Wanita Kedua Suamiku

Wanita Kedua Suamiku
Terjual


__ADS_3

Setelah buang air kecil, Anastasya keluar membuka pintu dan sontak Rihana menarik rambutnya keluar dari toilet.


"Aww... Lepaskan! sakit..!" Anastasya meringis menahan rasa sakit di kepalanya. Ia terlalu kaget karena Rihana langsung menyeretnya.


Rihana menghempaskan Anastasya di luar. Rambut Anastasya yang tadinya rapi, kini acak-acakan dan tak beraturan.


"Rihana!"


"Tasya!"


Seru keduanya secara bersamaan karena kaget.


"Oo... ternyata Lo yang menabrak gw? cepat cium kaki gw sekarang, maka gw akan memaafkan Lo! setelah itu urusan kita selesai." Seru Rihana sambil berteriak, agar karyawan lain melihatnya mempermalukan Anastasya.


Tidak lama setelah Rihana berteriak, para karyawan mendekati mereka, kini mereka jadi tontonan karyawan.


Selama satu kompleks dengan Anastasya, Rihana tidak pernah menyukai dan selalu iri pada Anastasya. Apalagi saat Anastasya menikah dengan Damian yang menurutnya sangat tampan.


"Nggak, gw Nggak mau, gw kan sudah minta maaf." Tegas Anastasya menolak apa yang di inginkan Rihana sambil merapikan kembali rambutnya.


"Makin belagu aja Lo! Apa yang Lo lakukan di sini? bukannya Lo kerja di perusahaan Multi Jaya?" Tanya Rihana Kesal.


"Emangnya kenapa kalo gw ada disini? apa Lo pikir cuma Lo doang yang boleh berada di kantor ini?" Tanya Anastasya balik.


"Kurang ajar Lo." Rihana melayangkan tamparan ke wajah Anastasya, namun dengan cepat Anastasya menahannya.


Plak!


Anastasya melayangkan satu kali tamparan ke wajah Rihana, membuat Rihana meringis memegang wajahnya yang memerah.


"Jangan coba-coba menyentuhku dengan tangan kotor mu, Rihana! Ini kantor, seharusnya kamu bersikap lebih sopan. Kamu nggak malu diliatin karyawan lain?" Cecar Anastasya.


"Dasar janda kurang ajar! Pantas saja Lo di cerai-in, ternyata sikap Lo masih tetap bar-bar kayak dulu." Rihana mendelik mengejek.


Rihana tahu Anastasya sudah bercerai dengan Damian dari temannya yang bekerja di kantor Damian.


"Jaga ya omongan Lo! sekali lagi gw tegaskan ,gw bukan janda." Kesal Anastasya kemudian segera keluar menuju mobil Austin yang terparkir di depan lobi kantor. Ia tidak mau berlama-lama berurusan dengan Rihana dan membuat Austin menunggunya terlalu lama.


Sementara Rihana terus mengikutinya karena merasa belum puas membalas Anastasya.


"Oo... ternyata dia simpanan Om-om. Dasar Janda gatel! akan gw bales Lo." Umpat Rihana.


Anastasya masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Austin.


"Jalan Jack." Perintah Austin.

__ADS_1


Jack segera melajukan mobilnya menuju restoran Fontana untuk bertemu dengan Tirta.


"Maaf sayang, aku lama ya?" Tanya Anastasya.


"Lumayan." Singkat Austin dengan wajah datarnya.


Seandainya Anastasya bukan istri yang sangat di cintainya, sudah pasti ia mendapatkan cacian dari Austin. Baru kali ini ada yang berani membuatnya menunggu. Jika Anastasya seorang klien, pasti dia sudah membatalkan kerjasama saat itu juga.


"Aku ketemu Rihana, Kami sempat ribut tadi." Lirih Anastasya jujur.


Austin dan Jack saling melirik karena sudah tahu yang sebenarnya. Saat mereka merasa menunggu terlalu lama, Austin meminta Jack memeriksa cctv di lobi kantor lewat ponsel canggihnya, dan ternyata kecurigaannya benar terjadi sesuatu dengan Istrinya. Austin ingin turun membantu Anastasya namun Jack mencegahnya. Setelah melihat semuanya, Austin jadi tenang, sekarang Istrinya sudah mampu melawan orang yang ingin menyakitinya.


"Trus, siapa yang menang Bu?" Sela Jack karena Austin hanya diam.


"Ya.. Akulah!" Ujar Anastasya dengan bangganya.


"Mau aku pecat Rihana?" Tanya Austin.


"Aku rasa itu bukan ide yang buruk! Lebih baik memiliki karyawan yang memiliki standar kepintaran, dari pada pintar tapi tidak memilik sopan santun dan sombong seperti Rihana." Jelas Anastasya.


"Jack buatkan surat pemecatan untuk Rihana." Perintah Austin.


Tidak lama kemudian, mereka tiba di restoran. Saat tiba di restoran, di sana sudah ada Tirta dan Pak Mulyono yang sebagai calon pembeli.


"Maaf Tirta, kami sedikit telat." Ujar Anastasya mengulurkan tangannya pada Tirta dan Mulyono.


"Kenalkan ini suamiku Austin." Anastasya memperkenalkan Austin.


"Tirta, teman kuliah Anastasya, dan ini Pak Mulyono yang akan membeli rumah Tasya." Tirta mengulurkan tangannya dan juga Mulyono pada Austin dan Jack.


"Austin suami Anastasya, dan ini Jack, asisten ku." Balas Austin lalu membalas uluran tangan Tirta dan Mulyono begitupun dengan Jack


"Silahkan duduk." Tirta menunjuk kursi di depannya.


Mereka duduk kemudian memesan makanan. Sambil menunggu makanan datang, mereka membahas masalah rumah dan tanda tangan beberapa dokumen yang di perlukan. Pak Mulyono ingin menempati rumah itu besok karena keluarganya akan segera datang ke Jakarta menyusulnya untuk menetap. Setelah semua selesai, mereka menikmati makan siang bersama.


"Maaf semuanya, saya harus segera kembali ke kantor, Permisi." Pamit Mulyono pada semuanya mengingat jam makan siang telah habis.


"Terima kasih Pak, sampai ketemu besok jam enam sore di rumah itu." Ujar Tirta.


Setelah kepergian Pak Mulyono, mereka melanjutkan obrolan.


"Maaf Tuan Austin, sepertinya aku pernah melihat Anda, tapi dimana ya?" Tanya Tirta.


"Tuan Austin pemilik perusahaan Royal group." Sela Jack.

__ADS_1


"Royal group?" Tanya Tirta memperjelas melihat ke arah Anastasya meminta penjelasan.


"Iya, wajah Lo biasa aja dong..? Nggak usah kaget kayak gitu." Jawab Anastasya.


"Pintar juga Lo cari suami. Membuang sampah seperti Damian lalu menikah dengan laki-laki yang lebih hebat darinya. Bisa naik darah tuh jika tau Lo sudah nikah." Puji Tirta.


"Sudahlah jangan bahas mantan lagi. Kenapa Lo nggak ajak Amanda?" Tanya Anastasya.


"Dia lagi sibuk sekarang, bulan lalu dia buka toko roti di luar kota, jadi kerjaannya makin banyak." Jelas Tirta.


"Sayang...! Apa kamu nggak butuh pengacara untuk perusahaan? Menurutku Tirta bisa diandalkan." Ujar Anastasya.


"Boleh sayang.., Nanti Tirta berurusan dengan Jack dan Dodi aja di kantor." Ujar Austin.


"Wah, terima kasih banyak Tuan austin. Sebenarnya, sudah lama saya ingin bekerja sama dengan perusahaan Royal Group, tapi saya nggak punyak koneksi untuk masuk dan mengajukan penawaran. Aku malah nggak nyangka ternyata Tasya yang membantuku." Ungkap Tirta senang dengan mata yang berbinar.


"Nggak usah sungkan, panggil Austin aja. Kedepannya kita adalah teman karena kamu teman istriku." Ujar Austin.


"Bos, sebentar lagi kita ada meeting." Sela Jack.


"Maaf Tirta, sepertinya kami harus kembali ke kantor. Salam buat Amanda dan anak kamu ya..! Sampai ketemu besok."Pamit Anastasya.


Mereka berpamitan dengan Tirta kemudian keluar menuju mobil. Jack melajukan mobilnya menuju perusahaan dengan kecepatan rata-rata.


"Sayang aku turun di supermarket yang di sana aja ya? Mau beli bahan makanan untuk dapur." Pinta Anastasya.


"Pulangnya kamu gimana sayang?" Tanya Austin.


"Aku naik taksi online aja, nggak apa-apa kok." Melas Anastasya.


"Tidak sayang..! nanti aja setelah pulang kantor kita mampir, aku akan menemanimu belanja." Ujar Austin.


Jack langsung mendelik melihat Austin dari kaca spion sambil geleng-geleng kepala. 'Sejak kapan Bos suka pergi belanja?' Batin Jack.


"Lo juga mau ikut belanja Jack?" Tanya Austin menyindir.


.


.


.


Bersambung...


Sahabat Author yang baik ❤️

__ADS_1


Jangan lupa, Like, Komen, Hadiah, Dukungan dan Votenya ya! 🙏🙏🙏


__ADS_2