Wanita Kedua Suamiku

Wanita Kedua Suamiku
Benci


__ADS_3

Andrea tersentak, ia tidak menyangka jika Austin telah mengetahui perselingkuhannya dengan Dirly.


"Dia yang memaksaku Austin! Dirly yang menyeret ku ikut dengannya ke hotel." Elak Andrea.


"Tidak usah menyalahkan orang lain atas kesalahan yang pernah kamu perbuat. Sampai kapanpun, aku nggak akan kembali padamu. Kamu tau kenapa?" Tanya Austin.


Andrea menggelengkan kepalanya.


"Karena aku sudah menemukan wanita yang jauh lebih baik darimu. Yang pastinya setia dan bukan tukang selingkuh seperti kamu!" Austin menyeringai mengejek Andrea.


"Tidak mungkin! kamu pasti tidak mencintainya kan? kamu sangat mencintaiku, aku yakin kamu hanya menjadikannya pelampiasan kekesalan mu padaku!" Andrea tidak terima. Dia sangat yakin jika Austin masih sangat mencintainya dan tidak bisa melupakannya.


"Ayo kita pergi Jack, tinggalkan wanita gila ini." Kesal Austin melangkah pergi di ikuti Jack.


"Austin!" Teriak Andrea agar Austin menghentikan langkahnya. Namun Austin tidak berbalik, baginya tidak kata maaf bagi penghianat meskipun itu orang yang sangat dia cintai dulu.


Andrea sangat kesal, ia tidak terima Austin meninggalkannya begitu saja. Sudah lama ia mencari Austin, tapi saat bertemu ia sangat kecewa. Sikap Austin sangat dingin padanya dan tidak seperti dulu lagi. Dulu Austin selalu lembut dan penuh kasih sayang padanya, bahkan sering mengalah dan menuruti semua keinginannya. Dia bak seorang putri yang dijaga dan di lindungi oleh pangerannya tapi barusan dia di tinggalkan seperti sampah yang telah di buang.


"Aku nggak terima! kamu ninggalin aku saat aku butuh! Aku butuh kamu untuk membantu perusahaan ayahku agar bangkit lagi. Hanya kamu satu-satunya harapanku." Gumam Andrea menyunggingkan senyum licik di wajahnya.


Dia mengambil ponselnya dan menyuruh seseorang untuk menyelidiki siapa wanita yang sedang dekat dengan Austin. Setelah menghubungi orang suruhannya. Ia kembali masuk ke dalam menemui teman-temannya.


"Kemana aja sih Lo? katanya cuma sebentar, ini sudah setengah jam lebih." Kesal Windha teman Andrea.


"Sorry, gw barusan ketemu dengan Austin." Jawab Andrea


"Austin..? mantan Lo di Jerman?" Tanya Windha tidak percaya.


"Ia, ternyata dia juga di kota ini. Gw harus membujuk dia untuk kembali pada gw. Katanya sih dia sudah ada perempuan lain, tapi gw nggak percaya sebelum gw membuktikannya. Gw yakin itu cuma alasannya saja agar menghindar dari gw." Ujar Andrea dengan yakin.


.....

__ADS_1


Di rumah Damian, Anastasya sedang menikmati suasana taman bunga di belakang rumah. Jika ada waktu senggang, ia ke belakang untuk merapikan dan merawat bunga-bunganya. Banyak kenangan indah bersama suaminya di tempat itu. Ia ingin mengenang masa bahagia mereka sebelum ia benar-benar pergi dan bercerai dengan Damian.


"Kamu di sini ternyata." Ujar Damian, sontak membuat Anastasya berbalik melihatnya.


Damian ingin memperbaiki hubungannya dengan Anastasya setelah pertengkaran mereka di kantor.


"Sini duduk! sudah lama kita tidak menikmati suasana seperti ini. Aku merindukanmu sayang..! aku ingin selamanya kita akan seperti ini." Ujar Damian setelah Anastasya duduk di kursi panjang yang ada di taman. Damian merangkul pundak Anastasya dan Anastasya membiarkan itu.


Setelah duduk beberapa menit, Damian berdiri mengambil bunga kemudian menyelipkan ke telinga Anastasya.


"Cantik..! kamu masih sangat cantik sayang. Masih tetap sama seperti dulu. Tasya yang aku selalu sayang dan cintai selamanya." Puji Damian justru malah membuat mata Anastasya berkaca-kaca.


'Maafkan aku Mas! aku juga sangat mencintaimu. Tapi aku juga sudah tidak tahan di rumah ini. Mari kita nikmati masa kebersamaan kita sebelum kita berpisah." Batin Anastasya. Ia sangat menyayangkan perpisahan ini terjadi.


Anastasya membalas pelukan Damian di pinggangnya. Ia tidak ingin kehilangan momen seperti ini sebelum pergi.


"Makasih Mas, karena sudah mencintai ku dan memberikan aku kebahagiaan. Maafkan aku jika banyak salah padamu. Maafkan aku tidak bisa menjadi istri yang sempurna untuk Mas." Balas Anastasya


Tanpa mereka sadari Kanaya melihat semuanya dari arah dapur. Ia mengepalkan tangannya tanda tidak suka dan sangat cemburu melihatnya.


"Dari mana aja kamu? Radit menangis terus semenjak kamu pergi." Kesal Weni.


"Arisan Mah, Naya ikut arisan berlian bersama teman-teman sosialita ku Mah." Jelas Kanaya.


Weni mengangguk dan percaya. Kanaya tidak mungkin berani berbohong padanya.


"Apa yang kamu lihat di taman?" Tanya Weni penasaran. Ia mengikuti pandangan Kanaya yang tertuju pada Anastasya dan Damian yang sedang bermain dengan Radit.


"Seharusnya Naya, yang berada di sana Mah. Di dekat mas Damian dan Radit, bukan Tasya." Kesal Kanaya menatap mereka.


"Radit, kamu sudah main sayang..?" Tanya Anastasya.

__ADS_1


"Mama Tasya kok peluk Papa Radit?" Protes Radit.


"Karena Mama juga sayang Papa sama dengan Radit, Mama Naya, juga Oma. Semuanya sayang Papa karena kita semua adalah keluarga yang harus saling menyayangi satu sama lain." Jawab Anastasya tersenyum.dengan lembut. Ia mengusap puncak kepala Radit penuh kasih sayang.


Damian tersenyum mendengar Anastasya memberikan perhatian untuk Radit. Anastasya sangat baik padanya, ia menganggap Radit seperti anaknya sendiri. Meskipun Ibunya yang menghancurkan pernikahannya, tapi Radit tidak salah, dia tidak tahu apa-apa dan masih polos. ia juga sering mampir ke toko mainan untuk membelikan Radit mainan saat pulang kantor.


Seandainya saja dia memiliki anak, pasti dia sangat menyayanginya melebihi kasih sayangnya pada Radit. Tapi Tuhan masih mengujinya untuk lebih bersabar dan ikhlas menerima semua yang terjadi di hidupnya.


Setelah beberapa jam bersama di taman. Mereka masuk ke dalam rumah. Anastasya menuju dapur sedangkan Damian dan Radit langsung masuk ke dalam kamar.


"Enak ya berdua-duaan di taman. Mau pamer kemesraan dengan Gw?" Sindir Kanaya.


"Siapa yang mau pamer kemesraan? emang aku dan mas Damian sering berduaan di sana. Tadi juga ada Radit, apa mata Lo sekarang sudah rabun?" Balas Anastasya.


"Banyak bicara Lo! Gw nggak akan ngebiarin Lo bahagia diatas penderitaan gw. Jika Lo masih ingin hidup mending Lo pergi dari hidup Damian. Dia milik gw dan Radit." Ancam Kanaya langsung langsung menumpahkan teh yang ia pegang ke baju yang di kenakan Anastasya.


"Aww..." Pekik Anastasya mengusap bajunya yang basah karena teh.


"Itu sebagai peringatan padamu , jangan coba-coba melawan keinginan ku. Cepat tinggalkan Mas Damian. Atau aku akan membuatmu semakin menderita." Ancam Kanaya.


"Apa kamu pikir aku takut dengan ancaman mu? Aku sudah mendapatkan bukti kejahatan mu Naya. Kamu orang di balik penculikan ku di Mall. Jika aku serahkan buktinya ke polisi, maka kamu akan mendekam di dalam penjara dan Mas Damian akan meninggalkanmu. Jadi jangan selalu mengancam ku." Cerca Anastasya.


Kanaya tersentak, ia tidak tau bukti apa yang dimiliki Anastasya. Tapi jika itu benar, pasti nyawanya dalam keadaan berbahaya. Dia tidak mau masuk penjara.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


Sahabat Author yang baik ❤️


Jika kalian suka dengan cerita ini, Jangan lupa, Like, Komen, Hadiah, Dukungan dan Votenya ya! 🙏🙏🙏


__ADS_2