
...🤍 Selamat Membaca 🤍...
Mei menggeleng. "Aku benar benar menginginkan Zaf." ujar Mei. Sembari tanganya menelusuri dada bidang Zaf.
Oouhhh.. lenguh Zaf.
Lalu Zaf pun membalas ciu*an Mei. Ciu*an seperti tadi. Mei membuka mulutnya. Agar Bibir Zaf bisa menik*atinya. Mereka saling memagut bibir. lidah Zaf menelusuri Mulut Mei. hingga ke dalam. Begitu juga Mei, Mei berusaha mengimbangi permaina lidah Zaf..
Sembari tangan Zaf mere*as pay*dara Mei dengan Na*su.
oohh... lenguh Mei. saat Zaf berhasil mengambil nipel Mei denyan lidahnya.
Zaf meng**sap dan melu*at nipel Mei dengan rakus. "Kau yang meminta Mei. Aku sudau bilang jangan. namun kau tetap menginginkanya." Zaf tidak akan membiarkan Mei beristirahat malam ini. Mei telah membangunkan Singa yang sedang tidur.
"Akuhh.. takk kan pernah menyesal Zaf." ucap Mei terengah engah. karena menikmati permainam Zaf.
Zaf menelusuri tubuh Mei dengan lid*hnya. Dan mengecup ngecup perut buncit Mei. "Maaf sayang.. mama mu yang meminta." ujarnya lirih sembari menempelkan bibirnya di perut Mei.
Oouuhh Zaf.. lengeuh Mei.
Zaf kembali melu*at nipel Mei dengan lembut. Menghi*ap nya kembali. dan meninggalkan jejak merah di sana.
"Jangan kecewakan aku lagi Zaf." bisik Mei yang tepat di telingan Zaf.
Zaf memejamkan matanya. lalu mengangguk
Zaf melepas Cd Mei dan menatapnya. Zaf tersenyum melihat bulu nya sudah mulai tumbuh.
Zaf langsung menyusupkan wajahnya di belahan paha Mei. dan melu*at Kewanitaannya. Zaf membuka lebar pahanya dan Mengecup ngecupnya dengan mulut.
Oohhh Zaf.. lenguh Mei. Aahh..
Lalu Zaf melepas boxernya . Mincullah milik Zaf yang gagah dan big long.
Zaf memasukkan pelan pelan karena tak ingin menyakiti keduanya.
ousshhh.. Desis Mei dan Zaf bersamaan saat Juniornya memenuhi V Mei.
Zaf memaju mundurkan pinggulnya pelan pelan. Zaf ingin meni*mati setiap inci tempo permainanya. Zaf benar benar merasakan ni*matnya bermain atas kemauan masing masing.
Semakin lama semakin cepat tempo permainanya. Aahhh.. Des*han panjang Zaf saat mengeluarkan air cintanya.
Zaf langsung berbaring di samping Mei. setelah merasakan kelegaan.
__ADS_1
"Apa kau mau mencuci wanitamu Mei?" tanya Zaf.
Mei menggeleng. "Biarkan seperti ini Zaf. Aku menyukainya." ujar Mei.
Zaf kembali memeluk Mei. "Terimakasih Mei untuk malam ini." ujar Zaf
"Aku yang berterimakasih padamu Zaf. kau mau melakukan untukku." balasnya
Zaf kembali mengecup kening Mei. "Kenapa kau melakukan ini Mei?" tanya Zaf
"Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk membalas semua kebaikanmu Zaf." jawab Mei
Zaf begitu terpukul dengan pengakuan Mei. Zaf pikir Mei sudah bisa menerimanya. Namun Zaf salah. Yang Mei lakukan hanya sebatas membayar hutang baiknya.
Sakittt.. iyaa jelas sakitt. Ibarat Burung yang di beri kebebasan untuk terbang tinggi. Namun Sayapnya telah di patahkan.
"Kau tak harus membalas semua ini Mei. Aku tulus melakukanya. Bersamamu aku benar benar bahagia. tapi Aku salah. kau tetap belum bisa bahagia" ujar Zaf dalam hati
"Maafkan aku Zaf. Aku terpaksa ungkapkan itu. aku hanya tidak ingin kau punya pikiran Bahwa kau pelampiasan untukku. Aku melakukan ini karena aku benar benar menginginkanya bersamamu." Ujar Mei dalam Hati.
Mei memeluk erat tubuh Zaf. Zaf pun melakukan hal yang sama.
🍃
Zaf sedang membersihkan lantai depan dengan kain pel.
Sedangkan Mei masih tertidur karena sangat lelah dengan permainan tadi malam.
Setelah Zaf selesei mengepel. Zaf segera menyelaseikan cucianya. Zaf mencuci pakaian Mei dan juga pakaianya. Zaf sama sekali tidak mengizinkan Mei untuk melakukan semuanya.
Setelah selesei Zaf segera mandi dan menyiapkan makanan di meja makan.
Zaf masuk kamar dan mendapati Mei masih tidur.
"Mei.. bangun Mei." ucap Zaf
"Zaf.. Kau sudah mandi?" tanya Mei
Zaf tersenyum. "Sudah.. ayoo buruan bangun Mandi dan bersiap ke dokter." ujar Zaf.
Mei mengangguk dan segera bangkit dari tempat tidurnya.
"Kenapa Mei? apa perlu ku bantu mandiin?" goda Zaf.
__ADS_1
"tidak perlu Zaf. Hanya saja aku butuh kau mengantarku ke kamar mandi." balas Mei
"ok" Lalu Zaf menggendong Mei ke kamar mandi. dan menyiapkan air hangat untuk berendam. memberi sedikit tetesan Aroma therapy pada bathup.
Zaf menyiapkan Handuk untuk Mei. dan juga Bathroop nya.
Zaf keluar karena ada panggilan dari kantor.
Menyudahi acara mandinya dan segera berganti pakaian.
Mei menatap dirinya di cermin. Mei membuka dadanya. banyak tanda merah yang Zaf tinggalkan di sini.
Mei tersenyum saat mengingat 7bulan yang lalu..
Saat kegadisanya di ambil paksa oleh Zaf. dan Zaf meninggalkan banya jejak merah di dadanya
"Mei.. kau sudah Selesei?" tanya Zaf tiba tiba
"Sebentar. aku ganti baju dulu.." balasnya
Mei segera mengganti bajunya. dan mengikat rambutnya Asal.
Mei menatap perut nya yang sudah membesar.
Mei keluar dan langsung duduk di kursi ruang makan.
"Mei.. susunya di minum dulu." ujar Zaf . Mei langsung minum susu yang telah Zaf siapkan.
"Mei.. nanti setelah dari dokter. kamu nggak papa kan di rumah sendiri?" tanya Zaf
"Kamu mau ke mana?" tanya Mei
"Aku harus menghadiri rapat bersama klient Mei. Aku sebentar kok." ujarnya
Mei mengangguk sebagai jawabanya. Dan mereka kembali menikmati sarapanya.
🍃
"Bagaimana Dokter?" Tanya Zaf yang tidak sabar pingin tahu hasilnya. Setelah berbulan bulan melewati proses pengobatan dan kemotherapi Bayi.
"Syukurlah.. bayinya tumbuh dengan sempurna. ini berkat kerja sama yang kalian lewati. juga Semangat seorang Ibu." ujar Dokter.
Zaf begitu bahagia mendengar keterangan dokter. Zaf langsung memegang erat tangan Mei. "Terimakasih Mei.. aku mau merawat anak kita." ujar Zaf
__ADS_1
"ini berkat kamu juga Zaf. kau yang paling banya berperan." jawab Mei