halo jagoan, ini uncle Jack." Sapa Jack memegang tangan Giandra.


Giandra menolak ia menarik tangannya lalu menatap Jack dan dan Dodi dengan tatapan tajam tanpa expresi.


"Kenapa tatapannya seperti tatapan bos jika sedang marah ya Dod? mengerikan." Bisik Jack di telinga Dodi.


"Sini, sama Uncle Dodi aja yang lebih tampan." Bujuk Dodi.


Giandra menggeleng lalu memeluk Austin dengan erat.


"Jangan mengganggunya!" Ujar austin lalu masuk ke dalam mobil setelah Jack membuka pintu.


Dodi mengambil koper mereka dari tangan kru pesawat lalu memasukkannya ke dalam bagasi mobil.


Anastasya, Giandra dan Austin duduk di kursi belakang, sedangkan Dodi dan Jack di depan. Jack melajukan mobilnya menuju apartemen sambil sesekali menjahili Giandra dan sengaja membuatnya menangis. Karena kelelahan akhirnya Giandra tertidur di pangkuan Austin.


"Sudah sampai dimana persiapan pernikahan Lo." Tanya Austin.


"Sudah sembilan puluh sembilan persen bos!" Jawab Jack.


"Bagus! Dod, Lo kapan nikah, nikah aja sekalian biar kamu nggak bolak balik." Tanya Austin.


Dodi menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Belum dapat yang cocok bos!" Jawab Dodi.


"Gw nggak mau tau, pokoknya Lo harus bawa pacar ke pesta pernikahan Jack. Jika tidak, Jabatan Lo gw turunin jado OB." Ujar Austin.


"Bos! yang bener aja, apa kata dunia? masa dari asisten jadi OB, mau di simpan dimana wajah gantengku ini?" Kesal Dodi.


"Simpan di saku celana gw aja Dod." Sela Jack.

__ADS_1


"Brengsek Lo!" Rutuk Dodi memukul pundak Jack yang sedang fokus menyetir.


"Aww.., sakit Dod!" Jack meringis memegang pundaknya, pukulan Dodi memang cukup keras.


"Sstt.. jangan berisik! jika Gian nangis, kalian berdua akan yang mendiamkannya." Kesal Austin.


Sontak keduanya langsung diam. Mereka berdua tahu jika Giandra menangis tidak akan mudah untuk membujuknya.


Setengah jam berlalu, akhirnya mereka tiba-tiba di Apartemen. Austin menidurkan Giandra di tempat tidur lalu membersihkan diri, begitupun dengan Anastasya.


"Sayang.. apa nggak berlebihan meminta Dodi membawa pacar ke pesta pernikahan Jack? bagaimana mungkin dia mendapatkan pacar hanya dalam waktu tiga hari." Tanya Anastasya setelah mereka berpakaian dan duduk di depan meja rias.


"Kenapa kamu jadi mencemaskan Dodi? Sekarang dia lagi dekat dengan seorang gadis, tapi dia tidak mau mengajaknya berkomitmen. Jika aku tidak memaksanya, selamanya dia akan jadi bujang." Ujar Austin.


"Kenapa Dodi nggak mau berkomitmen?" Tanya Anastasya.


"Kamu ini terlalu kepo sayang." Austin mendekat, memeluk posesif Anastasya dari belakang.


"Ayolah, sayang..! katakan padaku alasannya." Melas Anastasya.


"Sebenaranya, kami pernah sepakat untuk tidak menikah, karena menurut kami wanita itu merepotkan dan dapat mengganggu konsentrasi kami dalam bekerja." Ungkap Austin.


Anastasya mendelik, "Jadi menurut kamu, aku ini merepotkan?" Anastasya mengerucutkan bibirnya.


"Aduh..! bukan begitu sayang, itu hanya pemikiran kami dulu. Buktinya sekarang aku sudah menikah, Jack juga sebentar lagi menyusul. Maka dari itu, aku mau Dodi juga segera menyusul Jack. Jika aku tidak ancam sedikit, sampai kapanpun dia akan menutup diri." Jelas Austin.


"Sudah, jangan memikirkan nasib Dodi, lebih baik kamu lakukan tugas kamu sebagai istri. Kita buatkan adik untuk Giandra." Austin mulia mencium tengkuk Anastasya, membalikkan tubuhnya lalu membawa Anastasya menuju sofa.


....


Di tempat lain Jack dan Dodi lagi berada di Club. Dodi meminta Jack menemaninya minum untuk melupakan ancaman Austin. Suara dentuman musik nyaring di telinga, asap rokok memenuhi ruangan. Dodi dan Jack memilih duduk di pojok sambil menikmati wanita yang sedang bergoyang di atas panggung.


"Sudah Dod! lo sudah banyak minum. Gw bakal kesusahan bawa Lo pulang." Kesal Jack melihat Dodi tidak berhenti menuang wine di gelasnya.


"Kenapa Lo nggak ikutan minum Jack, Lo takut dengan Shintia? wanita memang sangat merepotkan, banyak aturannya. Makanya nggak usah nikah, Lo sudah sering menikmatinya juga kan? Lo sudah seperti bos, suami takut istri." Dodi mulai merancau mengeluarkan apa yang ingin di keluarkannya saat berada di dalam mobil bersama Austin.


"Wah... otak Lo sudah mulai bergeser Dod! Dari pada Lo mabuk dan ngomong nggak jelas kayak gini, mendingan Lo cari pacar sana, dan bawa ke pesta pernikahan Gw sebelum bos bener-bener-bener menjadikan Lo OB di kantor." Kesal Jack.


"Gw nggak berani, bagaimana jika Tirani menolak gw?" Tanya Dodi.


Jack mengernyitkan keningnya. Sejak kapan Dodi dekat dengan cewek. Tapi sepertinya dia pernah mendengar nama itu.


"Tunggu, Tirani siapa Dod?" Tanya Jack penasaran.

__ADS_1


Dodi tersenyum membayangkan wajah cantik dan lugu Tirani. "Dia cewek yang numpahin minuman ke Jas gw dan Lo tabrak wakti itu." Jawab Dodi setengah sadar.


"Lo suka dengan dia?" Tanya Jack makin penasaran.


"Hmm" Gumamnya.


"Dasar pengcut! Jika Lo suka kenapa nggak bilang ke orangnya?" Tanya Jack dengan kesal. Dia menganggap Dodi pengecut.


"Jangan bilang gw pengecut! gw nggak mau diatur-atur. Gw ingin bebas mengejar impian gw." Jawab Dodi.


"Apa lagi impian Lo? kita sudah kaya sekarang, semua yang Lo inginkan bisa Lo beli, pekerjaan lancar, gaji mengalir, bos yang baik meskipun kadang dia sangat menyebalkan. Sudah waktunya kita menikah dan berubah tangga. Lo mai hidup Lo begini-begini terus?" Ujar Jack.


Dodi kembali mengisi gelasnya dengan wine m, di putar-putranya sisi gelas berkali-kali lalu segera meminumnya secara elegan. "Lo benar Jack." Lirih Dodi.


"Kalo gw bener, besok Lo datengin cewek itu dan ungkapin perasaan Lo." Nasihat Jack.


"Gw nggak bisa Jack! Gw nggak bisa ungkapin perasaan gw, gw nggak tau cara keluarin kata-kata rayuan seperti Lo sedang merayu wanita Lo. Gw nggak bisa!" Ujar Dodi frustasi.


"Ahh, percuma saja gw nasihatin orang mabuk. Bilang aja aku mencintaimu atau bilang aku ingin kamu jadi pacarku. Gampang kan?" Kesal Jack. Ia merasa menasihati anak SMA yang baru kali ini mengenal jatuh cinta.


"Hehehe.. gw nggak mabuk Jack." Kekeh Dodi.


Tidak lama kemudian dua wanita seksi datang menghampiri keduanya. Mereka langsung bergabung dan duduk di samping Dodi dan Jack.


"Hai ganteng..! boleh kami bergabung?" Tanya salah satu wanita.


"Ck, sudah duduk baru ijin. Pergilah! kami tidak butuh teman." Tolak Dodi.


Dengan terpaksa mereka pergi melihat wajah Dodi yang memerah dengan tatapan dingin dan tajam.


"Lo nggak tergoda Dod?" Tanya Jack.


"Tira jauh lebih cantik." Puji Dodi.


"Tuh, Lo sudah bisa memuji Tira. Besok gw bantuin Lo temuan Tira. Biar gw yang bilang Lo cinta dia." Ungkap Jack.


"Nggak, itu sama aja Lo ngerendahin gw di hadapan Tira...!" Tolak Dodi, "Tirani... Tira.. nama yang bagus kan Jack?" Tanya Dodi dengan senyuman smirknya.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


Maaf, baru update, Author lagi sakit.


__ADS_2