WANITA PELAMPIASAN 2

WANITA PELAMPIASAN 2
Mencukur bulu


__ADS_3

...🤍Selamat Membaca 🤍...


Zaf menatap Almari yang terbuka dengan lebar. Zaf tidak menemukam sehelai benangpun di sana.


"Meii..." Teriak Zaf


Zaf kebingungan mencari Mei. Sembari berteriak memanggil Mei.


Sedangkan Mei tengah Asyik bermain busa di kamar mandi.


Yaa.. Mei tengah mencuci pakaian yang ada di dalam Almari.


Mei pernah melihat Zaf melakukan itu.


Mencuci baju dan juga sprai.


Zaf mendengar suara gemercik air yang ada di kamar mandi.


Zaf bisa bernafas lega bisa melihat Mei lagi.


"Mei.. apa yang kamu lakukan?" tanya Zaf


"mencuci." jawabnya tanpa dosa.


Busa ada di mana mana. baju yang tadi bersih kini sudah berlumur busa.


"Kau tidak usah melakukan ini Mei." ujar Zaf


"Tidak apa apa." jawabnya


"Ini sudah bersih Mei. baju ini sudah di cuci." jawab Zaf


"Sudah di cuci?" tanya Mei


"iyaa.. Kau tak usah melakukanya lagi." ujarnya


"inii..?" tanya Mei bingung


"biar aku seleseikan. kau istirahat saja yaa." ujar Zaf


Mei mengangguk. dan Zaf segera membersihka  tangan dan juga kaki Mei dengan air bersih.


Zaf membawa Mei duduk di sofa dan menyalakan televisinya.


"kau mau nonton apa Mei?" tanya Zaf


Mei menggeleng. Lalu menarik lengan Zaf. Mei memeluk lengan Zaf sangat erat. seolah akan di tinggal pergi.



"Aku tidak kemana mana Mei. aku di sini. bersamamu bersama anak kita." ucapnya


Mei kembali mengangguk.


"Sudah makan?" tanya Zaf


Mei menggeleng.


"Kita makan yuk Mei." Ajak Zaf


Zaf ingat jika Almari piring sudah Zaf pindah. karena Zaf tidak ingin terjadi hal yang akan menyelakai Mei.


Waktu Zaf pulang dari mall. membelikan bra buat Mei. Zaf melihat Mei tengah mencuci piring semuanya yang ada di almari. sehingga Lantai pun licin. untung Zaf segera pulang  saat mendapati Mei tengah mencuci piring.


Seperti kali ini. Mei melakuka  hal yang sama dengan waktu lalu.


Mei benar benar menguji kesabaran Zaf.


Ntah apalagi yang akan Mei lakukan untuk menguji dirinya setelah ini.


Setelah mereka makan. Mei kembalo nonton TV sambil minum es krim. Mei selalu mibta es krim saat Zaf pulang.


Sedangkan Zaf segera menyeleseikan cucian yang ada di kamar mandi.


...🍃...


Hari sudah begitu sore.

__ADS_1


Zaf tengah duduk di depan  Laptop. Sesekali menyruput kopinya.



Zaf menyudahi pekerjaanya. dan segera Mandi.


Zaf melihat Mei yang tengah menangis.


"Kau kenapa Mei?" tanya Zaf


"Aku tidak bisa memotong kuku kakiku." jawabnya


Zaf duduk di depan Mei. dan membantu memotong kukunya. "Kalo tidak bisa itu harus minta tolong Mei. jangan menangis." ujar Zaf


Mei hanya mengangguk. "kau sudah mandi?" tanya Zaf


Mei menggeleng. dirinya lupa jika sore ini belum mandi.


"Mau mandi?" tanya Zaf


Mei mengangguk.


"Ya sudah ayok aku mandiin dulu." ujar Zaf


Namun Mei menggeleng.


"kenapa?" tanya Zaf


"aku bisa sendiri." jawabnya 


Zaf tersenyum . namun juga sedih. karena Mei sudah tidak melibatlan dirinya lagi dalam urusanya.


"Kau sudah pintar sekarang. kalo begitu Aku mandi dulu yaa." ujar Zaf.


Zaf masuk ke kamar mandi dan berendam di bathup.


Zaf melihat bayangan Mei yang memasuki kamar Mandi.


"Mei.. apa yang kau lakukan di sin?" tanya Zaf


"Aku kesulitan." jawabnya


Lalu Mei menyerah kan Gillete pada Zaf.


"ini.. untuk apa?" tanya Zaf bingung.


"Aku mau mencukur bulu wanitaku. tapi aku tak bisa melihatnya. apa kau bisa membantuku?" Tanya Mei tanpa dosa.


Zaf tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya. Melihat Gundukan dada saja bikin Zaf Pusing.


Apalagi ini melihat dengan jelas milik Mei. 


Ingin menolak. tapi hawatir Mei kecewa. Ahirnya Zaf menuruti keinginan Mei.


Mei langsung duduk di kloset dengan kaki mengangkang. Zaf beberapa kali menelan salivanya.


Sungguh Mei telah menyiksa dirinya.


Sungguh keinginan Mei membuat dirinya benar benar tak bisa mbuat Zaf puasa.


Zaf mencoba menyentuh milik Mei dengan jarinya. tidak ada penolakan dari sang empu. Zaf kembali memainkan  jarinya di klit Mei.


Ouhhh..


Zaf Sadar ini tidak benar. lalu zaf menyudahi sebelum Mei benar benar terbauai dengan Na*sunya.


"Sudah Mei." ujar Zaf. dengan wajah yang begitu gelisah. Zaf ingin segera menuntaskan sendiri Juniornya.


Namun Mei malah melepas Handuk Zaf.


"Mei.apa yang ingin kau lakukan?" tanya Zaf


"Aku membutuhkanya." jawan Mei



"Tidak Mei.. nanti kamu akan menyesal." ujar Zaf

__ADS_1


Mei menggeleng. "Bukanya kau juga mau menyembuhkan rasa traumaku dalam berhubungan intim?" tanya Mei


"iyaa tapi bukan sekarang Mei " jawab Zaf


"Sekarang atau tidak. buatku sama saja Zaf. sama sama menyembuhkan." ucap Mei.


"Apa kau yakin Mei?" tanya Zaf


Mei mengangguk.


Lalu Zaf membawa Mei dalam pelukanya. "Apa kau yakin, aku boleh melakukan nya sekarang Mei?" Tanya Zaf.


Mei kembali mengangguk.


"apa tidak apa apa dengan anak kita?" tanya Zaf


"kita lakukan pelan pelan Zaf." ujar Mei


(Mode normal)😁


Ahirnya Zaf pun menuruti keinginan Mei.


Zaf menggendong Mei ke atas tempat tidur.


Zaf mulai dengan melu*at bibir Mei dengan Rakus.


begitu juga dengan Mei. Mei membalasnya walaupun Mei belum begitu pengalaman.


Rasa takut dalam berhubungan yang ini. memang masih Mei rasakan.


Namun Mei benar benar ingin menyembuhkanya.


Zaf melu*at payu*ara Mei dengan lahap. Mengh*sap dan memilin dengan lidahnya.


Ahhh.. Desis Mei. Zaf ingin Mei menikmati setiap sentuhan Zaf.


Zaf ingin Mei benar benar sudah yakin dengan keputusanya.


Zaf mengecup dan meninggalkan jejak di dada Mei. memainkan lidahny di klit Mei. dan mengh*sapnya.


suara des*han Mei begitu nyaring di telinga Zaf. Zaf kembali ingat kejadian di mana waktu itu Mei dalam keadaan mabuk.


Zaf hanya ingin membuat Mei puas dan berhasil mengeluarkan yang seharusnya di keluarkan Mei.


Zaf terus memainkan lidahnya di bagian wanitanya.


Tubuh Mei menggelinjang saat orga*me. Aahhh.. Zaff..


"keluarkan Mei. ayo keluarkan Aku ingin kau selalu menginginkan nya." ucap Zaf.


Ahirnya Mei mengeluarkan air cintanya untuk yang pertama kali.


Zaf tersenyum bahagia melihat wanitanya merasakan kepuasannya.


Zaf segera masuk kembali ke kamar mandi. untuk mengeluarkan sesuatu yang harus di keluar.


Setelah 10 Menit Zaf keluar dan mendapati Mei tengah terduduk seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Mei kau kenapa?" tanya Zaf


"Zaf.. kau tidak melakukanya padaku?" tanya Mei.


Zaf tersenyum.


"Aku ingin melakukanya. jika kau benar benar sudah bisa menerima Mei." jawabnya


"itu tidak adil Zaf." ucap Mei


"itu sangat adil buat kita.. aku belum ingin melakukannya sekarang Mei." jawab Zaf


"Apa kau mau mandi sekarang Mei?" tanya Zaf.


Mei mengangguk. dan segera berdiri. "kenapa kakiku sangat lemas Zaf?" tanya Mei


Lalu Zaf menggendong Mei ke kamar mandi. dan membersihkan tubuh Mei. Zaf masih sama dengan Zaf yang selalu telaten mengurus Mei. itu memang sudah menjadi keputusan Zaf.


...Bersambung...

__ADS_1


Pagi pagi hujan . baca ini kak 🤭🙈


__ADS_2