
**Banyak Typo Bertebaran 🙏
...🤍 Selamat Membaca 🤍**...
Setelah pemeriksaan selesei. Zef segera mengantar dokter keluar. dan tidak lupa mengunci pintu lagi.
Zef segera membrowsing Makanan yang sangat berpengaruh pada perkembangan janin Dan ibunya.
Zef menemukan banyak sekali makanan yang di rekomendasika oleh internet .
Zef segera pergi ke supermaket untuk belanja kebutuhan pertumbuhan bayi dan ibunya.
Setelah Semuanya di beli Zef segera membayarnya. dan segera pulang.
Sampai di kediaman Zef segera mengolah makanan itu menjadi satu. ( maklum ya mak.. Zef kan bukan ahli gizi dan tidak tau cara memasak. jadi semua sayuran yang di beli bisa masuk pancii semua😁)
Setelah selesei, Zaf segera membawa satu mangkuk makanan yang tidak ada rasanya. karena Zaf tidak membuka cara pengolahan yang benar.
Zaf membuka pintunya. dan di lihatnya Meiri masih tertidur dengan nyenyak.
Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam.
Bippp... Bippp.. ponsel Meiri berdering.
Zef segera mengambil dan membukanya.
Dilihatnya layar benda pipih itu. tertera di situ nama 'Aldrick' Zaf enggan mengangkat dan langsung menonaktifkan ponsel Meiri. lalu menyembunyikan.
Meiri menggeliat saat perutnya merasakan sangat lapar.
Meiri tersentak melihat Zaf sudah ada di samping. Lalu Meiri menatap tubuhnya. Meiri merasa lega bajunya masih menempel dengam sempurna.
"Makanlah Mei.. aku sudah susah payah memasak untukmu." ucap Zaf
Namun Meiri tetap diam dan memalingkan wajahnya.
"Mei.. makanlah." titah Zaf sembari mendekatkan sendoknya ke bibir Meiri
"Aku tidak mau makan. lebih baik aku mati daripada hidup bersamamu." ucap Meiri tanpa menoleh pada Zaf
"Makanlah.. Aku tidak ingin anakku kenapa napa." ucap Zef lagi. kali ini dengan sedikit meninggikan oktafnya
"Aku bilang tidak mau. lebih baik aku mati dari pada hidup bersamamu. dan anak ini bukan anakmu. dia anakku terserah mau aku apain itu hak aku." ucap Mei lagi dengan bibir bergetar.
"Meii.. jangan membuat aku mengulang kesalahanku lagi. cepat makanlah." teriak Zaf
Dan lagi lagi Mei menggeleng dan melempar makanan yang Zaf buat.
Zef langsung menindih tubuh Mei. dan langsung ******* bibir Mei..
"lepaskannn... Aku tidak mauu.. lepaaskann aku.." teriak Mei.
"Kau yang memintaku untuk melakukan ini Mei." ucap Zef sembari melepas semua pakaian Meiri..
perutnya yang lapar. tubuhnya yang bergetar tidak mampu membuat Meiri melawan. Meiri hanya bisa merasakan sakit saat bersama zaf.
Zef kembali menggauli Meiri dengan kasar.
Setelah itu Zef keluar dengan perasaan kesal.
__ADS_1
Sedangkan Meiri dirinya kembali tergugu. menangis tiada henti. "kenapa kau sangat kejam padaku.. apa yang aku lakukan padamu.. aku hanya ingin keluar dari sini. dan hidup bahagia dengan orang yang aku cintai" Hikzzz..
"Aku hanya ingin bebas darimu hikkzzz... Lepaskan Aku. aku tak akan menganggumu dan meminta untuk bertanggung jawab. Lepaskann akkuuuhhh.."
Tangis Meiri kembali kerasa.
Sedangkan Zaf menutup telinganya. dia paling tidak tega mendengar wanita menangis.
...🍃...
Aldrick. berkali kali menelpon Meiri. namun panggilanya sudah tidak aktif lagi.
"kemana kau Mei.. Aku datang kesini. membawa makan malam buat kita. tapi kau malah meninggalkan aku." Racaunya
"Mei.. kau kan bilang. kita akan hidup bahagia dengan anak kita." racau Aldrick.
Aldrick kembali menekan kontak Meiri. namun lagi lagi. tak ada jawabanya.
...🍃...
Ditempat yang beda
Seorang ibu tengah di rundung rasa gelisah.
Dirinya merindukan putri tercintanya.
Sudah selama 2 bulan putrinya tidak ada kabarnya
Biasa di ahir bulan putrinya itu akan datang menjenguk kedua orang tuanya. namun kali ini ibunya di buat kecewa.
"Meirii.. kemana kamu nak? apa kau baik baik saja? ibu sangat mencemaskan dirimu?" ujar Safia Ibu Meiri
Tiba tiba ada mobil berhenti tepat di depan Rumahnya. Turunlah seorang pria tampan yang tidak asing di mata kedua orang tua Meiri.
"Ibu.. Bapak. kenapa kalian di luar?" tanya Aldrick
"Nak Al.. ibu sedang menunggu Meiri. biasanya ahir bulan dia akan pulang. ini sudah dua bulan lebih tidak ada kabarnya." ucap Safia
"Jadi.. Meiri tidak pulang ke rumah. ke mana dia?" tanya Aldrick dalam hati
"Ibu.. tenang saja Al akn bawa Mei kesini.." ucap Al. agar kedua orang tua itu tidak bersedih lagi
"Terimakasih nak." ucap Safia
...🍃...
Pagi telah tiba.
Meiri menggeliat saat matahari menerobos kamarnya lewat celah jendela.
Meiri menatap jendelanya. "bodohh.. kenapa aku tidak lewat sini saja." gumamnya
Mei mengamati Jendela kamarnya. dirinya sudah yakin akan pergi dari jendelanya.
Dirinya harus punya kekuatan untuk memanjat jendela ini.
Meiri mendengar ada yang ingin membuka pintunya. Mei langsung duduk memasang wajah sedihnya.
Zaf Masuk dan membawa makanan yang sudah di masak. Zaf kali ini masak sendiri dengan bantuan Youtube. saat kemarin dirinya merasakan masakanya yang hambar dan salah cara memasukkan sayuranya.
__ADS_1
Zaf menatp nakasnya. melihat makanan itu masih utuh. Zaf merasa lega.
karena dirinya tidak meracuni dua mahluk sekaligus.
"Mei.. kau sudah bangun kan?" tanyanya
Mei tetap diam. dirinya tidak akan berdebat lagi dengan Zaf.
"Meii.. bangunlah kau makan dulu." ucapnya
Zaf membalikkan tubuh Meiri dan menatapnya.
Mei berusaha menutup matanya. Zaf tersenyum melihat reaksi Mei yang menggemaskan saat memaksa untuk memejamkan matanya.
Zaf Menggoda dengan mendekatkan bibirnya ke arah bibir Meiri.
Meiri yang merasakan ada nafas hangat di wajahnya langsung membuka matanya dengan sangat lebar.
"Pergiii..." usirnya. sembari mendorong wajah Zaf untuk menjauh.
"Jangan Sentuh aku lagi. aku bencii kamu. kau pria paranoid. pria depresi pria jahat. keturunan iblis.." ucap Mei penuh emosi.
"Apa yang kau katakan? kau mengatakan aku keturanan Iblis.? Baiklah akan aku buktikan kebenaranya jika aku memang anak keturunan iblis. jadi kau jangan pernah meneriaki aku seperti itu lagi." ucap Zaf dengan Emosi.
Zaf kembali melu*at bibir Mei dengan Na*su Amarah. dirinya tak terima di katai seperti itu.
Zaf membuka pakaian Mei dengan paksa.
Mei ketakutan sungguh ketakutan dengan pria satu ini. sikapnya yang berubah rubah. benar benar seperti pria yang sedang depresi.
Zaf ******* dan menggigit pu*ing Mei.
Mei berusaha menolak dan berusaha untuk tidak mend*sah.
Ahhh.. lepaakan akuu... Jangan lakukan lagii.. Aku bisa gila dengan perlakuan kasarmu.. tolong.. lepaskan akuu... hikkk teriak mei.
Mei benar benar tidak menyangka jika pria ini akan sangat marah saat di katai keturunan iblis.
Mei hanya ingin pria ini membencinya dan Melepaskan Mei
Setelah selesi dengan na*sunya. Zaf segera meninggalkan Mei sendiri.
Mei melempar semua yang ada di sini. mangacak acak tempat tidur dan melempar semua barang barang yang ada di ruangan ini.
Hikkzzz.. Tuhann.. bunuh saja aku.. jangan kau siksa aku seperti ini Tuhann.. aku benar benar tak sanggup.. hikkzzz...
Saat ini Zaf berada di ruang kerjanya.
Sama halnya dengan Meiri. Zaf melempar semua barang barang yang ada di sini.
Sebenarnya Zaf sudah ingin memperlakukan Mei dengan lembut. Namun mendengar kata kata yang keluar dari Mei. membuat Zaf emosi dan ingin meluapkan emosinya.
Yang ada di kepala Zaf.. dari pada menyakiti fisiknya lebih baik melampiaskan hasratnya pada Mei yang menurut Zaf Mei pasti juga akan menikmatinya.
Namum Zaf salah. semakin Zaf memaksa Melakukan pada Mei. maka Semakin Mei akan merasa tertekan .
Zaf lupa jika di tubuh Mei sedang ada janin hasil dari perbuatan Zaf.
...**Bersambung...
__ADS_1
jangan lupa beri Author jempolmu ya kak. Biar semangat mengetiknya. 🥰**