Wanita Kedua Suamiku

Wanita Kedua Suamiku
Hancurkan Perusahaan


__ADS_3

Beberapa menit kemudian, Austin tiba di Mall. Ia segera menyerahkan kunci mobilnya pada petugas valet lalu bergegas menuju restoran tempat Anastasya dan Damian.


"Brengsek Lo!" Geram Austin langsung memukul wajah Damian.


Bug! bug! bug!


Austin melayangkan pukulan berkali-kali hingga Damian tidak memiliki kesempatan untuk melawan.


"Kamu nggak ada kapok-kapoknya gangguan istri ku ya?" Geram Austin masih mengepalkan kedua tangannya dengan wajah yang memerah, karena amarahnya sudah tidak terkontrol lagi.


Austin mengambil ponselnya lalu menghubungi Dodi. "Hancurkan perusahaan Damian sekarang!" Perintah Austin.


"Apa yang kamu lakukan Austin? jangan menghancurkan perusahaan ku. aku hanya kebetulan bertemu dengan Tasya di sini, makanya aku menemaninya menunggu Shintia." Kesal Damian.


"Aku tidak perduli! Bukankah sudah ku peringatkan jangan mengganggu istriku?" Geram Austin.


"Ayo sayang, tinggalkan sampah ini." Austin menarik tangan Anastasya lalu mengambil ponselnya yang ada di tangan Damian.


Austin menggenggam tangan Anastasya menuju lobi Mall dan segera masuk kedalam mobilnya.


"Maafkan aku sayang, aku tidak sengaja bertemu dengannya, aku nggak bohong, jika kamu mau marah, nggak apa-apa, aku terima, tapi aku mohon maafkan aku. " Melas Anastasya melihat Austin melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.


Austin hanya diam, ia masih marah atas apa yang dilakukan Damian pada istrinya. Austin sangat emosi saat Damian menutup mata Anastasya dengan kedua tangannya.


"Arghh.." Geram Austin.


"Sayang..! aku mohon pelankan mobilnya, aku takut! ini terlalu kencang, kita bisa kecelakaan sayang..!" Seru Anastasya.


Austin tidak perduli, dia tetap melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Kalo kamu nggak mau pelankan mobilnya, aku akan lompat sekarang juga." Ancam Anastasya memegang pintu mobil.


Austin langsung mengunci pintu kemudian menepikan mobilnya. Ia segera memeluk Anastasya dengan erat.


"Maafkan aku membuatmu takut! aku cemburu melihat Damian menyentuhmu. Lain kali jangan biarkan orang lain menyentuhmu karena aku nggak suka, semua ini hanya milikku. Kamu ngerti?" Terang Austin memegang wajah Anastasya.


"Ia sayang, aku ngerti." Jawab Anastasya membalas pelukan


"Sekarang kita akan kemana?" Tanya Austin melepaskan pelukannya.


"Ke kantor kamu aja, aku akan panggil Shintia ke kantor setelah dia pulang kerja." Jawab Anastasya.


"Siap bu bos cantik..!" Seru Austin menggenggam tangan Anastasya dengan tangan kiri, kemudian melajukan kembali mobilnya menuju kantor dengan tangan kanan.


Mereka tiba di kantor dan turun di lobi. Austin menyerahkan kunci mobilnya pada supir kantor lalu berjalan menuju lift bersama Anastasya.


Anastasya tersenyum melihat karyawan yang sedang sedikit menunduk kepada mereka, tapi berbeda dengan Austin yang dengan gagahnya melangkah lebar dengan wajah datar dan dingin hanya fokus berjalan ke depan.


"Sayang.., tunggu!" Panggil Anastasya mempercepat langkahnya.


Austin yang menyadari Anastasya tertinggal pun, menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"Jalannya pelan dikit kenapa? ruangan kamu nggak akan kemana-mana kan jika kamu jalan pelan." Kesal Anastasya mengerucutkan bibirnya.


"Hehehe, maaf sayang, memang seperti itu cara berjalanku bukan? kamunya saja yang jalan seperti siput. Lagian siapa suruh sibuk senyum tebar pesona gitu, mau di goda dengan karyawan lain? Makanya pegangan tangan biar jalannya bareng." Kekeh Austin lalu menggenggam tangan Anastasya masuk menuju ruangannya.


"Siapa yang mau di goda, itu namanya menghormati orang yang sedang menyapa kita sayang. Ingat senyum adalah sedekah." Kesal Anastasya tidak terima di tuduh.


"Mereka tidak butuh sedekah dari kamu. Jangan tersenyum pada pria lain. Aku tidak suka." Ancam Austin lalu membuka pintu ruangannya.


Austin menuju kursi kebesarannya dan menyelesaikan beberapa pekerjaannya sedangkan Anastasya menuju kamar yang ada di dalam ruangan Austin.


"Dodi, ke ruangan ku sekarang." Panggil Austin di telpon kantor.


"Baik bos!" Jawab Dodi lali bergegas menuju ruangan Austin.


Tidak menunggu waktu lama, Dodi masuk di ruangan Austin setelah mengetuk pintu.


"Sudah kamu kerjakan perintah ku?" Tanya Austin.


"Sudah bos, tunggu saja hasilnya besok. Perusahaan Damian akan pailid." Jawab Dodi.


"Bagus! kita akan liat bagaimana hancurnya Damian tanpa Syasya." Ujar Austin tersenyum dengan seringai licik di wajahnya.


Mereka pun kembali mengerjakan pekerjaannya.


Saat jam pulang kantor, Shintia menuju perusahaan Royal Group, untuk menemui Anastasya. Ia sangat takjub melihat gedung tinggi yang ada di depan matanya.


"Sunggu beruntung Tasya memiliki suami pemilik perusahaan ini." Monolog Shintia lalu masuk kedalam perusahaan menuju resepsionis.


"Tunggu sebentar ya mbak." Ujar resepsionis ramah lalu mengambil telepon kantor untuk menghubungi Dodi.


Setelah mendapat ijin, Shintia langsung menuju lift lalu menekan lantai 20 menuju ruangan Austin.


Tok.. tok.. tok..!


Shintia mengetuk pintu kemudian masuk setelah Austin menyahut.


Dengan perlahan Shintia melangkahkan kakinya, ia berdiri di hadapan Austin dengan tatapan penuh kekaguman. Ia tidak menyangka Anastasya memiliki suami yang sangat tampan dan sempurna, tatapan mata tajam dengan rahang tegas dan penuh wibawa. Satu kata yang tersimpan dalam pikirannya adalah pria perfect idaman semua wanita.


"Khemm..!" Dehaman Austin mengalihkan tatapannya.


"Kamu Shintia?" Tanya Austin memperlihatkan wajah datar dan dinginnya.


'Gila! tatapan suami Tasya dingin banget, Tasya lo manasih! tolongin gw dari suami Lo yang menakutkan ini.' Batin Shintia.


"Ia Tuan, saya kesini karena ada janji dengan Tasya. Tapi kenapa Tasya nggak ada ya?" Ujar Shintia lalu mengedarkan pandangannya.


"Duduk di sana." Tunjuk Austin kearah sofa.


Shintia berjalan menuju sofa lalu duduk. Seumur-umur baru kali ini ia berhadapan dengan pimpinan yang hanya berbicara sedikit namun menakutkan untuk di bantah.


'Bisa mati berdiri gw kalo kerja dengan bos seperti dia.' Batin Shintia.

__ADS_1


Austin mengirim pesan pada Jack agar segera keruangannya, lalu berjalan melewati Shintia menuju kamar.


"Sayang..! di luar ada Shintia menunggumu." Ujar Austin sambil duduk di sisi tempat tidur.


"Baiklah, aku akan menemuinya." Anastasya beranjak dari tempat tidur.


"Temuilah, aku di sini aja, mau istirahat sebentar." Ujar Austin lalu meluruskan tubuhnya.


Tidak lama kemudian Anastasya keluar dan duduk di sofa.


"Itu suami Lo?" Tanya Shintia memastikan.


"Ia." Singkat Anastasya.


"Gila! dingin banget..!" Shintia bergidik ngeri.


"Lo nggak kenal dia aja, dia sangat baik. Tapi memang seperti itulah dia." Ujar Anastasya melihat arah pintu kamar.


"Apa yang lo lakukan di sana? trus suami lo kemana?" Tanya Shintia karena Austin tidak juga keluar.


"Sudah jangan di bahas, mana surat lamaran lo?" Tanya Anastasya mengalihkan perhatian Shintia.


Shintia mengambil amplop besar berisi surat lamaran di dalamnya. "Ini." Jawab Shintia lalu meletakkan diatas meja.


"Oke, nanti biar Jack yang urus semuanya." Ujar Anastasya,


"Lo tau nggak? tadi itu Damian samperin gw di Mall. Kenapa nggak kirim pesan kalo kamu nggak jadi dateng?" Tanya Anastasya.


"Sorry, Damian tau kalo kita bakalan ketemu di Mall, dan ponsel gw juga dia yang simpan, jadi gw nggak bisa hubungin Lo." Jawab Shintia.


"Gara-gara lo nggak dateng, Gw jadi sasarannya. Austin tiba-tiba muncul dan mukulin dia habis-habisan, Gw nggak bisa bayangin gimana wajah Damian sekarang." Jelas Anastasya.


"Suami Lo beneran serem Sya.., tampan sih ia gw kasih angka 10 dari 10, tapi tatapannya sangat menakutkan." Ujar Shintia bergidik.


Tidak lama kemudian Jack masuk kedalam ruangan Austin. Ia langsung menghampiri Anastasya dan Shintia yang sedang duduk di sofa.


Shintia, kenalin dia Jack, salah satu asisten Austin." Ujar Anastasya memperkenalkan Shintia pada Jack.


Mereka saling berkenalan lalu duduk di sofa.


"Jadi kamu sekertarisnya Tasya? Cantik!" Tanya Jack lalu memuji kecantikan Shintia.


.


.


.


Bersambung...


Sahabat Author yang baik ❤️

__ADS_1


Jika kalian suka dengan cerita ini, Jangan lupa, Like, Komen, Hadiah, Dukungan dan Votenya ya! 🙏🙏🙏


__ADS_2