
...🤍 Selamat Membaca 🤍...
"Rencana?" cicit Zaf
"Apa yang kau rencanakan Mei?" tanya Zaf kemudian.
Mei tetap diam tak berani menatap wajah garang sang suami.
wajah yang sudah lama tidak terlihat. kini kembali muncul lagi
Dammm.. Umpat Zaf dalam hati. bisa bisanya dirinya menampakkan wajah datarnya pada Mei
Zaf menunduk dan mencoba mengubah suasana hatinya. lalu Zaf mendongak menatap Mei yang masih menatap dirinya.
Zaf merangkak ke arah Mei. dan meraih bahu Mei ke dadanya.
"Maaf .. Aku refleks." ucapnya
Mei masih terdiam di pelukan Zaf. Buliran hangat mulai membasahi pipinya.
Zaf mengangkat dagu Mei. Zaf melihat Butiran air mulai mengalir di pipi Mei. Zaf menyesal pada dirinya yang belum bisa mengontrol emosinya
Zaf mengecup ke dua kelopak mata Mei bergantian dengan lembut. Lalu kembali menarik tubuhnya kedalam pelukanya.
mereka diam .
Mereka sama sama diam. Zaf mengelus punggung Mei dengan lembut.
"Katakan.. rencana apa yang akan kau berikan padaku Mei?" tanyanya
Mei masih diam. rasanya Mei begitu ragu pada pribadi Zaf yang sekarang
"Maafkan aku Mei. Aku refleks tadi." ucapnya
"Sekarang katakan. apa rencanamu Mei. kenapa kau menyembunyikan kehamilanmu dariku?" tanya Zaf
"Hikkzz.. aku kan ingin mem buat kejutan romantis. tapi kau menggagalkanya." hikzz.. ucap Mei di sela sela tangisnya
Dalam hati Zaf tertawa. namun juga merutuki dirinya yang tidak tau akan Rencana istrinya.
ppffttt... ketawa Zaf tak bisa di tahan lagi.
"maaf aku tidak tau Mei." ucapnya sembari mengecup pipi Mei yang basah.
"Kau memang selalu begitu Zaf. Tak bisa kah kau pura pura tak tau?" tanya Mei sedikit menjauh dari Zaf.
"Iyaa. maafkan aku." ujarnya.
Yaa Mei ingin memberi kejutan di hari ulang tahun Zaf. Mei akan menyewa tempat romantis di salah satu kafe yang ada di kotanya.
Namun karena kebodohan Zaf yang tidak bisa menahanya. membuat Rencana Mei gagal.
"Ya sudah.. kita tidur. maafkan aku ya." ujar Zaf
Mei kembali berbaring. sembari tangannya mengusap mata yang basah. Zaf pun melakukan hal yang sama. menyapu air mata Mei dengan ibu jarinya. lalu mengecup kening Sang istri.
Zaf tersenyum getir. membayangkan dirinya yang tak bisa tenang.
Yaa begitulah Zaf tak bisa menahan Sedikit saja jika sudah mengetahui.
"Bodoh sekali diriku. untuk apa mencurigai istrinya sendiri. tentulah Mei akan memberi taunya cepat atau lambat." batinnya
__ADS_1
...🍃🍃...
Pagi sudah tiba
Semua keluarga Ansel sudah duduk di meja makan.
Mereka tengah menikmati sarapanya.
begitu juga dengan Mei. Mei yang sudah mulai tak ada selera makanpun cuma memilih makan Roti bakar buatan Ibu mertuanya.
Alv sedang ikut menuyendok makanan yang sudah di siapkan.
Mei langsung berlari ke belakang saat merasalan perutnya sedikit mual.
Hoeekk.
Hooeekk..
Mei berusaha mengeluarkan semua isi perutnya. Namun hanya cairan kuning saja yang berhasil keluar.
Zaf mengurut tengkuk lehernya. "Kau baik baik saja Mei?" tanya Zaf
Mei mengangguk. dan kembali duduk. Marlena menghampiri Mei. "kau kenapa Mei?" tanya nya
"kita akan kedatangan keluarga beru lagi bund." jawab Zaf
Haaa... pekik Marlena.
"Oohh selamat untuk kalian berdua." ujar Marlena. lalu memeluk Mei.
"terimakasih bunda." jawabnya
Marlena menatap Alv. "bagaimana dengan Alv. kau pasti akan kerepotan Mei mengurusnya." ujar Marlena
Mei menatap Raflin. dan tersenyum
"Terus bagaimana pendidikanmu Raf" sahut Maminya
"Mami tidak usah hawatir. Raf kan bisa pindah kampus mi." balas Raflin
"tidak tidak.. om tidak setuju." sahut Zaf. Yaa Zaf memang tidak suka jika di rumahnya ada orang lain. Misalkan ada . itu hanya asisten rumah tangganya. yang Zaf hanya ingin semua pekerja pulang sore. jadi kebersamaan dengan keluarganya tidak akan terusik oleh orang lain.
"Yaahh.. om nggak asyik" ujar Raflin sembari memanyunkan bibirnya.
"kau boleh kok main ke rumah tante. Tante akan selalu membuka pintu rumah luas seluas luasnya." ucap Mei pada Rafli
"Tante Mei baik dechh.. Aku syuka." ujar nya lalu menyenderka kepalanya di bahu Mei.
Derrtt..
Derttt..
bunyi deringan ponsel mengalihakan pembicaraan mereka.
"Yaaa halloo.." sapa Ansel
"Tuan Thomas.. apa kabar?" tanya seorang pria dari balik layar
"Oohh baik.. bagaimana dengab anda tuan Arnold? tanya Ansel
"Saya juga baik. " jawabnya
__ADS_1
Merekapum ngobrol. dan Ansl segera menjau dari Anak da istrinya. Agar tidak terlalu terganggu. siapa tau saja Arnold akan memberi kabar penting.
Ansel kembali bergabung pada keluarganya.
"Ada apa Ans?"tanya Marlena
"Tuan Arnold mengundang kita untuk makan malam." jawabnya
"Oohh.. dalam rangka apa. Dia memgundang kita?" tanya Marlena
"Membicarakan Proyek baru. bersama Zaf. namun dia juga meminta kita untuk hadir. karena Istrinya ingin lebih kenal sama kamu." balasnya
Marlena mengernyitkan keningnya. Tak biasanya Rekan bisnis suaminya itu akan mengundang makan malam. Marlena sedikit curiga dengan gelagat Arnold.
"Bagaimana Zaf, apa kau bisa datang?" tanya Ansel
"Sepertinya tidak ada yang perlu di bahas lagi pa dengan dia " timpal Zaf
"hemmm.. kenapa?" tanya nya
"Kemarin Zaf sudah bilang. karena lahan itu tidak cocok." jawabnya
"Tapi tuan Arnold sudah menemukan lahan baru. dan dia ingin berkonsultasi pada papa. setelah itu dia akan menyerahkan padamu.' ucapnya.
Zaf menatap wajah istrinya. Rasanya tidak tega meninggalkan istrinya di rumah sendiri. dalam keadaan hamil.
"Zaf tidak ingin meninggalka Mei sendiri pa." jawabnya to the point
Marlena tersenyum dengan pengakuan putranya. karena sejujurnya Marlena juga tidak setuju Zaf menghadiri undangan Arnold.
Sebenarnya Ansel dan dirinya saja sudah cukup. tohh suaminya juga sudah banyak pengalamanya. dan bisa memberikanya langsung pada putranya.
"Kalo begitu Mei di ajak sekalian. bersama jagoan kecil papa." ujar Ansel lalu menggendong Alv
"Ohh.. maaf pa. Mei tidak bisa. itu kan makan malam. Mei kasian sama Alv. harus kena angin Malam." jawabnya
"Iyaa.. bunda juga tidak setujuh dengan usulan papamu." ujar Marlena
Ahirnya Zaf pun menyetujui untuk menghadiri undangan makan malam bersama Arnold.
tidak membawa Mei dan juga Alv.
"Baiklah.. Zaf ikuti kata papa saja." ucapnya kemudian
"Apa kau yakin Zaf?" tanya Marlena
Zaf mengangguk. Zaf hanya ingin tau apa maksud dari undangan makan malam itu.
pasalnya Zaf tau jika Arnold dan istrnya itu punya anak perempuan. dan sedihnya lagi anak nya sangat mengejar ngejar Zaf. Zaf yakin jika Itu adalah ide Nadira.
Zaf pun segera menjak Mei dan Alv pulang . Di sepanjang perjalanan Zaf merayu Mei untuk ikut hadir.
Zaf ingin menunjukkan pada Nadira bahwa dirinya sudah mempunyai keluarga
Namun karena hati Mei masih kesal dengan Zaf. Mei pun menolak. dan tidak ingin melihat wajah wanita yang sudah membuat luka Mei.
...🍃🍃...
Malam sudah tiba.
Ansel beserta Marlena sudah berangkat dan sekarang menuju rumah Zaf
__ADS_1
"Apa kau yakin Mei?" tanya Zaf
...Bersambung...