
...🤍Selamat Membaca🤍...
"Ini berkatmu juga Zaf. kau yang paling berperan banyak dalam hal ini." ujar Mei
Mereka pun keluar dari ruang Dokter dan segera menebus obat yang harus di minum Mei.
"Zaf.. obatnya banyak banget." ujar Mei
"Ini sudah berkurang Mei. yang dua sudah tidak di ikut sertakan." ujar Zaf.
Merekapun kembali melangkah. Menuju parkiran. Namu tiba tiba ada Seorang wanita yang Tidak sengaja menabrak Mei.
"oohh.." desis Mei.
"Maaf.. maaf.. saya tidak seng.." ucapanya terpotong karena terkejut melihat siapa yang ada di depanya.
"Meii.." panggilnya.
"Dokter Vanya.?" panggil Mei
"Kau apa kabar Mei.. Kauu sedang hamil?" tanya Vanya. yang di jawab dengan anggukan Mei.
"kok tidak bilang kalo nikah sih Mei?" tanya Vanya
Sedangkan Mei hanya tersenyum bingung. apa yang harus di katakan.
"Mei.. sudah kita pulang yuk." ajak Zaf yang tiba tiba hadir.
"Mei dia suamimu?" tanya Fanya. lagi lagi Mei tak punya jawaban. Mei hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Vanya
"Kenalkan Saya Vanya. teman Mei." ujar Vanya dan mengulurkan tanganya pada Zaf
"Zaf.." balasnya
"Tungguu.. seperti pernah dengar nama itu. tapi di mana yaa." ujar Vanya berusaha mengingatnya. "Dan wajahmu.. seperti tidak asing di mataku."
"Mungkin nama saya tidak asing." ujar Zaf. lalu bermapamitan untuk segera pergi. karena Zaf sudah ada janji .
Mei pun mengikuti Zaf. "saya pulang dulu dokter." ujar Mei
Vanya hanya mengangguk dan tersenyum.
"Apa kau mengenal Vanya Zaf?" tanya Mei setelah mereka di dalam mobil.
"Sepertinya tidak Mei. aku baru melihatnya sekarang ." jawab Zaf. sambil tetap fokus mengemudi.
__ADS_1
"tapi sepertinya dia mengenalmu."tambah Mei
"Sayangnya aku tidak mengenalnya." ujar Zaf yang meyakinkan dirinya.
Zaf memang tidak mengenalnya. jika Vanya pernah melihat dirinya mungkin itu hanya angin lalu. Tohh Zaf dulu bukan tipikal penggoda wanita.
"kita mampir di mini market dulu Mei." ujar Zaf. setelah sampai di depan mini market Zaf segera memarkirkan mobilnya. dan mereka masuk untuk mencari Camilan buat Mei.
...🍃...
Mereka telah sampai Mansion dan Mei segera masuk. Zaf mengikuti dari belakang.
Zaf membawa belanjaan kebutuhan Mei. selama Zaf keluar tidak akan kelaparan seperti waktu lalu.
"Mei.. Aku berangkat dulu ya " pamitnya. Mei mengangguk dan segera menutup pintu depan.
Zaf meluncur ke kantor dulu. dan mnghadiri Meeting dengan client.
2 jam sudah berlalu. namun Zaf masih berkutat dengan berkas berkasnya. sesekali Zaf melirik jam dindingnya. Zaf juga ada janji dengan orang lain. Zaf segera membereskan pekerjaan yang akan di lembur di rumah.
Zaf keluar dari kantor dan segera menuju Kafe di mana mereka sudah ada janji.
"Hai.. Zaf." sapa seorang pria. yang di ketahui bernama Mike.
"Bagaimana penyelidikanya?" tanya Zaf
Clara mengahiri hidupnya karena tengah hamil. dan orang suruhan Zaf tidak tau apa yang di alami Clara. Dan kejadian itu sangat menyakitkan untuk keluarganya. Sehingga keluarga Mei pindah dan mereka menutup semua kejadian buruk itu.
"Ok .. terimakasih infonya." ucap Zat ahirnya.
Zaf kembali meneguk kopi yang sudah dia pesan. "bunuh diri. Sungguh miris keadaanmu saat itu Cla. bahkan aku tak pernah mau mendengarkan saat kau akan menjelaskan." Batin Zaf.
( Zaf ingat.. saat Clara butuh pertolongan untuk mempertemukan seseorang. Namun Zaf tidak mau dengar. hatinya sudah terlanjur kecewa dan sakit karena penghianatan. )
"Haii Zaf.." panggil seorang wanita. yang tidak lain adalah Vanya. dokter muda. yang sok kenal dengan dirinya.
Zaf mengernyitkan keningnya. "Sok akrab banget wanita ini." Batin Zaf
Zaf hanya menatap sebentar. lalu kembali menikmati kopinya.
"Aku ingat sekarang. Kau adalah kekasiu Clara kan?" tanya Vanya
Zaf langsung mendongak dan menelisik wanita yang ada di depanya. Zaf belum pernah melihat wanita ini.
"Aku Teman Clara dulu. Aku dulu sering lihat kau selalu jalan bersama denganya." terangnya.
__ADS_1
Zaf tetap diam dan tidak menanggapinya. "Aku turut beduka atas meninggalnya Clara Zaf, Andai saja Aku bisa membantunya. pasti waktu itu aku akan membantu." ujarnya lagi
"Memang apa yang terjadi padanya?" tanya Zaf
"Terahir dia mimintaku untuk melaporkan mengantar pada Andi. Namun aku tidak di bolehin mamaku untuk pergi denganya." jawabnya
"Andi.?" tanya Zaf sembari mengeenyitkan keningnya
"Iyaa.. Andi yang telah mbuat Clara ham.." ucapan Vanya terpotong karena ada yang memanggil. "Udah dulu Zaf.. aku pergi dulu pacarku sudah datang menjemput." pamit Vanya
"Tunggu Vanya.. Kau bilang Andi yang menyebabkan Clara hamil. apa mereka ada hubungan?" tanya Zaf
Vanya Menggeleng. "Andi telah memperko.." ucapanya terpotong. karena Vanya langsung di samperin pacarnya.
"Udah dulu Zaf... kapan kapan kita ngobrol lagi." ucapnya. lalu pergi meninggalkan Zaf sendiri.
Zaf mencengkram buku bukunya hingga kuku kukunya memutih. Zaf begitu marah saat mendengar Andi lah penyebabnya.
Zaf Segera pergi dari kafe. dan dirinya kembali menelpon orang suruhanya. untuk mencari tau keberadaan Andi.
Zaf tidak mberi foto ataupun alamatnya. namun Zaf memintanya untuk mencari datanya di Asrama.
...🍃...
Mei tengah tidur di sofa.
Mei menunggu kedatangan Zaf. sudah jam 5 sore. namun Zaf belum pulang. Mei kembali ke dapur untuk membuat susu hamil.
Pintu utama di buka dari luar. Dan minculah wajah yang di tunggu.
Zaf menyuguhkan senyum lebarnya pada Mei saat mendapati Mei tengah menunggunya.
"Kau lama sekali?" tanya Mei
"Maaf.. ada banyak pekerjaan tadi. Sudah mandi?" tanya Zaf
Mei mengangguk sebagai jawabanya.
Ingin sekali Zaf mendekat dan mengatakan bahwa dirinya menyesal telah berpikir buruk.
"Apa kau ingin menjenguk ibu lagi?" tanya Zaf
Mei mendongak menatap Zaf.
Mei Menggeleng. Mei akan menghabiskan 2bulan ini hanya bersamanya.
__ADS_1
...Bersambung...