
Jack mendengus kesal, tatapannya tajam kearah Dodi. " Sudah cukup! Sudah waktunya kita pulang, "Jack menarik lengan Dodi dan membantunya menuju mobil. "Lo menambah pekerjaan gw aja Dod!" Kesal Jack.
Jack melajukan mobilnya menuju apartemen milik mereka. Dengan susah payah Jack membawa Dodi masuk ke dalam Apartemennya.
"Gara-gara Lo gw nggak jadi ketemu dengan Shintia." Kesal Jack, ia menghempaskan tubuh Dodi di atas tempat tidur.
Malam semakin larut, cahaya rembulan berganti pagi. Cahaya matahari pagi masuk di sela-sela jendela yang tertutup gorden. Jack bangun dari tidurnya, Ia merenggangkan otot-ototnya yang sakit karena tidur di sofa.
Semalam Jack tidak meninggalkan Dodi karena takut Dodi membutuhkan sesuatu. Jadi dia memutuskan untuk tidur di sofa.
Jack berjalan memasuki kamar Dodi, ia membangunkan Dodi dengan kasar karena kesadarannya belum pulih. Saat Dodi di kamar mandi, Ia memutuskan untuk pulang ke apartemennya karena dia juga harus bersiap ke kantor.
Dua jam kemudian mereka sudah berada di dalam mobil masing-masing, Dodi melajukan mobilnya menuju Royal Group, sedangkan Jack melajukan mobilnya menjemput Austin terlebih dahulu.
Saat jam makan siang, Dodi masuk kedalam ruangan Austin setelah mengetuk pintu. Di sana sudah ada Jack yang sedang duduk di depan meja Austin sambil membantu Austin memeriksa beberapa berkas.
"Bos, gw ijin keluar sebentar." Ujar Dodi dengan perlahan.
Austin dan Jack mengalihkan perhatiannya dari kertas yang mereka pegang. Mereka menatap Dodi penuh tanda tanya. Baru kali ini Dodi keluar dari kantor tanpa perintah dari Austin.
"Mau kemana?" Tanya Austin mengernyitkan keningnya.
"Mau nembak cewek Bos! Dia takut dijadiin OB di kantor." Sela Jack sambil mengejek.
Dodi mendelik tajam menatap Jack, sedangkan Jack melanjutkan memeriksa berkas di tangannya.
"Ya sudah, pergilah! ingat, yang Lo bawa ke pesta Jack harus pacar atau calon istri Lo, bukan gadis yang Lo bayar untuk menjadi pacar pura-pura Lo." Pesan Austin penuh penekanan.
'Dasar Bos arogan! kenapa dia bisa tau isi kepalaku yang ingin memperkenalkan Tirani sebagai pacar bohongan.' Umpat Batin Dodi lalu berjalan keluar dari ruangan.
"Selamat berjuang bro!" Ujar Jack sebelum Dodi menghilang di balik pintu.
Dodi melajukan mobilnya menuju toko kue tempat Tirani bekerja. Dengan penuh percaya diri ia keluar dari mobilnya. Saat hendak membuka pintu toko, ia melihat Tirani di balik kaca transparan sedang tersenyum manis pada seorang pria yang sedang membeli kue padanya. Pria itu kelihatan sangat dekat dengannya bahkan sesekali mereka tertawa lepas.
Dodi mengepalkan kedua tangannya. "Brengsek! siapa laki-laki itu? apa dia pacar Tira?" Monolog Dodi.
Dodi membuka pintu masuk toko sedikit kasar, membuat Tirani dan Riswan berbalik melihat ke arah pintu masuk.
Senyuman Tirani langsung hilang. Ia mengalihkan pandangannya untuk menghindari tatapan Dodi yang menurutnya sangat mengerikan. 'Mati aku! kenapa dia datang lagi?' Batin Tirani.
Dodi duduk di salah kursi kosong sambil menunggu Tirani menyelesaikan pesanan Riswan.
"Oke, Tirani terimakasih, sampai ketemu lagi." Ujar Riswan tersenyum manis begitupun Tirani membalas senyumannya.
__ADS_1
Setelah kepergian Riswan di balik pintu. Dodi mendekati Tirani.
"Khemm." Dehaman Dodi membuat Tirani berbalik.
"Mau pesan kue apa Tuan?" Sapa Tirani tersenyum mencoba melayani Dodi layaknya pelanggan yang lain.
"Terserah kamu, pilih saja yang kamu suka." Sahut Dodi.
Tirani mengernyitkan keningnya, Dodi selalu bertingkat sesuka hatinya tanpa bertanya Tirani suka atau tidak dengan apa yang dilakukannya.
"Kenapa aku?" Tanya Tirani.
"Karena kamu yang akan membawanya pulang. Panggilan manager toko ini." Jawab Dodi.
"Untuk apa? jangan melakukan hal yang aneh-aneh." Tanya Tirani mulai curiga.
"Kamu mau panggil sendiri atau aku akan teriak." Ancam Dodi.
Tirani mengerucutkan bibirnya, dengan kesal ia berjalan masuk kedalam, tapi sebelumnya ia meminta temannya menggantikan dirinya melayani pembeli.
Tidak lama kemudian manager toko keluar. Dodi mengajak manager toko berbicara sesekali melirik Tirani yang sedang melayani pembeli. Tidak lama kemudian manager toko memanggil Tirani agar menghampiri mereka.
"Tira ternyata kamu sudah punya tunangan? Pergilah ibu izinkan kamu keluar untuk membeli gaun pertunangan kalian. Jangan lupa undang ibu, ibu pasti akan datang." Ujar ibu Lika manager toko.
Sedangkan yang di lirik hanya memasang wajah datar dan santai seolah tidak perduli dengan tatapan tajam Tirani.
"Kenapa kamu bengong? pergilah! nggak usah malu, Tuan Dodi sudah mengatakannya jika kamu ingin merahasiakan sampai hari H, tapi sama ibu nggak usah main rahasia segala." Ujar ibu Lika tersenyum.
"Tapi bu saya..." Ucapan Tirani terpotong.
"Ayolah sayang..! nanti butiknya keburu tutup." Sela Dodi sambil melihat jam tangan mewah di tangannya.
"Sayang..?" Tirani makin kesal, sejak kapan Dodi memanggilnya kata sayang? Dengan kesal Tirani menginjak kaki Dodi.
"Aww.. sakit sayang." Dodi pura-pura meringis.
"Hehehe kalian sangat lucu. Pergilah Tira, pekerjaanmu biar yang lain yang menggantikanmu." Ujar Ibu Lika.
Tirani masuk ke dalam mengambil tasnya lalu mengikuti Dodi keluar dari toko.
"Apa maksud kamu ngaku-ngaku tunangan aku." Kesal Tirani setelah mereka berada di luar toko.
"Sudah jangan marah terus, ayo ikut aku, akan aku jelaskan di mobil." Dodi menarik tangan Tirani.
__ADS_1
"Kamu apaan sih! nggak usah tarik-tarik." Kesal Tirani. Ia duduk di kursi depan sambil mengerucutkan bibirnya.
Dodi mengitari mobil lalu duduk di kursi kemudi dan melajukan mobilnya.
"Sekarang jelaskan, apa tujuan kamu memaksaku ikut?" Tanya Tirani.
"Temenin aku makan dulu. Aku sangat lapar menunggumu tadi." Ujar Dodi.
"Jangam mengelak."
"Siapa yang mengelak?"
Keduanya saling diam hingga mereka tiba di depan sebuah restoran mewah.
"Kamu nggak salah, ajak aku makan di sini?" Tanya Tirani.
Dodi menggeleng kemudian keluar dari pintu kemudi lalu membuka pintu mobil untuk Tirani.
Dodi menggenggam tangan Tirani menuju ruang VVIP yang sudah di pesannya.
"Kita makan di sini?" Tanya Tirani.
"Ia, kenapa apa ada yang salah?" Tanya Dodi.
"Tempat ini terlalu romantis untuk kita berdua." Ujar Tirani mengedarkan pandangannya, di sana hanya ada mereka berdua dengan hiasan bunga dan lilin diatas meja.
Tidak lama kemudian pelayan masuk membawa makanan yang telah Dodi pesan saat reservasi. Dodi memang sengaja membuat makan siang mereka romantis karena dia akan menyatakan cintanya pada Tirani.
Selain dia ingin menuruti permintaan Austin membawakan pacar di hari pernikahan Jack, dia juga tidak mau cowok yang berbicara dengan Tirani di toko mendekati Tirani dan merebut Tirani darinya.
Setelah menata makanan diatas meja, kedua pelayanan restoran mempersiapkan mereka untuk menikmati hidangan yang sudah mereka persiapkan.
"Ayo kita makan..! Simpan saja semua pertanyaanmu, setelah makan aku akan menjawabnya." Ujar Dodi mulai menikmati makanannya.
.
.
.
Bersambung....
Sahabat Author yang baik ❤️
__ADS_1
Jika kalian suka dengan cerita ini, Jangan lupa, Like, Komen, Hadiah, Dukungan dan Votenya ya! 🙏🙏🙏