WANITA PELAMPIASAN 2

WANITA PELAMPIASAN 2
Bersama wanita


__ADS_3

...🤍Selamat Membaca 🤍...


"Hai Zaf." sapa seorang wanita. siapa lagi kalau bukan Nadira. Wanita yang mengejar ngejar Zaf. semenjak Duduk di bangku SMA.


Namun Nadira kehilangan jejak Zaf tepat di saat Clara ketahuan Hamil.


"Apa yang kau lakukan di kantorku ?" tanya Zaf sangat sinis


"jangan dingi  gitu Zaf. dari dulu kau tak pernah bersikap manis padaku." sahut Nadira


"Katakan.. karena aku tak punya waktu untuk meladenimu." ujar Zaf lagi. Zaf benar di buat jengah dengan kehadiran Nadira. Wanita yang sudah ikut campur dalam urusanya dulu.


"Papiku yang meminta." ujarnya


Zaf menyeringai benci.


"Papi aku tidak bisa menemanimu ke proyek. jadi papiku memintaku untuk menggantinya. itu saja." balas Nadira kemudian.


Zaf langsung berjalan keluar. tak ingin berlama lama dengan wanita ini.


"Zaf tunggu.. "Teriak Nadira. lalu berlari berusaha mengejar Zaf.


Zaf membuka mobilnya dan segera masuk. Nadira pun ikut masuk kedalam mobil Zaf.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Zaf jengah


"Aku ikut bersamamu. aku belum tau proyek yang akan kita kunjungi." jawabnya


Terpaksa Zaf pun membiarkan Nadira ikut bersamanya.


Zaf tetap fokus pada laptonpnya. sesekali Nadira melirik ke Zaf. "masih ganteng." desis Nadira


Zaf tidak ada niat untuk meladeni wanita itu. saat Nadira mengajak ngobrol Zaf hanya diam. tanpa menoleh ataupun Bersuara yang hanya sekedar 'hem..'


Nadira di buat kesal oleh sikap Zaf.


"bisa bisanya.  pria ini menolak wanita secantik aku." gumam Nadira.


Merekapun sampai di tempat yang sudah di tuju. Nadira selalu berusaha menggandeng tangan Zaf. namun Zaf selalu menepisnya 


"Kenapa sihh Zaf. kau tak pernah melihatku ada? apa aku kurang cantik bagimu. atau aku kurang se*i?" tanya Nadira


Zaf hanya menatap Nadira. tatapan meremehkan. Rupanya Nadira tidak tau. jika Zaf sudah tau kelakuan buruknya.


Nadira meraih tangan Zaf dan langsung berhambur ke pelukanya  "Zaf.. tolong lihat aku sebentar saja." ( pinta judika ). ujar Nadira


"Zaf.  aku masih setia mencintaimu. sampai kini akupun masih berharap kau bisa menerimaku. Aku mehilangan jejakmu. Semenjak kejadian kelulusan itu." ucap Nadira


Zaf Melepas pelukan Nadira dan menatapnya. tatapan Yang sulit di artikan buat Nadira. Namun Nadira menatap Zaf dengan tatapan memohon.


Wajah mereka saling berhadapan. "Jangan membuatku Memperlakukan mu dengan kasar Nadira. Aku tau kelakuan burukmu di masa lalu. jadi enyahlah dari mataku." tekan Zaf. yang dengan kedua tangan mencengkam lengan Nadira. lalu melepas dengan kasar.

__ADS_1


"ouuhh.." pekik Nadira. saat cengkraman itu melepas Nadira dengan Kasar 


"Emang apa yang aku lakukan Zaf ?" tanya Nadira dengan kebodohanya.


Namun Zaf tidak menghiraukan teriakan Nadira. dan terus tetap melanjutkan langkahnya.


"Zaf tunggu.." teriak Nadira.


Bughh.. Nadira pun terjatuh saat mengejar Zaf.


"Siaall... " Umpat Nadira saat Zaf tidak menoleh sedikitpun saat Nadira terjatuh.


Nadira melihat dirinya sendiri. bajunya yang sangat kotor dan menjijikan.


Nadira pun memutuskan untuk kembali. lebih baik menunggu di mobil saja.


Namun Nadira kembali terjatuh dan kakinya kini malah terkilir.


...🍃🍃...


Meiri tengah berada di apotik. untuk membeli tespack. Mei yakin jika dirinya tengah mengandung anak keduanya.


"Atau.. sebaiknya aku ke rumah sakit saja yaa.. di sana kan Ada Vanya." gumam Mei


Mei segera melangkah ke rumah sakit dan Keruangan dokter Vanya.


Sampai di sana Mei langsung masuk karena Vanya sedang tidak ada pasien.


"Iya.  silah.." ucapan nya terpotong saat melihat Mei  "Haaiii.... Duuhh lama nggak ketemu. udah bawa baby aja kamu Mei." teriak Vanya  lalu merekapun cipika ciliki.


"Heii.. baby  kau cute banget." ujar Vanya dan langsung mencubit pipi Alv bersamaan.


"Siapa namanya Mei?" tanya Vanya


"Alvaro panggilnya Alv " jawab Mei


Vanya pun langsung menggendong Alv dan mendudukan di pangkuanya.


"Ada apa Mei ?" tanya Vanya


"Emmm.. Aku.. aku udah telat lagi. apa mungkin aku hamil ya Van.' ujar Mei


"oohh.. bisa saja. kalo gitu aku periksa dulu yaa " ujar Vanya


Mei mengangguk  dan masuklah perawat yang membantu Vanya 


"Haii.. Mei." panggil Sandra


"Hai.. Sandra." merekapun saling berpelukan. "San  gendong dulu Alv ya. aku mau periksa dulu " ujar Mei


"Ok siap." jawab Zandra dan langsung terpesona pada Alv.

__ADS_1


Sandra membawa Alv keluar.


Saat ini Mei tengah di periksa.


Dan ternyata memang benar jika Mei tengah mengandung. usia kandunganya saat ini masih 5minggu.


Mei pun berkonsultasi sekalian. agar Alv tidak kekurangan gizi  setelah ketahuan Mei hamil. Alv tidak boleh di beri ASI. Karena sangat tidak bagus.


Mereka pun mengobrol asyik. hingga sampai siang. Ternyata Alv sudah tidur di gendongan Sandra.


"Maafin aku Sand. hingga lupa jika bawa Alv." ujar Mei


"Tidak apa apa.. tidak masalah. anakmu sangat menggemaskan. besok ke sini lagi yaa." ujar Sandra


Mei mengangguk. "tentu dong. aku kan pasien dokter Vanya sekarang." balas Mei


Dari kejauhan Mei melihat Seorang pria tengah Memapah wanita. Mei menatap pria itu. cara berjalanya Mei sangat mengenal pria itu.


Mei menganga tak percaya. Pria itu adalah suaminya. "Siapa wanita itu? kenapa terlihat begitu dekat." gumamnya dalam hati


"Sand aku pulang dulu yaa." pamit Mei pada Sandra


"ohh ok.. hati hati ya Mei." balas Sandra


Mei melangkah menuju ruangan di mana Zaf dan wanita itu berada. Mei mengedarkan pandananya.


Mei melihat Zaf tengah mendudukkan wanita itu di brangkarnya.


"Terimakasih Zaf." ucap Nadira. Sembari tangan mengelus lengan Zaf.


Zaf segera menepis tangan itu. "jangan menyentuhku." tekan Zaf


Nadira tersenyum mengejek. "bukanya kau tadi yang menyentuhku dari tempat itu dan membawaku ke rumah sakit?" tanya Nadira mengingatkan Zaf


"Itu hanya sebagai peduliku pada sesama. dan jangan pernah berpikir jika aku menyukaimu." ucap Zaf


Mei tak tau apa yang dia bicarakan. Ingin sekali Mei mendekat agar Zaf tau jika dirinya ada di sini.


"Uengghhh" lenguhan Alv terdengar. Dan Zaf yang sedang Diam dan berada di dekat Mei pun menoleh. saat mendengar bayi melenguh 


Zaf menoleh dan mendapati Mei tengah berusaha menenangkan Alv. "Mei.. Apa yang kau lakukan di sini. ?" tanya Zaf dengan senyum lebarnya.


"Aku.. aku.." Mei tak bisa menjawab dan melirik ke arah wanita yang sedang menatap dirinya.


Zaf segera mengambil Zaf dari gendongan Mei  "Ayok kita pulang. Aku sudah tidak ada pekerjaan di kantor." terang Zaf. dan merangkul pinggang Mei


"Tapi Zaf.. dia..?" tanya Mei. Melirik ke Nadira


"Dia tidak penting  dan aku hanya menolong dia membawa ke sini." jawabnya dan tak lagi menoleh ke arah Nadira


Nadira pun kesal dengan Zaf. "kenapa kau tadi menolongku Zaf. jika kau tidak peduli pada diriku. Dan wanita ituu..siapa dia?" pikir Nadira. Nadira mulai emosi dengan sikap Zaf yang sepertinya sangat menyayangi wanita yang membawa Anak tadi. "Apa Zaf sudah menikah?" tanya nya dalam hati.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2