
...π€ Selamat Membaca π€...
"Menangislah Mei.. aku akn di sini menunggu sampai kau berhenti menangis." ucap Zaf. sembari mendekap tubuh Mei dalam pelukannya.
Begitu juga dengan aldrick. Dirinya memutuskan untuk segera meninggalkan Adeli. Aldrick juga tak bisa menahan air matanya. "Maaf aku Mei.. Ini yang terbaik buat kita. Semoga kita bisa bahagia dengan pasangan kita" Gemam Aldrick. saat sudah berada di dalam mobil.
...π Flashback ofπ...
Setelah gagal di pelaminan. Aldrick mutuskan untuk meninggalkan kedua orang tuanya. Aldrick benar benar kecewa. Dirinya menghabis kan hari harinya di Bar.
Sehingga mama Aldrick pun jatuh sakit karena kelakuan Aldrick. Dan mama Aldrick mengancam Aldrick. Jika Aldrick masih berperilaku seperti itu. maka Mama Aldrick lebih mati.
Aldrick tak menggubris ucapan sang Mama. Dan ahirnya Mama Aldrick nekat untuk mencoba mengakhiri hidupnya.
Aldrick di beritahu oleh seorang wanita yang mengatakan Mamanya mengalami kecelakaan. Mendengar kabar itu Aldrick benar benar marah sama mamanya.
Aldrick langsung menuju rumah sakit tempat di mana sang mama di rawat. Di sana ada seorang wanita yang tengah menjaga mama Aldrick.
Aldrick langsung masuk keruangan mamanya di rawat. Aldrick melihat keadaan sang mama yang sangat menyedihkan .
Papa Aldrick masuk. dan menepuk bahu Aldrick. "Jika sampai besok sore mama tidak bangun. terpaksa papa akan membawa mama ke luar negeri." ucap papa Aldrick.
Aldrick hanya diam. dirinya menyesal tidak mendengarkan mamanya. padahal sang mama sangat menyayanginya.
"Al.. papa mohon dengarkan kata mama. kau adalah anak mama dan papa satu satunya. jika kau seperti ini. tentu papa dan mama akan sangat kecewa padamu." ujar sang papa
"Om.. Freya pulang dulu yaa.. soalnya sudah malam." pamit Freya yang tadi menelpon Aldrick.
"oohh iya Free.. terimakasih sudah menolong istri saya." ucapnya
"Sama sama om.." lalu Freya berlalu dan tersenyum pada Aldrick.
Aldrick tetap acuh. drinya tak mengenalnya.
Sejak saat itu Freya selalu datang menengok mama Aldrick. hingga mama Aldrick jatuh cinta pada Freya. karena Freya gadis yang baik menurut Mama Aldrick. Karena ke akraban dan waktu yang selalu Freya luangkan untuk mama Aldrick.
Ahirnya Mama Aldrick memutuskan untuk menjadikan menantu. biarlah di antara mereka belum ada cinta. yang penting Aldrick dan Freya mau. cinta biar tumbuh dengan berjalanya waktu.
...π Flashback onπ...
"Mei.. kita pulang yukk. ini udah sore ." ucap Zaf. yang saat ini mereka tengah berada di bibir danau.
Mei mengangguk. Dan Zaf pun mengandeng tanga Mei. Mereka memasuki mobil. Mei pakai Seatbelt nya. Namun Mei tidak mendengarnya. Ahirnya Zaf mendekat dan memasangkannya..
__ADS_1
"Zaf.." desis Mei
Zaf tersenyum "jangan melamun. ok." ucapnya.
Mei mengangguk dan tersenyum. "maaf." ucap Mei
Zaf tersenyum. "tidak apa apa. aku yang seharusnya minta maaf padamu. kau begini karena aku." ucap Zaf dengan sedikit gelisah.
Mei menatap Zaf. lalu Mei memberanikan diri untuk Menatapnya. begitu juga dengan Zaf. Zaf juga menatap Mei hingga pandangan mereka bertemu. Tanpa sadar mereka sudah saling menempelkan bibir mereka. Kecupan demi kecupan mereka lalui hingga kecupan itu menjadi ciu*an yang panas.
"Mei.." desis Zaf. merekapun mengakhiri ci*man panasnya.
"Maaf.." ucap Mereka bersamaan. Dan ahirnya Zaf tertawa dengan kejadian ini.
"Sudah.. ayo kita segera pulang." ucap Mei
Zaf pun segera melajukan mobilnya. Sampai dirumah Zaf segera Menyiapkan makanan yang sudah di masak tadi.
"Mei.. kau mau mandi dulu atau makan dulu?" tanya Zaf
"Seharusnya biasa biasa saja. tapi kenapa sekarang malah jadi tidak karuan begini jantungnya." Cerocos Zaf
Sedangkan Mei. Mei tersenyum pada cermin. "tak biasanya Aku mudah memberi ruang kosong pada orang lain. apa aku mulai menyukainya." Batinnya
Mei segera berendam di bathtub. Setelah di rasa cukup Mei segera keluar. dan segera berganti pakaian.
Mei keluar dari kamar dan tidak mendapati Zaf. Mei mencari di dapur.
"Zaf..." panggilnya.
Namun yang di panggil tidak menyahut.
π
Zaf tengah menerima telfon dari seseorang. yang di tugaskan untuk mencari informasi tentang meinggilnya mantan kekasihnya.
"Baik.. besok kita bertemu di kafe yang kemarin " ujar Zzaf lalu mengahiri panggilannya.
"Mei.. kau sudah selesei ?" tanya Zaf
__ADS_1
Mei mengangguk. dan mereka kini tengah berada di meja makan.
"Tambah lagi Mei." ujar Zaf
"Sudah cukup Zaf. Aku sudah kenyang." jawabnya
"Mei besok kita ke dokter lagi." ujar Zaf
Mei mengangguk. "kau ingat Mei?" tanya Zaf
"Aku sudah memberi tanda pada kalender Zaf" jawab Mei
"oohh.. syukurlah.. semoga anak kit baik baik saja." ujar Zaf yang di angguki oleh Mei
Setelah mereka selesei makan. seperti biasa Zaf yang akan membereskan nya. Zaf tidak ingin Mei melakukan pekerjaan rumah. Zaf hanya ingin Mei selalu duduk dan menunggu Zaf pulang Saat dirinya keluar.
Mereka kmbali duduk di sofa dan menikmati siaran televisi. Semenjak ada Mei Zaf jadi menyukai tayangan kartun. Karena setiap hari Mei selalu itu yang di tonton.
"kau sudah ngantuk Mei?" tanya Zaf. Mei mengangguk.
"kita tidur sekarang ya." ucap nya.
Merekapun pindah ke kamar. dan Mei segera merebahkan dirinya. Zaf menyusul tidur di samping.
Mei memiringkan posisinya menghadap ke Zaf.
"Zaf.." panggil Mei. Mei tau Zaf belum tidur. Mei juga tau jika Zaf tengah menahan sesuatu. Karena setiap malam setelah Mei tidur, Zaf selalu masuk ke kamar mandi.
Mei mencoba menelusuri wajah Zaf dengan Jarinya. dan ibu karinya bermain di Bibir Zaf.
"Mei.." panggil Zaf dengan suara parau.
Lalu Zaf memiringkan tidurnya. Mei memulai lebih dulu menci*um bibir Zaf.
"Mei.. apa yang kamu lakukan?" tanya Zaf
"Aku menginginkannya Zaf." ujar Mei
"Mei jangan lakukan. nanti kamu akan menyesal." ujar Zaf
Mei menggeleng. "Aku benar benar menginginkannya Zaf."
...Bersambung...
__ADS_1