
...🤍 Selamat Membaca 🤍...
Mereka pun telah sampai di rumah orag tuanya Zaf.
Kok Sepi. "papa.. papaa.." teriak Zaf
Mereka pun mencari penghuni rumah ini. namun tak satupun berhasil di temukan.
Zaf mulai panik dan segera menekan tombol kontak di benda pipih. "Dady."
Namun Zaf melihat ponsel papanya tergeletak di atas meja.
Zaf menggandeng tangan Mei. untuk menyusuri lorong gelap. menuju Halaman belakang.
"Zaf.. aku takut." ucap Mei sembari menarik lengan Zaf. Sedangkan Zaf tangan satunya masih setia menggendong Alv.
"Tidak apa apa." balasnya
Mereka terus melangkah. hingga nampak cahaya Siang di belakang rumahnya
SUURRPREESSS...
Teriak Semua yang ada disini. hampir saja Zaf jantungan. Zaf hampi saja melepas gendongan Alv. kalo papanya itu tidak segera mengambil Alv
"Astaga.. Papa. bunda." apaan sih kalian
"Selamat ulang tahun sayang." ucapan ulang tahun yang keluar dari wanita yang sangat di cintai. siapalagi kalau bukan ibunda tercinta.
lalu Ansel juga mengucapkan ulang tahun pada Zaf.
Dan di susul oleh Sellin beserta keluarganya dan Sello beserta keluarganya
Ada juga Reinard dan juga kedua anak dan istrinya.
Oma juga ada di sini. bahkan Mei dan Zaf tau baru saja
"Maafin aku Zaf. aku lupa hari ini ulang tahunmu." ujar Mei
"Apa kau ingin memberiku kejutan juga sayang?" tanya Zaf pada Mei. Zaf berharap Mei akan memberitahukan tentang ke hamilanya yang ke dua.
Namu ternyata salah. Mei tetap bungkam. entah apa yang mei takutkan. jika Zaf tau dirinya tengah mengandung anak keduanya
"Benar.. kau tidak akan memberi aku kejutan?" tanya Zaf. mungkin Mei lupa bahwa ada hal besar yang di sembunyikan. makanya Zaf memancing Mei agar mengingat.
Mei tetap menggeleng. "Ya sudah..Ayo kita masuk dan nikmati masakan bunda." ajak Zaf
"Mungkin mau memberi kejutan. dengan kejadian di rumah sakit." ujar Zaf mengingatkan istrinya.
Sekali lagi Mei menggeleng. Zaf pun menggeram dalam hati. bisa bisanya Mei ini menyembunyikan hal ini.
"Oohh.. iyaa Aku ingat." ujar Mei selanjutnya. Zaf langsung semringah mendengar Ucapan Mei.
"Tentang wanita yang bersamamu tadi kan ?" tanya Mei
Sontak yang ada acara kejutan ulang tagun pun mendongak menatap Zaf. penuh selidik.
"Wanitaa" cicit Marlena tidak percaya. Mei henya mengangguk.
__ADS_1
"Wanita Siapa Zaf. katakan pada bunda." desak marlena
"bukan bund.. itu bukan siapa siapa" jawabnya
"Siapa Mei wanita itu." tanya Marlena
Mei menggeleng tidak tau. "Mei tidak tau bund. yang Mei tau dia berjalan bersama suaminya itu dengan bergandeng tangan." jawabnya
"Zaf.." panggil Ansel
Zaf mende*ah kasar. "dia bukan siapa siapa pa. dia itu anak Tuan Arnold mewakili tuan Arnold untuk survey lokasi." jawabnya
"Lalu kenapa bisa ke rumah sakit bergandengan tangan.?" tanya Ansel
"Kaki dia terkilir. yaa Zaf hanya menolong aja. tidak lebih karena tidak ada siapapun di sana." balasnya. dan melirik Mei sedikit menggeram gemas. "bisa bisa nya Istrinya itu memojokkan dirinya. dan melupakan kabar baik yang di sembunyikan." batin nya
Sedangkan yang di lirik masa bodo. Tak peduli perasaan suaminya yang sedang gusar untuk menjelaskan pada kedua orang tianya dan saudaranya.
Alv sedang bermain dengan Raflin di ayunan. lalu Zaf mengambil Alv dari Raflin. "siniin anak om. om mau pulang sekarang. Mei kita pulang." ujarnya datar.
Mei hanya menganga tak percaya. "Kenapa ? aku masih pingin di sini." balas Mei
"Zaf.. apa ini sikapmu pada istrimu. selalu memaksa." tanya Merlena
Zaf terdiam. Serba salah memang dirinya saat ini. Ahirnya Zaf mengalah. tak seharusnya dirinya bersikap mengusai istrinya.
Dan mungkin itu memang bukan milik istrinya.
Dengam wajah tak bersemangat Zaf kmbali duduk. orang tuany sudah menyiapkan semua ini untuknya.
Setelah agak larut. Zaf membawa Alv masuk kamar karena terlihat sangat sudah terlihat kelelahan.
Zaf tengah mengelus kepala Alv agar kembali tertidur.
pintu kamar terbuka. terlihat jika istrinya juga tengah menyusulnya
Zaf hanya menoleh sesaat dan kembali pada Alv.
Mei yang menyadari hal itu. langsung meninggalkan Zaf tanpa dosa.
Zaf Berdcih jengah dengan tingkah Mei. bukan karena dirinya yang ketahuan berjalan dengan seorang wanita. karena Zaf tidak menganggap itu nyata.
Namun yang membuat Zaf jengah karena Mei masih setia menutupi kabar kehamila keduanya .
Mei keluar dari kamar mandi. dan segera berganti pakaian. Mei mengambil peelengkapan wajah di tasnya.
Mei melihat Amplopnya sudah terbuka. Mei tersenyum tipis. "Ini pasti ulah suaminya." batinya.
Mei mendekat ke arah Alv. dan segera membaringkan tubuhnya di sisi Alv.
Zaf kembali berdecih. Zaf semakin tidak tahan dengan kepura puraan tidak tahu. Zaf segera memiringkan tidurnya ke arah Mei. begitu juga dengan Mei
Mereka bersamaan saling menghadap. mata biru mereka saling bertemu.
Kalo sudah seperti ini Zaf sulit untuk marah pada Mei.
apalagi saat mendapati mata Mei yang mengerjap ngerjap seperti boneka.
__ADS_1
Ingin sekali mengumpat kelucuan wajah Mei saat melihat mata Mei
Demmm..Hati Zaf seperti Di siram oleh air hangat.
Keinginan untuk marah lebur sudah. menjadi Kepu kupu yang berterbangan.
"Zaf.. kau kenapa?" tanya Mei.
"Siall.." umpatnya dalam hati. " masih berani nanya kau kenapa?" batinnya.
"Zaf.. Cupp.. Ucapan Mei terhenti saat Zaf Mengecup bibir Mei dan menahanya.
Mei melotot tak percaya. padahal Mei tadi lihat di mata Zaf ada kilatan amarah. namun tiba tiba Zaf mengecupnya.
"Apa kau menyembunyikan sesuatu?" tanya Zaf kemudian. Dengan bibir yang masih menempel.
Mei menggeleng .
"Apa kau yakin?" tanya Zaf lagi.
Mei mengangguk. saat ini bibir Mei tak mampu berucap sepatah katapun. Walau sudah hidup bersama Zaf dalam waktu yang lumayan lama.
Namun Hati dan pikiran Mei selalu mendadak lumpuh. Selalu saja terpesona dengan Ketampanan Zaf.
Zaf mengerat pelukanya dan semakin menempelkan tubuh mereka.
"ZZZZaff.." ucap Mei terbata.
Mei merasakan Jika milik Zaf sudah bangun dengan sempurna. Namun Zaf berusaha menahan. Zaf tau saat ini Mei tengah mengandung. Zaf ingin mengurangi hubungan itu untuk sementara.
Mei memejamkan matanya. jantungnya mulai berdegup sangat kencang hingga Zaf pun bisa mendengarnya.
Sama halnya dengan Zaf. Zaf tak kalah kencangnya. Zaf yang menahan agar juniornya tak beronta. dan juga perasaan ke Mei.
Ahirnya Zaf pun tak tahan.
Zaf berdiri dan mengambil isi yang ada dalam tas Mei.
"Mei.. katakan ini milik siapa?" tanya Zaf.
Mei langsung terkesiap. dan duduk di atas tempat tidur. menatap wajah garang sang suami.
"kau jahat Zaf.. hikkzz.." ucap Mei
Zaf gang tak tau maksud Mei pun mengernyitkan keningnya. "Apa maksudmu Mei.? aku jahat?" tanya Zaf
"Hikkzzz.. kau jahat.. kau selalu menggagalkan rencanaku." tangis Mei
"Rencana?" cicit Zaf
"Apa yang kau rencanakan Mei?" tanya Zaf kemudian.
...Bersambung ...
...🍂...
Kira kira apa rencana Mei hingga dirinya menangis?
__ADS_1
...🍂...