
...🤍Selamat membaca 🤍...
Melihat tingkah Mei. Zaf kembali tertawa. "sudah ayok. kita mulai makan." ajak Zaf
Setelah selesei makan. Zaf membawa Mei duduk di sofa sambil nonton TV kesukaanya. dan makan camilan yang ada di meja.
Zaf membereskan meja makan. setelah itu membereskan tempat tidur yang berantakan.
Zaf juga membersihkan kamar mandinya.
Zaf mulai mencuci baju kotornya. Mei dari tadi mengawasi Zaf yang sedang mengambil sprai dan baju baju yang kotor.
Lalu Mei mendekat Ke Zaf. "Ada apa Mei?" tanya Zaf dengan tangannya masih sibuk membasahi baju baju kotornya.
Mei menarik tangan Zaf dan memperlihatkan iklan di televisi. Mei melihat ada iklan Es sang sangat Mei inginkan.
"kau pingin itu?" tanya Zaf
Mei mengangguk.
"Kalo begitu kamu tunggu di rumah. biar aku belikan yaa." ujar Zaf yang di angguki oleh Mei.
Zaf segera menambil kunci mobilnya dan mencari sesuatu yang sedang di ingini wanita hamil.
Setelah 10 menit muter muter. Ahirnya Zaf menemukanya. Zaf segera pulang setelah pesananya jadi.
Zaf masuk dan Mei sudah menunggu di depan pintu. "Astaga Mei.. kau ini bisa nggak sih bikin aku tidak jantungan." Batin Zaf
Mei memgambil es dari tangan Zaf. lalu duduk di sofa
"Enak Mei?" tanya Zaf yang dari tadi mengawasi Mei. jujur Zaf melihat porsi makan Mei yang begitu banyak pun terheran. "Apa wanita hamil itu begitu yaa.. pantas saja banyak wanita hamil yang mulai gendut." batin Zaf.
Mei mengangguk lalu menyuapkan satu sendok ke mulut Zaf.
Zaf pun menerima suapan dari Mei dan menahan tangan Mei tetap berada di depan mulut Zaf. Zaf mengambil sendok yang ada di tangan Mei dan menurunksnya. Zaf menatap wajah Mei.
Mei jadi gemetar dengan tatapan Zaf. "Ini ada salah satu bagian terapi interaksi dari Zaf . agar Mei tidak takut jika di tatap seperti ini." gumanya.
Mei menunduk. "Jangan takut Mei. bukanya kau juga ingin memperbaiki keadaan kita.?" Tanya Zaf. Mei kembali menatap Zaf dan mengangguk.
Zaf menuntun tangan Mei untuk memegang wajahnya dan juga bibirnya.
Walau ada rasa takut Mei pun melakukanya. "Rilex Mei. jangan tegang." ucapnya
Mei menunduk. Mei merasakan ada desiran hangat di dalam sana. Jantung Mei mulai tak karuan.
Begitu juga dengan Zaf. Zaf mulai meraba wajah Mei dengan lembut. dan menelusurinya hingga berhenti di bibir.
Zaf memejamkan matanya sebentar seperti sedang menikmati sesuatu.
Ternyata Tangan Mei sudah menggerayangi Dada Zaf. sehingga membuat Zaf menikmati sentuhan dari wanita yang belum lama ini menemaninya.
Mei merasakan detak jantung Zaf yang sudah sangat cepat. lalu Mei menarik tanganya kembali.
Zaf merasa lega Mei sudah berani menelusuri tubuhnya. Zaf Akan pelan pelan menyembuh kan trauma Mei dari hubungan intim. "Bagus Mei.. Kau tidak boleh merasa ketakutan. cepat atau lambat kau juga membutuhkanya." batinya.
Mei memang masih takut dengan hubungan intim. karena pertama kali yang dia dapatkan adalah paksaan.
"Sudah Mei. Sekarang kamu tidur siang ya." ujar Zaf
__ADS_1
Zaf Menuntun Mei ke kamar dan menemaninya di samping Mei. Zaf kembali menjadikan dirinya sandaran untuk Mei. Dan Mei pun mulai menikmatinya.
Setelah Mei tertidur Zaf segera melanjutkan cucianya. Dengan sabar Zaf melakukan ini semua. Demi kesembuhan Mei. Zaf rela di buat Frustasi karena keinginanya tidak tersalurkan.
Zaf Akan pelan pelan membuat Mei nyaman berada di sampingnya.
...🍃...
Malam pun semakin kelam dan sepi.
Zaf tengah duduk di kursi kerja nya. dirinya tengah menyeleseikan dan mempelajari berkas berkas dari kantor.
Besok Zaf harus ke kantor sebentar. untuk memastikan pekerjaan di kantor berjalan dengan lancar. semenjak Mei di sini. Zaf sudah menyerahkan segala meeting kepada Anak buahnya yang dia ambil dari panti asuhan.
Zaf kembali ke kamarnya dan segera merebahkan tubuhnya di samping Mei.
Zaf melingkarkan tangan nya di pinggang Mei. dengan begini Mei dan Zaf sama sama nyaman. Mereka seperti saling menguatkan satu sama lain.
Zaf menggeliat saat ada tangan yang menelusuri wajahnya.
"Mei..." panggil Zaf dengan suara paraunya.
"Ada apa?" tanya Zaf
Lalu Mei mengambil tangan Zaf dan membawa ke perutnya.
Zaf terlonjak kaget saat tangan Zaf merasakan ada tendagan dari dalam.
Zaf tersenyum bahagia. "Apa dia menyakitimu?" Tanya Zaf
Mei menggeleng. "Dari tadi nendangin." ujar Mei
Mei mengangguk dan menatap Zaf.
"Mei kita menikah ya. kita besarkan Anak kita sama sama." ujar Zaf
Mei menggeleng. "Takut" jawabnya
Lalu Zaf ingat tentang kesepakatanya. Zaf hanya boleh merawat sampai Mei melahirkan.
Zaf tidak ingin memaksa. Mei memutuskan untuk kembali pada Zaf adalah keputusan yang berat. apalagi harus menikah.
Mei butuh waktu untuk memulihkan kembali Hati yang sudah Retak. dan sebuah kepercayaan dirinya untuk bisa menerima orang lain sebagai suami.
Sedangkan Zaf. Zaf juga harus menerima setiap keputusan Mei. Dia tidak bisa memaksa Mei untuk bisa menerima Zaf dengan Sempurna. Mereka berdua butuh waktu untuk mencapai Sebuah hubungan yang Indah
...🍃...
Mentari pagi begitu indah.
Tidak terasa Mei sudah selama 1 bulan tinggal bersama Zaf.
keadaan Mei pun sudah mulai berangsur membaik.
walau terkadang Mei melupakan sesuatu. namun itu tidak membuat Zaf rugi.
Zaf terbangun dan melihat tempat tidurnya tidak ada Mei.
"Mei ." Panggil Zaf
__ADS_1
Zaf segera keluar kamar dan Mencari Mei.
Zaf merasa lega. mendapati Mei tengah memasak.
"Mei.. apa yang kamu lakukan?" tanya Zaf
"Masak" jawabnya.
"Apa benar ini Mei. kenapa cepat sekali berubah?" batin Zaf
"Zaf.. Sudah." ucap Mei. yang memberitahukan dirinya telah selesei memasak.
Zaf segera duduk dan menunggu Mei menyiapkan makananya.
Zaf mengambil masakan Mei. dan mulai memasukkan ke dalam mulutnya.
Ingin sekali Zaf memuntahkan makanan itu dari mulutnya. saat merasakan makanan itu begitu Asin. Kalo keadaan begini. sudah tentu Keadaan Mei sedang tidak ingat.
"Mei.. kamu nggak usah masak yaa.. kamu diam saja. biar aku yang masak." ucap Zaf
"Aku bisa." jawabnya
"Nanti kamu capek." ujar Zaf
"tidak apa apa." jawabnya
"Mau lagi Zaf?" Tanya Mei. persis seperti yang Zaf lakukan pada Mei setiap menawari lagi.
Zaf menggeleng. "Apa masakanya tidak enak?" tanya Mei
"Enak kok. ini buktinya habis punyaku " jawab Zaf
"kalo begitu tambah lagi ya." ujar Mei lagi.
Duhh ingin rasanya Zaf bicara masakanya 'tidak enak' namun Zaf nggak ingin Mei bersedih
Mei pun menyendok makananya ke piring nya. Zaf ingin melihat reaksi Mei saat makan.
Mei menyuapkan makananya ke mulut. seketika Wajah Mei cemberut dan menangis..
"Mei.. kau kenapa?" tanya Zaf
"kau bilang makananya enak." ujar Mei
"iya enak menurutku." ucap Zaf
"Tapi ini Asin." jawabnya
Zaf tersenyum. "lidah kita beda Mei." ucap Zaf sambil tertawa
...🍃...
Sore Hari
Zaf pulang dengan keadaan sangat lelah.
dirinya langsung masuk dan mencari Mei di kamar. namun tidak menemukan
Zaf menatap Almari yang terbuka dengan lebar. Zaf tidak mendapati satu pakaianpun di sana.
__ADS_1
"Mei..." panggil Zaf