WANITA PELAMPIASAN 2

WANITA PELAMPIASAN 2
Pergi ke Club


__ADS_3

Banyak Typo Bertebaran 🙏


...🤍 Happy Reading 🤍...


...🍃🍃...


Mentari begitu indah di pagi ini.


Meiri bergegas bangun dan menyiapkan sarapan untuk dirinya.


Meiri mulai membuka lembaran Baru dengan Aldrick.


...🍂Flashbak of🍂...


"Meii.. maukah kita lanjutkan hubungan kita lagi?" tanya Aldrick


Meiri menatap Aldrick dirinya tak percaya lagi sama pria. Orang yang tidak dia kenal saja tega merenggut kegadisanya. apalagi Aldrick yang dulu pernah mencoba mencium Meiri. Namun Pria itu dengan kasar menarik Meiri saat Meiri mencoba berontak.


Aldrick mulai Marah saat Meiri menampar pria itu. dan Meiri menendang aset pribadinya Aldrick. hingga dia mengaduh kesakitan.


Ahirnya Meiri bisa selamat dari Aldrick.


Namun siapa sangka. jika Perbuatan Aldrick jauh lebih menghormati Meiri. pasalnya dia pacarnya dan hanya meminta cium.


Sedangkan Meiri, malah di perlakukan seperti budak Se* oleh seorang Pria yang tak dirinya kenal.


"Al.. maafin aku. aku bukan lagi Meiri yang kamu kenal satu tahun lalu. hidupku telah hancur. Aku sudah tak punya apa apa lagi yang bisa aku banggakan." ucap Meiri


"Apa maksudmu Mei.. Aku minta maaf.. aku menyesal dulu pernah memaksa menciummu. Aku tidak tau jika masalalu keluargamu begitu buruk. jadi maafkan aku Mei. aku ingin kita mulai dari awal lagi." ucap Aldrick dengan wajah penuh permohonan.


"Al.. aku.. Akuihh sudaahh.. tidak seperti dulu." Hikkzz tangais Meiri pecah


"Mei.. dengarkan aku..Aku mau menerima apapun keadaanmu. aku berjanji. aku tidak akan memaksa menciummu lagi. aku janji Mei." ucap Aldrick.


"Tapi Al.. aku aku.. sudah tidak gadis lagi hikkzz." ucap Meiri


Bagai di tindih dengan batu yang besar. hati Aldrick begitu kecewa, sakit melihat wanita yang dulu pernah di cintai telah menyerahkan kegadisanya untuk orang lain.


"Kau.. kau membuat aku kecewa Mei. berbulan bulan aku mencarimu. aku ingin memulai lagi dari awal bersamamu. namun kau telah mengecewakanku." ucap Aldrick


Hikkzz.. "maafin Aku Al.." ucap Meiri lirih


"Siapa yang telah mengambilnya Mei?" tanya Aldrick dengan nada gemetar


"Aku.. tidak tau Al." jawabnya


Aldrick mengernyitkan keningnya tidak mengerti. "Apa maksudmu Mei?" tanya Aldrick


"Aku..Aku.. di perkosa Al, hikzzz" ucap Meiri


Aldrick ternganga tidak percaya. "bagaimana bisa dia di perkosa.?" Batinya


Lalu Aldrick pergi meninggalkan Meiri sendiri. Aldrick kecewa sangat kecewa. "Memang tidak mudah mempertahankan kegadisanya di kota besar seperti ini." ujai Aldrick lirih.


Beberapa hari kemudian 


Aldrick Datang di tempat kerja Meiri.


Dia menjemput Meiri. Aldrick ingin mengatakan sesuatu padanya.

__ADS_1


"Mei.." panggil Aldrick


Meiri menoleh dan menatap pria yang beberapa hari bertemu.


"Aku mau bicara sesuatu padamu." ucapnya


Meiri mengangguk. dan mengajak Aldrick duduk di salah satu kursi taman di Rumah sakit.


"Mei.. aku mau menerimamu apa adanya. Aku masih mencintaimu Mei. sudah cukup aku kehilanganmu." ucapnya


"Tidak Al.. Aku tidak bisa. Aku tidak pantas buatmu." ucap Meiri


"Mei.. tolong terimalah aku." ucapnya lagi


"Al.. kita jalani sebagai sahabat saja. Itu malah menjadilan hubungan kita dekat. bukan intim." ucap Mei


Aldrick menatap Mei. "memang susah mendapatkan hati wanita ini kembali. apalagi jika sudah sangat kecewa." batin Aldri


"Baiklah Mei.. kita sahabatan aja. mulai sekarang aku adalah temanmu. jadi kau tidak perlu ragu untuk menceritakan sesuatu padaku. kita berteman" ucapnya sambil mengulurkan tanganya.


Setelah mereka bersalaman. Mei pun masuk lagi karena belum jadwal pulang.


Mei mulai berkutat dengan pasien pasien.


...🍂Flashback on🍂...


Tok tok..


Mei sudah bersiap untuk berangkat kerja. Mei keluar dengan hem putih dan segera menghampiri Aldrick


"Haii Mei..." sapa Aldrick


Mei pun masuk kedalam mobil Aldrick.


Mereka menuju rumah sakit tempat Meiri bekerja.


"Mei.. aku mau pamit. ke luar negeri. urus bisnis papa." ucap Aldrick. karena Aldrick sudah berjanji. setiap apapun yang di lakukan. dirinya akan selalu bilang pada Meiri.


Begitu juga dengan Meiri. mereka sudah sepakat untuk menjadi teman. jadi mereka akan selalu bertukar kabar.


Aldrick menyetujuinya. karena mingkin dengan begini hati Mei akan kembali pada Aldrick.


"Berapa hari Al?" tanya Mei


"satu bulan. bisa juga lebih." jawabnya.


" ohh.. ok.. kau bai baik yaa di sana." ucap Mei


Merekapun berpisah setelah sampai rumah sakit.


Mei segera pergi ke ruang ganti.


...🍃🍃...


"Meii.. jadikan kita nanti sore ke club.?" tanya Freaya


"boleh.. tapi jangan lupa jemput aku yaa." Ujar Mei


"ok.." jawab Freya dan Arnetta

__ADS_1


Mereka pun berjalan ke kantin. mereka akan membicarakan pacarnya. sedangkan Meiri sebagai pendengar setia mereka.


Hari sudah mulai gelap.


Meiri sudah bersiap untuk mencari hiburan bersama kedua temanya.


Memang setiap ahir pekan Meiri dengan kedua temanya itu akan pergi ke club. untuk hanya sekedar bernyanyi atau mencicipi minuman yang ringan ringa.


Meiri memoles wajahnya agar terlihat lebih segar. dan dirinya malam ini memakai dres mini yang panjangnya di atas lutut.


dan tidak memakai lengan. sehingga lekuk tibuhnya yang mulai berisi akan terlihat sedikit montok


Meiri berjalan anggun mendekati mobil kedua temanya.


"haii. Mei.. kau se*i sekali." ujar Freya


"kau juga. kau lebih se*i nan  cantik." ujar Meiri pada Freya


"Ahh kau bisa saja." ujar Freya


Merekapun telah tiba di Club tempat biasa mereka kunjungi.


"Malam ini aku tantang kalian. untuk minum 5 botol vodka. yang kalah harus membayar." ujar Arnetta


"ohh ok.. siapa takut." ujar Meiri dan Freya


Merekapun Masuk dan segera duduk di kursi yang masih kosong.


"Aku yakin kau akan kalah Mei.. karena kau tak pernah berani minum terlalu banyak." ujar Arnetta


"kita lihat saja. siapa yang akan kalah." ujar Meiri


Merekapun mulai minum. Awalnya Meiri merasa sangat tidak nyaman di tenggorokan.


karena dirinya tidak pernah minum yang begituan. palin kalo kesini cuma minum yang ringan ringa.


"Bagaimana Mei.. apa kau masih tetap ingin melanjutkan?" ujar Freya. yang sudah habis 3 gelas. sedangkan Meiri baru satu gelas saja sudah merasa tidak nyaman.


Namun Meiri tetep tidak menyerah. Meiri pun ikut menambah lagi. walau penglihatanya sudah mulai mengabur.


"Sudah Mei.. jika tak sanggup jangan kau paksakan." ujar Arneta. karena melihat Meiri yang sudah sedikit oleng.


"tii.. tidaakk apa apa." jawab Meiri.


Tiba tiba Perut Meiri merasa sangat penuh dan ingin segera membuangnya..


"Aku ke toilet dulu ya Fre." ujar Meiri pada Freya.


karena hanya Freya yang masih sadar. sedangkan Arnetta. Aenetta memang dari dulu tidak terlalu menyukai minuman satu ini.


nanti mereka berdua. pulang pasti di jemput sama pacarnya. mereka akan mengantar Meiri lebib dulu.


Meiri melangkah ke toilet. tubuh Meiri seperti ingin terbang. karena di rasakan begitu ringan.


hingga ada beberapa pria yang coba menyentuhnya. namun Meiei masih bisa melihat pria pria itu dan menepisnya.


Setelah selesei dengan urusanya. Meiri segera keluar. dan tiba tiba tubuh Meiei benar benar Ambruk. Meiri langsung di tangkap seseorang dengan tangan kekarnya.


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2