
Anastasya dan Austin duduk berjongkok di sisi pemakan. "Bu, Ayah, maafkan Tasya karena baru sempat berziarah ke makam kalian. Kenalkan ini Austin suami Tasya. Sekarang Tasya sudah menikah dengannya. Jika kalian melihatnya, kalian pasti menyukainya. Dia pria yang sangat baik, keluarganya juga sayang dengan Tasya terutama Mommy, kasih sayang yang beliau berikan sama dengan kasih sayang ibu. Hikss, hikss, Aku bersyukur memiliki mereka di kehidupan Tasya. Beristirahatlah dengan tenang, di sini Tasya sudah bahagia." Ujar Anastasya menangis sedih.
"Ibu, Ayah, kenalkan aku Austin suami Syasya. Kedepannya Tasya tanggung jawab ku, aku janji akan membahagiakan dan menjaga anak kalian dengan baik. Restui pernikahan kami, agar kedepannya kami mudah melangkah. Bu! Terima kasih sudah melahirkan anak yang hebat dan sebaik Syasya untukku. Aku sangat sayang dan cinta dengan anak ibu." Ujar Austin.
"Makasih Mas." Lirih Anastasya memeluk Austin.
"Jangan menangis sayang, nanti ayah dan ibu kamu kira kamu tidak bahagia." Bujuk Austin.
"Hikss, hikss.." Anastasya semakin menangis.
"Ayo kita pulang." Ajak Austin lalu merangkul pundak Anastasya.
Anastasya menghapus air matanya lalu ikut pulang menuju mobil.
Jack melajukan mobilnya menuju rumah Anastasya. Setelah Austin dan Anastasya turun, ia kembali pulang membawa mobil Austin yang biasa mereka pakai.
"Aku masak dulu ya? Kamu mandi aja." Ujar Anastasya sambil memasukkan bahan makan ke dalam kulkas dan menyimpan sebagai untuk dimasak saat itu juga.
"Baiklah, aku ke kamar." Ujar Austin mengecup kening Anastasya sebelum berjalan menuju kamar.
Anastasya mulai melakukan pekerjaannya. Mulai dari memasak nasi di rice cooker, memotong sayuran, tempe, membuat sambal, mengolah ikan, dll. Setelah beberapa menit semua masakan telah selesai. Anastasya menatanya diatas meja makan lalu berjalan menuju kamar untuk membersihkan diri.
Mereka menikmati makanan yang sederhana, tapi menurut Austin sangat enak. Mungkin karena buatan istri tercinta, membuat semuanya makanan semakin enak.
"Ayo sayang, kita ke kamar." Ajak Austin.
"Duluan aja sayang, aku harus membersihkan ini dulu." Anastasya menunjuk bekas makanan mereka.
"Baiklah, aku menunggumu di kamar." Goda Austin menaikkan kedua alisnya.
"Dasar mesum!" Anastasya mendelik setelah itu tersenyum.
Anastasya membersihkan meja makan dan mencuci piring, serta mencuci semua peralatan dapur yang sudah dipakainya.
"Tasya sialan! Keluar Lo!" Teriak Rihana bersama teman-temannya di luar.
Ia tidak terima dirinya di pecat gara-gara bertengkar dengan Anastasya.
Mendengar ribut-ribut Anastasya keluar, ia membuka pintu dan lengannya langsung di tarik keluar oleh Rihana.
__ADS_1
Anastasya terkejut melihat di depan rumahnya ternyata banyak warga.
"Apa-apaan kamu, teriak-teriak di depan rumah orang!" Bentak Anastasya menarik tangannya dari genggaman Rihana.
"Heh, Janda kurang ajar! Lo pasti godain bos gw agar memecat gw dari perusahaan kan?" Bentak Rihana.
"Apa hubungannya dengan gw?" Elak Anastasya.
"Alahhh..! nggak usah ngelak deh Lo, dasar munafik! Lo pikir gw nggak liat Lo di jemput Om-om di kantor?"
"Jangan menuduh gw yang tidak-tidak Rihana! Apa Lo punya bukti jika gw di jemput Om-om?" Kesal Anastasya.
"Tentu saja, nih buktinya." Rihana memperlihatkan video di ponselnya pada warga. Di sana Anastasya sedang keluar dari perusahaan dan langsung masuk ke dalam mobil.
"Itu mobil suamiku." Ujar Anastasya.
"Hahaha, jangan membohongi kami, Damian sudah cerai-in Lo dan menikah lagi bahkan dia sudah punya anak, ia kan?" Ejek Rihana. Lalu beralih melihat warga, "Ibu-ibu hati-hati lho suaminya digoda sama janda ini. Dia tinggal di sini karena tidak punya tempat tinggal lagi, dia diusir oleh suaminya sendiri. Dia juga sudah tidak punya kerjaan, makanya dia menjual tubuhnya dengan Om-om kaya. Bagaimana kalo kita usir aja dia dari kompleks kita? Sebelum ada korban di sini, ia kan?" Cecar Rihana memprovokasi warga.
"Benar tuh, kita usir aja." Teriak salah satu Ibu-ibu.
"Ia, dari pada suami kita di rebut." Teriak ibu yang lain.
"Heh, Tasya percuma kamu cantik jika kelakuan kamu seperti ******!" Teriak yang lain lagi.
"Jangan menghina Tasya seperti itu! Aku mengenalnya dengan baik, dia tidak akan menggoda suami kalian. Dia akan pergi dari sini tanpa kalian minta! karena dia hanya kangen dengan orang tuanya." Timpal ibu Ratih membela Anastasya.
"Ibu-ibu, aku tidak pernah menggoda suami orang, apalagi suami kalian. Aku kesini bersama suamiku." Jelas Anastasya.
"Hah, suami? Jangan-jangan kamu bawa laki-laki masuk kedalam rumah kamu ya? Kalian pasti berzina di dalam ia kan?" Teriak Rihana menuduh.
"Ayo ibu-ibu kita seret aja dia pergi dari sini." Teriak Rihana.
Rihana dan temannya serta beberapa ibu-ibu menarik paksa lengan Anastasya.
"Lepaskan! Kenapa kalian kalian lebih percaya pada Rihana dari pada aku? Apa salahku pada kalian?" Bentak Anastasya.
"Karena kamu janda yang akan menggoda suami kami. Lebih baik kamu di usir dari pada meresahkan warga!" Seru salah satu Ibu-ibu.
"Ayo seret kembali." Mereka kembali menyeret Anastasya.
__ADS_1
"Hentikan! Jangan menyentuh istriku." Bentak Austin dengan geram menatap warga dengan tatapan mata tajam dan menakutkan.
Suara bariton Austin menghentikan kericuhan yang terjadi. Wajahnya memerah karena menahan amarah dengan rahang yang mengeras, kedua tangannya pun mengepal dengan kuat.
Seketika warga diam dan ketakutan, melihat raut wajah Austin yang tampan, dingin, datar, tapi menakutkan saja membuat nyali mereka menciut dan gemetar, yang ada hanya kesunyian dan lirikan satu sama lain.
Austin segera menarik Istrinya dalam pelukannya. "Kamu nggak apa-apa sayang..? Kenapa nggak panggil aku di dalam?" Tanya Austin dengan lembut sambil membelai puncak kepala Anastasya.
Rihana kaget bukan main. Mulutnya yang tadi tidak bisa berhenti bicara, kini menjadi kaku. Wajahnya menjadi pucat dan tubuhnya pun ikut bergetar.
"Tuan Austin! Bagaimana bisa dia ada di rumah Tasya?" Lirih Rihana tidak percaya.
"Apa yang kalian lakukan pada istriku? Apa yang kalian tuduhkan semuanya tidak benar. Aku memecat Rihana karena dia bukan karyawan yang baik dan tidak memiliki sopan santun di kantor, mobil yang kalian liat di video itu juga mobilku. Lalu dimana salahnya? Kalian semua bubar sebelum aku melaporkan kalian, atas tuduhan penganiayaan terhadap istri ku!" Geram Austin dengan menekan kata istriku.
Semuanya diam tidak ada yang berani bicara hingga mereka memutuskan pergi satu persatu.
Rihana masih mematung di sana bersama teman-temannya dan 2 orang ibu-ibu. Hatinya sangat panas saat mendengar kata-kata Austin.
'Tidak mungkin Tasya istrinya, mungkin dia hanya ingin menyelamatkan Tasya dari warga.' Batin Rihana.
"Tuan beneran suami Tasya?" Tanya Rihana memperjelas.
"Kenapa kalo aku istrinya? Apa ada yang salah? lebih baik kalian pergi dari rumah gw, sebelum gw panggil polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik." Sela Anastasya.
"Rihana, ayo kita pergi! gw nggak mau masuk penjara gara-gara Lo." Ajak teman Rihana lalu menarik tangannya.
"Brengsek Lo Tasya! Lo mempermalukan gw di depan warga." Kesal Rihana.
"Siapa suruh bawa warga ke sini, malu sendiri kan Lo?" Ujar Anastasya tersenyum.
"Sudah, kalian semua bubar, ini sudah malam! Lebih baik kalian pulang dan istirahat." Sela ibu Ratih mengusir Rihana dan yang lainnya.
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1
Sahabat Author yang baik ❤️
Jika kalian suka dengan cerita ini, Jangan lupa, Like, Komen, Hadiah, Dukungan dan Votenya ya! 🙏🙏🙏