
**Banyak Typo Bertebaran 🙏
...🤍 Happy Reading 🤍**...
"iyaa.. aku sekarang makanya banyak. tidak seperti du.." ucapan Meiri terhenti ketika Mengingat perubahanya.
"Mei.. apa kau ham..il?" tanya Denna sedikit ragu
Meiri menatap kedua sahabatnya. tak percaya jika kedua sahabatnya itu akan menduga hal yang sama pada Meiri.
Meiri benar benar takut jika dugaanya benar.
"bagaimana dengan nasibku. Aku tak ingin meminta pria itu untuk bertanggung jawab." batinya
Tubuh Meiri mendadak tegang. wajahnya begitu pucat. keringat dinginya keluar secara tiba tiba dengan jumlah yang bayak.
Selera makanya tiba tiba berkurang. hatinya mulai tidak nyaman.
"Meii.. kau kenapa?" tanya Raya
"ehmm.. Aku.. aku tidak apa apa. aku ke toilet dulu ya." pamit Meiri
Meiri berjalan melangkah ke Toilet. Meiri segera menatap dirinya di pantulan cermin. Meiri baru menyadari jika postur tubuhnya memang sedikit beda.
"Apa aku hamil ? jika aku hamil apa yang akan aku katakan pada ibuku. aku tak mau minta pria itu untuk menikahiku. aku benci pria itu." ujar Meiri
Meiri segera menyudahi dan segera keluar.
Meiri menatap pintu Toilet pria. di sana ada seorang pria tengah berdiri membelakangi Meiri.
Meiri tak peduli. karena dirinya tak mengenalnya.
"Mei.. duduklah." titah Denna
"katakan Mei.. apa kau hamil?" tanya Denna lagi. karena dirinya sangat hawatir dengan keadaan Meiri.
Dulu Denna dan Raya sudah berjanji pada ibunya Meiri. bahwa mereka berdua akan menjaga Meiri.
Meiri adalah satu satunya putri Safia. hanya Meirilah putri yang masih ada. kakak Meiri sudah meninggal karena bunuh diri.
Entah bunuh diri ataukah di bunuh.
6 tahun lalu
...🍂Flashback of🍂...
Seorang gadis yang bernama Clara Adeira. Tengah menimba ilmu di Asrama ternama. karena kecerdasanya dirinya mendapat beasiswa selama 6 tahun di Asrama Elite kawasan orang orang berduit.
__ADS_1
Clara tergolong gadis yang mandiri. cantik dan juga energik.
banyak pria yang terkagum padanya. Namun hati Clara sudah jatuh pada seorang pria.
Clara sangat menikmati hubunganya dengan pria itu. pria itu begitu baik dan tidak pernah meminta Clara lebih. mereka berdua murni hanya untuk pacaran. buat si Pria bisa bersama Clara adalah suatu kebahagiaan.
Namun entah apa yang terjadi. waktu itu Clara sedang berada di toilet untuk membersihkan dirinya sehabis olah raga. tiba tiba ada yang mengunci pintunya.
Clara begitu panik melihat sosok pria yang pernah mengutarakan cintanya. namun Clara menolak.
"Jika aku tak bisa mendapatkanmu. maka orang lain juga tak bisa mendapatkanmu pula." ucap Pria itu. sembari berjalan mendekati Clara.
"appa yang akan kau lakukan padaku Andi?" Yanya Clara dengan raut wajah panik.
Andi langsung mendekap paksa Clara.
...🍃 ...
Setelah kejadian di Toilet itu.
Clara semakin tertutup. Dirinya tak lagi berbaur dengan tman temanya.
dirinya benar benar menjauh dari semua temanya. termasuk pada pacarnya.
Hingga Hari kelulusan itu tiba. Clara merasa ada yang beda dengan tubuhnya. dirinya pingsan saat ada acara perpisahan. semua yang hadir panik. termasuk kedua orang tuanya
orang tuanya begitu hancur. apalagi ibunya.
Clara di usir dari Asrama dan tidak mendapatkan kata maaf. karena sudah mencemarkan nama baik sekolah.
Hingga suatu hari kedua orang tua Clara di kejutkan atas meninggalnya Clara. Menggantung di kamarnya.
Clara Depresi dengan kejadian itu. Pria itu tidak mau bertanggung jawab. pria itu hanya ingin menghancurkan Clara.
Itulah yang membuat Meiri sangat takut dan sangat trauma jika mengingat itu. Dirinya tak ingin membuat kedua orang tuanya terpukul lagi.
...🍂Flashback on🍂...
"Meii.." panggilan Denna yang membuat dirinya kaget
Meiri menggeleng dan tersenyum . "Tidak terjadi sesuatu padaku Den. tak usah hawatir." ujarnya Meiri
Denna pun bernafas dengan lega. walau sedikit ada rasa tidak percaya pada Meiri.
"kita pulang yuk. udah hampir sore ini." ujar Raya yang dari tadi diam. mengamati Meiri
Merekapun kembali ke tempat tinggal mereka masing masing.
__ADS_1
"Mei..kau tidak menginap saja di sini. ini udah mau malam." ucap Raya yang menghawatirkan sahabatnya itu.
"tidak.. besok aku harus kerja Ray. tidak apa apa kok. aku sudah manggil taxi." ujar Meiri
Ahirnya Taxi yang Mei pesan pun datang.
Mei segera masuk dan duduk di jok belakang. Meiri membuka ponselnya. wajahnya begitu sedih melihat tanggal yang ada di ponselnya.
"benar saja.. aku telat datang bulan." lirihny. dan sang sopir pun masih bisa mendengar
Tiba tiba air mata Meiri lolos begitu saja. "Ibu.. bapak.. maafin Mei. Mei tak bisa menjaga pesan bapak. Mei sangat membenci pria yang sudah membuat Mei hancur." ujarnya.
Zaf pun ikut sedih mendengar penuturan Meiri. walau sangat lirih mamum dirinya masih bisa mendengar. karena dalam mobil itu tidak suara apapun.
Zafin Yang selalu menyamar menjadi sopir taxi. untuk mengantar Meiri ke manapun dirinya pergi.
Meiri tak pernah menyadarinya. karena Meiri terlalu fokus pada ponsel yang selalu menemaninya.
"pak.. tolong turunkan saya di Taman saja. saya pingin menyendiri." ucap Mei
Zaf pun menuruti keinginan Meiri. dan Meiri segera melangkah ke taman. Meiri menangis sejadi jadinya di sebuah taman yang jauh dari pengunjung.
Zaf yang menyaksikan itu. ingin sekali mendekatinya dan memeluknya. Zaf ingin mengatakan bahawa dirinya mau bertanggung jawab.
Tapi Zaf ingat. dengan ucapan Meiri tadi, jika Meiri sangat membenci pria yang telah menghancurkanya.
Ada rasa menyesal pada diri Zaf. Dendamku kepada wanita ternyata sangat salah. Wanita yang tak bersalah. Aku akn menebusnya.
Air Mata Zef begitu lolos dengan tiba tiba.
Setelah begitu lama Meiri segera bangkit. dan segera berjalan pulang ke kontrakanya.
Meiri berjalan dengan langkah gontai. dirinya seperti tak ada keinginan untuk hidup lagi.
Namun Meiri selalu ingat pada senyum ibunya. ibunya selalu berpesan pada putrinya Apapun keadaany jangan pernah tinggalkan ibu sendiri. itulah yang selalu Mei ingat dari ibunya.
Meiri segera masuk. dan membersihkan badanya dari keringat.
setelah selesei Mei akan segera merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Tubuh Meiri seperti ada yang menindihnya. Meiri segera membuka matanya dan menatap wajah yang tidak asing itu ada di atasnya. wajah pria yang sudah membuat dirinya hancur.
PERGIII.. PEERGII.. PERGII DARI HIDUPKU.. AKU MEMBENCIMUUU.. PRIA BRENGSEK. PRIA IBLIS PERGII.. PERGIII.. AKU SANGAT MEMBENCIMU.. SEUMUR HIDUPKU AKU TAK KAN PERNAH MEMAAFKANMU.. PERGIII... Meiri tergagap. nafasnya tersengal sengal. "Hanya mimpi buruk" Meiri menangis tersedu sedu. dirinya telah di buat hancur pada pria iblis itu. Sambil tubuhnya duduk meringkuk di sudut tempat tidur.
Hikzzz.. "sampai kapan bayangan pria itu hilang. Aku tak bisa hidup jika pria itu masih hidup. dia akan datang sewaktu waktu saat dia mau." racaunya
Meiri ternyum. senyuman yang sulit di artikan. dirinya menatap di cermin dan bergumam.
__ADS_1
...Bersambung...