WANITA PELAMPIASAN 2

WANITA PELAMPIASAN 2
KABAR BAIK


__ADS_3

Ciiitttttt...


Al menghentikan mobilnya secara tiba tiba 


"lepaskan gadis itu." teriak Al dengan lantang.


Sontak merekapun pada menoleh ke sumber suara tersebut. Dan mendapati seorang pemuda dengan wajah tampan dan gagah. melangkah ke arah para wanita tersebut.


"Siapa kau?" Tanya seorang wanita paruh baya.


"Saya kekasihnya." jawab Al.


"Apa.." teriak wanita paruh baya itu. Lalu menoleh ke arah gadis yang tengah di pegangnya.


"Jadi kau bukannya sekolah malah pacaran hemm.?" bentak seorang wanita paruh baya. dan langsung menarik paksa rambut gadis itu.


"Ibu.. lepasin Mao. Maora tidak pacaran. ibuu.." teriak Maora pada wanita yang di panggil ibu itu.


Melihat ada ketidak beresan itu. Al segera menarik paksa lengan gadis yang bernama Maora.


"Lepaskann." ucap Al sembari menarik tangan Maora hingga terlepas 


Maora langsung berlari ke belakang Al. dan menyembunyikan wajah takutnya.


"Apa kau.. kau mau ikut campur dengan keluarga kami hemm?" bentak wanita yang lebih gemuk.


"Dia pacar saya. saya harus melindunginya." ujar Al dengan tegas.


Lalu menarik Tangan Gadis berkacamata dengan pakaian longgarnya. Al membawa masuk ke mobilnya.


Didalam mobil gadis itu hanya diam. dan menundukkan kepalanya.


Al menoleh sebentar  dan kembali fokus menyetir.


Al menghentikan mobilnya di pinggir Danau.


"Siapa mereka?" tanya Al.


Maora tetap diam. tak berani menatap wajah Al.


"Kenalkan namaku Alvaro" ucap Al mengenalkan dirinya.


"Maora." jawabnya singkat.


"Mereka siapa?" tanya Al lagi. karena pertanyaan tadi belum dapat balasa.


"Mereka... mereka ibu tiriku. dan bibikku." jawabnya dengan wajah masih menunduk.


"Memangnya Wajahku ada di bawahmu Mao." tanya Al. yang membuat Maora langsung mendongak  dengan wajah memerah karena Gusar.


"Maaf. aku tidak terbiasa." jawabnya


"Hemm.." Sahut Al.


"Sekarang kau mau kemana? apa kau mau pulang pada keluarga tirimu?" tanya Al.


Maora menggeleng. "itu tidak mungkin. mereka akan kembali menyiksaku." jawabnya


Al mengernyitkan keningnya. "maksudmu bagaimana?" tanya Al


"Mereka akan selalu menyiksaku. sampai aku mau tanda tangan surat penyerahan harta kedua orang tuaku " jawabnya

__ADS_1


"Jadi mereka mengincar hartamu.?" tanya Al


Maora mengangguk. "Ibu ku sudah meninggal. dan Ayah ku menikah lagi. dengan wanita itu. Namun kini ayahku sakit. karena kecelakaan dan mengakibatkan ayahku koma. di rumah." jelas Maora


Al mengangguk dan tengah memikirkan  sesuatu


"Terus.. kau mau kemana?" tanya Al.


Maora menunjuk tempat. yang saat ini Maora tempati.


Ya Maora saat ini tinggal di rumah salah satu pelayan Di rumah Maora.


Saat itu Maora di bawa oleh Chasa ke rumahnya.


Maora tidak tahan dengan siksaan yang di berikan pada ibu dan adik dari ibu tirinya.


Hanya ingin merampas hartanya  mereka sanggup memukul Maora. Maora juga memiliki saudara tiri Wanita. namanya Arnetta. wanita yang selama ini tergila gila pada Alvaro.


Setelah Al mengantar Maora. Al segera pergi dari rumah itu. Al mengambil ponselnya di dalam saku celananya. lalu mencari kontak sang kakek. Al akan meminta pada kakekny untuk mengurus ibu tiri Maura.


Ntah kenapa Al merasa kasian sama gadis itu. gadis polos dengan seragam besarnya. dan wajah yang sangat lucu.


Al menggeram dalam hati. bisa bisanya dirinya memikirkan gadis itu.


Al segera meraih ponselnya. menelpon sang kakek. hanya kakeknyalah yang bisa membantu Al.


Setelah ada tanggapa  dari kakeknya. Al segera mengutarakan sesuatu.


"Apa kau menyukainya?" tanya Ansel


"Apaan sih kek. Al hanya kasian saja." balasnya. terdengar suara tawa kakenya. Al jadi menyesal telah meminta tolong pada kakeknya itu.


Namun hanya pada kakeknyalah Al selalu minta bantuan.


Al memasuki rumahnya. Melihat sang mama tengah duduk di sofa bersama papa.


"Ma..pa.." panggil Al


"Sayang kau baru pulang?" tanya Mei


"Iyaa, Tadi ada kegiatan tambahan" jawabnya.


"Oohh.. ya udah cepet ganti baju dan makan. mama sudah siapin makana kesukaam kamu dan juga Azka." sahut Mei


Al segera meninggalkan orang tuanya di ruang keluarga.


"Zaf.. kau sibuk tidak?" tanya Mei


"Hemm.. kenapa Mei?" tanyanya


"Besok antar aku ke rumah sakit. meriksa kandunganku " jawabnya


"Sepertinya aku hamil lagi deh Zaf." jawab Mei


Zaf menoleh menatap wajah Mei. "Apa kau serius?" tanyanya


"Hehemm.. sudah 10 hari. Aku tidak mendapatkannya." jawabnya


"Benarkahh?" tanya Zag dengan wajah yang berseri seri


Zaf langsung memeluk Mei dan mencium keningnya. "Setelah 15 tahun menanti. kau hamil juga." sahut Zaf antusias.

__ADS_1


Selama ini Mei menggunakan kontrasepsi tanpa sepengatahuan Zaf. Namun Mei sudah melepas semenjak Azka umur 10 tahun.


Mei hanya belum ingin menambah anak dulu. karena mengurus anak dua laki laki itu. sungguh sangat melahkan.


"Kita besok Ke rumah sakit." jawab Zaf. Mei mengangguk lalu memeluk Zaf "Aku menginginkan anak perempuan Zaf." ujar Mei


"Aku terserah Tuhan yang kasih. Yang terpenting adalah. kalian berdua sehat." ucap Zaf.


"Kita ke kamar Mei.. aku ingin menyapanya." ucap Zaf


"Iihh.. kebiasan deh Zaf." sahut Mei


Azka datang Dari  rumah temannya. Hari ini Azka sedang sibuk. karena banyak Kegiatan sekolah. Belum lagi dirinya harus latihan Bela diri.


"Ma.. apa kak Al sudah datang?" tanya Azka


"Sudah.. dia ada di kamarnya." jawab Mei


"Ma..pa.. tadi kak Al pergi sama cewek." laporny


"Hemm??" Mei mengernyitlan keningnya


"Al tadi cuma nolongin ma. nggak lebih." ucap Alv yang sudah berada di belakang Azka


"hehehe.." Azka menanggapi denga  cengiran


"Lo mau bikin mama papa mengurangi uang saku kakak lagi?" tanya Alv


"Nggak kak.. cuma aku tadi liat kakak mbawa temen Azka ke dalam mobil. jika Azka tanya pasti tidak di jawab. yaa terpaksa Azka bilang sama mama dan papa saja." balasnya


Al langsung menoyor kepala adeknya.


"All.. jangan begitu sama adekmu." ucap Mei


"Azka juga.. nggak boleh berani sama kakak." tambah Mei


"Kalian duduklah. ada yang ingin papa sampaikan pada kalian." ujar Zaf. Tapi sebelumnya papa mau tau.


"Al.. Siapa wanita yang katanya kamu tolong tadi?" tanya Zaf


"Hemm.. Dia.. Dia teman Azka pa. Coba papa tanya Azka masalah temannya itu." jawab Al.


"Kok Azka..?" tanya Azka


"Yaa karena kau temannya Cil." jawab Al. Dan langsung menoyor kepala adeknya


"Azka tidak Tau bang. Dia ada masalah apa. Yang Azka tau ayahnya sakit. Gitu aja." terang Azka


"Sudah jelas kan. Sekarang papa mau kasih kabar apa?" tanya Al.


"Papa mau kasih kabar. Jika kalian kemungkinan akan mem..." ucapan Zaf terpotong. Saat Mei mencegahnya.


Kedua Anak itu menunggu dengan tidak sabar berita yang akan di smpaikan oleh papanya. Namun mereka kecewa karena berita itu menggantung. Saat mananya bilang perutnya mual dan langsung berlari ke kamarnya.


"Mama.. Mama kenapa bang?" tanya Azka


"Abang juga tidak tau." jawabnya. Lalu segera berlari menyusul kedua orang tuanya ke kamar.


"Mei.." teriak Zaf


...Bersambung.. ...

__ADS_1


💐 Maaf yaaa Teman teman.. telah membuat membuat kalian menunggu.


Maaf saya sempet sakit dan di tambah ponselnya tidak mendukung sekarang Alhamdulillah.. Sudah sehat Dan semuanya sudah kembali normal. Insyaa Allah akan selesaikan novel ku.💐


__ADS_2