
"Baiklah, ayo kita duduk!" Austin mengajak Anastasya kesalah satu meja yang sudah tersedia makanan di atasnya.
Mereka duduk sambil menikmati makanan sesekali Austin di datangi rekan kerjanya untuk menyapa satu sama lain. Bahkan Austin memperkenalkan Anastasya sebagai calon istrinya agar semua pria yang hadir di sana tahu bahwa wanita yang ada sampingnya adalah miliknya.
Tidak lama kemudian Dave dan istrinya Veronica datang menghampiri mereka.
"Wah..! sayang, lihatlah Tuan Austin, baru kali ini aku melihatnya membawa seorang gadis datang ke pesta." Ujar Dave pada Istrinya. Dave mengira Anastasya masih gadis karena memang masih seperti seorang gadis.
"Ia sayang kamu benar, Dia cantik sekali." Sahut Veronica ikut memuji kecantikan Anastasya.
"Kenalin dia calon istriku." Austin memperkenalkan Anastasya sebagai calon istrinya.
Austin dana Anastasya tersenyum pada kedua pasangan itu. Kemudian mengulurkan tangannya pada Dave dan Veronica.
"Duduk sayang, aku masih penasaran dengan pasangan baru ini." Dave menarik kursi untuk Istrinya.
Mereka ikut makan bersama dengan Austin dan Anastasya.
"Bagaimana pestanya?" Tanya Dave.
"Sempurna. Oiya, aku akan mengalihkan beberapa proyek untukmu. Nanti kamu berurusan saja dengan Dodi." Ujar Austin.
"Oke bro! Jangan lupa undang kami saat kalian menikah." Ujar Dave.
"Tentu saja. Mana mungkin aku melupakan kalian. "
"Tapi sepertinya kita pernah bertemu, tapi dimana ya?" Tanya Dave pada Anastasya sambil berpikir.
"Maaf, aku nggak ingat." Jawab Anastasya tersenyum. Sebenarnya ia mengingat saat meeting bersama Dave dan Damian. Tapi Anastasya tidak mau membahas masalah perusahaan Damian lagi. Apalagi di sana ada Austin, bisa mengaung macan jantan itu jika mendengar nama Damian.
Suara MC menggema di seluruh ruangan mengalihkan perhatian para tamu.
"Terima kasih untuk para hadirin yang telah bersedia datang di acara ini. Untuk mempersingkat waktu kita langsung sambut dua pebisnis muda yang hebat dan terkenal, pemimpin perusahaan yang sukses mengembangkan usahanya hanya dalam beberapa tahun. Mari kita sambut Tuan Dave dan Tuan Austin untuk memberikan motivasi untuk kita agar bisa ikut sukses seperti mereka.
Suara riuh tepuk tangan menyambut kedua pria tampan dan sukses naik ke atas panggung bersama seorang wanita di samping masing-masing.
Dave dan Austin bergantian memberikan kata sambutan singkat sebagai ucapan terima kasih kepada para rekannya yang telah hadis di pesta tersebut.
Saat ingin turun MC tiba-tiba bertanya karena penasaran.
__ADS_1
"Sebelum Tuan Austin turun. Ada satu pertanyaan yang membuat kita semua penasaran disini. Siapakah wanita cantik yang berada di sampingnya Tuan Austin? Jawabannya harus jujur ya..?" Tanya MC mewakili para tamu yang baru kali ini melihat Austin membawa wanita ke pesta.
"Huh..! ternyata banyak yang penasaran ya? Baiklah, perkenalkan di adalah calon istriku, calon pendamping hidupku, dan calon ibu dari anak-anakku kelak." Jawab Austin tersenyum lebar tanpa melepas genggaman tangannya.
Anastasya hanya tersenyum malu menghadapi Austin yang bicara seenaknya di depan umum. Senyum itu tiba-tiba menghilang saat melihat Damian dan Kanaya sedang menatapnya dengan mata penuh kebencian.
Anastasya mencengkram lengan Austin dengan kuat membuat Austin terdiam dan mengikuti arah pandangannya.
'Ternyata mereka datang juga, baiklah akan ku tunjukkan pada kalian betapa berharganya Syasya ku.'
"Pasti ada yang penasaran kenapa aku memilihnya menjadi istriku, kenapa bukan artis atau wanita yang memiliki status sosial yang tinggi. Itu karena selama aku mengenal banyak wanita, hanya Dia yang tulus padaku, sifatnya yang lembut, sederhana dan penuh kasih sayang membuatku jatuh cinta padanya, dia wanita yang mandiri dan memiliki harga diri yang tinggi, tidak seperti wanita lain yang dengan sukarela menyerahkan tubuhnya padaku demi ketenaran dan kekayaan. Dia tidak pernah memandang seberapa banyak harta yang ku miliki, dan yang terpenting dia sangat sayang dengan kedua orang tuaku begitupun sebaliknya. Dialah kekasih dan pujaan hatiku Anastasya." Jelas Austin mencium tangan Anastasya.
Prokk, prokk, prokk..!
Suara riuh tepuk tangan kembali menggema.
"Brengsek! aku tidak akan membiarkan kamu menikahinya." Kesal Damian mengepalkan kedua tangannya dengan wajah yang memerah, ia tidak terima Austin bersama Anastasya.
Kanaya tersenyum puas. Inilah yang diharapkannya selama ini.
"Dod, Lo yakin itu bos kita? Kenapa bos arogan kita berubah jadi laki-laki yang romantis? makin bucin aja tuh dengan Tasya." Tanya Jack melotot ke arah Austin.
Setelah Austin berbicara, mereka semua turun dari panggung dan kembali menikmati makan malamnya. Setelah makan, mereka kembali menyapa rekan-rekannya yang lain tak terkecuali Damian dan Kanaya.
"Terimakasih atas waktunya untuk bisa hadir Tuan Damian dan nyonya Kanaya." Sapa Austin.
Damian Dan Kanaya tersenyum terpaksa menyambut uluran tangan Austin.
"Jadi kapan Tuan Austin akan menikah?"Tanya Kanaya langsung mendapat lirikan yg tajam dari Damian.
"Secepatnya, nanti kami undang." Jawab Austin.
"Oiya, Apa Tuan yakin ingin menikah dengannya? Dia wanita mandul yang tidak bisa memberikan anda anak. Lebih baik anda cari wanita lain yang bisa memberikan anda keturunan untuk melanjutkan generasi penerus keluarga Anda." Sarkas Kanaya. Dia ingin menghancurkan Anastasya dengan membatalkan pernikahannya dengan Austin.
Mata Anastasya sudah berkaca-kaca mendengar hinaan Kanaya. "Naya! kenapa kamu menghinaku seperti itu?" Bentak Anastasya tapi masih memelankan suaranya agar tidak terlalu di dengar orang lain.
"Kenapa? apa kamu takut jika Tuan Austin tau, maka dia akan meninggalkan mu? Dasar wanita mandul!" Tanya Kanaya menantang sambil berkacak pinggang.
"Untuk apa aku takut? aku hanya tidak ingin orang lain mendengarnya." Ujar Anastasya.
__ADS_1
"Hehehe, sekarang jaman modern Nyonya, banyak cara untuk memiliki anak. Bisa dengan cara bayi tabung, adopsi, atau dengan cara licik pun bisa. Tapi untuk cara yang terakhir aku tidak akan melakukannya, tidak seperti orang lain." Ujar Austin dengan wajah datarnya dan tenang menatap Kanaya bergantian Damian.
"Apa maksud kamu?" Bentak Damian mulai emosi.
"Mengingat istri anda pernah menggodaku, apa anda yakin anaknya adalah anak kandung Anda?" Sindir Austin.
Kanaya mendelik tajam sedangkan Damian menatap Kanaya penuh tanya.
"Apa maksudnya Kanaya? kamu menggodanya? dimana? dan kapan?" Cecar Damian.
'Brengsek kamu Austin! Aku yang ingin kamu dan Tasya berantem, kenapa malah aku dan Damian yang jadi bertengkar?' Batin Kanaya.
"Dia salah paham mas? aku tidak pernah menggodanya, dianya aja kepedean merasa di goda padahal aku biasa aja." Elak Kanaya.
"Wah, selain pandai merebut suami orang, ternyata kamu juga pandai bersilat lidah. Kalian memang pasangan yang serasi. Ayo sayang kita pergi dari sini, masih banyak tamu yang lebih penting yang harus kita sapa." Austin menggandeng tangan Anastasya meninggalkan Damian dan Kanaya.
"Tasya tunggu! aku ingin bicara." Damian menahan langkah Anastasya.
"Maaf Damian! tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan. Kita sudah memiliki jalan hidup masing-masing." Tolak Anastasya.
"Aku ingin kita rujuk. Aku janji akan meninggalkan Kanaya dan Mama." Ujar Damian.
"Terlambat! aku sudah tidak butuh kamu. Aku tidak akan memungut sampah yang sudah aku buang. Terlebih lagi aku sudah mendapatkan keluarga yang menyayangi ku seperti aku menyayangi mereka." Tolak Anastasya.
"Dan untuk kamu Kanaya, jangan pikir aku akan tinggal diam jika kamu berusaha merusak kebahagiaanku lagi. Oiya, Aku melihatmu bersama laki-laki di sebuah apartemen, yang pastinya itu bukan Damian." Ungkap Anastasya, "Ayo sayang.." Ajak Anastasya kemudian pergi bersama Austin.
Sedangkan Damian langsung keluar dari pesta di ikuti Kanaya.
"Mas kenapa kita pulang, aku bahkan belum makan." Teriak Kanaya sambil melangkah mengikuti langkah Damian yang lebar.
.
.
.
Bersambung.....
Sahabat Author yang baik ❤️
__ADS_1
Jika kalian suka dengan cerita ini, Jangan lupa, Like, Komen, Hadiah, Dukungan dan Votenya ya! 🙏🙏🙏