
**Banyak Typo Bertebaran 🙏
...🤍 Selamat Membaca 🤍**...
Zaf menatap Jendela kamarnya yang terbuka. "Siaall.." umpat Zaf . dirinya lupa tidak memberi keamanan pada pintu jendela.
Arrgghhh... teriak Zaf.
lalu Zaf segera mengambil kunci mobilnya keluar. Zaf benar benar frustasi.
Dirinya belum siap jika harus kehilangan mereka berdua. Zaf melajukan mobilnya dengan kecepatan tertinggi.
Zaf tau ke mana Meiri itu pergi. dan Zef yakin jika Meiri tengah berada di sana saat ini.
Zaf tidak tau apa rencana Meiri. Yang jelas Meiri telah membuat Zaf kembali marah
Zef ingin segera sampai di kediaman Meiri. Sebelum kepergiannya. Zaf meminta tukang kebunnya untuk melakukan sesuatu di kamarnya.
...🍃...
Sedangkan Meiri.
kini tengah bersiap untuk melangsungkan hari pernikahan nya bersama pria yang di cintai.
Sudah banyak tamu yang hadir dan juga pendeta. mereka akan melangsungkan hari pernikahan di Rumah Meiri. karena menurut Aldrick Pria itu tak kan bisa menemukanya. Zaf tidak tau rumah Mei yang ada di pesisir.
Hati Meiri di rundung rasa gelisah. begitu juga dengan Aldrick.
Mereka hanya berharap Pernikahan ini segera di laksanakan agar Aldrick dan Mei bisa tenang. Aldrick bisa membawa Mei ke hidup yang lebih damai.
Mama Aldrick menatap wajah tidak suka pada Meiri calon menantunya itu. mama Aldrick curiga pasti ada sesuatu yang di sembunyikan hingga sang putra itu meminta untuk menikah secara mendadak.
"Apa Sudah siap untuk memulai acara nya?" tanya seorang pendeta
Mereka pun menjawab serentak. "Sudah"
"TUNGGUUU... KALIAN TIDAK BISA MELANJUTKAN PERNIKAHAN INI.." Ucap Seorang pria yang begitu lantang. Yang tiba tiba membuat ruangan Meiri begitu riuh dengan bisik bisik semua yang hadir.
Sontak semua orang menoleh ke arah suara itu. ..
"Apa maksudmu?" tanya Mama Aldrick
"Karena wanita itu tengah mengandung anak saya. jadi pernikahan ini tidak akan pernah terjdi." ucap Zaf dengan tegas dan berjalan ke arah mempelai
"A..apa yang dia katakan Mei? apa itu benar?" tanya Safia pada putrinya.
Mei hanya menunduk takut pada semua orang.
Mei langsung memeluk ibunya. "Maafin Mei bu.. Itu benar." jawab Mei
Sedangkan Mama Aldrick menatap benci pada Mei.
__ADS_1
"Wanita penipu.. wanita pembohong kau mau menipuku hehmm?" kesal orang Tua Aldrick.
Zaf langsung menghampiri Mei dan segera membawa Mei pergi.
"Dengar nyonya.. jangan berani menyakiti calon istri saya." ancam Zaf pada mama Aldrick
"Wanita murahan. Aku yakin anak itu bukan anakmu." Ujar Mama Akdrick
"Hentikan.. nyonya.. kau jangan pernah menghinanya." bentak Zaf
Mama Aldrick seketika membisu. setelah di bentak oleh Zaf.
Zaf langsung menghampiri Mei dan kedua orang tuanya. Zaf merasa pernah bertemu namun di mana. dirinya tak mau membuang waktu untuk mengingatnya. "Maaf bapak, Ibu.. saya harus membawa Ibu dan calon anak saya dari sini. saya akan merawat mereka." pamit Zaf. Dan Zaf langsung menggendong Mei ke pundaknya.
"Lepaskann.. ibu.. bapak.. tolongin Mei. Mei nggak mau pergi dengan pria ini. tolongin Mei buu..." teriak Mei
Aldrick berusaha mengejar Mei berusaha mencegahnya.
Namun Tangan Aldrick Di cekal oleh mamanya. "mau ke mana kau Al. kau sudah di bohongi masih ingin mengejarnya?" tanya Mama Aldrick dengan geram pada putranya
"Maa.. Mei butuh pertolongan. Al akan menolongnya Ma.. lepaskan maa." teriak Aldrick.
"jangan bodoh kamu Al. dia tidak pantas jadi istrimu. dia wanita murahan." kesal mama Aldrick.
"Dia tidak seperti yang mama bilang. lepaskan Ma.." gertak Aldrick.
Sedangkan Safia langsung pingsan setelah mendengar jawaban Meiri sang putri.
Mei tertidur karena merasa lelah dengan semua ini
Zaf sesekali melirik ke arah Mei yang sudah berpakaian pengantin. "Cantik" gumamnya.
"kenapa kau tak mau menerimaku sebagai ayah anak kita Mei? padahal itu anak kita." ujar Zaf
...🍃...
Di kediaman Orang tua Mei
Orang tua Mei kembali jadi gunjingan seperti 6 tahun lalu. di hujat di hina dan asingkan.
Sedangkan ayah Mei. merasa tenang. karena pria yang menghamili putrinya mau mengakuinya. tidak seperti dulu. waktu putri sulungnya hamil.
yang membuat Putri sulungnya harus mengalami gangguan kejiwaan nya dan memutuskan untuk bunuh diri.
"pak.. ini bagaimana.. kenapa putri kita mengalami hal yang sama. apa yang sebenarnya telah kita perbuat sehingga putri kita mengalami nasib buruk seperti ini?" tanya Safia pada suaminya
"kau tenang bu.. bapak rasa Pria itu anak yang baik. buktinya dia mau bertanggung jawab atas kehamilan anak kita." ujar bapak nya Meiri
"bagaimana jika Meiri di perlakukan buruk olehnya pak?" tanya safia lagi
"tidak akan terjadi sesuatu padanya bu. bapak yakin." jawabnya
__ADS_1
Merekapum kembali diam. sebenarnya bapk Mei juga merasa gilisah dengan putrinya.
Namun untuk menghilangkan rasa gelisahnya bapak Mei mencoba menghibur istrinya dengan dugaan dugaan yang baik.
Hati orang tua Mei kembali hancur. mengahadapi semua ini.
...🍃...
Zaf beserta Meiri telah sampai di kediamanya.
Zef mengangkat Meiri ke dalam kamarnya yang tadi.
kali ini Zaf telah mengunci pintu jendelanya dengan besi. sehingga Mei tak bisa pergi lagi.
Tujuan Zef cuma satu. ingin merawat Mei dan bayinya.
Sedangkan Mei cuma punya satu harapan. Ingin terbebas dari Zaf dan hidup bahagia bersama orang orang yang memcintainya. bukan seperti Zaf yang temperamental dan selalu melakukan kemauan nya sesuai kehendaknya sendiri.
"Mei.. mengertilah.. aku hanya ingin merawatmu dan bayi kita. itu aja Mei.. jadi kumohon Tenanglah bersamaku." bisik Zaf tepat di telinga Mei
Sedangkan Mei masih tertidur sangat nyenyak sekali.
Zaf menatap wajah Meiri. lingkaran hitam di bawah matanya begitu sangat nampak. sehingga akan terlihat sangat pucat.
Zef segera pergi kedapur dan memasak untuk Mei.
Memasak adalah rutinitas Zaf saat ini. Agar Anak dan ibu benar benar mendapat asupan gizi.
Zaf membuatkan susu hamil untuk Meiri dan makanan. Zaf menaruh di nakas kamar tempat Mei istirahat.
Zaf menatap Mei yang masih meringkuk di atas tempat tidur.
Zaf kembali keluar dan mengerjakan segala pekerjaan rumahnya.
Zaf kembali ke ruang kerjanya. Zaf memikirkan Mei dan dirinya. "Aku harus bisa mengambil hatinya" telat Zaf
Mei terbangun dari tidurnya. dirinya menatap ruangan ini. "Tidakk.. tidak.. jangan bawa aku kembali ke sini.. bapak.. ibu.. tolongin Mei pak.." tangis Mei
Zaf segera masuk kamar Mei.saat mendengar teriakannya. Zaf segera menghampiri nya
"Mei kau tenang.. aku bersamamu. aku tidak akan menyakitimu." ucapnya sambil memeluk tubuh Mei. Zaf mengangkat wajah Mei dan menatapnya. lalu mengecup keningnya. kau tenang Mei. aku akan menemanimu.
.
Lalu Zaf membaringkan tubuh Mei kembali. agar Mei lebih tenang. "Semoga setelah bangun nanti Mei sudah tenang." batin Zaf
Zaf kembali mendengar dengkuran halus Mei. Zaf segera keluar meninggalkan Mei
...Bersambung...
__ADS_1